Tag: Jantung

Nasib Nahas Pria Sembarangan Minum Viagra, Mr P Bengkok-Kena Serangan Jantung


Jakarta

Beberapa pria yang mengonsumsi pil seks seperti viagra mengalami efek samping yang memalukan, termasuk masalah pada organ intim, ereksi yang berlangsung hingga enam jam, atau bahkan serangan jantung.

Bahkan, 15 pria di Inggris tercatat meninggal akibat mengonsumsi obat-obatan tersebut, dan satu di antaranya harus menjalani amputasi Mr P.

Semua kejadian yang tercatat terjadi sejak tahun 2018 ketika viagra dan obat-obatan sejenisnya dijual bebas di apotek tanpa resep dokter.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak ada bukti konklusif bahwa pil tersebut menyebabkan efek samping. Namun, semua insiden dicatat oleh otoritas pengawas di Britania Raya, Medicines and Healthcare merchandise Regulatory Company, untuk mencari tren yang tidak diinginkan.

Adapun informasi ini dirilis setelah adanya permintaan kebebasan informasi dari The Solar.

Hingga saat ini, terdapat whole 678 dugaan efek samping yang dicatat. Berikut adalah beberapa kasus terkait kondisi ini.

Seorang pria mengatakan bahwa dirinya mengidap kondisi Peyronie’s illness.

14 orang lainnya memiliki dugaan efek samping berupa rasa sakit, pembengkokan, atau pembengkakan yang tidak diinginkan.

Tiga orang lainnya mengklaim bahwa obat tersebut membuat mereka mengalami priapisme, suatu kondisi yang membuat alat very important pria berdiri tegak selama berjam-jam.

Tidak terdapat rincian lebih lanjut mengapa seorang pria harus menjalani amputasi Mr P.

Dua pria lain mengalami ‘patah tulang’ pada alat kelaminnya.

Sebagai informasi, viagra diluncurkan pada tahun 1998 oleh perusahaan obat raksasa Pfizer dan kehilangan hal patennya di Inggris pada tahun 2013. Oleh sebab itu, produsen lain dapat memproduksi pil yang mengandung bahan aktif sildenafil seperti halnya viagra.

Hukum terkait resep obat ini kemudian dilonggarkan karena banyak pria yang membeli pil palsu yang ternyata berbahaya bagi kesehatan.

Simak Video “Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

10 Manfaat Omega 3, Tak Hanya untuk Kesehatan Jantung

Jakarta

Omega 3 adalah asam lemak tak jenuh yang memiliki beragam manfaat untuk kesehatan tubuh. Omega 3 merupakan zat esensial yang tidak diproduksi tubuh, sehingga kebutuhannya hanya bisa dipenuhi lewat asupan harian.

Melansir dari laman Kemenkes RI, omega 3 terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ALA (Alpha-Linolenic Acid), DHA (Docosa-Hexaenoic Acid), dan EPA (Eicosa-Pentaenoic Acid). Lantas, apa saja manfaat omega 3?

Manfaat Omega 3 untuk Kesehatan Tubuh

Berikut ini beberapa manfaat omega 3:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Menjaga Kesehatan Jantung

Omega 3 dikenal baik untuk kesehatan jantung. Mengutip dari Medical Information Right now, asam lemak omega 3 dalam minyak ikan dapat membantu mencegah penyakit jantung dan stroke. Dalam hal ini, manfaat omega 3 untuk jantung adalah:

  • Mencegah pembentukan gumpalan darah
  • Menurunkan tekanan darah tinggi
  • Menurunkan kadar trigliserida darah hingga 15-30%
  • Meredakan peradangan yang berpotensi merusak pembuluh darah
  • Mencegah penumpukan plak kolesterol pada pembuluh darah
  • Meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah.

2. Menjaga Kesehatan Mata

Situs Healthline menjelaskan, asam lemak omega 3 yang disebut DHA merupakan komponen struktural utama pada retina mata. Dalam hal ini, manfaat omega 3 adalah membantu mencegah degenerasi makula, yaitu penyebab utama kerusakan mata dan kebutaan pada lansia.

3. Menjaga Kesehatan Otak

Kemampuan otak berpotensi mengalami penurunan seiring bertambahnya usia. Manfaat omega 3 salah satunya adalah memperlambat degenerasi otak yang menyebabkan kepikunan. Tak hanya itu, asam lemak ini juga dapat menurunkan risiko penyakit alzheimer.

4. Membantu Melawan Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun adalah kondisi ketika sistem imun tubuh salah mengenali sel sehat sebagai sel asing. Salah satu jenisnya adalah diabetes tipe 1. Dilansir dari Healthline, manfaat omega 3 jenis DHA dapat membantu menurunkan risiko autoimun diabetes tipe 1 di kemudian hari.

5. Memperkuat Tulang dan Sendi

Manfaat omega 3 berikutnya adalah membantu meningkatkan kadar kalsium dalam tulang. Secara tidak langsung, hal ini akan berdampak pada peningkatan kesehatan dan kepadatan tulang. Dengan begitu, omega 3 dapat menurunkan risiko penyakit osteoporosis dan meredakan keluhan penderita arthritis atau radang sendi.

