Tag: Dikaitkan

Dikaitkan Kasus Nanie Darham, Catat Do’s and Dont’s Persiapan Sedot Lemak

Jakarta

Artis Nanie Darham meninggal dunia pada Sabtu (21/10/2023) setelah menjalani operasi sedot lemak di sebuah klinik di Jakarta Selatan. Meninggalnya Nanie ini dinilai janggal dan menuai pertanyaan pihak keluarga. Pihak keluarga menduga ada malpraktik dalam prosedur operasi sedot lemak tersebut.

Pada saat ini, dugaan malpraktik yang terjadi tengah terjadi sedang diselidiki oleh pihak kepolisian. Menurut laporan yang ada, Nanie menjalani prosedur operasi sedot lemak dua bulan pasca melahirkan.

“Dari keterangan beberapa saksi bahwa korban baru selesai melaksanakan persalinan,” kata Wakasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi, dikutip dari detikNews, Senin (28/11/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlepas dari kejadian tersebut, spesialis bedah plastik Prof Dr dr David Sontani Perdanakusuma, SpBP-RE(Ok) menuturkan bahwa risiko dari tindakan operasi akan selalu ada. Yang terpenting adalah bagaimana pasien dan tim dokter bisa menyiapkan diri sebelum menjalani prosedur sedot lemak.

“Perlu disadari ini adalah prosedur operasi atau pembedahan. Risiko selalu ada ya, apakah risiko pembiusannya, apakah risiko prosedur operasinya, atau risiko dari modalitas yang dipakai seperti cairan dipakai, alat dipakai, itu pasti menyertai. Jadi ada risiko efek samping atau komplikasi sekecil apapun,” ucap Prof David saat dihubungi detikcom Selasa (28/11/2023).

Lantas apa yang perlu dipersiapkan pasien sebelum menjalani prosedur sedot lemak?

“Sebenarnya tidak ada persiapan yang khusus ya. Yang penting pasien sehat, terus kalau ada obat-obatan yang dikonsumsi sebelumnya jamu-jamuan, natural, pengencer darah, vitamin, itu biasanya kita hentikan dulu,” ujar Prof David.

“Terus juga misalnya pasien merokok itu harus berhenti dulu supaya operasi dapat berjalan lancar. Itu secara umum prosedur estetik demikian. Itu bisa meminimalisir komplikasi,” sambungnya.

Ia menuturkan bahwa risiko komplikasi akan tetap ada selama menjalani prosedur sedot lemak. Namun, angka kejadian komplikasi prosedur sedot lemak sebenarnya sangat kecil.

Gejala GERD, Dikaitkan Viral Wanita Surabaya Sempat Dikira ‘Cuma’ Sakit Tenggorokan

Jakarta

Seorang wanita di Surabaya viral setelah membagikan kisahnya berjuang melawan penyakit GERD sejak 2018, dan baru ‘sembuh’ pada 2021. Awalnya, gejala yang dialaminya mirip dengan sakit tenggorokan biasa. Ia pun sempat mendapatkan salah prognosis ketika berkonsultasi ke dokter telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).

Wanita tersebut bernama Jean Bezzy Zetha (37). Ia mengisahkan, awalnya ia mengira dirinya terkena radang tenggorokan biasa. Namun seiring waktu, sakit tenggorokannya semakin memburuk. Ia menggambarkan, rasa sakitnya seperti ditusuk.

“Kalau sakit tenggorokan biasa itu kan, waktu menelan itu sakit gitu ya. Kalau sakit tenggorokan yang aku alami dulu itu, tenggorokan ini rasanya panas, kering terus ada kayak rasa ada yang ditusuk gitu di sebelah kiri, sebelah kiri pangkal tenggorokan ada rasa kayak ditusuk gitu,” ujarnya kepada detikcom, Selasa (24/10/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudah mengunjungi delapan dokter THT, sakit tenggorokan Jean tak kunjung mereda. Baru pada pertemuan dokter kesembilan, Jean mengetahui bahwa penyakit sakit tenggorokan yang diidapnya rupanya disebabkan oleh masalah pencernaan GERD. Dari sana, Jean dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dengan gastroendoscopy.

