Tag: Durasi

Nggak Perlu Obat Kuat, 8 Cara Alami Ini Sukses Perpanjang Durasi Ereksi

Jakarta

Ereksi loyo merupakan masalah yang cukup sering dialami pria. Terlebih, hal ini dapat disebabkan berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan, masalah hubungan, atau hal lain yang harus diperhatikan.

Untuk itu, ereksi yang kuat dapat diperoleh dengan memperhatikan kebiasaan pola makan, olahraga, serta komunikasi dengan pasangan.

Dikutip dari Healthline dan Medical Information Right now, berikut adalah 8 suggestions untuk menguatkan ereksi tanpa obat-obatan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Buka Obrolan dengan Pasangan

Berbicara dengan pasangan adalah satu-satunya cara untuk mengomunikasikan apa yang seseorang rasakan dan alami. Gunakan waktu ini untuk berdiskusi terbuka tentang kecemasan, ketidakpuasan, atau bahkan kebosanan yang mungkin terjadi dalam kehidupan seks saat ini.

Pasalnya, faktor emosional dan psikologis dapat mempengaruhi performa seksual. Jika tidak ada kondisi kesehatan fisik yang mendasari pengaruh fungsi ereksi, faktor psychological dan emosional mungkin menjadi penyebabnya.

Berbicara dengan pasangan tentang masalah apa pun dapat membantu meningkatkan fungsi ereksi dan meringankan stres yang dialami seseorang.

2. Mencoba Hal Baru

Cobalah hal-hal baru dengan pasangan. Faktanya, untuk mendapatkan kepuasan seksual, penetrasi tidak perlu terjadi. Eksplorasi pendekatan baru terhadap seks dapat mempengaruhi ereksi secara positif.

Sebagai contoh, berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu menguatkan ereksi seseorang:

  • Mencoba posisi-posisi baru
  • Melakukan role-play
  • Menjelajahi zona sensitif seksual tubuh lainnya, seperti telinga, leher, dan paha bagian dalam
  • Jangan terlalu berfokus pada performa, tetapi pada sensasi yang menyenangkan

3. Santap Makanan Bergizi

Makanlah lebih banyak buah, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Nutrisi dalam makanan-makanan tersebut membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh termasuk penis.

Pasalnya, aliran darah ke penis yang lancar adalah kunci untuk ereksi yang sehat dan konsisten.

Berikut adalah beberapa makanan yang baik untuk dikonsumsi:

  • Buah yang tinggi antioksidan dan antosianin, seperti bluberi
  • Makanan yang sarat vitamin B12, seperti tempe
  • Makanan dengan L-arginin, seperti oatmeal

4. Konsumsi Kafein

Hal ini adalah kabar baik untuk pecinta kopi dan teh. Faktanya, suatu tinjauan tahun 2005 menunjukkan bahwa kafein dapat meningkatkan aliran darah dan merilekskan otot. Hal ini membantu pria untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Cobalah untuk meminum kopi hitam, teh tanpa pemanis, dan minuman berkafein tanpa pemanis.

5. Tidur Cukup dan Berkualitas

Tidak mendapatkan tidur yang cukup, terutama jika mengalami sleep apnea dan gangguan tidur lainnya, telah dikaitkan dengan meningkatnya risiko disfungsi ereksi.

Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan bahwa kekurangan tidur juga dapat membuat seseorang lebih mungkin memiliki plak di arteri, atau aterosklerosis.

Hal ini dapat mempengaruhi sirkulasi, dan pada masanya membuat seseorang lebih sulit mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Memastikan kualitas tidur yang baik dapat membantu mengurangi kemungkinan disfungsi ereksi dan meningkatkan fungsi seksual. Seseorang dapat meningkatkan kualitas tidurnya dengan menjaga jadwal tidur tetap konsisten, membuat lingkungan tidur yang gelap, tenang, dan pada suhu yang nyaman, serta menghindari penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur.