Tak hanya manusia, janin yang masih berada dalam kandungan pun dapat merasakan manfaat omega 3. Hal ini lantaran DHA menyumbang 40% asam lemak tak jenuh ganda di otak dan 60% di retina janin. Bahkan, omega 3 yang dikonsumsi ibu hamil dapat menurunkan risiko ADHD, autisme, dan cerebral palsy pada bayi.

Manfaat omega 3 sebagai penurun risiko kanker dibuktikan oleh sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology. Dalam penelitian tersebut, partisipan yang mengonsumsi omega 3 berhasil mengalami penurunan risiko kanker usus sebesar 55%.

Asupan omega 3 juga dinilai dapat menurunkan risiko kanker prostat dan payudara. Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

8. Merawat Kulit

Siapa sangka, omega 3 juga memiliki manfaat yang bagus untuk kulit. Menurutt Medical Information Right now, manfaat ini disebabkan oleh PUFA yang meliputi asam eicosapentaenoic (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA). Dalam hal ini, omega 3 berperan dalam:

  • Meningkatkan pores and skin barrier
  • Menghambat peradangan pada kulit yang berasal dari sinar UV
  • Membantu proses penyembuhan kulit.

9. Baik untuk Kesehatan Rambut

Mengutip dari Healthline, sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan menunjukkan bahwa omega-3 dapat meningkatkan pertumbuhan rambut. Meski demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat omega-3 pada pertumbuhan dan kerontokan rambut manusia.

10. Mencegah Depresi dan Kecemasan

Mungkin Anda jarang mendengar manfaat omega 3 satu ini. Melansir dari Healthline, suplemen omega 3 dapat membantu mencegah dan mengobati depresi dan kecemasan. Dalam hal ini, omega 3 jenis EPA berperan penting dalam mengurangi gejala depresi.

Simak Video “Dampak Positif Merawat Kebersihan Diri pada Kesehatan Psychological Anak
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fds)

Yaya Unru Meninggal, Ini Alasan Serangan Jantung Terjadi Berulang

Jakarta

Aktor senior Yayu Unru meninggal dunia setelah dikabarkan terkena serangan jantung. Yayu mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (8/12/2023), pukul 07.05 WIB.

Anak Yayu, Naza Unru, menceritakan kronologinya saat ayahnya terkena serangan jantung. Karena kondisinya yang sangat parah, Yayu langsung tidak sadarkan diri.

“Jadi bapak kena dua kali serangan. Serangan pertama itu jam 21.00 WIB dan langsung dibawa ke IGD. Malam itu direncanakan untuk operasi pasang ring jam 07.00, tapi ternyata bapak kena serangan kedua jam 06.00 pagi,” ujarnya yang dikutip dari detikHot, Jumat (8/12/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Itu serangannya parah banget dan langsung nggak sadarkan diri,” tuturnya.

Bagaimana serangan jantung bisa terjadi berulang?

Spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam Lippo Karawaci dr Vito A Damay, SpJP, menjelaskan serangan jantung memang bisa terjadi secara berulang. Bisa terjadi dalam waktu beberapa bulan, tahun, atau bahkan beberapa bulan.

Serangan jantung berulang ini bisa terjadi karena adanya penyumbatan di pembuluh darah, yang terjadi pada serangan jantung yang pertama.

“Serangan jantung bisa terjadi dua bahkan tiga kali. Karena serangan yang pertama terjadi penyumbatan di pembuluh darah dan bisa diikuti dengan penyumbatan selanjutnya,” jelas dr Vito saat dihubungi detikcom, Jumat (8/12).

“Dan yang berikutnya terjadi kerusakan pada otot jantung, sehingga bisa menyebabkan korslet pada irama jantung, seperti aritmia yang berakibat deadly,” sambungnya.

7 Kebiasaan Sederhana Bikin Jantung Sehat, Bisa Dilakukan Tiap Hari

Jakarta

Salah satu organ important dalam tubuh yaitu jantung. Jantung bertugas untuk memompa darah, mengalirkan oksigen, serta menyalurkan nutrisi ke seluruh tubuh setiap harinya. Karena perannya inilah, kesehatan jantung harus dijaga dengan baik.

Jantung yang tidak sehat dan terganggu mampu meningkatkan risiko mengalami sejumlah masalah kesehatan serius, seperti serangan jantung, stroke, jantung koroner, hingga gagal jantung.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekelompok gangguan pada jantung dan pembuluh darah (penyakit kardiovaskular) ini adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, penyakit kardiovaskular ini dapat dicegah kok. Dengan menerapkan pola hidup sehat tiap harinya bisa menurunkan risiko terkena berbagai penyakit jantung. Lalu, kebiasaan sehat seperti apa yang dapat dilakukan?

