Tag: Jika

Pikir Ulang Deh, 3 Posisi Bercinta Ini Rawan Picu Mr P Patah Jika Tak Hati-hati


Jakarta

Sebelum berhubungan seksual, sebaiknya pelajari terlebih dulu hal-hal yang disarankan dan harus dihindari. Termasuk salah satunya posisi seksual yang bisa berbahaya bagi organ intim. Sejumlah variasi seks bahkan diyakini bisa memicu kondisi berbahaya seperti penis patah.

Dikutip dari laman Instances of India, ada beberapa posisi yang dianggap berbahaya meskipun terlihat sederhana. Berikut penjelasannya.

1. Posisi Cowgirl


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut penelitian yang dipublikasikan US Nationwide Institute of Well being, posisi ini dapat membahayakan alat kelamin pria. Alasannya, pelumasan saja tidak cukup ketika wanita berada di posisi atas, sehingga penetrasi terasa nyeri. Hal ini dapat menyebabkan cedera terlebih saat beban tubuh yang lebih berat ditanggung oleh pria.

2. Doggy Fashion

Saat melakukan posisi ini, tidak sedikit laporan kasus vagina robek terutama jika penis ditembus dari sisi yang salah dan dipaksakan. Kadang-kadang pelumasan saja tidak cukup, bahkan posisinya bisa membahayakan. Jika penetrasi dilakukan saat bagian intim vagina belum siap, maka akan berisiko pula terjadi robekan.

3. Misionaris

Posisi seksual misionaris adalah posisi yang paling umum dilakukan. Tapi, peneliti di Brasil menemukan bahwa hampir 21 persen patah tulang penis atau penis patah terjadi ketika pria mencoba mencapai klimaks di posisi ini. Pria mungkin memegang kendali atas kekuatan dan kecepatan dorongannya, tetapi bisa saja bagian penis tidak sengaja mengenai tulang panggul yang berujung berbahaya.

Jadi, pastikan mempraktikkan kegiatan seksual yang aman. Cobalah pelumas yang berbeda dan yang tak kalah penting adalah memastikan ada persetujuan pasangan terkait apapun yang ingin dicoba. Berhubungan seksual harus menyenangkan bagi kedua pihak. Jangan lupa melakukan foreplay terlebih dahulu.

Pengaruh Posisi Seks yang Berbahaya

Saat telanjur melakukan kegiatan seksual yang berisiko membahayakan organ kelamin, bisa memicu hilangnya ereksi pagi hari, nyeri saat ejakulasi, nyeri saat ereksi, ereksi tidak berkelanjutan, lengkungan kasar, bahkan penyusutan penis.

Selain itu, posisi seks yang terlalu intens dan kuat dalam segala bentuk juga berbahaya bagi pria dan wanita. Penting untuk membiarkan tubuh mempersiapkan diri. Ketika terus-menerus mencapai orgasme tanpa membiarkan tubuh siap, hal ini dapat menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan.

Simak Video “Kenali Manfaat Seks Rutin Bagi Kesehatan untuk Pasutri
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Pasutri Merapat! Ini 4 Manfaat Jika Rutin Bercinta Setiap Hari

Jakarta

Bukan rahasia lagi bahwa seks memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik maupun psychological. Menurut sains, dengan berhubungan seks seseorang dapat meningkatkan fungsi seksual. Sehingga semakin banyak bercinta, semakin baik juga fungsi seksual yang dimiliki seseorang.

Meskipun memiliki banyak manfaat, namun survei 2017 menyatakan bahwa, hanya empat persen orang dewasa yang menyatakan dirinya berhubungan seks setiap hari.

Memuaskan diri sendiri dengan berhubungan seks dapat meningkatkan gairah dan membuat seseorang ingin melakukannya lebih sering dengan pasangan.

Dikutip dari Healthline, berikut berbagai manfaat yang bisa didapatkan saat berhubungan seks setiap hari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mengurangi stres dan kecemasan

Seks telah terbukti mengurangi stres dan kecemasan pada penelitian manusia maupun hewan. Hal ini karena seks dapat menurunkan hormon stres kortisol dan adrenalin.

