Tag: Inggris

Lebih dari 1.500 Warga Inggris Terinfeksi Norovirus, Alami Demam hingga Muntah

Jakarta

Inggris mengalami lonjakan kasus Norovirus yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Berdasarkan laporan dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA), hingga 26 November tercatat ada sekitar 1.653 warga Inggris yang terjangkit Norovirus. Jumlah pasien yang dirawat akibat infeksi virus itu pun semakin bertambah menjelang Hari Natal.

Norovirus adalah jenis virus yang menjadi salah satu penyebab muntaber. Penyakit ini sangat umum terjadi dan dapat menular dengan sangat cepat.

UKHSA menjelaskan lonjakan Norovirus yang terjadi di Inggris tak lepas dari rangkaian competition yang digelar masyarakat dalam menyambut Hari Natal dan Tahun Baru. Menurut para pakar, acara berkumpul seperti itu dapat meningkatkan risiko penyebaran Norovirus.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut, mereka yang terjangkit virus tersebut berisiko menularkan ke anggota keluarga di rumah. Pasalnya, orang-orang sering menghabiskan banyak waktu bersama keluarga di rumah selama musim dingin. Terlebih, sistem imun tubuh cenderung mengalami penurunan selama musim dingin. Faktor-faktor tersebut yang berkontribusi terhadap lonjakan kasus Norovirus di Inggris.

Gejala Norovirus

Gejala infeksi norovirus biasanya muncul dalam waktu 12 hingga 48 jam setelah terinfeksi. Adapun beberapa gejala infeksi Norovirus di antaranya:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri tubuh
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Sakit perut

Gejala Norovirus umumnya bisa bertahan selama beberapa hari. Tapi jika gejala seperti demam atau diare bertahan hingga waktu yang lebih lama, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan.

Cara Mencegah Penyebaran Norovirus

Penyebaran Norovirus dapat dicegah dengan melakukan beberapa upaya, seperti:

  • Menghindari keluar rumah jika sedang atau baru sembuh dari penyakit
  • Tidak melakukan kontak dengan makanan atau medium lain yang bisa menyebarkan virus
  • Rutin mencuci pakaian atau alas tidur dengan deterjen dan air di suhu 60 derajat celcius
  • Bersihkan permukaan yang mungkin terkontaminasi dengan disinfektan
  • Hindari konsumsi makanan yang dapat menyebabkan masalah pencernaan, seperti makanan pedas, gorengan, atau produk olahan susu

Simak Video “Muncul Varian Baru Virus Covid-19 Bernama Eris
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

Susul China, Kini Inggris Ikut Laporkan Wabah Pneumonia


Jakarta

Menyusul merebaknya penyakit pernapasan pneumonia ‘misterius’ di China, kini Inggris melaporkan temuan kasus serupa. Public Well being Wales (PHW) melaporkan saat ini tercatat ada 12 kasus pneumonia teridentifikasi di Inggris.

Sama seperti wabah yang terjadi di China, kasus pneumonia tersebut juga disebabkan oleh bakteri Mycoplasma pneumoniae.

Wabah pneumonia tersebut paling banyak menyerang kelompok anak-anak. PHW melaporkan sampai saat ini, tercatat sudah ada 49 orang anak di Wales yang jatuh sakit akibat infeksi paru-paru tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PHW menambahkan lonjakan kasus pneumonia juga terjadi di Amerika Serikat, dan sejumlah negara di Eropa.

“Sama seperti negara lainnya, Wales menerima sejumlah laporan tentang infeksi mycoplasma pneumoniae di tahun ini dibandingkan periode 2020 hingga 2022,” ujar juru bicara PHW, dikutip dari The Solar UK, Sabtu (2/12/2023).

Di sisi lain, UK Well being Safety Company (UKHSA) menyampaikan pihaknya saat ini melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan wabah tersebut. Ketua Pelaksana UKHSA, Profesor Dame Jenny Harries, mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan dunia internasional untuk mengumpulkan informasi mengenai wabah pneumonia yang melanda di berbagai negara.

“Kita harus terus berpikiran terbuka terkait penyebab meningkatnya kasus penyakit ini, termasuk wabah yang terjadi pada anak-anak di China,” ucapnya.