Kebiasaan Harian untuk Jaga Kesehatan Jantung

Dilansir Mayo Clinic, sejumlah kebiasaan berikut dapat meningkatkan kesehatan organ jantung serta mencegah terkena penyakit jantung:

1. Konsumsi Makanan Sehat

Mengadopsi pola makan disebutkan bisa menjaga jantung agar tetap sehat. Tak hanya itu, konsumsi makanan sehat dapat pula mengontrol tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko diabetes.

Makanan yang bagus untuk kesehatan jantung, meliputi; sayuran, buah, kacang-kacangan, daging dan ikan tanpa lemak, susu rendah atau bebas lemak, biji-bijian utuh, hingga makanan yang mengandung lemak sehat.

Mengatur pola makan agar jantung tetap sehat juga bisa dengan mengurangi; makanan tinggi garam atau natrium, hidangan tinggi gula manis, karbohidrat olahan tinggi, alkohol, makanan olahan, lemak jenuh, dan lemak trans.

2. Banyak Gerak

Melakukan aktivitas fisik secara teratur tiap harinya bisa menurunkan risiko penyakit jantung. Tetap aktif bergerak juga bantu mengendalikan tekanan darah, kadar kolesterol, serta mengontrol berat badan.

Di sisi lain, rutin bergerak dapat pula memperkuat tulang dan otot yang mampu meningkatkan energi, rileks, dan suasana hati bahagia.

Lakukan setidaknya 30-60 menit aktivitas fisik setiap harinya. Kamu bisa juga melakukan latihan aerobik sedang seperti berjalan cepat selama 150 menit atau berlari selama 75 menit dalam seminggu.

3. Berhenti Merokok

Bahan kimia dalam tembakau mampu merusak pembuluh darah dan jantung. Asap rokok bisa menurunkan oksigen dalam darah, meningkatkan tekanan darah serta detak jantung.

Karena itu, berhentilah merokok atau hentikan penggunaan tembakau tanpa asap. Bahkan kalau kamu bukan perokok aktif, jangan pula menjadi perokok pasif.

Dengan berhenti merokok, risiko penyakit jantung akan berkurang. Selain itu, kesehatanmu secara menyeluruh juga akan membaik.

4. Tidur yang Cukup

Orang yang kurang tidur berisiko lebih tinggi terkena serangan jantung, obesitas, tekanan darah tinggi, diabetes, hingga depresi. Oleh sebab itu, pastikan kamu tidur dengan cukup.

Orang dewasa rata-rata membutuhkan setidaknya 7 jam untuk waktu tidur berkualitas. Sementara anak-anak biasanya perlu waktu tidur yang lebih banyak.

5. Kelola Stres dengan Baik

Stres yang tinggi dan berkelanjutan bisa mempengaruhi tekanan darah dan berisiko mengalami penyakit jantung. Karena itu, manajemen stres yang baik diperlukan.

Mengelola stres dapat dilakukan dengan cara yang sehat, seperti melakukan aktivitas fisik, relaksasi, meditasi atau yoga. Hindari manajemen stres yang tidak sehat seperti makan berlebih, konsumsi minuman beralkohol, atau merokok.

6. Kontrol Tekanan Darah dan Kolesterol

Tekanan darah yang tinggi termasuk salah satu faktor utama yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Begitu pula dengan kolesterol tinggi berpengaruh mampu merusak jantung dan pembuluh darah.

Untuk itu, kamu perlu mengontrol tekanan darah dan kadar kolesterol agar tetap berada pada degree yang seimbang.

Caranya bisa dengan mengkonsumsi makanan sehat yang kaya serat, mengandung lemak tak jenuh, kurangi asupan garam, sayuran, buah, ikan, dan biji-bijian.

7. Menjaga Berat Badan Sehat

Kelebihan berat badan atau obesitas mampu menyebabkan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2. Semua kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung

Kamu bisa menjaga berat badan sehat dengan banyak bergerak tiap harinya, menerapkan pola makan sehat, hingga tidur yang cukup dan berkualitas.

Untuk mengetahui apakah kamu obesitas atau tidak bisa diukur dengan indeks massa tubuh (IMT) menggunakan tinggi dan berat badan. Kategori IMT 25 atau lebih dianggap kelebihan berat badan atau obesitas.

Berikut cara menghitung IMT:

IMT: Berat Badan (kg) : [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]

Sebagai contoh, Z memiliki berat badan 57 kg dengan tinggi 161 cm. Untuk menghitung IMT, yaitu 57 kg : [1,61 x 1,61] = 21,98. Jadi, IMT Z adalah 21,91. Maka, ia tergolong regular dan tidak memiliki berat badan berlebih.

Lingkar pinggang juga bisa digunakan untuk mengukur berapa banyak lemak perut yang dimiliki. Risiko penyakit jantung bisa lebih tinggi jika ukuran pinggang lebih besar dari; 101,6 cm untuk pria dan 88,9 cm untuk wanita.

Itu dia sederet kebiasaan sehari-hari yang menyehatkan jantung. So, mari kita mulai kebiasaan ini untuk kesehatan jantung yang lebih baik.