Selain itu, bercinta juga dapat melepaskan endorfin dan oksitosin, yang memiliki efek relaksasi dan penghilang stres. Bercinta juga membuat seseorang tertidur lebih cepat dan nyenyak.

2. Menghilangkan rasa sakit

Endorfin dan bahan kimia lain yang dilepaskan selama orgasme bisa menjadi pereda nyeri alami yang bekerja seperti opioid. Hal ini juga menjelaskan mengapa seks dapat membantu mengurangi rasa sakit kepala dan migrain bagi sebagian orang.

3. Membuat jantung lebih baik

Selain stres yang lebih rendah dan membuat tidur lebih nyenyak, seks juga dapat menurunkan tekanan darah. Selain itu berhubungan seks dianggap sebagai olahraga ringan hingga sedang, tergantung seberapa lama seseorang melakukannya.

Lebih sering berhubungan seks dan meraih kepuasan juga dikaitkan dengan risiko serangan jantung yang lebih rendah.

4. Meningkatkan hubungan antara keduanya

Bercinta membuat seseorang lebih dekat dengan pasangan, karena oksitosin yang dilepaskan saat melakukannya dapat meningkatkan kasih sayang dan kepercayaan antar keduanya.

Menurut sebuah studi 2017 terhadap pasangan suami istri, ternyata postcoital glow berlanjut selama 48 jam setelah berhubungan seks dan hal ini berkontribusi pada ikatan pasangan. Semakin kuat perasaan senang, semakin tinggi pula kepuasaan akan pernikahan yang dijalaninya.

Sehingga para ahli sering menyarankan untuk tidak buru-buru menolak saat pasangan ingin berhubungan seks, meski salah satunya sedang tidak temper.

Meski berhubungan seks memiliki banyak manfaat, keduanya harus tetap berhati-hati karena semakin sering berhubungan seks, juga memperbesar kemungkinan tertular Infeksi Menular Seksual (IMS). Sehingga perlu melakukan pengujian IMS secara teratur dan mengungkapkan hasilnya kepada pasangan sebagai bentuk pencegahan agar bercinta lebih aman.

Seks setiap hari bisa sangat bagus untuk kesejahteraan hubungan dengan pasangan, selama keduanya tidak hanya fokus pada frekuensi. Hal ini karena kualitas saat bercinta lebih baik dibanding dengan kuantitas.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Gejala Diabetes di Pagi Hari saat Bangun Tidur, Waspadai Jika Alami Keluhan Ini

Jakarta

Penyakit gula atau diabetes dipandang sebagai momok mengerikan. Pasalnya di samping besarnya risiko komplikasi dan fatalitas, pada beberapa kasus, penyakit ini ada di tubuh seseorang tanpa memunculkan gejala yang jelas terlihat. Bahkan ada juga pasien yang sempat tidak mengalami gejala sama sekali.

Mengacu pada Nationwide Well being Service (NHS) di Inggris, diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menghancurkan dan menyerang sel-sel yang memproduksi insulin. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau tidak bereaksi terhadap insulin sebagaimana mestinya.

Seringkali, orang dengan diabetes tipe 2 sama sekali tidak menyadari dirinya tengah mengidap diabetes selama bertahun-tahun lantaran memang tidak ada gejala yang terlihat sama sekali.

Namun di samping itu, ada satu gejala diabetes yang tidak diketahui banyak orang, yakni sering muncul kesemutan di pagi hari.

“Gula berlebih dalam darah dapat merusak ujung saraf, terutama saraf yang terletak paling jauh dari sumsum tulang belakang seperti kaki,” ungkap pihak UNC Well being Wayne dikutip dari Mirror Information UK, Senin (4/9/2023).

Kesemutan tersebut digambarkan seperti sensasi mati rasa atau terbakar di bagian kaki setelah seseorang bangun tidur. Kondisi itu masuk ke dalam daftar gejala diabetes bersamaan dengan tingginya frekuensi buang air kecil.

“Kebanyakan orang buang air kecil empat hingga tujuh kali dalam sehari. Jika seseorang sering pergi ke kamar mandi, terutama terbangun beberapa kali di malam hari, itu mungkin merupakan tanda bahwa ginjal bekerja lembur untuk membuang kelebihan gula dalam darah,” terangnya.

