Tag: Insecure

Kerap Bikin Insecure, Ukuran Rata-rata Mr P Regular Ternyata Cuma Segini


Jakarta

Ukuran penis kerap dianggap sebagai tolak ukur kejantanan pria. Banyak yang beranggapan ukuran Mr P yang besar dapat memberikan kepuasaan yang lebih baik saat bercinta. Akibatnya, banyak pria yang merasa penisnya kecil berbondong-bondong mencari cara untuk meng-upgrade ukuran Mr P.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang yang menganggap penisnya kecil, lebih mungkin mengalami masalah hubungan, kepercayaan diri yang rendah, kecemasan, serta disfungsi ereksi.

Sebenarnya, berapa sih ukuran rata-rata penis regular?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Verywell Well being, panjang penis rata-rata adalah 8,6 cm dan akan bertambah panjang menjadi 13,9 cm dengan ketebalan 11,4 cm saat ereksi.

Salah satu studi pada 2023 menemukan bahwa, rata-rata panjang penis yang ereksi telah meningkat sebesar 25 persen dalam 29 tahun terakhir.

Pada dasarnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi ukuran penis. Di antaranya genetik, usia, etnis, dan ras. Hal inilah yang menyebabkan ukuran penis sulit diubah, namun secara alamiah akan bertambah saat seorang pria mengalami ereksi.

Tidak ada korelasi antara ukuran kaki, tinggi, ataupun berat badan seseorang dengan ukuran Mr P yang dimilikinya. Berbagai anggapan tentang hal itu dipastikan cuma mitos.

Perlu diketahui, jangan mencoba meregangkan atau meluruskan lengkungan alami penis saat mengukurnya. Alih-alih mendapatkan ukuran panjang dan ketebalan yang akurat, hal ini malah dapat mengakibatkan cedera pada Mr P.

Simak Video “Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Bikin Kaum Adam jadi Insecure di Ranjang, Begini Cara Mengatasi Mikropenis

Jakarta

Bagi sebagian pria, ukuran Mr P amat memengaruhi tingkat kepercayaan dirinya. Apalagi soal urusan ranjang, semakin besar ukuran Mr P maka semakin tinggi pula kepercayaan diri seorang pria dalam memuaskan pasangan.

Karena itu, tidak heran jika pria dengan mikropenis sering minder jika berbicara soal urusan ranjang. Meski ukuran organ important tidak memengaruhi fungsi reproduktifnya, memiliki Mr P yang panjang dan tebal merupakan sebuah ‘kebanggaan’ yang secara tidak langsung bisa mendongkrak kepercayaan diri dan performa saat sedang berhubungan seks.

Lantas, apakah mikropenis bisa diatasi? Dikutip dari Very Nicely Well being, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut.

1. Operasi Pembesaran

Salah satu cara yang paling umum adalah dengan melakukan operasi pembesaran atau yang disebut juga dengan phalloplasty. Ada beberapa metode yang bisa digunakan, misalnya dengan melakukan prosedur pelepasan ligamen yang membuat Mr P ‘berdiri’ saat ereksi.

Dengan melepaskan bagian tersebut, akan menciptakan ilusi Mr P tampak lebih panjang dan besar. Selain prosedur tersebut, pembesaran Mr P juga bisa dilakukan dengan implan atau filler, yang tentunya dilakukan sesuai arahan dokter.

2. Terapi Hormon

Jika mikropenis ditemukan pada usia yang masih sangat muda, maka metode terapi hormon bisa digunakan. Pada prosedur ini, anak akan diberi suntikan hormon testosteron intramuskular (M) yang dapat membantu meningkatkan ukuran organ vitalnya.

Terapi ini umumnya efektif pada anak yang masih berusia di bawah tiga tahun. Meski begitu, penelitian menunjukkan anak usia delapan tahun masih bisa mendapatkan profit dari terapi ini.

NEXT: Psikoterapi dan konseling

Kena Vitiligo, Dokter Salma Berjuang Lawan Insecure hingga Sukses Jadi Mannequin


Jakarta

Dokter Salma Suka Kyana Nareswari, belakangan jadi sorotan setelah menceritakan awal mula dirinya terkena vitiligo, penyakit autoimun yang membuat warna kulit aslinya ‘menghilang’, sehingga yang terlihat hanya bagian putih saja.

Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas salah satu universitas di Jakarta itu mengaku gejala vitiligo muncul pasca dirinya mengonsumsi suplemen natural antiaging. Awalnya, hanya muncul di space mata, sekitar tiga hingga enam bulan kemudian gejalanya menyebar hampir di seluruh tubuhnya.

Meski tidak ada keluhan lain selain gangguan estetika, Salma tentu mengaku sempat insecure, bahkan nyaris mengubur cita-citanya menjadi mannequin.

“Pasti awalnya insecure. Sebelumnya saya perempuan yang selalu mengejar standar kecantikan, weight-reduction plan ketat, menghukum diri dengan olahraga, therapy kecantikan, dan cita-cita saya itu jadi mannequin. Jadi sempat mengubur mimpi itu dan nggak berani ikut casting lagi,” ceritanya kepada detikcom Kamis (13/7/2023).

Namun, perlahan dr Salma mulai bangkit dan berdamai dengan keadaan. Ia mengubah definisi cantik yang dulunya hanya sebatas penampilan, menjadi lebih luas dengan karakter dan cara memperlakukan orang lain.

Termasuk yang utama adalah bagaimana dirinya bisa berdampak bagi orang lain.

“Jadi seperti apapun bentuk tubuh, warna kulit, dan penampilan saya, saya tetap bisa merasa cantik dan percaya diri,” kata dia.

“Menyadari bahwa standar kecantikan itu selalu berubah dan tidak pernah realistis, jadi tidak perlu mengejar standar kecantikan dari masyarakat. Mengelilingi diri dengan orang-orang yang suportif dan inspiratif. Contohnya, comply with orang di sosial media yang memiliki vitiligo juga supaya tidak merasa sendirian dan terinspirasi,” pungkasnya.

dr Salma justru bersyukur dengan kondisinya saat ini. Bak anugrah, dia menjadi mengenali diri sendiri dan tetap mengejar mimpi sebagai mannequin.

“Saya bisa jadi mannequin model ternama seperti Mustika Ratu untuk menyuarakan kecantikan yang beragam. Saya juga tetap bisa menjadi dokter yang kompeten dan memiliki empati untuk pasien-pasien dengan berbagai kondisi kulit,” pungkasnya.

Simak Video “Cara Memastikan Perasaan saat Jatuh Hati dengan Sepupu di Momen Lebaran
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)