Sebagai informasi, lonjakan kasus pneumonia belakang marak terjadi di sejumlah negara. Selain China, lonjakan kasus juga terjadi di Denmark dan Belanda. Sementara di Amerika Serikat, peningkatan kasus pneumonia atau yang disebut juga dengan ‘white lung syndrome’ terjadi pertama kali di Ohio. Namun, pemerintah Ohio bersikeras bahw lonjakan kasus di wilayahnya tidak ada sangkut pautnya dengan wabah di China, melainkan disebabkan oleh patogen yang sudah ada.

Simak Video “Kemenkes Jawab Tingkat Fatalitas Pneumonia ‘Misterius’ yang Melanda China
[Gambas:Video 20detik]
(ath/vyp)

Inggris Laporkan Kasus Pertama Pressure Flu di Manusia yang Mirip Virus Babi


Jakarta

Inggris belakangan melaporkan kasus pertama manusia terinfeksi jenis flu mirip dengan virus yang saat ini beredar pada babi. Laporan di Senin (27/11/2023), menunjukkan yang bersangkutan terpapar flu jenis A(H1N2)v.

Kabar baiknya, pasien dinyatakan hanya mengalami gejala ringan dan kini sudah pulih sepenuhnya.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengatakan kasus tersebut terdeteksi sebagai bagian dari pengawasan rutin flu nasional dan sumber penularannya sejauh ini tidak diketahui.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ini pertama kalinya kami mendeteksi virus ini pada manusia di Inggris, meskipun sangat mirip dengan virus yang terdeteksi pada babi,” kata direktur insiden UKHSA Meera Chand, dikutip dari Channel Information Asia, Selasa (28/11/2023).

“Kontak dekat dari kasus ini sedang ditindaklanjuti oleh otoritas kesehatan,” demikian pernyataan otoritas kesehatan setempat.

Situasinya dipantau dengan peningkatan pengawasan di ruang operasi dan rumah sakit di North Yorkshire, sebuah wilayah di Inggris utara.

Pada 2009, pandemi flu babi pada manusia menginfeksi jutaan orang. Penyebabnya adalah virus yang mengandung materi genetik dari virus yang beredar pada babi, burung, dan manusia.

UKHSA mengatakan berdasarkan informasi awal, infeksi yang terdeteksi baru-baru ini di Inggris berbeda dari 50 atau lebih kasus pressure virus Corona pada manusia yang ditemukan di tempat lain secara international sejak 2005.

Simak Video “Wanti-Wanti Peneliti Soal Flu Babi Afrika yang Masuk ke Indonesia
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Situasi Warga Inggris, Takut Diserang Kutu Busuk Sampai Banyak yang Alami Delusi


Jakarta

Warga Paris dibuat geger dengan menyebarnya kutu busuk di tempat umum seperti transportasi umum hingga bioskop. Menyusul Paris, kini warga di London pun ikut dihantui kutu busuk, yang ditakutkan berisiko memicu sejumlah penyakit selain gatal-gatal.

Pakar kutu busuk mendesak agar masyarakat untuk tetap tenang setelah muncul laporan mengenai wabah di Paris. Sebab dalam gambar dan video yang beredar, terlihat kutu busuk ini merayap di kursi Metro, kereta api, dan bus kota. Warga Inggris pun ketar-ketir, takut akan mengalami wabah serupa.

Direktur pelaksana di Environ Pest Management, Ricky Clark, menyebut dirinya telah melihat lonjakan panggilan telepon hingga 20 persen beberapa waktu terakhir ini. Namun, hal itu disebabkan oleh meningkatnya ketakutan warga akan kutu busuk, bukan peningkatan kasus yang benar-benar terjadi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya telah melihat peningkatan dalam laporan terkait hama mengenai kutu busuk di London, namun banyak dari kasus ini sebenarnya bukan kutu busuk. Masyarakat sangat cemas akan hal tersebut,” ujarnya dikutip dari Day by day Categorical, Sabtu (14/10/2023).

“Ada video viral yang beredar (menunjukkan) kutu busuk pada seseorang di dalam tabung, dan saya langsung tahu bahwa itu bukan kutu busuk,” imbuh Clark.

Ia juga menyebut, dirinya menerima telepon dari orang-orang yang menderita parasitosis delusi, suatu kondisi kejiwaan yang menyebabkan perasaan diserang oleh parasit atau organisme seperti serangga, cacing atau kutu.

