Tag: Akibat

5 Makanan Ini Bantu Redakan Nyeri Akibat Tukak Lambung


Jakarta

Beberapa kandungan dalam makanan alami, seperti yogurt dan madu, dapat membantu meringankan gejala terkait tukak lambung. Meski demikian, umumnya tetap harus dibarengi dengan penanganan medis, terutama jika gejalanya sudah berlangsung berhari-hari.

Ada berbagai penyebab tukak lambung, salah satunya produksi asam lambung berlebih yang memicu iritasi dan peradangan di permukaan lambung. Selain itu, infeksi bakteri Helicobacter pylori (H.pylori) dan penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu juga bisa menjadi pemicu.

Salah satu gejala yang muncul adalah sensasi terbakar di perut. Biasanya berlangsung beberapa menit atau bahkan berjam-jam. Lalu, bisa berhenti setelah minum antasida atau menghentikan asupan makanan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa sakit ini mungkin muncul di tengah malam atau saat makan dan bisa hilang timbul dalam beberapa minggu.

Dikutip dari Medical Information As we speak, gejala seperti rasa nyeri akibat tukak lambung dapat berkurang dengan konsumsi makanan berikut.

1. Yogurt

Mungkin banyak yang menghindari yogurt karena takut rasa asamnya akan memperburuk keadaan. Faktanya, yogurt memiliki kandungan probiotik, yakni organisme hidup yang membantu mengembalikan keseimbangan bakteri di saluran pencernaan.

Menurut penelitian, probiotik dapat mengurangi jumlah bakteri penyebab, mempercepat proses penyembuhan, dan mengurangi gejala nyeri perut.

2. Buah berwarna-warni

Banyak buah mengandung senyawa yang disebut flavonoid, yang merupakan polifenol. Flavonoid inilah yang memberikan warna pada buah-buahan seperti apel, bluberi, ceri, lemon dan jeruk.

Menurut penelitian, polifenol dapat membantu mengatasi tukak lambung. Zat ini juga dapat membantu berbagai masalah pencernaan lainnya, seperti diare.

Sedangkan, flavonoid melindungi lapisan perut dari infeksi dengan meningkatkan lendir perut sehingga menghambat pertumbuhan H. pylori (bakteri penyebab tukak lambung). Zat ini juga memiliki sifat antioksidan.

3. Madu

Madu adalah pemanis alami yang populer. Orang yang mengonsumsi madu secara teratur dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan.

Sejumlah Studi menunjukkan bahwa madu memiliki efek antimikroba terhadap H. pylori, sehingga dapat berguna untuk mengobati tukak lambung.

4. Kunyit

Rempah ini mengandung senyawa yang disebut kurkumin. Sebuah studi menyimpulkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah sakit maag bila dikombinasikan dengan pengobatan medis terhadap H. pylori.

5. Bawang putih

Bawang putih populer sebagai rempah yang menambah cita rasa pada makanan. Bawang putih memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang membantu memerangi infeksi dalam tubuh.

Banyak penelitian yang menguji efektivitas bawang putih untuk kesehatan. Sebuah penelitian di tahun 2016 menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu mencegah pertumbuhan H. pylori. Meski demikian, masih dibutuhkan riset lebih lanjut untuk memahami apakah bawang putih bisa mencegah tukak lambung.

Simak Video “Prinsip yang Wajib Dijaga Pengidap Asam Lambung saat Puasa dan Sahur
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

6 Masalah Fisik-Psikis akibat Kebanyakan Masturbasi, Nggak Boleh Disepelekan!

Jakarta

Sering mendengar bahwa orang yang kebanyakan yang masturbasi berisiko mengalami gangguan fisik hingga psikis? Rupanya, hal itu bukan mitos belaka. Secara medis, seseorang memang tidak dianjurkan terlalu banyak melakukan masturbasi. Kenapa tuh?

Meskipun tidak ada jumlah yang pasti perihal seberapa sering masturbasi boleh dilakukan, masturbasi tidak menjadi masalah hingga mulai mempengaruhi kehidupan secara negatif.

