Tag: Dada

Awalnya Niat Pasang Implan Payudara, Otot Dada Wanita Ini Robek Hingga Leher

Jakarta

Tragedi nahas dialami seorang wanita di Darlington, Inggris, pasca menjalani implan payudara. Wanita bernama Kelly Hahn itu mengungkapkan rasa sakitnya seperti ‘tertabrak truk’.

Ini bermula saat Kelly memasang implan payudara pada 2019, dari ukuran cup A ke C. Setelah implan dipasang, Kelly merasa padat dan keras hingga membuatnya tidak nyaman.

Rasa sakit sakit di dadanya itu terus memburuk ke tahun berikutnya.

Banyak yang menduga Kelly ‘ditipu’ oleh ahli bedah yang menolak untuk mengatasi kondisi yang dialaminya. Kelly memutuskan untuk berkonsultasi ke dokter umum, tetapi dokter tidak menemukan masalahnya.

Hingga dua tahun kemudian, pada Februari 2022 Kelly pergi ke klinik lain dan menghabiskan 7.000 euro atau sekitar 1,1 miliar rupiah. Di sana, ia menemukan hal yang diduga membuatnya tidak nyaman.

Dari pemeriksaan, selama proses implan payudara sebelumnya otot dada Kelly diduga ‘robek’ dan ‘menggulung’ hingga ke lehernya. Ia didiagnosis dengan kontraktur kapsuler, yakni jaringan parut menjadi sangat keras.

“Rasa sakit di dada saya tak terlukiskan, seperti saya ditabrak bus. Saya pasti meminta 40 ambulans datang ke rumah saya untuk mengatasi rasa sakit ini,” kata Kelly yang dikutip The Solar.

“Saya ingat ahli bedah yang melepas implan dan memperbaiki otot dada saya berkata, ‘pasti sangat kasar terhadap Anda’. Otot di dada saya pada dasarnya robek menjadi dua dan menggulung hingga ke leher saya,” jelasnya.

Akibat kondisi itu, Kelly harus merogoh kocek lebih banyak lagi untuk memperbaiki payudaranya. Namun, semuanya tidak berjalan sesuai rencana.

Saat Kelly bangun dari operasi kedua dengan implan barunya, ia merasa ada yang tidak beres. Lengannya terasa mati rasa dan dada seperti terbakar.

“Saya dipulangkan tetapi dilarikan kembali sekitar empat jam kemudian karena rasa sakitnya semakin parah. Rasanya dada dan lengan saya terbakar,” bebernya.

Banyak Pasien Lengthy COVID-19 di RI Datang ke RS, Ngeluh Sering Lemas-Nyeri Dada


Jakarta

Umat manusia masih belum sepenuhnya bebas dari ancaman COVID-19. Terbaru, masyarakat dunia dibikin heboh oleh kemunculan kasus Lengthy COVID.

Spesialis paru dr Erlina Burhan, SpP(Ok), mengungkapkan Lengthy COVID adalah sebuah kondisi yang secara nyata mengancam kesehatan.

“Lengthy COVID itu betulan ada. Pasien praktik saya, pasien praktik swasta, banyak itu yang datang. Jadi memang banyak hal yang tidak kita duga-duga dengan COVID ini, salah satunya adalah Lengthy COVID yang sampai saat ini masih kita pelajari bagaimana cara mengatasinya,” papar dr Erlina saat ditemui di aula FKUI, Salemba, Senin (31/7/2023).

Ia mengungkapkan untuk bisa mendiagnosis Lengthy COVID, dibutuhkan pendekatan yang multi-disiplin. Sebab, pasien Lengthy COVID cenderung menunjukkan gejala yang berbeda-beda.

“Gejalanya berbeda-beda, ada yang sesak, ada yang nyeri dada, ada yang pusing, ada yang lemas, ada yang lupa. Banyak sekali yang tiba-tiba ‘Saya lupa, mau ngomong apa lupa’. Jadi tata laksananya tergantung dari gejalanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr Erlina menyebut orang usia tua dan komorbid rentan terkena Lengthy COVID.

“Kita masih teliti dan pelajari, kira-kira apa sih yang bisa meminimalisir Lengthy COVID ini,” tandasnya.

Simak Video “Masyarakat Diimbau Waspada Usai Temuan Covid-19 Paling Bermutasi di RI
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

Dada Sering Terasa Sesak Tiap Beraktivitas, Apakah Dipicu GERD Dok?


Jakarta

Pertanyaan:

Saya penderita sakit asam lambung/GERD yang cukup parah. Setiap saya beraktifitas fisik, dada terasa sesak, ada sedikit nyeri di ulu hati.

Harus istirahat atau diam beberapa saat, baru regular kembali. Padahal sakit GERD saya tidak sedang kambuh. Bagaimana solusinya? Terima kasih.

KR (pria, 41 tahun)

Jawaban:

Sebaiknya dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu untuk dipastikan, apakah benar penyebab sesak napasnya pada bapak hanya karena GERD (Gastroesophageal Reflux Illness). Selain masalah lambung/GERD, sesak napas juga dapat disebabkan masalah di organ jantung dan juga paru-paru

Untuk pengaruh aktivitas fisik yang menyebabkan GERD itu tidak ada. Kembali lagi, untuk memastikan, sebaiknya dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehingga tahu tindakan apa yang bisa dilakukan untuk sakit lambung/GERD.

dr Nur Asicha, SpPD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Barat

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan seputar skoliosis, nyeri punggung dan tulang belakang, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui type Konsultasi detikHealth, KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi psychological well being kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.

Simak Video “Aduh! Saat Puasa GERD Kambuh
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)