Simak Video “Pola Hidup Sehat untuk Anak Muda Demi Kesehatan Jantung
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Sulit Tidur hingga Alami Jantung Berdebar saat Bangun, Apakah Sleep Apnea Dok?

Jakarta

Pertanyaan:

Halo Dok, saya pria usia 30 tahun dan sering mengalami sleep apnea. Tidur saya mudah terganggu dan jantung berdebar saat bangun.

Beberapa hari ini badan saya juga lemas, seperti tidak bertenaga. Apa yang terjadi sebenarnya Dok, apakah ini termasuk sleep apnea?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebenarnya, penyebab sleep apnea itu apa saja dan bagaimana mengatasinya?

FK (pria, 30 tahun)

Jawaban:

Jadi yang dimaksud dengan Obstructive Sleep Apnea atau sleep apnea adalah gangguan pernapasan sewaktu tidur. Gejala yang terjadi pada malam hari saat tidur seperti:

  • Mendengkur atau loud night breathing
  • Henti napas saat tidur
  • Gasping atau sensasi seperti tersedak, seperti ada cairan lambung yang naik membuat tersedak sampai kadang-kadang pasien terbangun
  • Tidur yang tidak nyenyak

Kemudian gejala yang muncul pada siang hari, seperti:

  • Bangun pagi yang tidak segar, karena tidur yang tidak nyenyak
  • Bisa menyebabkan sakit kepala pada pagi hari
  • Tenggorokan yang sakit atau kering
  • merasa lelah dan lesu
  • Rasa ngantuk yang berlebihan

Untuk mengidentifikasi penyebab sleep apnea bisa, pasien harus dianalisis terlebih dulu seperti pemeriksaan fisik. Secara fisiologis regular, kita bernapas lewat hidung jadi kemungkinan adanya hambatan saat yang terjadi pada hidung akan dicari. Biasanya, dokter THT akan melakukan pemeriksaan endoskopi, dari hidung sampai laring akan dilihat apakah ada penyempitan atau tidak.

Banyak faktor yang mempengaruhi, seperti ada sekat hidung yang membagi ruang hidung kanan dan kiri ada yg bengkok. Selain itu adanya pembesaran konka yang menyebabkan sumbatan, polip yang besar, ada amandel di belakang hidung atau adenoid, sumbatan napas, tumor atau tonsil membesar di bawah lidah, serta faring yang menyempit.

Cara mengatasinya:

  • Bisa melakukan tindakan korektif seperti pembedahan untuk mengatur saluran napas
  • Bisa dilakukan pemasangan tekanan oksigen

Jika mulai terlihat gejala-gejala tersebut dan telah dilakukan tindakan, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang yaitu sleep analysis check. Saat tidur, kita ukur kadar oksigennya, ada kenaikan tekanan darah atau tidak, nadinya tambah cepat atau tidak, apakah ada henti napas, atau apakah ini ada pengaruhnya dari perubahan posisi atau tidak.

Sebagai informasi, apnea index yang regular adalah kurang dari 5 atau sama dengan 5. Kalau yang ringan 5-15 kali dalam satu jam. Kalau yang moderat 15-30 kali dalam satu jam, dan kalau yang berat ada lebih dari 30 kali dalam satu jam.

dr Zainal Adhim, SpTHT KL, Subsp, LF (Okay), PhD

Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Bedah Kepala dan Leher Subspesialis Laring Faring

RS Pondok Indah – Pondok Indah

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui kind Konsultasi detikHealth, KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan pembaca. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi psychological well being kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.

Simak Video “Penampakan RS Al Shifa, Pasien Tidur di Luar dengan Tenda Compang-camping
[Gambas:Video 20detik]
(sao/suc)

Henti Jantung Cardiac Arrest, Gejala dan Penyebab

Jakarta – Henti jantung mendadak atau sudden cardiac arrest adalah kondisi saat jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba. Henti jantung mendadak menyebabkan pengidapnya mengalami hilang kesadaran dan berhenti bernapas.

Henti jantung mendadak dapat dipicu oleh gangguan pada listrik jantung, sehingga jantung berhentuk memompa darah ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan otak secara permanen hingga kematian.

Henti jantung mendadak berbeda dengan serangan jantung. Serangan jantung terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah. Sementara, henti jantung mendadak disebabkan oleh ventrikel fibrilasi.

Penyebab Henti Jantung Mendadak

Seperti yang disebutkan sebelumnya, henti jantung mendadak disebabkan oleh ventrikel fibrilasi. Meski henti jantung mendadak berbeda dengan serangan jantung, ventrikel fibrilasi yang jadi pemicu henti jantung mendadak juga bisa disebabkan oleh serangan jantung.

Ventrikel fibrilasi sendiri merupakan salah satu jenis gangguan irama jantung atau aritmia. Kondisi ini membuat ventrikel atau bilik jantung hanya bergetar tanpa berdenyut untuk memompa darah. Alhasil, pasokan darah yang membawa oksigen ke seluruh organ tubuh menjadi terhenti.

