Jakarta

Imbas banyak warganya enggan memiliki anak, Jepang kini dilanda krisis populasi dengan angka kelahiran yang anjlok. Kini semakin banyak wanita memilih untuk melajang seumur hidup. Tak sedikit juga wanita yang sudah menikah, namun memilih untuk tidak membesarkan anak.

Salah satu faktor yang banyak dikeluhkan wanita di Jepang tak lain rasa tertekan untuk menyesuaikan diri dengan harapan masyarakat tradisional dalam hal pernikahan dan memiliki anak. Namun di samping itu, ada juga wanita yang memutuskan untuk tidak punya anak karena alasan private, misalnya karena pengalaman kurang menyenangkan di masa lalu.

Salah satunya, dialami oleh Nao Sawa (46) yang kini bekerja sebagai pematung. Ia mengisahkan, ketika dirinya masih amat belia, ia sering dilecehkan oleh ibunya. Imbas pengalaman tersebut, ia memutuskan untuk tidak memiliki anak.

“Saya tidak tahu bagaimana mencintai (anak-anak). Yang terpenting, saya mungkin akan melakukan hal yang sama kepada anak saya sendiri,” ungkapnya, dikutip dari The Asahi Shimbun, Sabtu (10/6/2023).

Sawa kini tinggal di Tokyo bersama suaminya, yang berusia delapan tahun lebih tua darinya.

Melihat maraknya berita perihal angka kelahiran yang anjlok di Jepang, Sawa kerap bertanya dan meyakinkan dirinya bahwa ia tak harus punya anak. Sebab ia kerap kali merasakan tekanan tersembunyi, yang seolah-olah mewajibkan orang-orang yang menikah untuk punya anak. Bahkan ketika masih muda, setiap temannya mengatakan bahwa memiliki anak akan mengubah hidup, Sawa selalu memikirkan kembali keputusan hidupnya.

“Di usia ini, tidak ada yang mendesak saya untuk punya anak lagi. Mencari alasan untuk tidak punya anak mulai terasa konyol,” beber Sama lebih lanjut.

Namun, setelah dia berusia 40 tahun, dia tidak lagi merasakan tekanan seperti itu.

Di samping keengganannya untuk memiliki anak, Sawa menyelenggarakan lokakarya seni yang dapat diikuti oleh anak-anak.

“Saya ingin menularkan ilmu yang saya dapatkan,” katanya.

“Jika saya tidak memiliki anak, apakah itu berarti saya tidak dapat meninggalkan apa pun untuk generasi selanjutnya?” pungkas Sawa.

Simak Video “Angka Kelahiran Jepang Anjlok, Pejabat Khawatir Negaranya Lenyap
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)