Jakarta

Vaksinasi COVID-19 mulai tahun 2024 terbagi menjadi dua yakni program dan pilihan. Bagi vaksinasi program, dipastikan pengadaan dan pemberian vaksin free of charge alias tidak dipungut biaya.

Mereka yang menjadi kelompok utama prioritas vaksinasi COVID-19 program meliputi masyarakat dengan risiko fatalitas atau kematian tinggi seperti lansia, pengidap riwayat komorbid, hingga obesitas berat.

Kedua, usia dewasa dan remaja 12 tahun ke atas dengan gangguan imunitas tubuh kategori sedang hingga berat. Juga wanita hamil dan tenaga kesehatan di garda terdepan.

“Pelaksanaan imunisasi program dan imunisasi pilihan mulai berlaku pada 1 Januari 2024,” jelas Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, MKM, dalam konferensi pers Senin (21/8/2023).

dr Prima memastikan vaksin yang diberikan menggunakan buatan dalam negeri yakni Indovac dan InaVac, sudah bersertifikat halal serta mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

Adapun terkait pemberian vaksinasi pilihan, di luar program, masih dalam tahap pembahasan sehingga cara pemberian serta harga yang ditetapkan belum dipastikan pemerintah atau dalam hal ini kemenkes RI.

Imunisasi program ikut ‘mengcover’ vaksinasi booster atau dosis lanjutan setidaknya enam bulan sekali pasca vaksinasi atau suntikan pertama.

Berikut rincian lebih element penerima vaksinasi free of charge di 2024:

a. Kelompok masyarakat berisiko tinggi kematian dan penyakit parah akibat infeksi COVID-19 yaitu lanjut usia dan dewasa muda dengan komorbid, dan obesitas berat

b. Kelompok berisiko lainnya yang memerlukan perhatian yaitu dewasa, remaja usia 12 tahun ke atas dengan kondisi immunocompromised sedang-berat, wanita hamil, tenaga kesehatan bertugas di garda terdepan.

Simak Video “Kemenkes Izinkan Masyarakat Booster Pakai Vaksin Covid-19 Jenis Apapun
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)