Tag: Bermerkuri

Nasib Wanita di Kaltim Muka Mendadak Gosong usai Pakai Krim Abal-abal Bermerkuri

Jakarta

Tya, wanita berusia 30 tahun dari Kalimantan Timur, belakangan viral karena memiliki wajah yang tampak ‘menggosong’. Bukan karena terpanggang, tapi akibat pemakaian krim pemutih yang mengandung merkuri tinggi.

Kisahnya itu dia bagikan lewat akun TikTok @nurnnyas. Selain membagikan pengalamannya, Tya juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati memilih produk kecantikan sehingga tidak bernasib sama dengan dirinya.

Seperti apa kisahnya?

1. Wajahnya Sempat ‘Glowing’

Tya menceritakan alasan menggunakan krim bermerkuri tersebut adalah untuk memutihkan kulit wajahnya. Pada awalnya, krim tersebut memang sempat membuat wajah Tya tampak lebih ‘glowing’.

“Asal pakai, ya waktu itu mukanya memang putih,” ujarnya kepada detikcom.

2. Mulai Muncul Flek Hitam

Pengalaman menyenangkan Tya dengan krim pemutih itu tak berlangsung lama. Selang beberapa waktu, flek-flek hitam mulai bermunculan di wajahnya.

“Di tahun kedua sudah mulai keluar flek hitam,” imbuhnya.

Bahkan setelah menghentikan pemakaian, flek hitam di wajahnya tak kunjung menghilang. Akhirnya, flek-flek itu menyebar ke seluruh wajah sehingga tampak seperti ‘gosong’.

“Sampai muncul hitamnya itu sekitar satu tahun setelah mulai perlahan berhenti,” ucapnya.

3. Jalani Perawatan dengan Obat Dokter

Setelah memeriksakan diri ke dokter, Tya mengetahui kalau penyebab kondisinya adalah krim bermerkuri yang sempat dia gunakan. Kini, dia menjalani perawatan dengan menggunakan obat yang diresepkan dokter.

“Sekarang pakai obat dari dalam yang diresepkan, sama serangkaian produk dokter juga,” katanya.

NEXT: Analysis dokter dan ciri krim ‘abal-abal’

Viral Wajah Wanita ‘Gosong’ gegara Skincare Bermerkuri, Bisa Sembuh?

Jakarta

Viral seorang wanita di Kalimantan Timur bernama Tya mengalami warna kulit wajah menggelap bak gosong. Kondisi itu diakuinya gegara berhenti menggunakan produk krim wajah yang mengandung merkuri. Bercak yang awalnya hanya ada di sebagian wajah, lama-lama melebar ke seluruh bagian wajah.

“Jadi sebenarnya, pada saat aku berhenti, yang sebenarnya nggak langsung berhenti sepenuhnya, masih beberapa kali pakai, tapi di akhir tahun mulai kaya muncul flek-flek hitam,” beber Tya.

“Aku pikir tu akibat kaya kena sinar matahari saja, karena kan aku memang kerjanya di lapangan ya, tapi kok lama-lama nggak mau hilang,” imbuhnya.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Tya sempat mencoba perawatan dari klinik, namun kondisi wajahnya tidak membaik. Tya sempat disarankan untuk menjalani perawatan peeling. Namun dokter menjelaskan, pemulihannya akan memakan waktu yang lama. Kini Tya hanya menerima perawatan skincare rekomendasi dokter.

Bisa Sembuh?

Dokter spesialis kulit dari DNI Pores and skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darmaputra SpKK, SubspOBK, FINSDV, FAADV menjelaskan, merkuri adalah logam berat yang berbahaya untuk tubuh. Bahan tersebut menghambat tirosinase yang membuat kulit menjadi gelap, sehingga kulit jadi putih. Cara kerja merkuri yang seperti itulah yang kerap kali membuat orang menjadi memiliki kulit putih, sehingga semakin senang memakainya.

Perihal potensi pemulihan, dr Darma menjelaskan, semua bergantung kepada diagnosa.

“Pertama kembali ke diagnosa, kalau okronosis murni, itu susah sekali. Jadi belum ada cara yang benar-benar bisa sampai regular kembali. Palingan mencegah biar nggak tambah buruk atau penggunaan sunscreen dan mengurangi pigmen-pigmen yang ada, tapi kalau sampai regular banget agak susah,” terangnya pada detikcom, Sabtu (16/7/2023).

“Kalau dia melasma atau publish inflammatory, itu masih ada harapan. Tapi butuh telaten, harus berulang-ulang, itu bisa mulai dari pencegahan dengan pakai sunscreen dan lain-lain, kemudian jangan menggunakan obat sembarangan jadi perlu konsultasi banget dengan dokter. Diberikan obat a, responnya seperti apa itu perlu dilaporkan ke dokter,” imbuhnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penggunaan obat harus mengacu pada resep dokter. Langkah itu juga bisa dibarengi perawatan seperti laser atau chemical therapeutic.

Simak Video “BPOM Temukan 1500 Produk Berbahan Merkuri, Bisa Memicu Kanker Kulit
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/suc)