Tag: Bakal

Bakal Ada Booster COVID Ketiga, Berapa Lama Sih Proteksi Vaksin Menetap di Tubuh?

Jakarta

Menyusul kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia saat ini, pemerintah kini membuka kemungkinan diadakannya vaksinasi COVID-19 booster ketiga. Walaupun melihat situasi di RI kini, Direktur Jenderal Pelayanan Kementerian Kesehatan RI Azhar Jaya menyebut keterisian mattress occupancy charge (BOR) relatif rendah dibandingkan gelombang Corona sebelumnya.

“Kita sudah bersiap membuka vaksinasi massal kepada masyarakat, lagi proses juga vaksinasi lagi, untuk booster ketiga,” ungkap Azhar saat ditemui detikcom di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (12/12/2023).

Dalam kesempatan sebelumnya, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(Okay) menyebut secara teori, tingkat proteksi yang diberikan vaksin COVID-19 kepada tubuh masyarakat memang menurun dengan sendirinya dalam waktu hitungan bulan setelah suntikan terakhir.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walhasil, penting untuk masyarakat terutama lansia dan pengidap komorbid mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 booster.

“Seiring waktu daya tahan tubuh atau titer antibodi kekebalan COVID-19 yang dihasilkan vaksin mulai declining, berkurang terutama setelah bulan ke-6 sampai ke-12,” jelas dr Erlina.

“Vaksinasi booster khususnya pada kelompok rentan, manula, dan orang-orang dengan daya tahan tubuh rendah ini saya kira perlu dianjurkan untuk mengurangi risiko infeksi dan beratnya penyakit,” imbuhnya.

dr Erlina menyebut ada kemungkinan gelombang COVID-19 di RI kali ini dipicu oleh penurunan antibodi masyarakat, lantaran sudah berbulan-bulan berlalu sejak masyarakat mendapatkan suntikan terakhir vaksin COVID-19.

dr Erlina tak yakin varian Corona Eris EG.5 menjadi ‘biang kerok’ tunggal kenaikan kasus COVID, varian ini sebenarnya sudah ditemukan di Indonesia sejak Juli. Namun saat itu, kasus COVID-19 tak meningkat meskipun varian ini telah ditemukan.

“Ada kemungkinan bahwa titer antibodi juga menurun karena sudah lama kita divaksin. Sudah lebih dari enam bulan dan secara teori harusnya (antibodi) menurun,” pungkas dr Erlina.

Simak Video “Antisipasi Jelang Nataru, Warga Diimbau Lengkapi Vaksinasi Covid-19
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

Riset Sebut Kasus Stroke Bakal Naik Drastis Beberapa Tahun ke Depan, Ini Gegaranya

Jakarta

Serangan stroke tak hanya menghantui orang-orang berusia lanjut, melainkan juga orang-orang muda dengan kisaran usia 20 hingga 30 tahun. Lebih lagi baru-baru ini, Organisasi Stroke Dunia-Komisi Neurologi Lancet melaporkan bahwa dalam beberapa tahun mendatang, jumlah pasien stroke akan meningkat pesat di seluruh dunia. Mengapa demikian?

Tak hanya gegara kedatangannya yang seringkali mendadak tanpa ‘aba-aba’ beruba gejala tertentu lebih dulu, penyakit stroke juga ditakutkan lantaran berisiko menimbulkan kecacatan permanen.

Kemudian laporan dari Lancet baru-baru ini menyebut, jumlah orang yang meninggal dunia akibat stroke di seluruh dunia kemungkinan akan meningkat sebanyak 50 persen pada 2050, dengan 10 juta orang meninggal karena stroke setiap tahunnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Medical Information At present, saat ini, tercatat ada 15 juta orang di seluruh dunia menderita stroke setiap tahunnya. 5 juta dari orang-orang ini meninggal, sementara 5 juta lainnya masih hidup dengan kecacatan. Diketahui, stroke adalah penyebab kematian kedua terbesar dunia, setelah penyakit jantung iskemik.

Selain itu, laporan tersebut juga mencatat bahwa kasus stroke meningkat pesat di kalangan orang dewasa berusia kurang dari 55 tahun. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pada kebanyakan kasus, stroke dapat dicegah dengan perubahan gaya hidup berupa:

  • Makan Sehat
  • Aktif secara fisik
  • Tidak merokok
  • Membatasi asupan alkohol

Apa Penyebabnya?