Gejala GERD, Termasuk Rasa Panas di Dada

Dalam kesempatan terpisah, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus chairman dari Junior Physician Community Indonesia, dr Andi Khomeini Takdir atau yang akrab disapa dr Koko sempat menjelaskan pada dasarnya, gastroesophageal reflux illness (GERD) dipicu oleh kelebihan produksi asam lambung, atau sensitivitas dari saluran cerna dalam hal ini esofagus.

dr Koko juga menyebut, gejala GERD paling umum adalah rasa panas di dada dibarengi sensasi asam pada air liur. Kondisi ini bisa dipicu oleh produksi asam lambung berlebih, kelebihan berat badan, serta pola makan tidak teratur.

“Seperti dia ludahnya terasa asam, rasa panas di dada di bagian tengah, kemudian ada juga yang merasa mual, ada yang merasa disertai juga nyeri di saluran cerna termasuk di lambung,” jelasnya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

“Itu yang paling dominan nyeri di dada, belakang tulang dadanya, dan juga rasa asam di ludah,” pungkas dr Koko.

Simak Video “Aduh! Saat Puasa GERD Kambuh
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Gejala Lupus Nefritis, Dikaitkan Riwayat Sakit Shena Malsiana yang Wafat di Usia 32


Jakarta

Penyakit lupus nefritis mendadak disorot pasca dialami Shena Malsiana, eks kontestan X Issue Indonesia yang meninggal dunia di usia 32 tahun. Shena sebelumnya dikabarkan mengalami komplikasi lupus nefritis yang berujung pada gagal ginjal kronik atau Continual Kidney Illness (CKD).

“Innalillahi Wainnailaihi Rojiun telah meninggal dunia anak,teman,sahabat, adik, kakak, kami tercinta SHENA MALSIANA,” demikian kabar duka yang disampaikan di profil Instagramnya, pada Rabu (25/10.2023).

Sebelum wafat, wanita kelahiran Jakarta itu juga sering menceritakan pengalaman dirinya berjuang melawan lupus nefritis hingga berada di fase pemullihan, dan beberapa kali rutin melakukan cuci darah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Umur 30, didiagnosa Lupus Nefritis yang menyebabkan gagal ginjal kronik, lalu diharuskan melakukan hemodialisa (cuci darah),” tulis Shena melalui akun TikTok-nya di postingan yang diunggah 2022.

Di luar kasus tersebut, secara umum menurut Dr dr Sukamto Koesnoe, SpPD-KAI, lupus nefritis merupakan peradangan di ginjal yang terjadi imbas gangguan di sistem kekebalan tubuh.

“Akibat dari sistem kekebalan tubuh yang salah sasaran (autoimun) yang biasanya terjadi pada orang dengan lupus sistemik eritematosus. SLE adalah penyakit autoimun yang dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, dan organ lain,” bebernya saat dihubungi detikcom Kamis (26/7/2023).

Meski belum diketahui pasti pemicu dari munculnya lupus nefritis, peradangan yang terjadi umumnya dapat dilatarbelakangi faktor genetik maupun lingkungan. Sayangnya, tidak ada gejala khas yang bisa diwaspadai sebagai gejala awal.

“Gejala lupus nefritis bisa bervariasi dari ringan hingga berat. Gejala yang mungkin termasuk protein dalam urine, darah dalam urine, peningkatan tekanan darah, pembengkakan di sekitar mata, kaki, atau kaki, dan penurunan fungsi ginjal,” imbuh Dr Sukamto.

Tidak sedikit dari mereka juga disebut Dr Sukamto hanya mengalami kelelahan, nyeri sendi, hingga ruam di kulit. Dirinya mengimbau agar masyarakat langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat, jangan sampai menunggu kondisi bertambah parah.

Seperti yang terjadi pada Shena, komplikasi lupus nefritis tak bisa dianggap sepele. Kondisinya terus memburuk saat pasien tidak mengontrol kesehatan secara menyeluruh, baik dari fisik maupun psikis.