6. Kurangi Stres

Stres melepaskan kortisol, hormon yang membantu mengatur tekanan darah dan sistem peredaran darah. Kadar kortisol yang tinggi dapat mengganggu produksi testosteron, yang sangat penting untuk menjaga libido, produksi sperma, dan fungsi seksual secara keseluruhan.

Stres kronis dapat memengaruhi sistem reproduksi pria dan dapat menyebabkan:

  • Perubahan dalam produksi testosteron, yang menyebabkan penurunan dorongan atau hasrat seks
  • Disfungsi ereksi

Berikut adalah cara untuk mengelola dan mengurangi stres yang dapat membantu meningkatkan fungsi ereksi:

  • Melakukan aktivitas fisik secara teratur
  • Mendapatkan kualitas tidur yang baik setiap malam
  • Mencoba teknik relaksasi dan mindfulness
  • Menulis jurnal
  • Mendengarkan audio dan dapat membuat hati gembira

7. Kurangi Merokok!

Nikotin dan bahan kimia lainnya dalam vaporizer, rokok, cerutu, dan produk lainnya dapat merusak pembuluh darah dan mengurangi keefektifan oksida nitrat.

Adapun oksida nitrat membuka pembuluh darah sehingga darah dapat mengalir dengan lebih mudah saat ereksi. Merusak keefektifannya dapat membuat pria lebih sulit untuk mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Semakin dini seseorang berhenti, semakin rendah risiko dirinya mengidap disfungsi ereksi secara keseluruhan.

8. Olahraga Ringan

Penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa ketidakaktifan fisik dapat berdampak negatif pada fungsi ereksi.

Hanya dengan berolahraga selama 20 menit per hari dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu manajemen berat badan, yakni dua faktor kunci dalam kesehatan ereksi secara keseluruhan.

Luangkan waktu untuk berjalan kaki atau jogging, atau lakukan gerakan-gerakan berikut ini:

  • Plank
  • Push-up
  • Sit-up
  • Squat
  • Burpees

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Pasutri Merapat! 5 Suggestions Foreplay Biar Durasi Bercinta Bisa Tahan Lama

Jakarta

Seringkali, pasutri cenderung terburu-buru menjelang momen bercinta. Padahal, ada baiknya sebelum penetrasi, foreplay dilakukan dengan penuh kesabaran. Pasalnya, pemanasan yang hebat bisa membawa perbedaan besar dalam kehidupan seks yang lebih berkualitas.

Bahkan foreplay dapat meningkatkan kemungkinan suami dan istri sama-sama mencapai orgasme. Dikutip dari Enterprise Insider, untuk memperoleh durasi bercinta yang lebih panjang dan berkualitas, berikut beberapa ideas foreplay yang bisa dilakukan pasutri:

1. Perbanyak waktu foreplay

Sebagian besar orang cenderung lebih sedikit menghabiskan waktu foreplay dan terburu-buru untuk segera berhubungan seks. Padahal menurut sebuah studi pada 2004, baik pria maupun wanita menginginkan durasi foreplay yang lebih lama.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alih-alih langsung menuju zona seksual, luangkan waktu untuk benar-benar fokus memberi dan menerima jenis sentuhan serta rangsangan secara bergantian.

2. Mulai dengan ciuman dan belaian

Luangkan lebih banyak waktu untuk saling mencium dan membelai satu sama lain. Perhatikan penampilan pasangan, aroma, dan cobalah berfokus pada sensasi sentuhan.

Setelah sepuluh menit berciuman dan bersentuhan, lanjutkan dengan foreplay yang lainnya.

3. Percaya diri

Jika seseorang cukup percaya diri, kemungkinan besar suami-istri akan sama-sama merasa lebih seksi. Dengan begitu, pasangan lebih bergairah dan menikmati pemanasan sebelum bercinta.

Mengenakan pakaian yang bisa membangkitkan hasrat seksual juga sangat membantu. Selain itu bukalah pakaian satu persatu dengan perlahan untuk momen foreplay yang terbaik.