Ahli saraf dari Universitas Columbia, dr Joshua Z. Willey, menyebut salah satu penyebab stroke paling signifikan adalah kondisi hipertensi, yang seringkali tidak diobati dengan baik dan tidak terdeteksi.

Kemudian kepala penelitian dan pengembangan di VA St. Louis Well being Care System, Ziyad Al-Aly, menyebut epidemi obesitas world adalah penyebab utama kasus stroke. Ditambah, kasus diabetes sebagai faktor stroke lainnya juga meningkat di dunia.

Sedangkan Profesor Madya Monash College, Monique Kilkenny, mencatat bahwa masalah lingkungan dan kualitas udara, termasuk masalah polusi, berkontribusi terhadap peningkatan prevalensi stroke saat ini.

Simak Video “Seberapa Penting Menyederhanakan Istilah Medis ke Masyarakat Awam?
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Nggak Bakal Bikin Tersiksa! Ini 6 Cara Turunkan BB Tanpa Food regimen dan Olahraga

Jakarta

Memiliki tubuh langsing merupakan idaman banyak orang. Namun, melakukan weight loss program dan menyusun rencana olahraga bukanlah hal yang mudah. Tak jarang, seseorang putus asa dalam prosesnya sehingga berujung gagal menurunkan BB.

Jangan khawatir, memangkas BB nggak selamanya harus dengan cata yang sulit dan menyiksa. Ada lho cara efektif yang bisa membantu pangkas BB ‘tanpa usaha’ dan mencegah kenaikan BB setelahnya. Alhasil, tubuh bisa langsing tanpa disadari.

Dikutip dari Healthline, berikut adalah 6 cara terbukti pangkas BB tanpa weight loss program dan olahraga.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mengunyah dengan seksama dan perlahan-lahan

Otak memerlukan waktu untuk memproses apakah tubuh sudah kenyang.

Mengunyah makanan dengan perlahan-lahan membuat seseorang makan lebih lambat. Hal ini dikaitkan dengan penurunan jumlah makanan, peningkatan rasa kenyang, dan ukuran porsi yang lebih kecil.

Seberapa cepat seseorang makan juga dapat mepengaruhi berat badan. Berdasarkan database dari Nationwide Institutes of Well being, sebuah tinjauan terhadap delapan penelitian melaporkan bahwa orang yang tidak makan dengan cepat memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan pemakan cepat.

Untuk membiasakan diri makan dengan lebih lambat, seseorang dapat menghitung beberapa kali ia mengunyah dalam setiap suapan.

2. Menggunakan piring dengan ukuran lebih kecil untuk makanan berkalori tinggi

Menggunakan piring yang lebih kecil dapat membantu seseorang untuk makan lebih sedikit dengan membuat porsi terlihat lebih besar.

Di sisi lain, piring yang lebih besar dapat membuat porsi makanan terlihat lebih kecil sehingga seseorang akan menambahkan lebih banyak makanan.

Hal ini dapat dimanfaatkan dengan menyajikan makanan yang padat nutrisi dan rendah kalori di piring yang lebih besar dan makanan berkalori tinggi di piring yang lebih kecil.

3. Perbanyak asupan protein

Protein memiliki efek yang kuat pada nafsu makan. Protein dapat meningkatkan rasa kenyang, mengurangi rasa lapar, dan membantu seseorang makan lebih sedikit kalori.

Hal ini dapat terjadi karena protein memengaruhi beberapa hormon yang berperan dalam rasa lapar dan kenyang seperti ghrelin.

Menurut sebuah penelitian terhadap 105 orang, mereka yang lebih banyak mengonsumsi makanan tinggi protein mengalami penurunan berat badan secara signifikan dibandingkan mereka yang mengonsumsi makanan protein dalam jumlah standar.

4. Bawa bekal dari rumah

Memasak makanan sendiri di rumah dapat membantu menurunkan berat badan. Pasalnya, hal ini adalah cara yang baik untuk dapat mengontrol apa yang dikonsumsi seseorang.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menyiapkan lebih banyak makanan di rumah cenderung memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan mereka yang secara teratur makan di luar atau makan makanan siap saji.

Sebuah studi pada 2017 juga menemukan bahwa perencanaan makan dapat dikaitkan dengan peningkatan kualitas weight loss program dan penurunan risiko obesitas.