“Ketika Anda mendengar cerita-cerita ini keluar dari Paris, hal itu meningkatkan kecemasan masyarakat,” pungkas Clark.

Simak Video “Kutu Busuk Serang Paris, Ini Bahayanya Jika Digigit
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Fakta Varian Eris, Sudah Masuk ke RI dan Disebut Picu COVID di Inggris Naik Lagi

Jakarta

Kasus COVID-19 dengan infeksi varian baru bernama EG.5.1. atau varian Eris semakin menggila di Inggris. Menurut Zoe Well being Examine, kasus varian COVID-19 Eris diestimasi sudah melebihi 700 ribu kasus.

Ini membuat Eris menjadi varian paling umum kedua yang ditemui di Inggris, setelah Arcturus yang mendominasi kasus infeksi sebanyak 39,4 persen dari jumlah yang ditemukan.

Berikut fakta-fakta terbaru varian COVID-19 Eris.

1. Kasusnya Melonjak Drastis

Varian Eris pertama kali teridentifikasi pada 31 Julu 2023. Para peneliti mencatat bahwa pada 4 Juli 2023, setidaknya sudah ada 606.656 kasus varian Eris.

Namun, para ahli memperkirakan kalau lonjakan kasus varian Eris selama bulan Juli sudah hampir melampaui 200 ribu. Terbaru, jumlah kasus varian Eris di Inggris per 27 Juli 2023 diprediksikan sudah menyentuh 785.980.

2. Dipicu Fenomena ‘Barbenheimer’?

Para ahli menduga lonjakan kasus varian Eris yang sangat tajam dipicu oleh fenomena ‘Barbenheimer’. Fenomena Barbenheimer adalah ketika orang-orang menonton movie Barbie dan Oppenheimer secara berturut-turut di bioskop.

Ahli virologi dari Warwick College, Profesor Lawrence Younger, menjelaskan lonjakan kasus varian Eris bisa jadi dipicu oleh masyarakat yang berkerumun di ruang tertutup dan tidak terventilasi, seperti di ruang bioskop.

Lebih lanjut, ia mengatakan lonjakan kasus juga bisa dipicu oleh berkurangnya kekebalan pelindung vaksin booster.

“Peningkatan kasus di Inggris mungkin karena berkurangnya kekebalan pelindung, karena sudah cukup lama sejak mereka terakhir kali mendapat suntikan booster, serta meningkatnya frekuensi berkumpul di ruangan tertutup dan tidak terventilasi dengan baik,” ujarnya dikutip dari Unbiased, Senin (7/8/2023).

NEXT: Varian Eris pertama kali terdeteksi di Jakarta

Fakta-fakta Varian COVID Baru ‘Eris’, Bikin Inggris Ketar-ketir Imbas Lonjakan Kasus

Jakarta

Belum kelar dengan subvarian COVID-19 XBB, kini Inggris tengah diterpa dengan varian baru bernama ‘Eris’ atau subvarian Omicron EG.5.1. Para ahli khawatir munculnya varian baru ini dapat memicu gelombang baru COVID-19 di negara tersebut.

Hal ini dikarenakan ‘cicit’ Omicron itu menyebabkan lonjakan kasus, termasuk rawat inap di rumah sakit.

“Tingkat kasus COVID-19 terus meningkat minggu ini dibandingkan dengan laporan kami sebelumnya. 5,4 persen dari 4.396 spesimen pernapasan yang dilaporkan melalui Sistem Information Mart Pernapasan diidentifikasi sebagai COVID-19. Ini dibandingkan dengan 3,7 persen dari 4.403 dari laporan sebelumnya,” kata Badan keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dalam sebuah laporan.

‘Varian’ yang Paling Dominan Nomor 2 di Inggris

Kepala UKHSA menyebut varian ini memiliki keunggulan pertumbuhan 20,5 persen dibandingkan jenis varian maupun subvarian lainnya. Artinya, ia memiliki sifat lebih menular dibandingkan varian maupun subvarian yang tengah beredar di negara tersebut.

Berdasarkan information, subvarian Omicron itu telah menyumbang 14,6 persen kasus, menjadikannya yang paling umum kedua di Inggris setelah subvarian Omicron XBB1.16. Tingkat pertumbuhan didasarkan pada sampel pengujian positif yang dilakukan di rumah sakit.