Lantas, apa sih dampak yang bisa timbul akibat seseorang kebanyakan masturbasi? Dikutip dari Males’s Well being dan New York Publish, berikut adalah 6 dampak fisik dan psikologisnya:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Melukai diri sendiri

Seorang ahli urologi di Southern Illinois College Dr Tobias Köhler mengatakan bahwa beberapa pria terlalu sering melakukan masturbasi hingga mereka secara tak sengaja melukai diri mereka sendiri.

Cedera ini bisa bersifat ringan, misalnya berupa lecet pada kulit. Atau kondisi yang lebih serius seperti penyakit Peyronie, yakni penumpukan jaringan parut pada batang penis yang bisa diakibatkan terlalu banyak tekanan saat melakukan masturbasi.

2. Pekerjaan terganggu

Jika seseorang tidak dapat menyelesaikan tugas karena tidak dapat fokus dan selalu memikirkan masturbasi, saat itulah hal tersebut menjadi masalah.

Sebagai contoh, apabila seseorang rutin menonton movie porno di tempat kerja atau terlambat menghadiri rapat karena melakukan masturbasi di kamar mandi, artinya masturbasi telah mengganggu kesehariannya.

3. Hubungan sosial terganggu

Kebiasaan masturbasi seseorang berpotensi menjadi masalah apabila hubungan sosial mereka terganggu. Misalnya, seseorang rela membatalkan rencana dengan seorang teman karena lebih memilih tinggal di rumah dan bermasturbasi. Tentu hal ini menjadi masalah yang perlu dikhawatirkan jika telah memiliki efek negatif yang jelas pada hubungan seseorang.

4. Kehidupan seks yang terganggu

Dr Köhler menjelaskan, beberapa pria yang terlalu sering bermasturbasi cenderung menggunakan satu jenis rangsangan tertentu, misalnya kategori movie porno tertentu yang digabungkan dengan gerakan tangan tertentu. Ketika tiba saatnya bagi mereka untuk benar-benar berhubungan seks, mereka tidak dapat menemukan kenikmatan yang sama.

Pada dasarnya, jika seseorang menonton movie porno yang sama atau menggunakan gerakan tangan yang sema setiap kali bermasturbasi, hal itu mengajarkan otak dan tubuh untuk melakukan hal yang sama terus menerus.

Walhasil, masturbasi dapat menyebabkan masalah serius ketika berhubungan seks dengan pasangan di kehidupan nyata, baik dalam hal mempertahankannya maupun ereksi.

“Jika itu terjadi, Anda memiliki masalah yang perlu diatasi,” kata Dr Köhler.

Simak Video “Dampak Masturbasi Berlebihan yang Patut Diwaspadai!
[Gambas:Video 20detik]

Sederet Penyakit yang Muncul akibat Primary HP saat BAB, Ternyata Bisa Sefatal Ini


Jakarta

Sudah sering terdengar bermain handphone sambil buang air besar (BAB) bukanlah kebiasaan baik. Sebab menurut berbagai sumber, kebiasaan ini bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko wasir akibat kelamaan duduk di WC.

Rupanya, hal itu memang benar adanya dan bukan hanya mitos belaka. Seorang ahli gastroenterologi dr Saurabh Sethi menegaskan, kebiasaan bermain ponsel saat BAB bisa menimbulkan berbagai penyakit serius. Seperti apa?

“Meskipun tampaknya tidak berbahaya untuk bermain media sosial atau menjawab beberapa electronic mail saat berada di bathroom, hal ini sebenarnya dapat menimbulkan konsekuensi yang serius,” ungkapnya melalui salah satu video Tiktok yang kini viral, dikutip dari Each day Specific, Minggu (8/11/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pertama, menggunakan ponsel saat melakukan hal kedua dapat menyebabkan seseorang duduk terlalu lama di bathroom, yang dapat menyebabkan ketegangan dan tekanan pada rektum dan anus,” imbuh dr Saurabh Sethi.