Cobalah membeli bahan-bahan makanan yang kaya nutrisi dan bereksperimenlah dengan beberapa resep baru setiap minggunya.

Ramai soal Transplantasi Jantung Babi, RI Bakal Ikut ‘Uji Coba’?


Jakarta

Para dokter di College of Maryland Medical Middle melakukan transplantasi jantung babi ke manusia pada 20 September 2023. Prosedur ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan di dunia. Percobaan pertama dilakukan tahun lalu, dan pasien yang menerima cangkok telah meninggal dunia.

Kali ini, operasi transplantasi tersebut dilakukan terhadap seorang veteran angkatan laut berusia 58 tahun, Lawrence Faucette. Ia sempat mengalami kondisi kritis akibat gagal jantung. Namun karena ada masalah kesehatan, ia tidak bisa memenuhi syarat untuk menerima transplantasi jantung tradisional.

Kabar terbarunya, dua hari setelah operasi, Faucette duduk di kursi dan bercanda. Meskipun Faucette mungkin akan melewati masa kritis beberapa pekan ke depan, para dokter menyebut respons awal tubuh Faucette terhadap organ babi berjalan baik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terpisah, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Erta Priadi, SpJP, FIHA, menjelaskan prosedur transplantasi jantung babi ke manusia tersebut sebenarnya masih bersifat percobaan. Walhasil, masih ada beberapa masalah yang ditemukan para dokter dari pencangkokan tersebut. Di antaranya, risiko penggumpalan darah pada pasien yang menerima cangkok.

“Ini belum sepenuhnya bisa kita aplikasikan secara regular. Masih sifatnya itu trial, karena ada beberapa masalah dalam xenotransplantasi,” ungkapnya dalam konferensi pers, Senin (26/9/2023).

“Memang kita memodifikasi gen pada babi itu penolakan oleh sistem kekebalan tubuh itu bisa kita cegah. Tapi ada masalah lain juga yang timbul seperti masalah penggumpalan darah. Ada risiko penggumpalan darah yang meningkat akibat kasus transplantasi jantung babi ke manusia,” imbuh dr Erta.

Selain itu, karena organ yang digunakan memang sejak awalnya tidak didesain untuk manusia, ada risiko terjadi masalah-masalah lain pada manusia yang menerima cangkok jantung babi. Di antaranya, berupa perbedaan tekanan darah yang membuat penerima cangkok susah menjalani aktivitas sehari-hari dengan regular.

“Kemudian karena ada juga perbedaan variabilitas tekanan darah yang kemudian menimbulkan di mana orangnya menjadi sulit untuk bisa beraktivitas sehari-hari dengan regular. Ini mungkin masih perlu ditindaklanjuti ke depannya. Jadi bukan hanya masalah penolakan yang harus kita atasin. Tapi juga ada masalah lain,” pungkas dr Erta.

Simak Video “Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Bisa Diubah dan Tidak
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

Geger Dokter Gadungan Surabaya Sempat ‘Praktik’ 2 Tahun, RS Bakal Dapat Sanksi?

Jakarta

Geger aksi tipu daya dokter gadungan di Surabaya, Susanto, baru-baru ini terbongkar. Hanya berbekal ilmu kesehatan dari web dan identitas comotan dari seorang dokter asli di Bandung, pria tamatan SMA ini bisa berpraktik selama dua tahun di rumah sakit.

Semua bermula ketika tempat Susanto berpraktik, RS Pelindo Husada Citra (PHC) Surabaya tengah mengecek information untuk perpanjangan kontrak kerja. Saat itu pihak RS menemukan, ada ketidaksesuaian hasil foto dengan Sertifikat Tanda Registrasi yang dikirimkan oleh Susanto.

Dari situ barulah ketahuan, identitas yang dipakai oleh Susanto sebenarnya milik dr Anggi Yurikno, seorang dokter betulan di Rumah Sakit Umum Karya Pangalengan Bhakti Sehat Bandung.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasus ini jelas menuai tanda tanya dari banyak pihak. Tak hanya perihall bagaimana Susanto bisa menjalani aksinya sampai bertahun-tahun, melainkan juga bagaimana Susanto bisa tembus bekerja sebagai dokter di RS PHC. Apakah tidak ada seleksi yang ketat hingga akhirnya dokter gadungan bisa bekerja di sana, bahkan sampai bertahun-tahun?

