Jakarta

Pesta makan malam kuda di pedesaan Siberia dilaporkan telah menyebabkan wabah kecil bakteri mematikan yang disebut antraks. Sayangnya, beberapa orang yang terinfeksi dilaporkan telah melarikan diri dari rumah sakit saat dirawat.

“Empat pasien yang dirawat di rumah sakit karena antraks menolak perawatan di rumah sakit penyakit menular dan meninggalkan fasilitas medis tanpa izin,” kata Kementerian kesehatan daerah di Wilayah Tuva Siberia selatan kepada kantor berita TASS, dikutip dari Ifl Science.

Satu pasien dilaporkan tetap di bawah pengawasan medis, namun keberadaan pasien lainnya masih belum diketahui.

Awal bulan ini, TASS juga melaporkan bahwa orang-orang jatuh sakit setelah menyembelih seekor kuda yang sakit dan kemudian memakan organ dalamnya. Untuk mengurangi risiko wabah, whole 84 orang telah divaksinasi dan beberapa dalam pengawasan medis.

“Ancaman penyebaran epidemi telah dikesampingkan. Antraks tidak ditularkan dari orang ke orang,” kata Rospotrebnadzor, pengawas kesehatan masyarakat Rusia.

Antraks adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri bernama Bacillus anthracis. Infeksinya bisa menyebabkan kondisi serius dan berpotensi mematikan jika tidak ditangani.

Ini biasanya dimulai dengan gejala mirip flu yang berkembang menjadi kesulitan pernapasan yang parah. Kontak langsung dengan patogen dapat menyebabkan lesi, seperti bisul pada kulit yang mengembangkan bagian tengah berwarna hitam.

Meskipun demikian, bakteri mematikan ini dapat diobati dengan antibiotik dan umumnya tidak menyebar dari manusia ke manusia.

Bakteri secara alami bersembunyi di dalam tanah dan dapat bertahan selama beberapa dekade atau bahkan berabad-abad. Bakteri ini juga dapat ditemukan pada hewan liar dan peliharaan. Kontak dengan hewan umumnya adalah cara manusia bersentuhan dengan infeksi.

Siberia adalah bagian dari dunia yang berpengalaman dengan wabah antraks. Pada tahun 2016, wabah antraks yang parah muncul di semenanjung Yamal, membunuh ribuan rusa dan mempengaruhi setidaknya 40 manusia.

Ada spekulasi bahwa wabah tersebut muncul dari bangkai rusa yang terinfeksi yang telah ‘dicairkan’ oleh suhu yang memanas terkait dengan perubahan iklim. Daerah tersebut juga baru-baru ini mengalami pertumbuhan populasi dan penurunan vaksinasi rusa, menciptakan kondisi perfect untuk wabah.

Seperti yang dikatakan badan kesehatan masyarakat, risiko wabah terbaru di Siberia ini berubah menjadi buruk sangat kecil karena antraks umumnya tidak menular. Meski demikian, ini menjadi pengingat kuat bahwa ancaman bakteri ganas ini selalu ada.

Simak Video “Kenali Ciri-ciri Hewan Ternak yang Terinfeksi Antraks
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)