“Stres fisik atau emosional dapat memicu flare-up (gejala yang memburuk) pada lupus. Manajemen stres dan kesehatan psychological yang baik dapat membantu mengurangi risiko flare-up,” pesan Dr Sukamto.

Faktor risiko lain yang memperparah kondisi lupus yakni paparan matahari. Paparan sinar matahari berlebihan bisa memicu reaksi di kulit dan sendi pada beberapa kasus lupus. Sebaiknya, pasien lupus nefritis tidak lupa menggunakan tabir surya dan pakaian yang tertutup dari sinar matahari untuk mengurangi risikonya.

“Faktor risiko lain adalah infeksi, terutama yang mempengaruhi saluran pernapasan atas, dapat memicu flare-up
lupus. Menjaga kebersihan dan mencegah infeksi penting dalam manajemen lupus,” sambung dia.

Pasien dengan kondisi lupus juga tidak boleh berhenti mengonsumsi obat secara tiba-tiba tanpa resep dokter. “Ini menyebabkan keparahan penyakit,” tandasnya.

Pola hidup atau life-style keseharian juga sebaiknya disarankan Dr Sukamto mulai diperbaiki, pola makan, olahraga, hingga berhenti merokok.

Simak Video “Riwayat Sakit Shena Malsiana Sebelum Meninggal
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Dikaitkan Kasus Hotman Paris, Berapa Batas Maksimal Pasang Ring Jantung?


Jakarta

Pengacara kondang Hotman Paris membagikan kabar terkait kondisi kesehatannya saat perayaan ulang tahun yang ke-64. Ia mengungkapkan bahwa belum lama ini dirinya melakukan pemasangan ring jantung.

Prosedur itu dilakukan pasca Hotman melakukan CT scan. Diketahui, penyumbatan pembuluh darah itu sudah sebesar 70 persen. Ia mengaku selama ini tidak pernah merasakan gejala atau keluhan apapun.

“Saya tidak tahu, tapi dengan berjalannya waktu makanan itu mengendap, jadi terjadi penyumbatan. Jadi saya ada tiga cincin, ring tiga. Harganya waktu itu biayanya hampir 500 juta,” ungkap Hotman Paris saat ditemui di Jakarta, dikutip dari InsertLive.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi, selama empat jam saya di ruang tindakan, ini diiket tangannya dimasukin alat, ada pengeboran. Yang saya takut itu ada yang hampir putus, setiap 15 menit nanya dokternya yang hampir putus, sudah belum,” lanjut dia.

Kondisi ini baru diketahui Hotman setelah mengeluhkan sakit di belakang telinga. Pasca CT scan, diketahui ada pembuluh darah sudah merah tiga perempatnya dan ada pula yang hampir putus.

Memang berapa batas banyaknya ring yang bisa dipasang dalam tubuh?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr dr Jajang Sinardja, SpJP(Okay), mengatakan umumnya tidak ada batasan tertentu berapa banyak ring jantung yang bisa dipasang di tubuh. Jika penyempitan pembuluh darah terjadi lagi, pemasangan ring masih bisa dilakukan.

“Nah batasnya berapa, sebenarnya nggak ada batas secara resmi. Bahkan ada yang sampai 10 atau 15 juga ada. Kalau memang ada penyempitan lagi, dipasang ring lagi bisa,” jelas dr Jajang yang ditemui Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2023).

“Tapi, memang kalau dari awalnya banyak perlu pasang ringnya, dari awal kita sudah sarankan operasi bypass,” sambung dia.

Operasi bypass adalah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang mengalami kekurangan pasokan darah, akibat penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah.

Tetapi, jika dari awal ring yang dipasang tidak terlalu banyak, masih bisa dilakukan tindakan lainnya. dr Jajang mencontohkan misalnya pasien yang tidak patuh minum obat dan menyebabkan penyumbatan kembali muncul, pemasangan ring bisa kembali dilakukan.

“Jadi, bisa dilapis dua atau di balon lagi saja supaya ring yang ada di dalam pembuluh darah bisa melebar lagi. Jadi, tidak ada batasan resmi boleh berapa kali, karena tiap kasus berbeda-beda,” pungkasnya.