Anggota Biro Hukum Pembinaan dan pembelaan Anggota (BHP2A) PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Dewa Nyoman Sutayana menjelaskan, fasilitas kesehatan yang ‘menampung’ Susanto berisiko mengalami kerugian berupa akreditasi yang buruk.

“Kerugian bagi faskes, berpengaruh terhadap akreditasi itu pasti kalau ketahuan. Tapi kan dalam case ini kadang-kadang apakah tahun kejadiannya sama dengan tahun akreditasi? Jadi kalau ditanya apakah berpengaruh, ya pasti berpengaruh. Dengan catatan, ya kalau ditemukan. Mungkin kalau ditemukan saat akreditasi akan lebih cepat kasus ini terangkat,” ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (15/9/2023).

Selain itu, pihak faskes tersebut juga bisa mendapatkan sanksi perdata. Namun, sanksi ini hanya bisa diberikan jika ada pihak yang menggugat.

“Sanksi yang diterima oleh faskes, tergantung nih. Tapi kemungkinan besar adalah sanksi perdata. Jadi karena dia mempekerjakan, lalai dalam mempekerjakan, lalai dalam tidak melakukan verifikasi, apabila terbukti tergantung sanksi biasanya perdata. Itu pun kalau ada gugatan,” beber dr Dewa.

“Kalau faskes itu yang saya pahami adalah kalau memang terkait tenaga medis, mempekerjakan tenaga medis yang tidak ada SIP. Tapi kalau kasus seperti ini, biasanya sanksinya adalah perdata,” pungkasnya.

Wow, Bayi Baru Lahir di Singapura Bakal Dapat Tunjangan Rp 124 Juta


Jakarta

Pemerintah Singapura mulai 1 Agustus, akan memberikan anggaran pada bayi yang baru lahir. Syaratnya, tanggal kelahiran dilaporkan setelah 14 Februari 2023.

Kebijakan ini adalah bagian dari hadiah tunai untuk bayi, demi perkembangan kualitas hidup dan tumbuh kembang mereka.

“Lembaga telah berhasil mempercepat pembaruan undang-undang dan sistem yang diperlukan untuk memajukan jadwal pelaksanaan hingga 1 Agustus 2023,” kata Kementerian Sosial dan Pembangunan Keluarga (MSF) dan Divisi Kependudukan dan Bakat Nasional (NPTD) dalam rilis media di Jumat (28 Juli).

Dalam pidato 14 Februari lalu, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Lawrence Wong mengumumkan bahwa dana bantuan akan diberikan sebesar S$3.000 atau sekitar Rp 124 juta untuk anak-anak Singapura yang memenuhi syarat lahir dari tanggal tersebut.

“Jadwal pembayaran juga akan disesuaikan untuk memberikan dukungan keuangan secara teratur setiap enam bulan sampai anak berusia enam setengah tahun,” katanya.

Whole dana yang diterima anak pertama dan kedua sebanyak Rp 124 juta, sementara bagi anak ketiga atau keempat Rp 137 juta.

Mereka juga difasilitasi biaya kesehatan dan tabungan sekolah anak. Setiap anak-anak balita akan menerima 400 dolar singapura setiap enam bulan hingga berusia 6,5 tahun.

Selain insentif untuk bayi, pemerintah Singapura bakal menambah cuti bagi bapak baru yang punya anak dan bayi dua minggu, sehingga totalnya menjadi satu bulan sejak Januari 2024.

Simak Video “Fakta Ginjal Kronis di Singapura, Estimasi Kasus Tembus 300 Ribu Pasien
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Alasan China Bakal Tindak Tegas Warganya yang Jual Beli Sel Telur Ilegal


Jakarta

China bakal menindak warganya yang jual beli sel telur ilegal dan menggunakan ibu pengganti (surogasi). Selama enam bulan ini, China tengah menggalakkan kampanye memerangi penggunaan teknologi reproduksi bantuan secara ilegal, termasuk jual beli sel telur dan ibu pengganti.

Dikutip dari Reuters, sebanyak 14 Kementerian termasuk nationwide Well being Fee (NHC) menyebut teknologi reproduksi bantuan hanya dapat digunakan di 543 institusi medis yang disetujui negara.

“Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi penerapan teknologi kesuburan ilegal dari waktu ke waktu yang menimbulkan kekhawatiran luas di masyarakat,” kata NHC dalam sebuah pernyataan resmi.

