Tag: BPOM

BPOM Rilis Daftar Baru 54 Obat Sirup yang Aman dari Cemaran Zat Toksik

Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) kembali merilis sejumlah sirup obat yang memenuhi ketentuan dan aman digunakan sepanjang aturan pakai. Berdasarkan hasil verifikasi, termasuk dokumen perbaikan yang telah disampaikan oleh industri farmasi selama periode 7 September hingga 11 Desember 2023, terdapat tambahan 54 produk yang telah memenuhi ketentuan.

Dengan demikian, BPOM menyatakan 1.162 produk sirup obat dari 108 industri farmasi (IF) telah memenuhi ketentuan dan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai.

Sampai dengan 11 Desember 2023, persentase sirup obat mengandung pelarut gliserin, propilen glikol, polietilen glikol, dan/atau sorbitol yang telah dinyatakan memenuhi ketentuan dan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai telah mencapai 96,7 persen dari whole 1.202 sirup obat yang menjadi objek verifikasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BPOM akan menyelesaikan seluruh tahapan desk verifikasi hasil pengujian terhadap bahan baku dan produk sirup obat pada 31 Desember 2023. Juga, akan terus memperbarui informasi terkait hasil pengawasan terhadap sirup obat.

Informasi akan disampaikan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan didasarkan pada database registrasi produk di BPOM, serta verifikasi hasil pengujian bahan baku dan produk sirup obat.

Berikut daftar 54 obat sirup yang aman digunakan sepanjang aturan pakai.

  • ALPHAMOL, DROPS DUS, BOTOL @ 15 ML PT MOLEX AYUS
  • AMBROXOL HYDROCHLORIDE, SIRUP BOTOL @ 60 ML PT ERRITA PHARMA
  • ANTAMEN, SUSPENSI DUS, 1 BOTOL @ 60 ML, PT CANDRA NUSANTARA JAYA
  • CAMAAG, SUSPENSI DUS, 1 BOTOL @ 100 ML, PT LUCAS DJAJA
  • CAMIDRYL, SIRUP DUS, BOTOL @ 60 ML, PT LUCAS DJAJA
  • CAMIVOM, SUSPENSI DUS,1 BOTOL @ 60 ML, PT LUCAS DJAJA
  • CASETAMOL, SIRUP DUS, BOTOL @ 60 ML, PT LUCAS DJAJA
  • CASETAMOL FORTE, SIRUP DUS, 1 BOTOL @ 60 ML, PT LUCAS DJAJA
  • CETIRIZINE, SIRUP BOTOL @ 60 ML, PT LUCAS DJAJA
  • CETIRIZINE HYDROCHLORIDE, SIRUP BOTOL @ 60, ML PT ERRITA PHARMA
  • CHLORAMPHENICOL, SUSPENSI BOTOL @ 60 ML, PT ERRITA PHARMA
  • COTRIMOKSAZOLE, SUSPENSI BOTOL PLASTIK @ 60 ML, PT NOVAPHARIN GKL0434004133A1
  • DAGANAK, SIRUP BOTOL @ 100 ML, PT LUCAS DJAJA
  • DEXMOLEX, SIRUP DUS, BOTOL @ 100 ML, PT MOLEX AYUS
  • DEXTAMINE, SIRUP DUS, BOTOL @ 60 ML, PT PHAPROS TBK

BPOM Temukan Kosmetik Ilegal Mengandung Pewarna K3-K10 yang Picu Kanker


Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan lebih dari dua juta produk ilegal mengandung bahan terlarang yang bisa berbahaya bagi kesehatan publik. Produk tersebut meliputi 51 merchandise obat tradisional berbahan kimia obat (BKO) dengan satu juta produk, 183 merchandise kosmetik mencapai 1,2 juta produk.

Beredar sepanjang September 2022 hingga Oktober 2023, temuan produk ilegal secara keseluruhan meningkat 8 persen dalam tiga tahun terakhir.

Menurut Plt Kepala BPOM RI Lucia Rizka Andalucia, obat tradisional ilegal paling banyak teridentifikasi di Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Bali, hingga Sulawesi Selatan meliputi ‘obat kuat’, obat pelangsing, suplemen dan lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara kosmetik dengan bahan terlarang paling sering ditemukan di ibu kota, ada krim pemutih yang mengandung merkuri, hingga hidrokuinon. Tak hanya itu, sejumlah kosmetik juga ditemukan memiliki kandungan pewarna K3 hingga K10, yang biasa digunakan untuk tekstil, malah ditemukan di produk eyeshadow, blush on, hingga lipstick.