Simak Video “Pemasangan Ring pada Jantung Boleh Dilakukan Berkali-kali
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Soal Child Blues, Kondisi yang Ramai Dikaitkan Ibu Tenggelamkan Bayi di Ember


Jakarta

Baru-baru ini heboh seorang ibu menenggelamkan bayinya dalam ember di Jakarta Selatan. Peristiwa tersebut viral melalui unggahan video di media sosial.

Dalam video yang beredar, awalnya anak korban dibawa ke dalam kamar mandi. Di sana sudah ada sebuah ember yang berisikan air. Tak lama kemudian, bayi tersebut dimasukkan dan ditenggelamkan oleh pelaku, yang diduga ibunya sendiri, ke dalam ember tersebut. Bayi tersebut tampak menangis dan kesulitan bernapas.

Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) turun tangan menginvestigasi kasus ibu yang menenggelamkan bayi dalam ember di Jakarta Selatan. Komnas PA telah menemui ibu tersebut dan menyatakan yang bersangkutan mengalami child blues syndrome.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita monitor ke sana itu kemarin hari Jumat malam. Jadi itu kemarin kita sudah datang ke sana ketemu ibunya. Ibunya itu namanya ibu si bayi itu dah ketemu, terus kita tanya-tanya memang dia mengalami sindrom child blues dan ada sedikit depresi pada saat diagnosa awal ya,” kata Pjs Ketua Umum Komnas PA Lia Latifah, saat dihubungi wartawan, Senin (16/10/2023).

Child blues adalah kondisi yang biasanya dialami oleh ibu baru melahirkan. Kondisi ini berkaitan dengan psikis ibu setelah melahirkan yang mengalami berbagai macam perubahan.

Sekitar 80 persen ibu pasca melahirkan mengalami child blues, yang mengacu pada periode singkat setelah melahirkan yang dipenuhi dengan kesedihan, kecemasan, stres, dan perubahan suasana hati. Itu berarti 4 dari 5 ibu baru melaporkan mengalaminya. Child blues juga biasanya menyerang dalam beberapa hari setelah melahirkan.

Sampai saat ini dokter tak dapat menentukan secara pasti apa penyebabnya. Namun diduga terkait dengan perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan dan setelah bayi lahir. Perubahan hormonal ini dapat menghasilkan perubahan kimiawi di otak yang mengakibatkan depresi.

Selain itu, banyaknya penyesuaian yang terjadi setelah kelahiran bayi, serta gangguan tidur, gangguan rutinitas, dan emosi dari pengalaman melahirkan itu sendiri, semuanya dapat berkontribusi pada perasaan seorang ibu baru.

Simak Video “Psikolog Sebut Child Blues Tak Hanya Dialami Ibu Baru Saja
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

Heboh Dikaitkan ‘Breaking Information’ Ridwan Kamil, Ini Alasan Kamu Wajib Me Time

Jakarta

Heboh Ridwan Kamil menyampaikan ‘breaking information’ seiring akhir masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018-2023. Rupanya, breaking information yang dimaksud tak lain ia ingin beristirahat dengan melakukan ‘me time’ setelah 10 tahun menjabat.

“Saya mau me time. Saya teh mau pergi jauh keliling dunia mulai pekan depan. 10 tahun tidak ada me time kecuali curi-curi waktu sedikit saat kedinasan ke luar wilayah. Mau recharge badan dan pikiran,” tuturnya dalam akun Instagram pribadi @ridwankamil, Kamis (7/9/2023).

Istilah ‘me time’ tak asing lagi di telinga masyarakat. Konsep ini kerap diartikan sebagai momen seseorang untuk menikmati waktu kesendiriannya, misalnya dengan rehat atau melakukan hal-hal yang disukainya. Seringkali, istilah ini dikaitkan dengan sikap menyayangi diri sendiri (self love), lantaran orang yang melakukan me time memberikan waktu untuk dirinya sendiri melakukan hal yang diinginkan.