Untuk menstandarkan penerapan teknologi reproduksi manusia berbantuan, pemerintah mengatakan akan fokus pada pemberantasan kegiatan ilegal dan kriminal termasuk pemalsuan dan jual beli akte kelahiran dari Juni hingga Desember tahun ini.

Penerbitan sertifikat medis kelahiran palsu telah menyebabkan penahanan ilegal dan perdagangan perempuan dan kejahatan lain yang secara serius melanggar hak dan kepentingan perempuan dan anak-anak.

“Penggunaan ilegal teknologi reproduksi yang dibantu manusia seperti ibu pengganti dan pengumpulan sel telur ilegal sangat merusak kesehatan dan hak perempuan,” kata NHC.

NHC juga mengatakan, langkah-langkah lain akan diluncurkan termasuk mengelola identifikasi pasien secara ketat, memperkuat persetujuan dan verifikasi teknologi reproduksi yang dibantu manusia, serta meningkatkan hukuman bagi institusi medis dan personel yang melanggar peraturan.

Di sisi lain, baru-baru ini penasihat politik pemerintah China mengusulkan agar perempuan lajang dan belum menikah harus punya akses ke pembekuan sel telur dan prosedur in vitro fertilization (IVF). Hal ini merupakan cara untuk tetap mempertahankan kesuburan meski usia sudah tidak lagi muda.

China saat ini hanya mengizinkan perempuan yang sudah menikah untuk mengakses pembekuan sel telur dan IVF. Langkah ini diharapkan bisa memberantas warga China yang jual beli sel telur ilegal.

Simak Video “Seorang Miliarder China Bakal Lelang Sperma dan Sel Telur
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

Dibayangi Demo Organisasi Profesi, RUU Kesehatan Bakal Disahkan Hari Ini

Jakarta

Setelah melalui perjalanan panjang hingga memicu pro-kontra, RUU Kesehatan akhirnya akan segera disahkan. Hari ini, DPR RI bakal menggelar sidang paripurna di Kantor DPR, Senayan, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, sidang paripurna sempat dijadwalkan tanggal 20 Juni 2023, namun diundur karena belum melalui Rapat Pimpinan (Rapim) dan Badan Musyawarah (Bamus).

“Untuk RUU Kesehatan memang minggu lalu sudah di Rapim dan di Bamuskan, akan dipertimbangkan untuk dibawa ke paripurna terdekat,” ujar Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (10/7/2023).

Dihubungi terpisah, Ketua Panja RUU Kesehatan Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki) mengonfirmasi sidang paripurna RUU Kesehatan itu akan diselenggarakan hari ini, Selasa (11/7/2023).

“Sesuai undangan ini, artinya besok siang,” kata Melki saat dihubungi detikcom Senin (10/7).

Hal senada juga disampaikan anggota Komisi IX DPR RI dari fraksi Nasdem Irma Chaniago. “Betul,” jawabnya singkat saat ditanya mengenai pengesahan RUU Kesehatan pada Selasa (10/7).

Dalam undangan yang beredar, rapat paripurna DPR RI bakal digelar pukul 12.30 WIB sampai dengan selesai. Adapun agenda yang akan dibahas antara lain:

  • Pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap RUU Kesehatan
  • Penyampaian Keterangan pemerintah terhadap Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2022

Selain itu, akan ada pula keterangan mengenai pendapat fraksi terhadap RUU usul inisiatif badan legislasi DPR RI terkait UU nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Dilanjutkan dengan pengambilan keputusan menjadi RUU usul DPR RI,” demikian informasi undangan yang dirilis Senin (10/7/).

Subsequent: Aksi Penolakan 5 Organisasi Profesi

Pastikan Penyebab Kematian, Coco Lee Bakal Diautopsi


Jakarta

Coco Lee meninggal dunia di usia 48 tahun, diduga karena percobaan bunuh diri 2 Juli lalu. Kemudian, Coco Lee dibawa ke rumah sakit dalam keadaan koma dan meninggal pada Rabu (5/4/2023). Keluarga sempat mengupayakan yang terbaik untuk Diva Hong Kong tersebut.

Sayangnya, Coco Lee yang sudah dalam kondisi koma dan tidak berhasil selamat. Menurut aturan Hong Kong, pemerintah mewajibkan jenazah diautopsi untuk memastikan penyebab kematiannya.

Setelah autopsi, barulah proses pemakaman bisa dilanjut, yang direncanakan Agustus mendatang. Keluarga berencana mengadakan peringatan mendiang Coco Lee di Hong Kong, sehingga para penggemar juga bisa menghadiri prosesi tersebut.