NEXT: Diabetes bisa bikin ‘moody’

Simak Video “Waspada Diabetes pada Anak
[Gambas:Video 20detik]

Waspadai Jika Mr P Berubah Warna, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Jakarta

Pernah berpikir warna penis berubah? Pasti para pria panik ketika mengalaminya. Akan tetapi, hal ini nyatanya bisa terjadi.

Kondisi perubahan warna penis erat kaitannya dengan aliran darah. Sama seperti ketika darah mengalir ke tempat lain di tubuh, peningkatan aliran darah dapat membuat penis terlihat berwarna agak merah.

Perubahan warna ini regular dan mungkin lebih terlihat saat ereksi, yang memungkinkan terjadinya peningkatan aliran darah. Namun, penis akan kembali berwarna semula saat sesudah ereksi.

Pada kondisi lain, saat perubahan warna penis disertai dengan gatal, bengkak, nyeri, atau gejala tidak biasa lainnya, bisa jadi tanda dari penyakit.

Beberapa kondisi lain penyebab penis berubah warna.

1. Memar

Seperti bagian tubuh lainnya, space kejantanan bisa memar. Memar berkembang ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit kita pecah dan mulai bocor.

Ini terjadi ketika melukai diri sendiri dengan cara tertentu, seperti terjebak dalam ritsleting, atau seks kasar. Namun, sama seperti memar apa pun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan akan memulih atau memudar sendiri.

Pada cedera yang lebih parah, mungkin akan mengalami hematoma, atau memar yang sangat dalam. Ini memerlukan perhatian medis segera karena dapat merusak jaringan halus di penis dan testis.

2. IMS

Infeksi menular seksual (IMS) dapat mengubah warna seluruh penis, berupa luka merah-ungu, atau bisa jadi itu adalah gejala herpes.

Herpes sangat menular dan disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), yang memicu lepuh yang menyakitkan.

Luka pada penis juga bisa menjadi tanda awal sifilis, infeksi jahat yang menyebabkan sakit kepala, nyeri sendi, dan kelelahan.

3. Reaksi Alergi

Reaksi alergi dapat menyebabkan perubahan warna kulit dan ruam.

Dalam kasus yang lebih parah dapat memicu kondisi yang disebut sindrom Stevens-Johnson, biasanya disebabkan oleh reaksi obat, yang juga menyebabkan demam, sakit kepala, nyeri sendi, dan batuk.

Sindrom Stevens-Johnson adalah keadaan darurat medis sehingga harus mendapat penanganan.

Simak Video “Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah
[Gambas:Video 20detik]

8 Virus Purba Ini Bisa ‘Bangkit’ Jika Es Abadi Mencair

Jakarta

Pemanasan international memunculkan kekhawatiran baru di kalangan ilmuwan. Mereka cemas permafrost/es abadi yang membeku selama bertahun-tahun mencair dan melepaskan virus-virus purba yang terkurung di dalamnya.

“Risiko ini pasti akan meningkat dalam konteks pemanasan international, di mana pencairan lapisan es akan terus meningkat, dan lebih banyak orang akan menghuni Kutub Utara,” ujar Jean-Michel Claverie, ahli biologi komputasi di Universitas Aix-Marseille di Prancis yang mempelajari virus purba dan eksotis, dikutip dari CNN, Minggu (30/7/2023).

Memang, virus tersebut sudah tersegel dalam permafrost selama ribuan tahun. Tapi peneliti di Pusat Penelitian Gabungan Komisi Eropa menemukan sekitar tiga persen dari virus purba itu bisa menjadi dominan setelah dilepaskan dari es. Artinya, patogen ‘penjelajah waktu’ itu memiliki risiko memicu perubahan pada ekologi sekaligus mengancam kesehatan manusia.

Berikut 8 virus purba yang bisa ‘bangkit’ jika permafrost mencair.

1. Pithovirus sibericum

Ini adalah salah satu jenis virus terbesar yang pernah ditemukan. Dengan panjang sekitar 1,5 mikrometer, virus ini memiliki ukuran yang hampir sama dengan bakteri kecil dan termasuk dalam kategori ‘virus raksasa’ atau virus DNA beruntai ganda yang dapat dilihat di bawah mikroskop cahaya.