“Arcturus Subvarian Omicron atau disebut XBB.1.16, itu adalah varian yang paling dominan, menyebabkan 39,4 persen dari semua kasus,” menurut information UKHSA.

Tengah Dipantau Ketat WHO

Varian ‘Eris’ ini telah diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant beneath monitoring (VUM) atau varian yang diawasi pada Juli. Hal ini menyusul prevalensinya yang tercatat di Inggris dan meningkatnya kasus secara internasional, khususnya di Asia.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan meski orang sudah terlindungi dengan vaksin dan infeksi yang terjadi sebelumnya, negara tetap tak boleh lengah.

WHO juga mewanti-wanti bagi orang yang berisiko tinggi, seperti lanjut usia dan komorbid, untuk memakai masker di tempat ramai, mendapat booster jika direkomendasikan, dan memastikan ventilasi udara yang memadai di dalam ruangan.

“Dan kami mendesak pemerintah untuk mempertahankan dan tidak membongkar sistem yang mereka bangun untuk COVID-19,” lanjutnya lagi.

NEXT: Gejala hingga Perlukah Khawatir?

Simak Video “Muncul Varian Baru Virus Covid-19 Bernama Eris
[Gambas:Video 20detik]

Kasusnya Meledak di Inggris, Varian COVID Baru ‘Eris’ Tengah Dipantau WHO


Jakarta

Inggris ketar-ketir lantaran tengah dihantam varian COVID-19 baru bernama ‘Eris’ atau subvarian Omicron EG.5.1. Varian tersebut memicu lonjakan kasus harian yang signifikan di Inggris, termasuk rawat inap rumah sakit. Para ahli khawatir negara tersebut mungkin akan dilanda gelombang COVID-19 baru.

“Tingkat kasus COVID-19 terus meningkat minggu ini dibandingkan dengan laporan kami sebelumnya. 5,4 persen dari 4.396 spesimen pernapasan yang dilaporkan melalui Sistem Information Mart Pernapasan diidentifikasi sebagai COVID-19. Ini dibandingkan dengan 3,7 persen dari 4.403 dari laporan sebelumnya,” kata Badan keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) dalam sebuah laporan.

Varian ‘Eris’ ini telah diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai variant beneath monitoring (VUM) atau varian yang diawasi pada Juli, setelah prevalensinya tercatat di Inggris dan meningkatnya kasus secara internasional, khususnya di Asia.

Para ahli menduga bahwa varian tersebut muncul imbas fenomena ‘Barbenheimer’, movie Barbie dan Oppenheimer yang berhasil menarik banyak perhatian masyarakat dan telah berkontribusi pada peningkatan infeksi. Selain itu, efek cuaca yang buruk belakangan juga memicu daya tahan tubuh menurun.

“COVID akan terus berubah dan beradaptasi,” ucap Dr Simon Clarke, ahli mikrobiologi di Studying College kepada MailOnline.

Kepala UKHSA mengklaim varian tersebut sudah memiliki keunggulan pertumbuhan 20,5 persen dibandingkan jenis varian maupun subvarian lainnya.

Information menunjukkan bahwa subvarian Omicron itu telah menyumbang 14,6 persen kasus, menjadikannya yang paling umum kedua di Inggris. Tingkat pertumbuhan didasarkan pada sampel pengujian positif yang dilakukan di rumah sakit.

“Arcturus Subvarian Omicron atau disebut XBB.1.16, itu adalah varian yang paling dominan, menyebabkan 39,4 persen dari semua kasus,” menurut knowledge UKHSA.

Meskipun begitu, Spesialis penyakit menular, Professor Paul Hunter, mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan bagaimana Eris, yang secara ilmiah dikenal sebagai EG.5.1, akan mempengaruhi Inggris.

Namun, ia menyebut bahwa subvarian tersebut kemungkinan menjadi dominan di beberapa titik dan mendorong infeksi whole, dan mungkin tidak secara dramatis.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus juga mengatakan meskipun orang sudah terlindungi dengan vaksin dan infeksi sebelumnya, negara tidak boleh lengah.

“WHO terus mengimbau orang yang berisiko tinggi untuk memakai masker di tempat ramai, mendapatkan booster jika direkomendasikan, dan memastikan ventilasi yang memadai di dalam ruangan,” katanya, dikutip dari skynews.