4. Bangun ‘temper’

Cobalah untuk menciptakan nuansa erotis di kamar tidur. Pastikan bebas dari kekacauan dan gunakan pencahayaan yang sesuai dengan keinginan pasutri.

Selain itu, memutar musik juga bisa dipertimbangkan untuk mengatur suasana hati.

5. Berbagi fantasi dengan pasangan

Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan gairah yakni dengan berbagi fantasi bersama pasangan. Mintalah pasangan untuk menjelaskan satu demi satu fantasi terbesarnya, begitupun sebaliknya.

Penting diingat, tidak ada yang benar atau salah dalam hal dunia fantasi. Komunikasi yang terbuka tentang fantasi seks akan meningkatkan hasrat pasangan, bahkan bisa mengarah ke permainan peran untuk mewujudkan fantasi.

Simak Video “Kenali Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan untuk Pasutri
[Gambas:Video 20detik]
(Nala Andrianingsih/vyp)

Durasi Bercinta Sebaiknya Tidak Terlalu Lama, Begini Penjelasan Medisnya

Jakarta

Banyak orang mengira semakin lama durasi bercinta, semakin besar juga kenikmatan yang dirasakan oleh pasutri. Padahal nyatanya, durasi bercinta yang terlalu lama justru tidak dianjurkan lho. Kenapa?

Seringkali pasutri beranggapan, jika aktivitas seksual berlangsung singkat dan cepat, ada kemungkinan stamina suami atau istri loyo. Namun sebaliknya, hubungan seksual yang berlangsung terlalu lama justru bisa memicu sejumlah masalah kesehatan.

Dikutip dari Healthshot, seorang terapis seks mengatakan bahwa durasi waktu seks vaginal sebaiknya 7-15 menit untuk memberikan hasil maksimal yang diinginkan dan mencapai orgasme.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria biasanya ejakulasi setelah 5-10 menit berhubungan seks. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Drugs, mengklaim bahwa seks yang berlangsung 3-13 menit adalah regular. Tiga hingga tujuh menit jadi waktu standar dan seks yang berlangsung tujuh hingga tiga belas menit itu biasanya durasi yang diinginkan.

Terlepas dari durasi hubungan seksual, seks yang baik adalah seks yang dinikmati kedua pihak.

Untuk melakukan hubungan seks yang baik, penting untuk pasangan memahami selera dan kenyamanan satu sama lain. Beri waktu, jelaskan satu sama lain apa yang disukai dan tidak. Perbanyak sentuhan yang membuat nyaman.

Kenikmatan sama pentingnya dengan komunikasi. Mengekspresikan emosi selama bercinta akan membantu pasangan untuk memahami lebih banyak tentang apa yang istri atau suami sukai.

Bisa lakukan beberapa hal untuk meningkatkan durasi saat bercinta.

1. Pelan-pelan

Ingat, lakukan secara perlahan bukan dengan kasar dan terburu-buru. Hal ini bisa meningkatkan kemungkinan orgasme.

2. Bangun stamina

Kalau ingin seks yang bertahan lebih lama, pasutri harus memiliki energi untuk itu. Coba olahraga kegel yang melatih otot-otot panggul dan konsumsi makanan bernutrisi.

3. Diskusi

Ini adalah cara yang baik yang tidak hanya membuat seks lebih lama, sekaligus meningkatkan kualitasnya. Eksplorasi posisi seks juga bisa dilakukan untuk menambah kenikmatan.

NEXT: Apa yang terjadi kalau berhubungan seksual terlalu lama?

Bikin Penasaran, Ternyata Segini Durasi Regular Ereksi Bertahan Lama


Jakarta

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya berapa lama rata-rata ereksi bisa terjadi. Sebab, waktu ereksi setiap orang berbeda-beda.

