Jakarta

Seorang bayi mengalami kejang dan perdarahan diduga akibat malpraktik di RSAB Harapan Kita, disebut-sebut salah diberi susu. Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) menyebut pihaknya sudah melakukan tindak lanjut terkait kasus tersebut.

“Pasien masih dalam perawatan RSAB Harapan Kita dan diupayakan semaksimal mungkin,” tegas Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI, dr Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi detikcom Kamis (17/8/2023).

“Dan keluarga sudah mempercayakan kepada RSAB Harapan Kita, hanya terkait hal di medsos perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak keluarga,” sambung dr Nadia.

Laporan ini sebelumnya ramai di media sosial, terlebih pasca diunggah oleh pimpinan Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Ahmad Sahroni. Ahmad, mengunggah ulang kronologi yang diceritakan orangtua si bayi.

Diarahkan untuk langsung ditangani Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. “Ini Pak Menteri wajib periksa para perawatnya. Berbahaya kalau masih ada yang beginian di RS besar,” ujar Sahroni.

“Tolong Pak Menkes @budigsadikinm,” tambahnya.

Bayi bernama Lanala itu pertama kali dibawa ke IGD RSAB Harapan Kita 12 Juli kemarin, saat itu bayi mengeluarkan feses cair dan didiagnosa diare hingga dehidrasi. Dugaan malpraktik salah memberikan susu disebut terjadi pada 7 Agustus 2023. Kejadian itu diklaim terjadi tanpa sepengetahuan orang tua Lanala, sampai kemudian mengalami kejang.

“Sikap lalai suster di RSAB Harapan Kita sangat disayangkan, membuat anak berumur 1 bulan 27 hari harus menambah apa yang sebelumnya sudah diderita yaitu pendarahan di kepalanya dan akan dilakukan operasi,” demikian kekecewaan orangtua Lanala.

Simak Video “Hanya 55% Ibu Hamil yang Dites HIV, Kemenkes: Sebagian Tak Dapat Izin Suami
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)