Faktor Risiko Henti Jantung Mendadak

Henti jantung mendadak dapat dialami oleh siapa saja. Namun, risikonya akan semakin tinggi pada orang yang memiliki faktor:

  • Memiliki riwayat penyakit jantung koroner
  • Riwayat penyakit otot jantung (kardiomiopati)
  • Pernah mengalami gangguan katup jantung
  • Memiliki penyakit jantung bawaan, seperti Tetralogy of Fallot
  • Riwayat penyakit jantung atau henti jantung mendadak pada keluarga
  • Mengidap sindrom Marfan
  • Kelainan pada bilik jantung, seperti Torsade de pointes

Risiko henti jantung mendadak juga akan meningkat bisa seseorang:

  • Merokok
  • Jarang berolahraga
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Sleep apnea atau gangguan tidur
  • Hipertensi
  • Kolesterol tinggi
  • Gagal ginjal kronis
  • Mengidap Wolf Parkinson White syndrome
  • Penyalahgunaan NAPZA

Gejala Henti Jantung Mendadak

Henti jantung mendadak kerap terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan pengidapnya mengalami gejala berupa pingsan. Namun, ada beberapa gejala yang juga bisa menyertai, seperti:

  • Nyeri pada dada
  • Pusing
  • Lemas
  • Sesak napas
  • Jantung berdebar

Prognosis Henti Jantung Mendadak

Dokter akan memeriksa denyut jantung pasien dan memasang monitor untuk memeriksa irama jantung. Jika pasien sudah stabil, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosis penyebab atau faktor pemicu terjadinya henti jantung mendadak, seperti:

  • Tes darah, untuk memeriksa kadar kalium, magnesium, atau hormon tertentu yang memengaruhi fungsi jantung, serta mendeteksi cedera atau riwayat serangan jantung pada pasien
  • Foto Rontgen dada, bertujuan untuk memeriksa ukuran dan struktur jantung serta pembuluh darah jantung
  • Ekokardiografi, untuk mengidentifikasi kerusakan pada jantung
  • Kateterisasi jantung, untuk mendeteksi sumbatan pada pembuluh darah

Pengobatan Henti Jantung Mendadak

Pengobatan henti jantung mendadak terdiri dari penanganan darurat dan pengobatan jangka panjang.

1. Penanganan darurat

Penanganan darurat bertujuan untuk mengembalikan kesadaran pasien yang mengalami henti jantung mendadak. Prosedur ini dilakukan oleh petugas medis darurat, yang dimulai dengan memeriksa pernapasan dan denyut nadi pasien.

Jika jantung pasien tidak berdetak, tim medis akan melakukan CPR dan memberikan kejut listrik selama perjalanan ke rumah sakit. Setelah jantung kembali berdetak, pasien akan dirawat di ruang rawat ICU dan diberikan alat bantu napas.

2. Pengobatan jangka panjang

Pengobatan jangka panjang bertujuan untuk mengatasi henti jantung mendadak serta mencegah kondisi tersebut terjadi kembali di kemudian hari. Beberapa pengobatan jangka panjang yang dapat diberikan:

Obat-obatan

Pemberian obat-obatan dilakukan saat kondisi pasien mulai stabil hingga pasien kembali ke rumah. Jenis obat yang dapat diresepkan oleh dokter adalah golongan obat antiaritmia yang berfungsi untuk mengatasi gangguan irama jantung.

Implan alat kejut jantung (ICD)

ICD akan ditempel di dalam dada sebelah kiri untuk mendeteksi irama jantung. ICD berfungsi untuk menormalkan kembali irama denyut jantung saat mulai lemah atau tidak beraturan.

Angioplasti

Prosedur ini dilakukan untuk memperbaiki aliran darah agar otot-otot jantung mendapat pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup. Pada kondisi tertentu, angioplasti disertai dengan prosedur pemasangan ring jantung.

Ablasi jantung

Ablasi jantung bertujuan untuk memblokir jalur listrik irregular yang menyebabkan aritmia. Prosedur ini dilakukan dengan cara memasukkan kateter ke pembuluh darah yang dihubungkan dengan elektroda.

Operasi bypass jantung

Pada operasi bypass jantung, dokter akan memasang pembuluh darah baru pada jantung sebagai alternatif pembuluh darah yang tersumbat. Pembuluh darah baru tersebut diambil dari organ tubuh lain.

Operasi perbaikan jantung

Operasi perbaikan jantung bertujuan untuk memperbaiki kelainan jantung bawaan serta memperbaiki dan mengganti katup jantung yang rusak. Prosedur ini dapat membantu meningkatkan detak jantung dan menjaga aliran darah ke jantung.

Komplikasi Henti Jantung Mendadak

Henti jantung mendadak dapat menimbulkan efek samping seperti kerusakan permanen pada otak, hipoksia, hingga kematian. Namun pada beberapa kasus, pasien henti jantung mendadak masih bisa ditangani dan akhirnya sembuh.