Ereksi adalah suatu fenomena fisiologis yang menandakan bahwa fungsi seksual pria dalam keadaan regular dan aktif. Ereksi dapat terjadi karena adanya rangsangan maupun tanpa rangsangan, misalnya ereksi saat bangun tidur di pagi hari.

Ereksi berperan penting dalam proses penetrasi selama berhubungan intim. Tanpa terjadinya ereksi, maka proses penetrasi pun akan terhambat atau tidak dapat dilakukan sama sekali.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lamanya durasi tergantung pada beberapa faktor termasuk durasi aktivitas seksual, obat apapun yang diminum dan juga tingkat energi yang dimiliki seorang pria. Dikutip dari HealthMatch, tanpa obat peningkat seksual rata-rata pria akan mengalami ereksi dengan durasi yang hampir sama dengan durasi hubungan seksual rata-rata.

Pada 2005, sebuah penelitian menganalisis Intravaginal Ejaculation Latency Time (IELT) pria dari berbagai negara dan menemukan bahwa IELT rata-rata adalah 5,4 menit. Namun, berapa lama rata-rata pria ereksi tetap tergantung pada durasi dan intensitas foreplay yang dilakukan.

Jadi tidak ada durasi yang ‘benar’ atau ‘salah’, sebagai aturan umum diperlukan persiapan untuk bercinta.

Namun apabila seorang pria mengalami ejakulasi dan kehilangan ereksi dalam waktu kurang dari beberapa menit secara konsisten, kemungkinan pria ini mengalami ejakulasi dini. Di sisi lain, apabila penis tidak mengalami ereksi bahkan dengan kontak seksual yang lama, kemungkinan seseorang ini mengalami disfungsi ereksi.

Sementara itu jika mengalami ereksi yang tidak nyaman atau menyakitkan dan berlangsung selama berjam-jam, kemungkinan mengalami priapisme.

Faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi kemampuan pria mempertahankan ereksi yakni diabetes, kebiasaan merokok, stres, merasa tidak nyaman, kelelahan, trauma, tingginya kadar alkohol, serta obat-obatan tertentu seperti antidepresan.

Simak Video “ Suggestions Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Diri
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Tak Harus Semalaman, Ini Durasi Seks yang Excellent Menurut Survei

Jakarta

Berhubungan intim merupakan aktivitas yang menyenangkan. Namun, tak jarang seseorang merasa cemas lantaran memikirkan apakah mereka cukup memuaskan pasangan. Lantas, salah satu pertanyaan yang muncul adalah berapa lama durasi seks yang splendid.

Pada dasarnya, tidak ada waktu yang pasti akan berapa lama seks yang splendid. Pasalnya, hal ini dapat sangat bervariasi tergantung pada preferensi dan berbagai faktor lain, seperti apa yang seseorang anggap sebagai seks dan ekspektasi individu.

Meskipun demikian, rata-rata durasi seks yang wajar mungkin berlangsung lebih singkat dari apa yang dipikirkan seseorang. Lalu, berapa lama sih durasi idealnya?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Durasi Rata-rata

Dikutip dari Healthline, menurut survei anggota Society for Intercourse Remedy and Analysis tahun 2005, seks vaginal (hubungan seks antara Mr P dan Miss V) biasanya berlangsung selama 3 hingga 7 menit.

Menurut survey tersebut, seks vaginal yang berlangsung selama 1 hingga 2 menit dianggap ‘terlalu singkat’. Sedangkan seks vaginal yang berlangsung selama 10 hingga 30 menit dianggap ‘terlalu lama’.

Jadi, berapa lama seks vaginal yang wajar? Menurut para terapis seks yang disurvei, 7 hingga 13 menit adalah waktu yang ‘splendid’ atau ‘diinginkan’.

Penting untuk dicatat bahwa angka-angka ini hanya berlaku untuk hubungan seks vaginal, tidak memperhitungkan hal-hal seperti foreplay, dan tidak mewakilki jenis hubungan seks lainnya.