Padahal, bisa berisiko kanker jika terhirup atau masuk ke dalam tubuh.

“Temuan kosmetik bahan berbahaya ini didominasi krim wajah mengandung merkuri, hidrokuinon, yang bisa memicu efek jangka panjang. Seperti bintik-bintik hitam di wajah, alergi, iritasi kulit, sampai menyebabkan sakit kepala, diare, muntah, dan gangguan ginjal,” pesan Lucia, dalam konferensi pers Jumat (8/12/2023).

“Ada juga yang mengandung asam retinoat, mengakibatkan kulit kering. fungsi organ terganggu, makanya harus berhati-hati. Ini jangan sampai ada di kosmetik kita.”

Rizka berpesan agar masyarakat yang menemukan sejumlah produk mencurigakan segera melapor ke BPOM RI, demi menekan penyebaran semakin meluas.

Simak Video “BPOM RI Ungkap Daftar 5 Kosmetik Ilegal di Market
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

BPOM RI Minta UMKM Kosmetik Jaga Mutu Produk, Biar Setara Korsel-China


Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) menyoroti perkembangan industri kosmetik dan obat bahan alam di Indonesia. Plt Kepala BPOM Lucia Rizka Andalucia mengingatkan di tengah perkembangan pesat industri kosmetik dalam negeri, ia meminta para pengusaha dan UMKM untuk tetap menjaga keamanan produk yang dijual.

Terlebih beberapa waktu lalu BPOM juga sempat melaporkan temuan kasus-kasus skincare berbahaya yang berpotensi memicu penyakit pada masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan dilaporkan dapat menjadi pemicu penyakit kanker.

Temuan-temuan tersebut menurutnya bisa merusak reputasi perkembangan produk kosmetik dalam negeri.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi kita itu harus bisa bersaing karena saingan kita itu banyak banget ada Korea, China, dan India yang sangat maju dalam perkembangan obat bahan alam dan kosmetik,” ucap Rizka saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (8/12/2023).

“Kita dengan menjaga mutu yaitu dengan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya akan dapat meningkatkan potensi pasar Indonesia di mancanegara,” sambungnya.

Selain untuk menjaga reputasi perkembangan kosmetik tanah air, yang terpenting juga menurut Rizka adalah bagaimana melindungi masyarakat dari berbagai produk kosmetika berbahaya. Perlindungan konsumen harus diutamakan oleh produk-produk kosmetik tanah air.

“Perlindungan pada masyarakat kita bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah tapi juga tanggung jawab dari masyarakat. Mohon pelaku usaha dapat mematuhi standar keamanan dan mutu yang telah ditetapkan oleh Badan POM untuk menjaga agar masyarakat aman,” pungkasnya.

Simak Video “BPOM RI Ungkap Daftar 5 Kosmetik Ilegal di Market
[Gambas:Video 20detik]
(avk/naf)

Canggih! BPOM RI Resmikan Biosafety Lab Degree 3, Ini Fungsinya


Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI meresmikan empat fasilitas baru, Kamis (17/8). Adapun salah satu dari fasilitas tersebut yakni laboratorium Biosafety Degree 3 (BSL-3).

Kepala BPOM RI, Penny Ok Lukito, menjelaskan BSL Degree 3 dibangun demi menunjang ruang lingkup pengujian dan penyediaan kultur pathogen threat grup 3 pada pengujian obat dan makanan yang diduga terkontaminasi pathogen infeksius pada threat grup 3.

Pathogen threat group 3 sendiri merupakan kelas pathogen yang jika tidak diidentifikasi lebih awal maka dapat menyebabkan timbulnya pandemic yang disebabkan karena mudah nya pathogen jenis ini mengkontaminasi dan tersebar secara massif.

Sehingga, dengan ada BSL Degree 3 ini BPOM RI bisa berkontribusi dengan melakukan pencegahan secara dini dan mencegah hal buruk terjadi.

“Kita sudah bisa menangani seperti virus, jadi riset-riset yang menggunakan virus itu bisa ditangani juga oleh laboratorium pengujian di Badan POM,” ujar Penny saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis (17/8/2023).

