Jakarta

Mayapada Healthcare Group, melalui unit rumah sakit Mayapada Hospital Jakarta Selatan menghadirkan layanan ‘Superior Interventional Pulmonology’ dengan Bronkoskopi Cryotherapy. Ini merupakan teknologi terapi trendy yang didedikasikan untuk memberikan penanganan penyakit paru dan saluran napas.

Saat ini, Mayapada Hospital Jakarta Selatan telah mengadopsi teknologi tersebut dan menjadi rumah sakit swasta di Indonesia yang dapat melakukan terapi bronkoskopi dengan teknologi cryo dan elektrosurgikal bagi pasien. Bronkoskopi Cryotherapy yang terdapat di pusat layanan ‘Superior Pulmonology Intervention’ Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Fasilitas tersebut didukung oleh para dokter spesialis dan subspesialis yang meliputi dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis penyakit dalam konsultan pulmonologi dan medik kritis khususnya intervensi pulmonolgi, dokter spesialis anestesi konsultan intensive care, dan tim medis lainnya yang andal, profesional, dan berpengalaman.

“Bronkoskopi merupakan salah satu metode intervensi pulmonologi untuk mengetahui kondisi saluran pernapasan dan paru-paru dengan memasukkan selang berkamera yang tipis dan fleksibel (bronkoskop) ke dalam saluran nafas. Selain untuk mengidentifikasi, bronkoskopi juga bertujuan untuk biopsi serta mengeluarkan benda asing dari saluran pernafasan,” jelas Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Pulmonologi Medik Kritis Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr. Eric Daniel Tenda, DIC, Ph.D, Sp.PD, Okay-PMK, FINASIM dalam keterangan tertulis, Kamis (13/7/2023).

“Bronkoskopi merupakan salah satu metode tindakan medis dalam intervensi pulmonologi. Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia kedokteran yang semakin maju, intervensi pulmonologi juga ikut berkembang menjadi intervensi pulmonologi tingkat lanjut (superior interventional pulmonology),” lanjutnya.

Sejak tahun 2014, dr Eric telah memulai pelayanan superior bronkoskopi di Indonesia. Dia menjadi pionir serta pembicara konferensi dan seminar internasional terkait teknik diagnostik & terapeutik dengan menggunakan bronkoskopi khususnya teknologi cryo dan elektrosurgikal. Beberapa teknik terbaru dalam superior interventional pulmonology, adalah bronkoskopi menggunakan teknologi cryo yang didukung oleh unit electrosurgical canggih VIO3 dan terapi koagulasi plasma argon (APC).

Bronkoskopi Cryotherapy memiliki tiga fungsi utama untuk pasien. Pertama, untuk Cryo-Biopsi, yaitu mengambil jaringan saluran napas yang tidak regular (infeksi ataupun keganasan) untuk diperiksa lebih lanjut. Kedua, Cryo- Rekanalisasi, yaitu untuk membuka jalan napas yang tersumbat karena tumor, benda asing, atau gumpalan darah. Ketiga, Cryo-Devitalisasi, yaitu untuk merusak jaringan saluran napas yang tidak regular, di mana tindakan ini umumnya digunakan pada pasien dengan keganasan paru-paru dan saluran nafas.

Mayapada HospitalFoto: dok. Mayapada Hospital

Sebagai penunjang tindakan Bronkoskopi Cryotherapy, VIO3 dan APC memiliki keunggulan untuk memudahkan dokter dalam mengoperasikan alat dan meminimalisir kerusakan jaringan serta perdarahan pada pasien sehingga akan mengurangi rasa nyeri pascaoperasi yang dialami pasien. Di Indonesia, Mayapada Hospital merupakan rumah sakit swasta pertama yang memiliki alat ERBE Elektrosurgikal VIO3.

“Seiring dengan berkembangnya teknologi dalam bidang kedokteran, kini kami para dokter spesialis penyakit dalam, subspesialis paru dan medik kritis, khususnya intervensi pulmonologi di Mayapada Hospital, dapat melakukan Bronkoskopi Cryotherapy kepada pasien sehingga kami dapat memberikan analysis yang presisi serta terapi yang lebih optimum dan komprehensif,” terang dr Eric.

“Teknik cryo ini pada prinsipnya membekukan jaringan yang akan diambil di saluran pernapasan dengan gasoline CO2 sehingga jaringan tersebut dapat menempel pada ujung alat cryo. Sedangkan, teknik Argon Plasma Coagulation (APC) menggunakan gasoline argon untuk menghantarkan energi berfrekuensi tinggi. Teknik APC bermanfaat untuk menghentikan perdarahan saluran nafas dan untuk debulking tumor, yaitu prosedur pengurangan ukuran tumor, terutama yang terletak di saluran nafas besar,” sambungnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Mayapada Hospital Jakarta Selatan dr Efata Bivian Polii Sp.PD menambahkan intervensi pulmonologi biasanya berfokus pada prosedur minimal luka sayatan atau tanpa operasi terbuka, untuk mendiagnosis dan merawat kondisi paru-paru.

“Selain bronkoskopi, metode dalam intervensi pulmonologi meliputi pleuroskopi untuk memeriksa dan mengobati pleura/selaput paru dan torakosentesis untuk mengeluarkan cairan atau udara dari rongga pleura di sekitar paru-paru. Pulmonologi intervensi adalah sub- bidang pulmonologi yang mengacu pada prosedur dan perawatan medis meliputi analysis, terapi, dan mengelola kondisi sistem pernapasan, khususnya paru-paru. Sedangkan pulmonologi itu sendiri adalah cabang kedokteran yang menangani penyakit dan gangguan pada sistem pernapasan, termasuk kondisi seperti asma, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), pneumonia, kanker paru-paru, dan lain-lain,” ujar dr Efata.

Simak Video “Penanganan Kejang Pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(Content material Promotion/Mayapada Hospital)