“Dan kami mendesak pemerintah untuk mempertahankan dan tidak membongkar sistem yang mereka bangun untuk COVID-19,” lanjutnya lagi.

Simak Video “Gejala Omicron BN.1 yang Sudah Masuk Indonesia
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Kabar Tak Enak Buat yang Pernah COVID, 700 Ribu Warga Inggris Alami Gejala Ini


Jakarta

Kabar nggak enak buat penyintas COVID-19, warga Inggris ramai-ramai melaporkan efek jangka panjang atau Lengthy COVID. Mereka diliputi rasa depresi dan kecemasan sehingga terlalu lelah atau sakit untuk bekerja.

Dikutip dari Reuters, Inggris menjadi salah satu negara yang terlambat pulih dari pandemi COVID-19, dibandingkan negara Eropa lain selain Jerman.

Kasus lengthy COVID meningkat dari 260 ribu kasus menjadi 754.000, naik 53 persen dibandingkan Januari, tahun lalu.

Ada 412.000 orang berusia 16 hingga 64 tahun yang tidak bisa bekerja karena mengalami efek jangka panjang dalam tiga bulan terakhir hingga Mei. Catatan ini naik 20 persen dibandingkan sebelum pandemi.

Sebaliknya, jumlah orang usia kerja yang tidak produktif secara ekonomi karena alasan umum lainnya, seperti pensiun dini atau tanggung jawab merawat, jauh lebih rendah daripada sebelum pandemi.

Angka yang dirilis pemerintah pada Rabu (26/7) memberikan rincian tentang apa yang ada di balik peningkatan kesehatan buruk.

Sebagian besar dari 2,5 juta orang usia produktif yang mengalami efek jangka panjang sedikitnya memiliki lima keluhan bahkan lebih. Tren ini meningkat sebanyak 42 persen dari 2019, demikian penjelasan Kantor Statistik Nasional Inggris.

Kategori kesehatan buruk yang paling umum ditemui adalah depresi, gangguan saraf, kecemasan.

“Jumlah orang yang sakit jangka panjang dengan kondisi ini naik 386.000 dari 2019 menjadi 1,351 juta,” kata ONS, peningkatan tercatat mencapai 40 persen.

Angka ini juga berimbas pada jumlah ‘ready checklist’ perawatan di Layanan Kesehatan Nasional Inggris, merangkak naik dari 4,6 juta pada Januari 2020, kini berada di 7,4 juta.

Simak Video “Jepang Turunkan Klasifikasi Covid-19 Jadi Setara Flu Biasa
[Gambas:Video 20detik]
(naf/vyp)

Horor Warga Inggris Sempoyongan Bak Zombie, Dihantam ‘Wabah’ Black Mamba

Jakarta

Geger ‘wabah’ narkoba black mamba di Inggris. Zat adiktif itu dilaporkan sejenis ganja sintetis dengan efek samping yang lebih mengerikan. Bahkan efeknya bisa membuat pecandunya berubah seperti zombie di kehidupan nyata, seperti berjalan sempoyongan hingga tak bisa mengendalikan diri. Tak ayal jika obat ini disebut ‘narkoba zombie’.

Diketahui, black mamba telah berkontribusi sebagai penyebab 258 kasus kematian di Inggris pada tahun 2021. Adapun salah satu kota yang mengalami dampak terbesar adalah Wolverhampton.

Pada 2016, kota tersebut sempat ditampilkan dalam movie dokumenter BBC yang membahas tentang epidemi narkoba. Setelah tujuh tahun sejak movie dokumenter berjudul ‘Getting Off Mamba’ dirilis, warga setempat mengatakan masalah narkoba ‘zombie’ ini masih berkecamuk di masyarakat. Bahkan, situasinya disebut semakin parah.

“Ini sebenarnya menjadi lebih buruk selama bertahun-tahun dan sayangnya, tidak ada yang berubah,” kata seorang pekerja di jaringan kecantikan terkenal tanpa disebut identitasnya, dikutip dari Day by day Specific.

Tak hanya itu, banyak toko yang jendela depannya dihancurkan oleh orang-orang yang ingin mencuri uang atau barang untuk dijual. Uang tersebut nantinya digunakan untuk membeli narkoba.