Lebih lanjut, ia mengatakan BSL Degree 3 milik BPOM juga bisa digunakan sebagai sarana uji coba vaksin.

“Vaksin kan banyak yang menggunakan virus. Perkembangan vaksin untuk bisa diproduksi di Indonesia itu kan tentu akan semakin intensif, karena kita ingin ada kemandirian terkait dengan jenis-jenis vaksin,” terangnya.

“Untuk itu membutuhkan laboratorium pengujian yang akan menguji vaksin sehingga BSL nya juga harus melindungi, jangan sampai mengkontaminasi,” pungkasnya.

Simak Video “BPOM Rilis Daftar Obat Tradisional Pemicu Kerusakan Ginjal-Hati
[Gambas:Video 20detik]
(ath/kna)

BPOM Siapkan Pelabelan Galon Bermerek Antisipasi ‘Racun’ BPA


Jakarta

Direktur Standardisasi Pangan Olahan BPOM Anisyah menilai rencana pelabelan risiko senyawa kimia berbahaya Bisphenol A (BPA) pada galon air minum bermerek merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi kesehatan masyarakat. Sekaligus menjadi tanggung jawab negara yang diharapkan mendapat dukungan semua kalangan.

“Rencana regulasi tersebut menunjukkan negara hadir dalam melindungi kesehatan masyarakat, kata Anisyah dalam keterangan tertulis, Selasa (15/8/2023).

“Pelaku usaha pastinya memahami rencana pelabelan ini dan kami berharap dukungan semua stakeholders (pemangku kepentingan),” imbuhnya.

Dalam talkshow di salah satu media nasional pada Jumat (11/8) lalu, Anisyah mengatakan BPOM telah berdiskusi dengan semua pihak selama proses penyusunan regulasi pelabelan risiko BPA. Diskusi intens ini melibatkan pelaku usaha air kemasan, baik skala mikro, kecil dan menengah, maupun market chief serta asosiasi terkait.

“Alhamdulillah Badan POM mendapat dukungan positif dari banyak kalangan, termasuk Komisi IX DPR,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, BPA adalah salah satu bahan baku pembentuk polikarbonat, jenis plastik keras yang di Indonesia jamak sebagai kemasan galon air minum bermerek. Riset di berbagai negara menunjukkan BPA pada plastik polikarbonat rawan luruh dan berisiko pada kesehatan bila sampai terminum melebihi ambang batas.

Ia menambahkan penyusunan rancangan regulasi soal BPA ini telah melalui semua tahapan perancangan regulasi. Termasuk koordinasi dengan kementerian terkait, Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), kalangan akademisi, dan ahli.

“Di stage kementerian, kami sudah menyepakati urgensi pelabelan ini sebagai bentuk tanggung jawab negara sekaligus untuk melindungi pelaku usaha, termasuk pemerintah, dari kemungkinan tuntutan hukum di masa datang,” ujarnya.

Anisyah berharap dengan adanya rancangan regulasi, produsen galon bermerek dapat berinovasi menghadirkan kemasan galon yang lebih menjamin kualitas dan keamanan air minum.

Lebih lanjut, Anisyah mengatakan kebijakan khusus terkait BPA banyak diadopsi negara di berbagai belahan dunia karena pertimbangan risiko kesehatan. Ada yang menetapkan ambang batas migrasi, melarang complete penggunaannya pada kemasan pangan, hingga mewajibkan pelabelan untuk mengedukasi konsumen.

Sejak 2019, Indonesia melalui BPOM menetapkan batas migrasi BPA pada kemasan pangan berbahan polikarbonat sebanyak 0,6 ppm. Ambang ini wajib dipatuhi produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) yang menggunakan polikarbonat sebagai kemasan galon guna ulang.

Kendati demikian, Anisyah menyebut ada tren pengetatan toleransi di stage world atas BPA pada kemasan pangan. Ia mencontohkan Uni Eropa kini menetapkan ambang batas migrasi BPA sebesar 0,06 ppm dari 0,6 ppm pada 2011.

Otoritas keamanan pangan Eropa, EFSA, pun merevisi batas asupan harian (Whole Each day Consumption) BPA. Pada 2015 sebesar mikrogram/kilogram berat badan, menjadi 0,2 nanogram/kilogram berat badan pada April 2023.