Ditegaskannya, kebiasaan bermain handphone saat BAb bisa meningkatkan risiko penyakit wasir, fisura anus, hingga prolaps rektum. Diketahui, wasir atau ambeien terjadi ketika pembuluh darah vena atau pembuluh darah di sekitar pantat membengkak.

Sedangkan fisura ani sedikit lebih serius. Kondisi ini diartikan sebagai robekan atau luka terbuka yang terjadi di lapisan usus besar, dekat anus.

Prolaps rektum dikhawatirkan menjadi risiko penyakit paling serius akibat kebanyakan bermain handphone saat BAB. Kondisi ini terjadi ketika rektum meregang dan terlepas dari anus. Seringkali, kondisi ini harus diatasi dengan pembedahan.

Di samping risiko penyakit tersebut, dr Saurabh Sethi juga menyoroti risiko penyebaran kuman akibat bermain handphone saat BAB.

“Penelitian menemukan bahwa rata-rata ponsel pintar lebih kotor dibandingkan dudukan bathroom umum, jadi cobalah untuk menghindari menggulir ponsel saat menggunakan bathroom,” ungkapnya.

“Jika Anda tidak bisa menahannya, setidaknya sediakan lap desinfektan untuk membersihkan ponsel setelah Anda selesai berbisnis,” pungkas dr Saurabh Sethi.

Simak Video “Ngeden Berlebihan, Bikin Stroke?
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Alert! WHO Temukan Puluhan Kucing di Polandia Mati Akibat Virus Mematikan


Jakarta

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan puluhan kucing di Polandia baru-baru ini mati setelah tertular jenis flu burung yang sangat mematikan. Kejadian itu sangat tidak biasa sehingga membuat WHO mendalami kasusnya.

Dikutip dari Dwell Science, WHO mengatakan bahwa sejak otoritas kesehatan Polandia menginformasikan bulan lalu tentang kematian kucing yang tidak biasa di seluruh negeri dengan 29 kucing positif flu burung H5N1.

Diklasifikasikan sebagai virus flu burung yang sangat menular, H5N1 diketahui menyebabkan penyakit parah dan tingkat kematian yang tinggi pada hewan yang terinfeksi. Virus ini juga dapat menginfeksi berbagai burung liar, beberapa di antaranya dapat menyebarkan patogen tanpa jatuh sakit sendiri, dan serangga tersebut terkadang melompat ke mamalia, termasuk cerpelai, anjing laut, singa laut, dan kucing bahkan manusia.

“Infeksi Flu Burung sporadis pada kucing sebelumnya telah dilaporkan, tetapi ini adalah laporan pertama dari tingginya jumlah kucing yang terinfeksi di wilayah geografis yang luas di suatu negara,” kata WHO dalam sebuah pernyataan.

WHO tengah menyelidiki sumber paparan kucing terhadap virus. Beberapa kucing mengalami gejala yang parah termasuk kesulitan bernapas, diare berdarah, dan tanda-tanda neurologis, dengan kerusakan yang cepat dan kematian pada beberapa kasus.

WHO menyebut Polandia adalah negara pertama yang melaporkan jumlah tinggi kucing yang terinfeksi flu burung di wilayah yang luas.

Analisis subset dari sampel virus menunjukkan bahwa mereka sangat terkait satu sama lain dan mirip dengan virus H5N1 yang telah beredar pada burung liar dan memicu wabah pada unggas di Polandia.

Pada 12 Juli, WHO mengatakan tidak ada kontak manusia dari kucing yang terinfeksi yang melaporkan gejala. WHO menekankan risiko infeksi (tertular) manusia setelah terpapar kucing yang terinfeksi sangat kecil kemungkinannya.

Simak Video “Muncul Wabah Flu Burung Pada Kucing di Polandia, WHO: Masih Diinvestigasi
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Kronologi Kematian Pertama di Dunia Akibat Virus Oz, Awalnya Disebut Pneumonia


Jakarta

Geger wanita di Jepang menjadi korban pertama di dunia yang meninggal pasca tertular virus Oz. Pihak berwenang sejauh ini mengkonfirmasi kematian tersebut bisa jadi bermula dari penularan kutu.