Apa yang dapat memengaruhi berapa lama seks berlangsung?

Dikutip dari Medical Information In the present day, beberapa faktor dapat berkontribusi dalam durasi seks, seperti:

Apa yang dianggap sebagai seks

Beberapa orang mendefinisikan setiap kontak yang merangsang secara seksual sebagai seks. Secara keseluruhan, orang dengan definisi yang lebih luas mungkin menganggap hubungan seks mereka berlangsung lebih lama.

Praktik, tujuan, dan norma seksual

Tujuan seks, seperti satu kali orgasme untuk setiap pasangan, dapat mempengaruhi durasi.

Kendala eksternal

Sebagai contoh, orang tua baru mungkin menyisipkan sesi seks singkat ketika bayi sedang tidur siang.

Fungsi seksual dan kesehatan secara keseluruhan

Rasa sakit saat atau setelah berhubungan seks dan ejakulasi dini adalah beberapa contoh masalah yang dapat membatasi durasi hubungan seks.

Usia

Durasi dapat berkurang seiring bertambahnya usia karena faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan dan stamina.

Preferensi Juga Penting

Seks haruslah menyenangkan di atas segalanya, dan ini tergantung pada preferensi pribadi.

Beberapa orang menginginkan hubungan yang panjang dan sensual, sementara yang lain menginginkan sesuatu yang cepat dan agresif.

Kuncinya adalah bahwa seseorang melakukan hubungan seks yang memuaskan dan bukan sekadar mengejar waktu.

Simak Video “Mayoritas Wanita Korsel Anggap Menikah-Punya Anak ‘Tidak Penting’
[Gambas:Video 20detik]
(Syifaa F. Izzati/kna)

Ternyata Segini Durasi ‘Regular’ Bercinta demi Mencapai Klimaks


Jakarta

Survei anggota Society for Intercourse Remedy and Analysis mengungkap durasi ‘regular’ berhubungan seks biasanya berlangsung selama tiga sampai tujuh menit. Hubungan seks satu hingga dua menit tergolong terlalu singkat sedangkan durasi seks 10 sampai 30 menit dianggap terlalu lama.

Dikutip dari Healthline, durasi tersebut terhitung dari mulainya berhubungan seks, di luar sesi foreplay. Sementara, menurut jajak pendapat X yang dikutip dari GQ, pada 2.380 responden, sebanyak 61 persen melakukan hubungan seks yang berlangsung sekitar 5 sampai 10 menit, di luar foreplay. Kemudian 26 persen mengatakan sesi bercinta mereka bisa bertahan lebih dari 11 menit.

Sejumlah responden menyebut kunci dari durasi yang diinginkan adalah komunikasi antarpasangan. Hal ini penting demi membuat hubungan seks menyenangkan. Sebagian orang menginginkan hubungan seks dengan durasi lama juga sensual, sementara yang lain ingin bercinta secara cepat dan agresif. Kuncinya adalah memprioritaskan kepuasan pasangan saat berhubungan daripada memperhitungkan durasi bercinta.

Meskipun demikian terdapat beberapa faktor biologis yang mempengaruhi durasi berlangsungnya aktivitas seksual. Mulai dari umur, bentuk penis hingga disfungsi seksual.

Sentuhan di space tertentu dan posisi bercinta yang dapat memicu klimaks bisa membantu lebih cepat mencapai orgasme. Intinya ekspektasi masing-masing pasangan dan keinginan bersama mempengaruhi berapa lama seks dapat bertahan.

Simak Video “Pamer Physique Depend di Medsos, Kok Bangga?
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Bapak-bapak Merapat! Ternyata Segini Durasi Bercinta yang Didambakan Wanita


Jakarta

Banyak wanita memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk bisa mencapai puncak kenikmatannya di kala bercinta. Walhasil jika ingin memaksimalkan sensasi nikmat pada wanita, penting untuk pasutri memperhatikan durasi bercinta.