Meski sudah sembuh, pasien masih bisa mengalami sejumlah komplikasi, seperti:

  • Kerusakan saraf
  • Gangguan gerakan
  • Kesulitan berbicara
  • Sulit konsentrasi
  • Submit-traumatic stress dysfunction (PTSD)

Pencegahan Henti Jantung Mendadak

Salah satu upaya terbaik untuk mencegah henti jantung mendadak adalah dengan melakukan pemeriksaan, seperti skrining penyakit jantung, secara rutin. Selain itu, upaya pencegahan juga bisa dilakukan dengan cara:

  • Cease merokok
  • Menjaga berat badan very best
  • Menurunkan berat badan bagi pengidap obesitas
  • Tidak mengonsumsi minuman beralkohol
  • Memperbanyak konsumsi makanan yang menyehatkan jantung
  • Rajin berolahraga
  • Mengelola stres

Kapan Harus ke Dokter?

Henti jantung mendadak merupakan kondisi darurat yang harus segera ditangani. Jika Anda melihat seseorang yang tidak sadarkan diri dan tidak bernapas dengan regular, segera periksa denyut jantungnya dan hubungi ambulans atau rumah sakit terdekat.

Sambil menunggu datangnya pertolongan medis, lakukan juga penanganan darurat berupa CPR. Gunakan juga alat automated exterior defibrillator (AED) bila tersedia.

Gejala henti jantung mendadak terjadi secara cepat dan tanpa disadari. Meskipun demikian, gejala-gejala awal biasanya dapat dirasakan penderita beberapa hari sebelumnya. Oleh sebab itu, segera lakukan pemeriksaan ke dokter bila mengalami gejala seperti di atas, terutama bila memiliki riwayat penyakit jantung.

Simak Video “Alasan Berdesakan dalam Kerumunan Bisa Picu Henti Jantung
[Gambas:Video 20detik]
(ath/kna)

Vladimir Putin Lagi-lagi Jadi Sorotan, Kali Ini Dirumorkan Kena Serangan Jantung

Jakarta

Kondisi kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin kembali menjadi sorotan. Memang dalam beberapa tahun terakhir, muncul narasi yang menyebut, sosok berusia 71 tahun tersebut mengidap kanker stadium akhir, penyakit Parkinson, dan penyakit lainnya. Desas-desus terbaru, Putin disebut menderita serangan jantung. Bagaimana faktanya?

Kremlin membantah keras tuduhan tersebut. Juru bicara Dmitry Peskov menegaskan, tuduhan tersebut adalah ‘berita palsu’. Sebab pada bulan ini, muncul anggapan bahwa Putin ‘sebentar lagi’ mengalami kemunduran tajam terkait kondisi kesehatannya.

Dikabarkan Kena Gagal Jantung

Baru-baru ini, Each day Star melaporkan bahwa saluran Telegram Normal SVR, yang sering menyebut Putin menderita kanker stadium akhir, menyebut Putin menderita ‘serangan jantung’ di kediamannya di Moskow pada Minggu malam. Mereka mengatakan, Putin ditemukan tergeletak di lantai di samping meja makanan dan minuman yang terbalik sebelum dibawa ke ruangan terdekat yang dilengkapi dengan fasilitas medis tempat dia diberi CPR.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Dokter melakukan resusitasi, setelah sebelumnya menetapkan bahwa presiden mengalami serangan jantung,” lapor saluran tersebut. dikutip dari Mirror Information UK, Sabtu (28/10/2023).

“Bantuan diberikan tepat waktu, jantungnya dihidupkan dan Putin sadar kembali,” pungkasnya. Sembari saluran tersebut menyinggung, kemunculan Putin beberapa waktu terakhir ini dalam kunjungan ke luar negeri sebenarnya diperankan oleh orang lain.

Sebelumnya, pada November 2022, sempat muncul juga kabar Putin menderita penyakit Parkinson dan kanker pankreas. Klaim ini dikatakan berasal dari bocoran dokumen mata-mata Kremlin dan informasi yang dibagikan oleh Jenderal SVR.

Saat itu dikabarkan, Putin telah kehilangan berat badannya sebesar 18 pon atau setara 8 kg. Electronic mail yang dilaporkan juga mengatakan ada rumor bahwa Putin menderita kanker prostat.

Simak Video “Penjelasan Ahli soal Mitos-mitos Terkait Serangan Jantung
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

“IVUS dan OCT, Prosedur Penanganan Sumbatan Jantung Bertaraf Internasional”

IVUS dan OCT, Suatu Keharusan Dalam Prosedur Penanganan Sumbatan Jantung Bertaraf Internasional


IVUS OCT

Penyakit Jantung, khususnya jantung koroner masih menempati penyebab kematian tertinggi dibandingkan dengan penyakit lainnya. Saat ini, teknologi dalam mengatasi sumbatan jantung sudah semakin canggih sehingga angka kesakitan dan kematian akibat sumbatan jantung dapat ditekan sekecil mungkin. Salah satu kemajuan teknologi dalam bidang intervensi jantung koroner adalah dengan hadirnya kedua alat, yakni IVUS (IntraVascular UltraSound) dan OCT (Optical Coherence Tomography).