Virus Ozsebenarnya ditemukan di Jepang pada 2018, baru kali ini laporan kasus ditemukan pada manusia. Bagaimana awal mulanya?

Dikutip dari SCMP, wanita ini pergi ke institusi medis pada musim panas 2022 pasca mengalami gejala, termasuk demam dan kelelahan, menurut pejabat pemerintah di prefektur dan Kementerian Kesehatan.

Ia mulanya didiagnosis mengidap pneumonia, tetapi setelah kondisinya memburuk, wanita usia 70 tahun ini harus dirawat di rumah sakit. Apa yang ditemukan dokter membuat prognosis mengarah kepada kemungkinan virus Oz.

“Ditemukan kutu yang membesar di paha kanan atasnya,” sebut tenaga medis yang merawatnya.

Setelah melakukan perawatan, sayangnya nyawa wanita tersebut tidak tertolong. Ia meninggal dengan kondisi miokarditis, radang otot jantung, setelah setidaknya melalui rawat inap selama 26 hari.

Sampai saat ini tidak ada vaksin untuk melawan virus Oz, menurut Nationwide Institute of Infectious Ailments di Tokyo.

Lembaga tersebut mengatakan bahwa terinfeksi virus belum tentu berakibat deadly, tetapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan mengenai gejala dan bahayanya.

Virus ini pertama kali terdeteksi pada tahun 2018 di kutu testudinarium Amblyomma yang ditemukan di prefektur barat Ehime.

“Virus Ozdiperkirakan ditularkan melalui gigitan kutu,” kata institut tersebut, dengan spesies yang ada di wilayah yang luas di Jepang.

Antibodi telah ditemukan pada monyet liar, babi hutan, dan rusa di prefektur Chiba, dekat Tokyo, prefektur pusat Gifu dan Mie, prefektur barat Wakayama dan Yamaguchi, dan prefektur barat daya Oita.

Dua pemburu di Yamaguchi juga dilaporkan positif antibodi, kata lembaga itu.

“Penting untuk menutupi kulit sebanyak mungkin saat memasuki space berumput agar Anda tidak digigit oleh kutu ini,” kata seorang pejabat di Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan.

Simak Video “Prosesi Pemakaman Fajri Pria Obesitas Dibantu Basarnas dan Damkar
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Pertama di Dunia, Jepang Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Virus Oz

Jakarta

Seorang wanita asal Jepang berusia 70-an meninggal akibat infeksi virus Oz. Kementerian Kesehatan Jepang mengungkapkan wanita tersebut menjadi orang pertama di dunia akibat virus tersebut.

Dikutip dari Kyodo Information, perempuan itu pertama kali dirawat pada musim panas 2022. Saat itu, ia mengalami gejala berupa demam dan kelelahan.

Awalnya, dokter mendiagnosis wanita tersebut mengidap pneumonia. Namun selama pengobatan, ditemukan seekor kutu yang ukurannya semakin membesar pada paha atas bagian kanan wanita tersebut.

Akhirnya setelah 26 hari menjalani pengobatan, wanita itu meninggal dunia karena peradangan otot jantung miokarditis.

“Saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk virus Ouncesyang tidak ditemukan selain di Jepang,” ujar Institut Nasional Penyakit Menular di Tokyo, dikutip dari Kyodo Information, Minggu (25/6/2023).

Karena itu, masyarakat Jepang diminta untuk benar-benar memahami gejala dan kemungkinan risiko yang berkaitan dengan infeksi tersebut.

Pertama Kali Ditemukan pada Spesies Kutu

Virus Ouncesditemukan pertama kali pada spesies kutu testudinarium Amblyomma di Provinsi Ehime, Jepang barat pada 2018. Virus Ouncesdiyakini menular melalui gigitan kutu tersebut.

Institut Nasional Penyakit Menular di Tokyo menuturkan antibodi terhadap virus ini ditemukan pada monyet liar, babi hutan dan rusa yang berhabitat di prefektur Chiba, Tokyo, Gifu, Mie, Wakayama, Yamaguchi, dan Oita.