Tak jarang muncul pertanyaan, berapa lama sih durasi hubungan seksual yang perfect? Sebab seringkali beredar narasi, lamanya durasi hubungan seksual memiliki peran penting dalam mencapai tingkat kepuasan yang maksimal.

Dikutip dari Occasions of India, sebuah studi telah dilakukan pada 4.000 partisipan pria dan wanita di Amerika dan Inggris guna mengamati kebiasaan seksual dalam masyarakat. Partisipan dalam studi ini berusia antara 18 hingga 35 tahun. Studi ini bertujuan untuk mengungkap berapa durasi hubungan seks yang didambakan oleh pria dan wanita.

Hasil studi ini cukup menarik. Ternyata, wanita cenderung mendambakan hubungan seks berlangsung sedikit lebih lama daripada yang didambakan oleh pasangan pria mereka. Rata-rata durasi yang dianggap perfect oleh wanita adalah sekitar 25 menit 51 detik. Menariknya, pria yang menjadi bagian dari studi ini memiliki pandangan yang hampir serupa dengan rata-rata waktu yang diharapkan, yaitu 25 menit 43 detik.

Namun, saat ditelusuri lebih lanjut, terdapat perbedaan antara harapan dan kenyataan. Wanita yang terlibat dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa pasangan mereka cenderung tidak mampu bertahan lama di ranjang. Mayoritas wanita mengaku, pasangan mereka hanya mampu bertahan selama 11 hingga 14 menit dalam setiap sesi bercinta.

Di samping itu, pria melaporkan bahwa seiring bertambahnya usia dan pengalaman seksual, mereka cenderung mampu bertahan lebih lama di ranjang. Hal ini menunjukkan bahwa latihan dan pengalaman seksual memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan ketahanan serta performa seksual pada pria.

Selain mengungkapkan tentang durasi hubungan seksual, studi ini juga menyoroti perbedaan dalam gairah seksual antara pria dan wanita berdasarkan waktu. Wanita cenderung mengalami penurunan gairah seksual saat beraktivitas intim di malam hari. Mayoritas wanita dalam studi ini menyebut, mereka gairah seksual mereka lebih meletup-letup saat pagi hari.

Dengan demikian, studi ini memberikan pandangan menarik tentang perbedaan antara harapan dan kenyataan terkait durasi hubungan seksual yang diinginkan oleh wanita. Sekaligus, studi ini menyinggung pengalaman dan latihan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hubungan seksual pada pria.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa durasi seks ‘dambaan’ setiap orang bisa berbeda. Setiap pasangan suami istri pasti memiliki variasi yang unik untuk mencapai tingkat kepuasan. Studi ini hanya memberikan pandangan umum tentang preferensi wanita terkait durasi hubungan seks yang diharapkan.

Simak Video “Kemenkes: Kanker Leher Rahim di RI Nyaris 40 Ribu Kasus per Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Nggak Perlu Semalaman, Peneliti Ungkap Durasi Perfect Bercinta buat Pasutri

Jakarta

Durasi dalam seks memiliki variasi yang berbeda-beda. Hal ini tentu berkaitan dengan preferensi kepuasan seksual setiap pasangan dalam bercinta. Akan tetapi, peneliti telah menemukan durasi very best dan yang terlalu lama saat melakukan aktivitas seksual.

Menurut survei Society for Intercourse Remedy and Analysis, durasi regular seks vaginal biasanya berlangsung 3 hingga 7 menit. Pada kondisi lain, ketika seks berlangsung berlangsung hanya 1 hingga 2 menit dikategorikan sebagai yang “terlalu singkat”.

Kemudian, seks vaginal yang berlangsung 10 hingga 30 menit dianggap ‘terlalu lama’.

Bagi pasangan yang merasa kesulitan mempertahankan durasi saat seks, peneliti telah menemukan ‘taktik’ untuk mengoptimalkan seks agar lebih lama. Berikut cara menambah durasi seks menurut penelitian dari Nationwide Library of Drugs.

