Jakarta

Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila menyerukan penyelidikan segera setelah pasukan Israel dilaporkan mengubur hidup-hidup warga dan pasien yang ada di Rumah Sakit Kamal Adwan, Jalur Gaza.

Pada hari Sabtu (16/12), dokter dan saksi lainnya mengatakan pasukan Israel melibas tenda-tenda yang menampung pengungsi Palestina di dekat rumah sakit dan menghancurkan mereka hingga tewas. Saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa warga sipil sengaja menjadi sasaran.

“Orang-orang dikubur hidup-hidup menggunakan buldoser. Siapa yang bisa melakukan itu? Semua yang melakukan kejahatan ini harus diadili dan dibawa ke pengadilan pidana internasional,” kata seorang saksi mata.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa video yang dibagikan di media sosial juga tampak memperlihatkan orang-orang yang tertimpa reruntuhan di depan RS Kamal Adwan.

Dalam pernyataan pers, menurut kantor berita Palestina Wafa, Menteri Kesehatan al-Kaila mendesak masyarakat internasional untuk menyelidiki apa yang terjadi di rumah sakit tersebut dan tidak mengabaikan “kejahatan perang” yang terjadi di Gaza.

Dia juga menyoroti bahwa tentara Israel menghancurkan bagian selatan rumah sakit, dan mengatakan 12 bayi masih berada di dalam inkubator rumah sakit tanpa air atau makanan.

Meskipun pasukan Israel kini telah ditarik dari rumah sakit tersebut, tentara mengatakan telah menahan 90 orang, dan menemukan senjata dan amunisi di dalam rumah sakit setelah penggerebekan ini.

Sejak RS Kamal Adwan digerebek, menurut dokter, RS tersebut diliputi ketakutan dan kengerian.

“Korban luka perlu dioperasi tetapi kami tidak bisa berbuat apa-apa,” kata Wafa Albus, seorang dokter di rumah sakit tersebut, kepada Al Jazeera.

Sambil menunjuk seorang wanita dan seorang pria yang tergeletak di lantai, dia mengatakan tidak ada kasur untuk pasien.

Awal pekan ini, Leo Cans, kepala misi Dokter Lintas Batas (Medecins Sans Frontieres, atau MSF) untuk Palestina, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa situasi di Kamal Adwan sangat buruk.

“Kami beroperasi di lantai. Anak-anak datang dengan luka yang sangat parah, dan [ahli bedah] harus melakukan banyak operasi tetapi tidak ada lagi tempat tidur,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan hanya 11 dari 36 rumah sakit di Gaza yang masih berfungsi sebagian dan meminta agar rumah sakit tersebut tetap utuh.

Simak Video “70% RS di Jalur Gaza Tak Beroperasi-250 Ribu Rumah Luluh Lantak
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)