“Ini berarti ada pengetatan 20.000 kali lebih rendah, toleransi asupannya jadi lebih ketat. Ini juga salah satu alasan BPOM mengkaji kembali regulasi yang ada terkait BPA,” tutur Anisyah.

Menurut Anisyah, rencana pelabelan risiko BPA juga didasarkan hasil pengawasan yang menunjukkan migrasi BPA pada galon bermerek yang beredar di sejumlah kota.

“Datanya memang cenderung mengkhawatirkan, migrasi BPA ada di kisaran 0,06 ppm sampai 0,6 ppm dan bahkan ada yang di atas 0,6 ppm,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ahli Epidemiologi dari Universitas Indonesia Pandu Riono memaparkan BPA mendatangkan risiko yang ‘luar biasa’ bagi kesehatan manusia.

“Bahkan sebelum jadi manusia sudah berisiko, saat dalam kandungan, BPA berpotensi mengganggu pertumbuhan janin sehingga dalam perkembangannya akan menimbulkan banyak masalah kesehatan, termasuk autisme, Consideration Deficit atau Hyperactivity Dysfunction (ADHD),” terang Pandu.

Ia menambahkan paparan BPA dalam jangka panjang dapat mengganggu sistem tubuh, termasuk gangguan organ reproduksi, penyakit endokrin, gangguan syaraf, dan kanker. Ia mengatakan semua jenis penyakit tak menular tersebut cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Senada, Ahli Polimer dari Universitas Indonesia Muhammad Chalid mengatakan ada risiko pelepasan BPA yang besar pada kemasan galon bermerek. Terutama bila produk tersebut masih didistribusikan dengan serampangan, termasuk dibiarkan terpapar sinar matahari langsung dalam waktu yang cukup lama.

Selain paparan suhu yang relatif tinggi, kata Chalid, pelepasan BPA pada galon bermerek juga rawan. Sebab proses pencucian galon di pabrik umumnya menggunakan sejenis deterjen yang bisa memicu peningkatan keasaman dan berimbas pada pelepasan BPA.

(akd/ega)

Tambah Lagi! BPOM RI Rilis Daftar Terbaru 113 Obat Sirup Bebas Cemaran EG-DEG

Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (BPOM) kembali merilis daftar tambahan obat sirup aman bebas cemaran etilen glikol dan dietilen glikol. Produk ini sudah melewati tahap verifikasi pengujian bahan baku obat.

BPOM RI melakukan pemantauan sejak 30 Mei sampai 17 Juli 2023, sedikitnya ada 113 tambahan produk yang diklasifikasikan aman. Karenanya, whole ada 1.054 produk obat sirup dari 95 Industri Farmasi (IF) yang memenuhi ketentuan dan aman digunakan sepanjang sesuai aturan pakai.

Daftar tambahan 113 produk bebas cemaran EG dan DEG yang dirilis BPOM RI:

  • Ambroxol Hydrochloride (Obat Batuk Anak) Dus, 1 Botol @ 60 Ml) PT Graha Farma
  • Ambroxol Hcl (Obat Batuk Anak) 15 Mg/5 Ml, Sirup, Botol Plastik @ 60 Ml, PT Novapharin
  • Ambroxol Hcl (Obat Batuk Anak) 15 Mg/5 M, Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, Pt First Medipharma
  • Ambroxol Hcl (Obat Batuk Anak Dan Dewasa) 15 Mg/5 M, Sirup, Botol @ 60 Ml, Pt Phapros Tbk
  • Anaton, Chlorphenamine Maleate, Guaifenesin, Paracetamol, Dextromethorphan Hydrobromide, Phenylpropanolamine Hydrochloride 0,5 Mg/30 Mg/130 Mg /3,5 Mg/3,5
  • Mg (Obat Batuk Dan Flu Anak Dan Dewasa) Sirup, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, Pt Itrasal
  • Angisis, Nystatin (Obat Antijamur Anak Dan Dewasa) Drops, Dus, 1 Botol @ 12 Ml, Pt Bernofarm
  • Antasida Doen, Magnesium Hydroxide, Dried Aluminium Hydroxide Gel 200 Mg/200 Mg, SuspensI, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, PT First Medipharma.
  • Antimo Anak (Rasa Jeruk) Dimenhydrinate 12,5 Mg, Suspensi, Dus, 10 Sachet @ 5 Ml, PT Phapros TBK.
  • Antimo Anak (Rasa Strawberry), Dimenhydrinate 12,5 Mg, Suspensi, Dus, 10 Sachet @ 5 Ml, PT Phapros TBK.
  • Axofen, Ibuprofen 100 Mg/5 Ml, Suspensi, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, PT Sampharindo Perdana.
  • Bromevon, Bromhexine Hydrochloride 4 Mg, Sirup, Dus, 1 Botol Plastik @ 60 Ml, PT Mega Esa Farma.
  • Bronkris, Bromhexine Hydrochloride 4 Mg/5 Ml, Elixir, Dus, Botol @ 60 Ml, PT Graha Farma.
  • Broxal, Ambroxo L Hydrochloride 30 Mg/5 Ml, Elixir, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, PT Bernofarm.
  • Brox Fion, Ambroxol Hydrochloride 15 Mg/5 Ml, Elixir, Dus, 1 Botol @ 60 Ml, PT Infion.
    Loride
    Cetirizine Hydrochloride, Cetirizine Hydrochloride 5 Mg, Sirup, Botol @ 60 Ml, PT Sampharindo Perdana.
  • Cetirizine Hydrochloride, Cetirizine Hydrochloride 5 Mg/ 5 Ml, Sirup, Dus, 1 Botol Plastik @ 100 Ml, PT Mega Esa Farma.
  • Chloramphen Icol, Chloramphen Icol Palmitate 125 Mg/5 Ml, Suspensi, Dus, Botol 60 Ml, PT First Medipharma.
  • Compyrantel, Pyrantel Pamoate 125 Mg/5 Ml, Suspensi, Dus,1 Botol Plastik @ 10 Ml, PT Mega Esa Farma. Loride
  • Cotrimoxazole, Sulfamethoxazole, Suspensi, Botol @ 60 Ml, PT Bernofarm.

Simak Video “Replace BPOM Terkait Hasil Uji Obat Sirup
[Gambas:Video 20detik]

BPOM AS Setujui Obat Oral Pertama untuk Obati Depresi Pasca Melahirkan


Jakarta

Meals and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mengumumkan telah menyetujui obat oral pertama untuk depresi pasca melahirkan. Obat tersebut adalah zuranolone yang diberi merek Zurzuvae oleh Sage Therapeutics dan Biogen.

Zuranolone disetujui untuk penggunaan orang dewasa yang melakukan pengobatan depresi pasca persalinan, seperti episode depresi berat yang dimulai setelah melahirkan atau tahap akhir kehamilan. Kondisi ini mempengaruhi sekitar 15 persen wanita dalam beberapa minggu atau bulan setelah melahirkan.

“Memiliki akses ke pengobatan oral akan menjadi pilihan yang bermanfaat bagi banyak wanita ini yang menghadapi perasaan ekstrem, dan terkadang mengancam nyawa,” ucap Dr Tiffany Farchione, direktur Divisi Psikiatri di Pusat Evaluasi dan Penelitian Obat FDA dikutip dari CBS Information, Minggu (6/8/2023).

Nantinya pil tersebut dikonsumsi hanya selama dua minggu. Obat tersebut dinilai memberikan peningkatan cepat pada kondisi ibu untuk menjadi lebih baik setelah melahirkan.

“Wanita melaporkan peningkatan yang cepat dalam depresi mereka sejak hari ketiga,” kata Dr Kristina Deligiannidis, profesor di Institut Ilmu Perilaku di Institut Penelitian Medis Feinstein di New York.

Depresi pasca persalinan bisa menjadi parah bagi beberapa wanita. Bahkan dalam beberapa kasus bisa terjadi dalam waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

“Ini bukan child blues. Ini bukan fluktuasi hormon regular sementara yang dapat mempengaruhi suasana hati kita setelah melahirkan dan kemudian hilang dengan sendirinya,” kata Deligiannidis.

Zuranolone bekerja sebagai steroid kerja cepat yang berikatan dengan reseptor GABA di dalam otak, secara efektif mengatur ulang neurotransmiter yang dibuang pada pasien yang berjuang melawan depresi.