Nggak Pernah ‘Me Time’, Ternyata Bisa Begini Efeknya

Dokter spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ menjelaskan, manfaat me time sebenarnya besar sekali, terutama untuk orang-orang yang sehari-harinya disibukkan dengan pekerjaan berat, atau kerap menghadapi masalah yang serius dan rumit. Dengan me time, seseorang bisa memiliki waktu untuk mengasihi, meyangai, dan mengapresiasi diri sendiri.

Jika seseorang tidak pernah memiliki waktu untuk diri sendiri, dr Lahargo khawatir, dampak yang bisa timbul yakni kondisi burnout atau kelelahan secara fisik dan psychological.

“Burnout itu adalah kelelahan fisik dan psychological itu merupakan suatu dampak dari kejenuhan dengan sesuatu yang sifatnya monotone, terus-menerus dengan load pekerjaan atau pemikiran yang berat tanpa ada waktu untuk istirahat santai atau yang kita kenal dengan waktu untuk me time,” terangnya kepada detikcom, Kamis (7/9/2023).

“Burnout bisa berdampak kepada kondisi kesehatan psychological yang terganggu seperti misalnya gangguan anxietas, depresi, itu bisa muncul kalau keseimbangan antara waktu kerja dan waktu untuk sendiri tidak seimbang, atau work life balance-nya terganggu,” pungkas dr Lahargo.

Simak Video “Ridwan Kamil Tak Setuju Poligami Jadi Solusi untuk Cegah HIV/AIDS
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

Dikaitkan Kasus Oklin Fia, Psikolog Bicara Alasan Seseorang Doyan Cari ‘Sensasi’


Jakarta

Oklin Fia, selebgram asal Medan kelahiran 2002 memiliki ratusan ribu followers. Dalam akun media sosialnya, Oklin kerap membagikan konten dirinya sedang berolahraga dengan berpakaian seksi. Dari awal, Oklin telah mendapat hujatan lantaran gayanya tidak mencerminkan perilaku perempuan berhijab pada umumnya.

Beberapa hari lalu, Oklin membuat konten re-create yang menunjukkan dirinya menunduk, menjilat es krim di depan pria dengan gaya sensual. Oklin dibanjiri komentar negatif karena dinilai melakukan aksi tidak senonoh dan melecehkan agama. Konten tersebut viral hingga dilaporkan oleh Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) atas dasar melanggar kesusilaan.

Setelah viral kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian, Oklin baru membeberkan alasan di balik aksi tersebut dan meminta maaf kepada publik. Oklin tidak sekali ini saja membuat konten berbau mesum di akun media sosialnya.

Dia pernah memamerkan dirinya memakan pisang dengan gaya sensual, yaitu mengulum dulu dengan memasukkan perlahan ke dalam mulut hingga sebagian lalu mengeluarkan lagi dan baru menggigit pisangnya.

Masih banyak sensasi lain yang dibuatnya demi sebuah konten. Mengapa seseorang suka mencari sensasi? Psikolog klinis Veronica Adesla M Psi menjelaskan kemungkinan di balik fenomena tersebut.

“Media sosial itu kan semakin banyak yang nge-like, semakin banyak yang comply with itu kan seakan-akan diasosiasikan dengan keberhargaan diri atau Self Price. Dia jadi merasa semakin percaya diri, nilainya semakin tinggi. Semakin dia populer semakin dia merasa positif tentang dirinya,” jelas Veronica saat diwawancarai detikcom, Minggu (27/8/2023).

Terkait hal itu, Veronica menambahkan bahwa perasaan tersebut sebenarnya belum tentu sehat karena kemungkinan menandakan addict atau kecanduan untuk terus mendapatkan followers dan likes yang tinggi, dengan membuat berbagai macam konten tanpa memikirkan dampaknya.

“Nah, perasaan ini sebenarnya apakah memang sehat gitu ya ketika keberhargaan diri atau kepercayaan diri ataupun nilai diri dikaitkan dengan hal demikian. Belum tentu sehat karena kemungkinan menjadi addict untuk terus mendapatkan followers maupun likes yang tinggi dengan membuat berbagai macam konten yang bisa membuat reaksi demikian. Misalnya, likes kurang atau followers nya pada pergi atau engga ada yang liat, dia kan akan merasa kecil, sedih, merasa seperti tidak berharga,” tambah Veronica.