Dalam beberapa tahun terakhir, pusat-pusat pelayanan jantung ternama di dunia telah menggunakan IVUS dan OCT dalam prosedur tindakan intervensi, salah satunya di Korea Selatan dan Jepang, dimana pemakaian IVUS/OCT sudah diwajibkan dalam semua tindakan intervensi yang dilakukan, sehingga dapat memberikan hasil optimum.

Kegunaan IVUS dan OCT:

  1. IVUS dan OCT dapat menentukan komposisi sumbatan jantung secara element dan akurat. Misalnya jika ada perkapuran yang derajatnya berat, maka harus dilakukan pengikisan terlebih dahulu dengan alat khusus sejenis “Bor” (Rotablator atau Orbital Atherectomy) sebelum dilakukan pemasangan stent, karena jika pemasangan stent dilakukan pada sumbatan yang penuh kapur, maka dapat mengakibatkan dampak buruk, yaitu terjadinya sumbatan kembali di dalam stent yang sudah dipasang (In Stent Restenosis/ISR) hingga terjadinya penggumpalan darah di dalam stent yang disebut thrombosis. Selain itu, sumbatan berkapur berat yang dipasang stent akan sulit diperbaiki dikemudian harinya. Kondisi ISR ini sangat mengkhawatirkan, karena  pasien dapat terkena serangan jantung di kemudian hari hingga mengakibatkan kematian.
  2. IVUS dan OCT dapat secara akurat menentukan ukuran diameter dan panjang stent yang akan dipasang dengan bantuan Synthetic Intelligence (AI). Salah satu faktor penyebab yang paling sering menyebabkan terjadinya ISR adalah karena kesalahan operator (dokter) dalam menentukan ukuran diameter stent yang akan dipasang (ukurannya kekecilan/ underneath growth). Hal lain adalah pemasangan stent yang terlalu pendek, sehingga menyebabkan masih adanya bagian sumbatan yang belum tercover atau biasa disebut dengan “Geographic Miss”. Jika terjadi komplikasi seperti sobekan “Edge Dissection” atau perdarahan “Subintimal-Hematoma” atau terbentuk gumpalan “Thrombosis” dapat diperbaiki sebelum tindakan dinyatakan selesai dengan penggunaan IVUS dan OCT.
  3. Pada kasus-kasus penanganan ISR, penggunaan IVUS dan OCT menjadi suatu keharusan. Saat ini angka kejadian ISR di Pusat Layanan Jantung Bethsaida Hospital tergolong sangat rendah, yakni sekitar 5% (pada umumnya 20%) dan dengan hadirnya IVUS/OCT di Bethsaida Hospital, maka angka kejadian restenosis bisa ditekan hingga <2% (menjadi terkecil di dunia).
  4. Penggunaan IVUS/OCT untuk menentukan apakah perlu atau tidaknya dilakukan intervensi pada sumbatan dalam kategori intermediate (40-70% pada kateterisasi) sudah menjadi panduan di berbagai pusat layanan jantung yang terkemuka.
  5. Penggunaan IVUS untuk mengurangi kebutuhan distinction pada saat intervensi untuk pasien penderita kelainan ginjal juga sudah menjadi keharusan saat ini. Hal ini sudah banyak dipublikasikan keberhasilannya dalam mencegah terjadinya “Distinction Induced Nephropathy” pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal, sehingga intervensi dapat dilakukan dengan aman.

Kelima hal ini jelas tidak dapat dilakukan hanya dengan alat kateterisasi commonplace, oleh karena itu berbagai pusat layanan jantung di seluruh dunia mulai berlomba-lomba dalam mempublikasikan keunggulan perawatan menggunakan teknologi IVUS/OCT.

American Faculty of Cardiology (ACC) dan European Society of Cardiology (ESC) telah menempatkan IVUS/ OCT sebagai himbauan untuk semua tindakan intervensi yang dilakukan di dalam guidelinenya. Tidak menutup kemungkinan dimasa mendatang IVUS dan OCT akan menjadi suatu alat keharusan (Class 1 Indication) untuk setiap tindakan intervensi. Pusat Layanan Jantung Intervensi Bethsaida Hospital, dikepalai oleh Dr. Dasaad Mulijono, dokter lulusan Suma Cum Laude dari Universitas Indonesia dan juga   lulusan subspesialisasi jantung intervensi dari Australia, sekaligus pendiri dari Life Type Cardiac Prevention Program optimis bahwa dengan adanya IVUS/OCT maka Bethsaida Hospital akan siap memberikan pelayanan jantung Intervensi selayaknya di negara maju sesuai dengan himbauan presiden Jokowi untuk memulihkan devisa negara dengan mengurangi jumlah pasien jantung yang berobat keluar negeri.

Evaluate : dr. Dasaad Mulijono,MBBS(Hons),FIHA,FIMSANZ,FRACGP

Dikaitkan Kasus Hotman Paris, Berapa Batas Maksimal Pasang Ring Jantung?


Jakarta

Pengacara kondang Hotman Paris membagikan kabar terkait kondisi kesehatannya saat perayaan ulang tahun yang ke-64. Ia mengungkapkan bahwa belum lama ini dirinya melakukan pemasangan ring jantung.