“Ini situasi yang sangat tidak menyenangkan dan terasa cukup mengkhawatirkan dan mengintimidasi,” kata pekerja dan warga setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

Kejadian ini berdampak pada naiknya tingkat kriminalitas di kota tersebut. Menurut knowledge situs internet Crime Price, Wolverhampton resmi menjadi kota paling berbahaya di West Midlands. Ini memiliki tingkat kejahatan regional sekitar 30 persen lebih tinggi dari wilayah lainnya dan 54 persen lebih tinggi dari seluruh negara.

Apa Itu Black Mamba?

Dikutip dari Fort Craig UK, black mamba merupakan salah satu pengganti ganja sintetis yang memiliki efek seperti ganja. Efek samping yang mematikan menyebabkan obat ini dilarang pada tahun 2016 karena Undang-undang Zat Psikoaktif.

Adapun efek samping dari obat ini bisa membuat seseorang mengalami masalah kesehatan psychological, psikosis, dan keadaan seperti ‘zombie’ yang dalam, misalnya kehilangan kendali atas tubuhnya.

Obat tersebut juga memberikan efek psikologis kepada penggunanya, seperti kebingungan, paranoia, kecemasan ekstrem, halusinasi, dan efek ekstrem seperti muntah, detak jantung yang cepat, perilaku kekerasan, dan pikiran untuk bunuh diri.

Selain itu, black mamba juga dapat meningkatkan tekanan darah dan mengurangi suplai darah, serta kerusakan ginjal dan kejang.

Simak Video “Mengenal Xylazine, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi ‘Zombie’
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

Horor ‘Wabah’ Narkoba Black Mamba di Inggris, Bikin Pecandu Berubah Bak Zombie

Jakarta

Tak hanya Amerika Serikat, Inggris juga sedang menghadapi permasalahan narkoba ‘zombie’. Namun, jenis narkoba yang menjadi penyebab ‘wabah zombie’ di Inggris berbeda.

Narkoba jalanan yang dikenal sebagai Black Mamba merupakan sebuah versi ganja buatan yang memiliki efek samping mengerikan. Orang yang menggunakannya seakan berubah menjadi zombie di kehidupan nyata.

Black Mamba dan produk ganja sintetis lainnya telah menyebabkan kematian banyak kematian di Inggris. Zat psikoaktif baru tersebut disebutkan jadi 258 penyebab kematian pada tahun 2021.

Salah satu kota yang mengalami dampak terbesar adalah Wolverhampton. Penduduk lokal setempat mengaku banyak toko yang jendela depannya dihancurkan oleh orang-orang yang ingin mencuri uang atau barang untuk dijual. Uang tersebut nantinya digunakan untuk membeli narkoba.

Kejadian ini berimbas pada naiknya tingkat kriminalitas di kota tersebut menjadi salah satu yang tertinggi. Menurut knowledge situs internet Crime Price, Wolverhampton resmi menjadi kota paling berbahaya di West Midlands. Ini memiliki tingkat kejahatan regional sekitar 30 persen lebih tinggi dari wilayah lainnya dan 54 persen lebih tinggi dari seluruh negara.

Terkait Black Mamba

Dikutip dari The Solar, Black Mamba merupakan salah satu pengganti ganja sintetis yang memiliki efek seperti ganja. Black Mamba dapat menyebabkan penggunanya berhalusinasi, kesulitan bernapas, detak jantung makin cepat, muntah, hingga kehilangan kendali atas tubuh.

Walaupun dirancang untuk mereplikasi ganja, Black Mamba justru memiliki efek samping yang jauh lebih kuat.

Lebih lanjut Black Mamba juga dapat memberikan dampak pada otak. Pengguna Black Mamba dapat mengalami perubahan persepsi dan psikosis.

Selain itu, efek yang sering muncul juga antara lain kebingungan, paranoia, kecemasan ekstrem, berperilaku kekerasan, hingga pikiran untuk bunuh diri.

Efek dari Black Mamba cenderung sulit untuk diprediksi. Sebagian penggunanya juga mengalami peningkatan tekanan darah, mengurangi suplai darah, serta efek kerusakan pada ginjal dan kejang.

Simak Video “Mengenal Xylazine, Narkoba yang Bikin Penggunanya Jadi ‘Zombie’
[Gambas:Video 20detik]
(avk/suc)