“Pada orang dengan depresi, ini dapat membantu dengan cepat menyeimbangkan kembali jaringan saraf yang tidak teratur untuk membantu memulihkan fungsi otak. Zuranolone menargetkan jaringan otak yang bertanggung jawab atas fungsi seperti suasana hati, gairah, perilaku, dan kognisi,” kata perusahaan tersebut dalam sebuah rilis tahun lalu.

Adapun efek samping yang dapat ditimbulkan oleh obat ini adalah rasa ngantuk, kelelahan, diare, pusing, flu biasa, dan infeksi saluran kemih. Obat tersebut juga dapat menyebabkan kerusakan pada janin, sehingga wanita yang meminumnya harus menggunakan kontrasepsi atau konsultasi terlebih dahulu oleh dokter yang bersangkutan.

Simak Video “Zuranolone, Pil Depresi Pasca-melahirkan yang Baru Saja Disetujui FDA
[Gambas:Video 20detik]
(avk/suc)

BPOM Ungkap Daftar 12 Obat Tradisional-Suplemen yang Bisa Picu Ginjal Rusak


Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) menemukan sejumlah obat tradisional yang memicu gangguan pencernaan, fungsi hati, ginjal, serta gangguan hormon. Ada delapan produk obat tradisional dan suplemen yang tidak memenuhi standar.

Selain obat tradisional, beberapa kosmetik juga belakangan teridentifikasi berisiko kanker dan gangguan pada kulit seperti okronosis yakni warnanya berubah menjadi kehitaman.

Berikut daftar 12 obat tradisional, suplemen, dan kosmetik yang diwanti-wanti BPOM RI:

1. Obat Tradisional:

Pegal Linu Husada cap Tawon Klenceng

Pegal Linu cap Akar Daun

Sirandi (botol kaca)

Sirandi (botol plastik)

Liu Shen Shui (sakit perut)

Cairan sakit perut Kupu Cair Chi Chung Shui

New Tay Pin San Jamu untuk sakit perut dan kembung

2. Produk Suplemen Kesehatan:

Feroglobin Child Drops

3. Produk Kecantikan:

CASANDRA Glam Nude Lip Cream 2

CASANDRA Lipstick Colorfix (No.6)

LA WIDYA CURCUMIN Day Cream

BIOGOLD Evening Cream

BPOM memastikan sudah menarik peredaran 12 produk tersebut, termasuk menghentikan produksi dan distribusinya. Pihaknya juga melakukan pemusnahan semua persediaan (stok) produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik

“BPOM melalui 73 UPT di seluruh Indonesia melakukan pengawalan terhadap proses penarikan dan pemusnahan produk TMS tersebut.
BPOM akan terus memperbarui informasi terkait dengan hasil pengawasan terhadap produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik berdasarkan knowledge terbaru hasil investigasi dan intensifikasi pengawasan,” beber BPOM dalam keterangan tertulis, yang dikutip Minggu (29/7/2023).

BPOM mengimbau agar masyarakat lebih waspada serta tidak menggunakan produk obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik yang telah dilarang dan ditarik dari peredaran mengacu pada daftar tersebut.

Simak Video “BPOM Rilis Daftar Obat Tradisional Pemicu Kerusakan Ginjal-Hati
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

BPOM Rilis Daftar 12 Obat Tradisional-Kosmetik Berbahaya, Cek di Sini

Jakarta

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melaporkan temuan 12 produk obat tradisional, suplemen kesehatan, hingga kosmetik yang tidak memenuhi syarat keamanan mutu (TMS). Produk-produk tersebut berisiko menyebabkan sejumlah masalah kesehatan karena mengandung bahan berbahaya.

Ada sekitar 12 jenis produk yang ditemukan terdiri dari 8 obat tradisional dan suplemen mengandung bahan yang dilarang digunakan, atau cemaran yang melebihi ambang batas aman. Selain itu, ada 4 produk kosmetik yang mengandung bahan berbahaya.

BPOM menyebut penggunaan produk obat tradisional dan suplemen berbahaya itu dapat berisiko bagi kesehatan. Misalnya seperti gangguan sistem pencernaan, gangguan fungsi hati dan ginjal, serta gangguan hormon.