Prosedur itu dilakukan pasca Hotman melakukan CT scan. Diketahui, penyumbatan pembuluh darah itu sudah sebesar 70 persen. Ia mengaku selama ini tidak pernah merasakan gejala atau keluhan apapun.

“Saya tidak tahu, tapi dengan berjalannya waktu makanan itu mengendap, jadi terjadi penyumbatan. Jadi saya ada tiga cincin, ring tiga. Harganya waktu itu biayanya hampir 500 juta,” ungkap Hotman Paris saat ditemui di Jakarta, dikutip dari InsertLive.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi, selama empat jam saya di ruang tindakan, ini diiket tangannya dimasukin alat, ada pengeboran. Yang saya takut itu ada yang hampir putus, setiap 15 menit nanya dokternya yang hampir putus, sudah belum,” lanjut dia.

Kondisi ini baru diketahui Hotman setelah mengeluhkan sakit di belakang telinga. Pasca CT scan, diketahui ada pembuluh darah sudah merah tiga perempatnya dan ada pula yang hampir putus.

Memang berapa batas banyaknya ring yang bisa dipasang dalam tubuh?

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Dr dr Jajang Sinardja, SpJP(Okay), mengatakan umumnya tidak ada batasan tertentu berapa banyak ring jantung yang bisa dipasang di tubuh. Jika penyempitan pembuluh darah terjadi lagi, pemasangan ring masih bisa dilakukan.

“Nah batasnya berapa, sebenarnya nggak ada batas secara resmi. Bahkan ada yang sampai 10 atau 15 juga ada. Kalau memang ada penyempitan lagi, dipasang ring lagi bisa,” jelas dr Jajang yang ditemui Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2023).

“Tapi, memang kalau dari awalnya banyak perlu pasang ringnya, dari awal kita sudah sarankan operasi bypass,” sambung dia.

Operasi bypass adalah tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengembalikan aliran darah ke otot jantung yang mengalami kekurangan pasokan darah, akibat penyumbatan yang terjadi di pembuluh darah.

Tetapi, jika dari awal ring yang dipasang tidak terlalu banyak, masih bisa dilakukan tindakan lainnya. dr Jajang mencontohkan misalnya pasien yang tidak patuh minum obat dan menyebabkan penyumbatan kembali muncul, pemasangan ring bisa kembali dilakukan.

“Jadi, bisa dilapis dua atau di balon lagi saja supaya ring yang ada di dalam pembuluh darah bisa melebar lagi. Jadi, tidak ada batasan resmi boleh berapa kali, karena tiap kasus berbeda-beda,” pungkasnya.

Simak Video “Pemasangan Ring pada Jantung Boleh Dilakukan Berkali-kali
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Semangat Pria AS Pulihkan Kondisinya usai Terima Transplantasi Jantung Babi


Jakarta

Penerima cangkok jantung babi saat ini tengah menjalani pemulihan fisik setelah menjalani operasi. Tim dokter mengatakan kondisinya berangsur membaik.

Lawrence Faucette saat itu sedang sekarat karena gagal jantung dan tidak memenuhi syarat untuk transplantasi jantung tradisional karena masalah kesehatan lainnya ketika dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland menawarkan operasi yang sangat eksperimental.

Dalam video yang dibagikan oleh pihak rumah sakit, Faucette terliat tengah menjalani fisioterapi. Dia tersenyum sambil melakukan latihan mengayuh untuk mendapatkan kembali kekuatannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Itu akan sulit tetapi saya akan menyelesaikannya,” Faucette, 58, bernapas berat tetapi tersenyum.

Muhammad Mohiuddin, direktur Program Xenotransplantasi Jantung UMMC mengatakan tim medis telah menghentikan obat yang awalnya diberikan untuk menguatkan jantungnya. Fokusnya saat ini adalah Faucett memiliki kekuatan untuk menjalankan aktivitas hariannya.

“Kami bekerja sangat keras dengan tim terapi fisik kami yang menghabiskan banyak waktu membantunya mendapatkan kembali kekuatan yang hilang selama satu bulan terakhir dirawat di rumah sakit,” kata Mohiuddin.

Faucette adalah ayah dua anak yang tinggal di Maryland, Amerika Serikat. Dia seorang veteran Angkatan Laut selama 20 tahun yang baru-baru ini bekerja sebagai teknisi laboratorium di Nationwide Institutes of Well being.

Faucette pertama kali masuk UMMC pada 14 September setelah mengalami gejala gagal jantung. Selama di rumah sakit, jantungnya sempat berhenti dua kali dan hanya bisa dihidupkan kembali karena adanya defibrilator otomatis di kamarnya.

“Satu-satunya harapan saya yang tersisa adalah menjalani jantung babi, xenotransplantasi,” kata Faucette kepada rumah sakit dalam wawancara inner beberapa hari sebelum operasi.

Simak Video “Pasien Pertama Penerima Cangkok Jantung Babi Meninggal, Ini Kata Ahli
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)