Jakarta

Cacar air merupakan suatu penyakit yang menyerang kulit dan dapat menular ke sesama manusia. Cacar air menyebabkan ruam merah melepuh pada kulit sehingga bikin gatal-gatal, lalu lama-kelamaan akan mengering.

Umumnya, kasus cacar air terjadi pada anak-anak. Oleh sebab itu, bagi detikers yang telah mempunyai anak-anak harus waspada terhadap cacar air.

Lantas, apa saja gejala cacar air? Lalu bagaimana cara penanganannya yang tepat? Simak pembahasannya secara lengkap dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Cacar Air?

Cacar air adalah infeksi yang menyebabkan ruam dan melepuh pada kulit, sehingga terasa sangat gatal. Mengutip situs Cleveland Clinic, cacar air disebabkan oleh virus bernama varicella-zoster.

Seperti yang telah dijelaskan di atas, cacar air banyak menyerang anak-anak. Hal ini disebabkan mereka belum mendapatkan vaksin cacar air, sehingga mudah terpapar.

Yap, cacar air merupakan penyakit yang mudah menular ke orang lain. Maka dari itu, salah satu pencegahan yang cukup ampuh agar anak-anak tidak tertular cacar air adalah dengan divaksin.

Apabila seseorang telah terkena cacar air, maka ia tidak akan tertular lagi dari orang lain. Namun sebagai catatan, orang tersebut telah divaksinasi sejak kecil.

Jika tidak, maka cacar air bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa sekalipun. Bahkan, gejala yang dirasakan oleh orang dewasa saat terkena cacar air dapat lebih parah lagi.

Penyebab Cacar Air

Dilansir situs Centre for Well being Safety Hong Kong, penyebab utama seseorang terkena cacar air adalah virus varicella-zoster (VZV). Dalam sebagian besar kasus, orang yang melakukan kontak langsung dengan pasien cacar air juga bisa terinfeksi.

Adapun sejumlah metode penularan cacar air, yakni bisa melalui air liur, batuk, bersin, dan kontak dengan cairan lepuh. Sayangnya, virus ini dapat menetap di dalam tubuh dan bisa timbul lagi bertahun-tahun kemudian sebagai herpes zoster (penyakit kulit herpes).

Gejala Cacar Air

Mengutip situs Mayo Clinic, adapun gejala cacar air pada seseorang yakni sebagai berikut:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan dan merasa tidak sehat

Setelah ruam cacar air muncul, pasien cacar air akan melewati tiga fase ini:

  • Muncul benjolan yang disebut papila yang pecah selama beberapa hari.
  • Terdapat lepuhan kecil berisi cairan yang disebut vesikel. Lepuh ini terbentuk sekitar 1 hari kemudian pecah.
  • Muncul kerak dan keropeng menutupi lepuh yang pecah.

Perlu diketahui, ruam akibat cacar air muncul sekitar 10-21 hari setelah terpapar virus varicella-zoster. Lalu, ruam di kulit dapat berlangsung selama 5-10 hari.

Komplikasi Cacar Air

Dalam sejumlah kasus, cacar air juga bisa menimbulkan masalah serius lainnya, sehingga detikers harus tetap waspada. Adapun sejumlah komplikasi akibat cacar air, yakni sebagai berikut:

  • Infeksi kulit, jaringan lunak, tulang, sendi atau aliran darah yang disebabkan oleh bakteri.
  • Dehidrasi.
  • Pneumonia, yaitu penyakit pada salah satu atau kedua paru-paru.
  • Pembengkakan otak atau disebut ensefalitis.
  • Poisonous shock syndrome, yaitu komplikasi berbahaya dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri.
  • Sindrom reye, yaitu penyakit yang menyebabkan pembengkakan di otak dan hati. Ini bisa terjadi pada anak-anak dan remaja yang mengkonsumsi aspirin selama cacar air.
  • Dalam beberapa kasus yang sangat jarang terjadi, cacar air dapat menyebabkan kematian.

Cara Menangani Cacar Air

Apabila si kecil terkena cacar air, jangan panik dahulu. Sebab, ada sejumlah cara penanganan cacar air yang tepat, sehingga dapat membantu sang anak cepat sembuh.

Berikut cara menangani pasien cacar air secara baik dan tepat:

  • Jika demam, usahakan banyak minum air putih dan istirahat yang cukup.
  • Kenakan sarung tangan katun yang bersih sealam tidur untuk mencegah menggaruk ruam di kulit.
  • Anak yang terserang cacar air harus tinggal di rumah dan tidak boleh pergi ke luar hingga ruam benar-benar mengering.
  • Mandi air hangat.
  • Mengenakan pakaian yang ringan dan lembut.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Apabila cacar air tak kunjung sembuh dan disertai berbagai penyakit lainnya, maka pasien harus segera pergi ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut. Berikut sejumlah tanda-tanda pada pasien cacar air yang harus diwaspadai, agar kamu bisa sigap untuk membawanya ke rumah sakit:

  • Merasakan sakit dan sakit kepala parah.
  • Memiliki luka di space mata.
  • Memiliki luka yang membesar atau terdapat nanah di dalamnya.
  • Mengalami kesulitan bernapas atau bernapas sangat cepat.

Sebagai informasi, pasien cacar air umumnya akan sembuh setelah 5-7 hari, hal ini seiring dengan daya tahan tubuh yang kembali membaik. Dokter biasanya akan meresepkan sejumlah obat sesuai gejala yang muncul, seperti obat gatal, obat nyeri, serta obat demam.

Nah, itu dia penjelasan mengenai gejala cacar air beserta penyebab dan cara penanganannya yang tepat. Semoga artikel ini dapat membantu detikers!

Simak Video “Tetap Waspada Meski Standing Darurat Cacar Monyet Dicabut WHO
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)