Simak Video “Hii.. Begini Bentuk Kutu Bulu Mata
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Atasi Sakit Punggung Akibat Kerja dengan Rehabilitasi Medik Eka Hospital

Jakarta

Menjalankan aktivitas sehari-hari sering menimbulkan masalah pada punggung maupun pinggang bagi pekerja. Tak hanya pekerja lapangan, para pekerja kantoran pun dapat mengalami hal serupa meski menghabiskan sebagian harinya dengan duduk di depan meja dan memandang layar.

Meski terlihat sepele, terlalu lama duduk justru dapat berdampak buruk pada postur dan tulang belakang. Bahkan, hal ini bisa menyebabkan masalah seperti nyeri punggung, bahu, hingga lengan, menyebabkan keterbatasan dalam beraktivitas dan sering kali mengganggu kenyamanan. Jika tidak segera ditangani, rasa nyeri ini bisa berujung menjadi kronis dan akan terus menyerang dalam jangka waktu yang panjang.

Bagi Anda yang sering mengalaminya, tidak perlu khawatir. Sebab, kondisi tersebut bisa pulih jika ditangani dengan benar dan konsisten, yaitu melalui program rehabilitasi medik. Mungkin Anda akan berpikir, apakah perlu melakukan program rehabilitas medik hanya untuk mengatasi gangguan sakit punggung biasa? Jawabannya tentu saja dan begini penjelasannya.

Apa Itu Program Rehabilitasi Medik?

Rehabilitasi medik adalah sebuah program terapi intensif yang ditujukan untuk pasien yang mengalami masalah nyeri, gangguan dan penurunan fungsi pada otot, tulang, persendian, tendon, jaringan ikat, dan saraf yang diakibatkan sakit atau cedera. Tujuannya untuk menghilangkan nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional seseorang agar bisa kembali bergerak, dan beraktivitas dengan optimum.

Menurut konsultan rehabilitasi medik Eka Hospital BSD, dr. A. Penny Kusumastuti, Sp.Ok.F.R., M.S.(Ok), program rehabilitasi dapat digunakan pada pasien yang mengalami penurunan fungsional pada anggota tubuhnya. Program ini dapat mendukung mereka dalam mengurangi rasa sakit yang kerap dialami, seperti masalah pada postur tulang belakang dan otot-otot. Hal ini cocok untuk dilakukan oleh pekerja yang biasa menghabiskan separuh harinya duduk di depan layar.

“Terapi rehabilitasi medik dilaksanakan untuk melatih tulang serta otot-otot pasien untuk menjaga kekuatan serta ketahanan sehingga tubuh mampu untuk bekerja dalam jangka panjang, dengan itu kami bisa mengurangi rasa nyeri yang dirasakan dan mengembalikan mereka ke dalam fisik terbaik dan mereka bisa kembali beraktivitas dengan regular,” ujar dr. Penny dalam keterangan tertulis, Selasa (6/6/2023).

Bagaimana Rehabilitasi Medik Bisa Mengatasi Penurunan Fungsi Fisik?

Terapi rehabilitasi medik dipergunakan dalam dunia kedokteran untuk membantu pasien kembali ke dalam kondisi fisik terbaik. Gangguan kesehatan, seperti sakit punggung, bahu, pinggul, hingga lengan dan kaki dapat dilatih kembali dengan menggunakan alat-alat yang spesifik untuk melatih anggota tubuh Anda.

Berdasarkan dari pengamatannya, dr. Penny mengatakan sekitar 80% kasus tulang belakang, seperti gangguan postur, nyeri pinggang, nyeri leher, bisa ditangani dengan terapi. Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi akan memastikan prognosis dan membuat program terapi sesuai kondisi sakit atau masalah nya. Oleh karena itu, terapi rehabilitasi medik akan sangat cocok sebagai program pemulihan anda dalam mengurangi rasa nyeri serta gejala untuk jangka waktu panjang.

Siapa yang Membutuhkan Rehabilitasi Medik?