“Padahal penempatan harga diri, kepercayaan diri, nilai diri itu bukan pada hal-hal yang sifatnya semu. Sebenarnya penilaian terhadap diri kita, keberhargaan diri kita lebih kepada yang bersifat permanen, yaitu penilaian diri dari diri kita sendiri. Bagaimana kita menilai diri kita. Apakah kita bangga dengan diri kita. Apakah kita merasa bahwa kita sayang dengan diri kita dan apakah kita juga merasa diri kita ini bernilai dan berharga apa adanya,” pungkasnya.

Simak Video “Psikolog Beri Ideas Mengubah Pribadi Buruk Anak
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Dikaitkan Kasus Ibu-Anak di Bukittinggi, Apa Itu Inses dan Risikonya?

Jakarta

Heboh kasus inses antara ibu dan anak di Bukittinggi, Sumatera Barat. Menurut Wali Kota Bukittinggi Erman Safar, hubungan seksual sedarah itu sudah berlangsung cukup lama yakni sejak anak masih SMA.

“Anak kita, dari usia SMA. Dia dari SMA sampai usia 28 tahun berhubungan badan dengan ibu kandungnya,” kata Erman Safar dalam pertemuan Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Anak yang berlangsung di rumah dinas Wali Kota Bukittinggi, Rabu (22/6/2023) dikutip dari detikSumut.

Hubungan seksual sedarah tersebut berlangsung sejak lama saat suami dari ibu atau ayah kandung dari anak berada di dalam rumah.

“Bapaknya ada. Ada bapaknya dirumah. Satu rumah. Coba bayangin, dunia sudah tua,” katanya lagi.

“Dia sekarang sedang kami karantina,” sambungnya.

Sebenarnya Inses Itu Apa Sih?

Dikutip dari Psychology Dictionary, inses adalah aktivitas seksual antara orang-orang yang memiliki hubungan darah dengan keluarga. Hubungan seksual sedarah merupakan hal yang tabu bagi sebagian besar masyarakat.

Secara norma, tindakan ini dinilai tidak bisa dibenarkan, terlebih jika dilakukan secara paksaan. Pada beberapa negara, hubungan sedarah bahkan bisa dijatuhi hukuman. Sedangkan, menurut medis, melakukan hubungan sedarah bisa meningkatkan risiko jika kepada anak yang dilahirkan jika sampai menikah.

Faktor Seseorang Melakukan Hubungan Seksual Sedarah

Dikutip dari Nationwide Library of Medication, hubungan keluarga yang terganggu menghasilkan seseorang melakukan hubungan seksual sedarah. Tak hanya itu, kurangnya aktivitas seksual yang dilakukan bersama suami/istri juga menjadi faktor umum seseorang melakukan hubungan seksual.

Tidak menutup kemungkinan anak yang sedang dalam perkembangan menuju remaja menjadi sasaran pelampiasan nafsu birahi. Selain itu, inses juga bisa terjadi karena saling suka, saling cinta, dan adanya sifat paksaan.

Bahaya Melakukan Hubungan Seksual Sedarah

Melakukan seks antara dua anggota keluarga bisa mengakibatkan kehamilan. Jika hal tersebut terjadi, konsekuensinya bagi bayi sangat besar. Inses sangat berbahaya dalam beberapa hal, termasuk genetik. Ketika dua orang yang memiliki hubungan darah melakukan seks, dan wanita hamil, meningkatkan risiko kelainan gen resesif.

Dikutip dari Thought Co, anak dari hubungan inses memiliki beberapa dampak negatif:

  • Mengurangi kesuburan
  • Fungsi kekebalan tubuh menurun
  • Peningkatan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular
  • Peningkatan risiko kelainan genetik
  • Tubuh anak lebih kecil daripada anak lainnya

Simak Video “Seputar Proses Pemakaman Fajri yang Gunakan Forklift dan Katrol
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)