1. Teknik Memeras

Mulailah aktivitas seksual hingga merasa hampir siap untuk ejakulasi. Kemudian, mintalah pasangan untuk meremas ujung penis, pada titik di mana kepala (kelenjar) bergabung dengan batangnya. Tahan pemerasan selama beberapa detik. Dorongan untuk ejakulasi akan mundur. Teknik ini dapat dilakukan beberapa kali dalam satu sesi.

2. Metode Cease-Begin

Metode stop-start dapat dilatih dengan pasangan atau saat melakukan masturbasi. Saat melakukan masturbasi dan merasa akan segera ‘datang’, berhentilah sampai keinginan untuk ejakulasi berlalu. Kemudian lanjutkan merangsang diri sendiri. Teknik ini seiring waktu akan mampu memperpanjang hubungan seksual.

3. Latihan Dasar Panggul

Latihan dasar panggul (Kegels) membantu memperkuat otot-otot dasar panggul yang mengontrol ejakulasi. Untuk mengidentifikasi otot dasar panggul, hentikan buang air kecil di tengah jalan. Untuk berlatih teknik ini, kencangkan otot dasar panggul, tahan kontraksi selama tiga detik, lalu kendurkan selama tiga detik dan ulangi.

Simak Video “Cerita Tika Panggabean Jalani Puasa Intermiten Hampir 10 Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Nggak Harus Berjam-jam, Segini Durasi yang Very best untuk Berhubungan Seks

Jakarta

Salah satu mitos yang diyakini banyak orang adalah semakin lama durasi bercinta, maka semakin tinggi pula ‘kepuasan’ yang didapat. Tak hanya itu, banyak yang mengira orang yang mampu berhubungan intim untuk waktu yang lama memiliki performa dan teknik seks yang andal.

Tapi apakah benar demikian?

Dikutip dari Males’s Well being, lama bercinta ternyata tidak selalu memberikan kepuasan maksimal. Sebuah studi yang dilakukan pada 500 pasangan heteroseksual menemukan durasi dan kepuasan bercinta bagi setiap orang berbeda-beda.

“Durasi bercinta yang superb tergantung pada berbagai faktor yang berlaku saat itu, misalnya tingkat energi, waktu yang dimiliki untuk berhubungan seks, tujuan seks, dan tingkat kepuasan seksual dalam hubungan yang dijalin,” ungkap seksolog klinis Lucy Rowett, dikutip dari Males’s Well being, Jumat (21/7/2023).

Lantas, berapa lama durasi bercinta yang superb?

Dalam studi yang dilakukan pada 2008, terapis seks mengkategorikan durasi bercinta, berdasarkan lama hubungan vaginal, sebagai berikut:

1. 1-2 menit: ‘Terlalu sebentar’

2. 3-7 menit: ‘Regular’

3. 7-13 menit: ‘Very best’

4. 10-30 menit: ‘Terlalu lama’

Di sisi lain, terapis seks sekaligus psikoterapis dr Lee Phillips, EdD, menuturkan durasi bercinta yang superb setiap orang bisa saja berubah tergantung situasi.

“Jika hubungan singkat, itu bisa saja berlangsung selama 15 menit. Tapi jika itu adalah malam yang romantis bersama pasangan, kamu mungkin akan melakukannya secara perlahan, membuka botol anggur, kemudian melakukan foreplay, lalu baru penetrasi,” ujarnya.

Dia juga mengatakan seks tidak harus diukur dari durasinya. Selama pria dan wanita mendapat kepuasan, maka seks yang dilakukan sudah bisa dibilang ‘superb’.

“Seks itu tentang fleksibilitas dan kepuasan, bukan soal seberapa lama kamu bisa bertahan,” pungkasnya.

Simak Video “Populasi Menurun dalam 60 Tahun, Generasi Muda China Enggan Berkeluarga
[Gambas:Video 20detik]
(ath/kna)