Sebelum meninggal, ibu Coco Lee bahkan sempat mengupayakan akupunktur untuk menyelamatkan nyawanya. Hal ini terungkap dalam wawancara dengan media lokal Ming Pao Hong Kong bersama kakak perempuan Coco Lee, Nancy.

“Ibu saya adalah seorang praktisi pengobatan tradisional Tiongkok yang sangat baik. Dia berharap untuk melakukan upaya terakhir setelah dokter mengatakan saudara perempuan saya mati otak,” beber Nancy, dikutip dari Straits Occasions, Jumat (7/7/2023).

“Ibuku menolak untuk menyerah dan mencoba akupunktur di kepalanya,” sambungnya.

Nancy juga membantah rumor Coco Lee meninggal dunia karena kanker payudara. “Kanker payudaranya sudah sembuh,” tegas dia.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, kondisinya berjuang melawan depresi semakin memburuk, hingga akhirnya meninggal dunia.

CATATAN: Informasi ini tidak untuk menginspirasi bunuh diri. Jika Anda memiliki pikiran untuk bunuh diri, segera cari bantuan dengan menghubungi psikolog atau psikiater terdekat. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tanda peringatan bunuh diri, bisa hubungi Hotline Kesehatan Jiwa Kemenkes 021-500-454.

Simak Video “Prosesi Pemakaman Fajri Pria Obesitas Dibantu Basarnas dan Damkar
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

WHO Disebut Bakal Umumkan Pemanis Aspartam Berpotensi Picu Kanker


Jakarta

Pemanis buatan aspartam disebut akan dinyatakan sebagai zat yang mungkin memicu kanker. Pemanis buatan itu diketahui banyak digunakan di dunia. Sebagian di antaranya cukup populer di banyak negara.

Dilaporkan Reuters, sumber menyebut bahwa aspartam pada Juli 2023 akan dimasukkan pada daftar zat yang mungkin bersifat karsinogenik terhadap manusia untuk pertama kalinya oleh Badan Riset Kanker Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Worldwide Company for Analysis on Most cancers (IARC).

Putusan IARC sebenarnya sudah diselesaikan sejak awal Juni ini setelah pertemuan dengan para pakar eksternal. Namun, tidak disebut takaran aspartam yang aman dikonsumsi.

Pada 1981, JECFA (Joint Knowledgeable Committee on Meals Components) atau komite gabungan ahli WHO dan Meals and Agriculture Group (FAO) untuk bahan pangan tambahan menyatakan aspartam aman dikonsumsi jika dikonsumsi sesuai batas harian.

Aspartam sendiri telah dipelajari secara ekstensif selama bertahun-tahun. Pada tahun 2022, sebuah studi observasional di Prancis pada 100 ribu orang menunjukkan orang yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jumlah lebih besar (termasuk aspartam) memiliki risiko kanker sedikit lebih tinggi daripada mereka yang mengonsumsinya secara regular.

Namun, belajar dari keputusan IARC di masa lalu mengenai zat berbeda, telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan konsumen. Pada 2015, muncul putusan bahwa glifosat berpotensi bersifat karsinogenik. European Meals Security Authority (EFSA) menentang penilaian ini.

Namun, pada tahun-tahun berikutnya, sejumlah perusahaan masih merasakan dampaknya. Bayer Jerman kalah di meja hijau dan harus memberikan ganti rugi pada pelanggan yang terkena kanker dan menyalahkan glifosat.

“IARC bukan badan keamanan pangan dan tinjauan aspartam mereka tidak komprehensif secara ilmiah dan sangat didasarkan pada penelitian yang didiskreditkan secara luas,” kata Frances Hunt-Wooden, sekretaris jenderal Worldwide Sweeteners Affiliation (ISA), dikutip dari Reuters.

Pada Maret lalu, pejabat dari Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan Jepang menuliskan surat pada WHO. Dia meminta agar dilakukan peninjauan sebelum laporan dirilis.

“Kami dengan hormat meminta kedua badan untuk mengkoordinasikan upaya mereka dalam meninjau aspartam untuk menghindari kebingungan atau kekhawatiran di kalangan masyarakat,” tulis Nozomi dalam suratnya pada Wakil Direktur WHO Zsuzsanna Jakab.

Simak Video “Waspada Kanker Mata
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)