Jakarta

Di period yang serba mudah ini, kebanyakan orang menghabiskan waktu dengan duduk seharian. Tak jarang, orang dewasa pun memiliki pekerjaan yang membuat mereka kurang bergerak. Siapa sangka, ternyata duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko meninggal lebih cepat, lho.

Namun, memprioritaskan aktivitas fisik, bahkan hanya dalam jumlah yang sedikit, dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut.

Faktanya, penelitian baru dari College School London, yang diterbitkan awal bulan ini di European Coronary heart Journal, menunjukkan bahwa mengganti waktu duduk dengan olahraga intensitas sedang selama beberapa menit setiap hari dapat secara signifikan meningkatkan kesehatan jantung seseorang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, para peneliti menemukan bahwa duduk dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak negatif pada jantung dan meningkatkan risiko kematian.

Dikutip dari Well being, para peneliti menggunakan sebuah mannequin untuk menentukan apa yang akan terjadi jika seseorang menukar satu perilaku dengan perilaku lainnya setiap hari selama seminggu.

Sebagai contoh, seorang wanita berusia 54 tahun yang mengganti duduk dengan olahraga ringan tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan jantungnya, tetapi juga mengurangi lingkar pinggangnya sebesar 2,5 cm (penurunan sebesar 2,7 persen).

Penelitian ini bukanlah penelitian pertama yang menyelidiki dampak negatif dari duduk terhadap kesehatan dan bagaimana orang dapat mengimbangi risiko tersebut.

Dalam penelitian lain di awal tahun ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk duduk memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 38 persen jika mereka tidak berolahraga setidaknya 22 menit setiap hari.

“Bagi mereka yang duduk lebih dari 12 jam sehari, (kami menemukan) terdapan peningkatan risiko kematian dini,” terang Edvard Sagelv, PhD, salah satu penulis studi ini dan seorang peneliti di Arctic College of Norway.

“Duduk mempengaruhi jantung kita secara negatif seperti halnya aktivitas mempengaruhinya secara positif. Semakin berat jantung Anda berdetak, semakin baik kesehatan jantung Anda, atau semakin kuat jantung Anda,” jelasnya.

Berikut adalah konsekuensi dari duduk terlalu lama dan apa yang dapat dilakukan untuk menangkal efek buruknya.

Dampak Buruk Duduk pada Kesehatan Tubuh

1. Mengurangi waktu bergerak sehingga mempengaruhi fisiologis tubuh

Masalah utama dari duduk adalah aktivitas tersebut menghabiskan waktu yang seharusnya digunakan untuk bergerak, terang profesor dinamika perilaku kesehatan di Glasgow Caledonian College Sebastien Chastin, PhD.

Ketika hal ini terjadi, beberapa proses fisiologis di dalam tubuh turut terpengaruh.

“Kita juga tahu bahwa fisiologi bagaimana tubuh kita memproses gula terpengaruh (oleh duduk),” kata Chastin. “Ada juga beberapa bukti bahwa hormon yang terlibat dalam kesehatan tulang juga terpengaruh.”

2. Menyebabkan masalah otot

Seorang dokter terapi fisik John Gallucci Jr. menjelaskan bahwa duduk juga dapat menyebabkan kelemahan otot dan ketidakseimbangan otot.

“Duduk dalam jangka waktu yang lama bahkan dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk, sirkulasi darah yang berkurang, penambahan berat badan, dan obesitas,” jelasnya.

3. Memperburuk metabolisme tubuh

Menurut Sagelv, kebanyakan dari dampak-dampak sebelumnya berkaitan dengan bagaimana duduk mempengaruhi metabolisme tubuh.

Duduk memberi sinyal pada tubuh bahwa ia tidak perlu bekerja keras untuk membakar energi. Hati dan sistem energi di otot juga terbukti melambat. Walhasil, metabolisme tubuh memburuk.

“Duduk memberi tahu tubuh bahwa kebutuhannya tidak tinggi, jadi tidak perlu sekuat itu. Hati, dan sistem energi di otot, (juga) terbukti ‘melambat’ dan kita tidak dapat membakar semua energi dari makanan yang kita makan,” katanya. “Jadi, [tubuh) berkinerja lebih buruk dalam membakar energi.”

4. Menyebabkan masalah neurologis

Duduk berjam-jam bahkan dikaitkan dengan masalah neurologis. Satu studi menemukan bahwa duduk selama 10 jam atau lebih setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Sebagian dari hal ini mungkin berkaitan dengan penurunan aliran darah ke otak dan peningkatan peradangan.

Simak Video “Kisah Pekerja Kantoran Jakarta yang Rajin Lari Gegara Lama Nunggu Angkot
[Gambas:Video 20detik]