Beberapa kasus yang membutuhkan rehabilitasi medik sebagai program pemulihannya dalam kembali ke fisik terbaik, antara lain:

  • Nyeri pinggang atau saraf terjepit (HNP).
  • Nyeri leher dan punggung bagian atas.
  • Nyeri bahu akibat sakit karena proses degeneratif atau akibat cedera, frozen shoulder.
  • Gangguan postur tubuh seperti skoliosis.
  • Amputasi Lansia dengan penyakit sendi degeneratif seperti osteoarthritis dan osteoporosis.
  • Mengalami cedera otot atau tulang seperti patah tulang atau robekan tendon.
  • Pasca stroke.
  • Cedera tulang belakang.
  • Cedera saraf.
  • Pasca operasi backbone dan operasi orthopedi lainnya.

Program Rehabilitasi Medik di Eka Hospital

Eka Hospital telah menghadirkan ruangan yang dirancang khusus untuk perawatan rehabilitasi medik. Di sini anda akan menjalani rangkaian program fisioterapi dan terapi latihan seperti Latihan penguatan, kelenturan, ketahanan, perbaikan postur, keseimbangan, dan latihan lainnya untuk membantu Anda pulih kembali ke kondisi terbaik.

Sesi terapi biasanya berjalan selama 60-90 menit dan dilakukan sebanyak 2-3 kali dalam seminggu. Untuk pasien yang kemampuan fisiknya sudah sangat berkurang, seperti lansia, mungkin akan memakan waktu lebih lama. Namun, setiap orang akan memiliki program yang dipersonalisasi tergantung dari kondisi yang dimiliki oleh setiap pasien.

Eka HospitalFoto: Eka Hospital

Adapun beberapa alat yang saat ini sudah disediakan dengan manfaat yang bervariasi yang bisa Anda gunakan di Eka Hospital sebagai program dari rehabilitasi medik, seperti mengatasi sakit punggung hingga masalah berat seperti stroke dan cedera tulang belakang. Beberapa alat yang tersedia yaitu:

  • Entire Physique Coach, yakni alat latih dengan permukaan yang dapat bergoyang. Alat ini berguna untuk melatih keseimbangan, penguatan dan koordinasi gerak seluruh anggota tubuh.
  • Standing Stability Coach, yaitu alat untuk melatih pasien untuk mampu berdiri, mempertahankan postur, meningkatkan kekuatan otot-otot spinal, hip dan knee yang sangat dibutuhkan saat posisi berdiri, seperti pada pasien stroke, cedera tulang belakang yang mengalami penurunan kekuatan otot/ kelumpuhan.
  • Purple Wire Suspension, yang merupakan media fleksibel yang menggunakan tali atau sling suspension untuk melatih dan meningkatkan kekuatan otot spinal maupun anggota gerak, koordinasi sistem saraf dan otot, memperbaiki lingkup gerak sendi, memperbaiki management postur tubuh dan keseimbangan.
  • Cycle Motus adalah alat yang menggunakan pedal atau kayuhan, dapat digunakan untuk tungkai bawah maupun tungkai atas untuk melatih kekuatan otot, endurance (ketahanan) otot maupun endurance fungsi jantung dan pernafasan.
  • EN Dynamic, yang merupakan alat untuk menangani masalah pada pinggang/punggung, juga tungkai bawah.
  • EN Tree, yakni alat untuk melatih penguatan otot-otot trunk/spinal, tungkai atas, tungkai bawah, perbaikan postur.
    EN Squat, yaitu alat untuk melatih penguatan & endurance otot-otot dan meningkatkan lingkup gerak sendi panggul, lutut dan kaki.

Dipimpin oleh dr. A. Penny, Rehabilitasi Medik & Fisioterapi tersebut merupakan bagian dari Gatam Institute, pusat layanan ortopedi dan tulang belakang dari Eka Hospital Group.

Pusat unggulan tersebut didukung oleh berbagai crew dokter sub spesialis ortopedi yang lengkap dan profesional serta peralatan yang dapat menangani beberapa kasus seperti tulang belakang, lutut panggul, cedera olahraga, hingga ortopedi anak yang juga dapat mendukung proses fisioterapi dari program rehabilitasi medik.

(Content material Promotion/Eka Hospital)