“Sedangkan produk kosmetik yang TMS, berisiko terhadap kesehatan masyarakat yang menggunakannya karena dapat menyebabkan kanker (bersifat karsinogenik) dan gangguan pada kulit, seperti ochronosis (warna kulit menjadi kehitaman),” tulis BPOM dalam keterangan resminya yang dilihat detikcom, Jumat (28/7/2023).

Dari temuan tersebut, BPOM mencabut izin edar 12 produk obat tradisional, suplemen, dan kosmetik tersebut. Selain itu, pelaku usaha yang memproduksinya akan diberi sanksi administratif dan menarik produknya dari pasaran.

Berikut 12 produk obat tradisional, suplemen, dan kosmetik yang tidak memenuhi syarat keamanan dan mutu:

1. Obat Tradisional:

  • Pegal Linu Husada cap Tawon Klenceng
  • Pegal Linu cap Akar Daun
  • Sirandi (botol kaca)
  • Sirandi (botol plastik)
  • Liu Shen Shui (sakit perut)
  • Cairan sakit perut Kupu Cair Chi Chung Shui
  • New Tay Pin San Jamu untuk sakit perut dan kembung

2. Produk Suplemen Kesehatan:

3. Produk Kecantikan:

  • CASANDRA Glam Nude Lip Cream 2
  • CASANDRA Lipstick Colorfix (No.6)
  • LA WIDYA CURCUMIN Day Cream
  • BIOGOLD Night time Cream

Simak Video “BPOM Rilis Daftar Obat Tradisional Pemicu Kerusakan Ginjal-Hati
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Masih Dipantau BPOM RI! Ini Makanan yang Bisa Mengandung Pemanis Aspartam


Jakarta

Belakangan ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyorot penggunaan aspartam atau pemanis buatan yang berisiko karsinogenik atau kanker. Klasifikasi WHO dan Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) terkait aspartam ini muncul pasca laporan di tiga penelitian besar, yang menunjukkan hubungan antara jenis kanker hati yakni karsinoma hepatoseluler dengan aspartam.

Riset yang dilakukan di AS dan Eropa meneliti minuman dimaniskan secara artifisial.

Namun, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) memastikan pihaknya masih mengizinkan penggunaan aspartam. Ini tercantum dalam aturan PerBPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan.

Sederet pemanis buatan yang diizinkan dengan kadar batas tertentu termasuk aspartam adalah asam siklamat, kalsium siklamat, natrium siklamat, sakarin, sukralosa, neotam. Pertimbangan BPOM RI sejauh ini mengacu pada pedoman Codex Normal Commonplace for Meals Components (Codex GSFA).

“Saat ini regulasi untuk bahan tambahan pangan pemanis buatan aspartam masih tetap sesuai batas maksimum yang ditetapkan di PerBPOM Nomor 11 tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan,” demikian penegasan BPOM, yang merespons kekhawatiran kanker di aspartam, ditulis Senin (17/7/2023).

Meski begitu, BPOM RI tetap akan memantau perkembangan lanjutan terkait kemungkinan aspartam bisa memicu kanker.

Aspartam merupakan pemanis buatan yang ditemukan pada tahun 1965. Bahan tersebut terdiri dari dua asam amino, yakni asam aspartat dan fenilalanin.

Jika dibandingkan dengan gula biasa, aspartam sekitar 200 kali lebih manis, yang berarti sedikit saja sudah cukup. Singkatnya, satu bungkus aspartam (1 gram), yang memiliki 4 kalori, sama dengan 2 sendok teh gula biasa (8 gram) dengan 32 kalori.

Dikutip dari Livestrong, pemanis aspartam ditemukan di sejumlah produk makanan bebas gula, seperti:

  • Soda food regimen
  • Permen karet
  • Agar-agar
  • Es krim
  • Sereal
  • Campuran kakao bebas gula

Selain itu, pemanis buatan juga digunakan untuk menambahkan sentuhan manis pada obat-obatan, seperti obat batuk, serta vitamin yang bisa dikunyah. Meski banyak makanan yang mengandung aspartam, pemanis buatan tidak ditemukan dalam makanan yang dipanggang.

Struktur asam amino aspartam tidak stabil saat dipanaskan. Bahan itu akan kehilangan sebagian rasa manisnya selama proses pemanggangan.

Simak Video “Hati-hati! Aspartam Banyak Ditemukan di Minuman Soda
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)