2. Mollivirus sibericum

Virus ini ditemukan membeku dalam sampel permafrost Siberia yang berusia 30 ribu tahun, sama seperti Pithovirus sibericum. Namun, memiliki ukuran yang lebih kecil yakni 0,6-1,5 mikrometer.

Mollivirus sibericum berbentuk kasar dan dikelilingi lapisan pelindung berbulu. Virus ini juga bisa menghasilkan 200 hingga 300 partikel virus baru dari setiap amuba yang diinfeksinya.

3. Pithovirus mammoth

Pithovirus mammoth adalah salah satu jenis Pithovirus yang tercatat dan diekstraksi dari gumpalan wol mammoth yang membatu berusia 27 ribu tahun. Wol tersebut ditemukan di tepi Sungai Yana di Timur Jauh Rusia.

Virus ini memiliki partikel besar sepanjang 1,8 mikrometer dan memiliki struktur seperti gabus yang mirip dengan Pithovirus sibericum.

4. Pandoravirus mammoth

Virus yang berasal dari genus Pandoraviridae ini merupakan mayoritas virus yang diangkat dari permafrost. Virus raksasa ini menginfeksi amuba dan memiliki partikel besar berbentuk amphora yang panjangnya mencapai 1,2 mikrometer.

Sama seperti Pithovirus mammoth, virus ini ditemukan pada gumpalan wol mammoth di tepi Sungai Yana. Virus ini juga ditemukan pada isi perut mammoth yang membatu berusia 28.600 tahun di Kepulauan Lyakhovsky di lepas pantai timur laut Rusia.

5. Pandoravirus yedoma

Ini adalah virus tertua yang dibangkitkan dari permafrost hingga saat ini. Patogen ini berusia 48.500 tahun dan ditemukan di endapan es di bawa danau di Yukechi Alas, di Timur Jauh Rusia.

Pandoravirus yedoma memiliki partikel besar berbentuk telur dengan panjang 1 mikrometer. Amuba adalah salah satu inang bagi virus ini.

6. Megavirus mammoth

Megavirus mammoth adalah virus purba pertama yang ditemukan di permafrost. Virus yang masuk dalam keluarga Mimiviridae ini ditemukan dalam air menara pendingin di Bradford, Inggris, pada 1992.

Virus ini menginfeksi amuba dan memiliki partikel berdiameter 0,5 mikrometer. Ia juga terbungkus dalam kapsul dengan 20 sisi segitiga yang identik.

NEXT: Pacmanvirus Lupus dan Cedratvirus lena

Please, Warga +62 Harus Jadi Good Eater! Waspada Jika Lingkar Perut Sebesar Ini


Jakarta

Wakil Menteri Kesehatan Ri dr Dante Harbuwono mengatakan kasus obesitas di Indonesia mengalami peningkatan. dr Dante mengatakan ada peningkatan kasus obesitas di Indonesia dapat dilihat dari knowledge Riskesdas 2013 dan 2018.

“Riskesdas 2013 itu angka obesitas di Indonesia sekitar 15,3 persen. Begitu dipotret lagi tahun 2018, obesitasnya menjadi 21,8 persen. Jadi ada peningkatan yang begitu drastis di masyarakat tentang obesitas,” katanya dalam konferensi pers, Senin (24/7/2023).

Diperlukan keterlibatan semua pihak untuk bisa menekan angka obesitas yang terus meningkat di Indonesia. Ia mengimbau masyarakat untuk bisa menjadi ‘konsumen cerdas’ ketika membeli berbagai produk makanan atau minuman kemasan.

“Yang perlu dilakukan adalah bagaimana mendidik masyarakat menjadi ‘sensible eater’ atau cerdas untuk makan,” ucap Wamenkes.

“Jadi sebelum membeli makan, dia harus baca dulu itu kalorinya berapa, sehingga nanti dia bisa memperhitungkan kalau dia makan makanan tersebut atau untuk anaknya bisa dilihat,” tambahnya.

Selain memperhatikan informasi nilai gizi makanan, Wamenkes juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan ukuran lingkar perut. Hal ini kerap diabaikan padahal bisa menjadi potensi berbagai penyakit berkaitan dengan obesitas.

“Obesitas itu berkaitan dengan berat badan dan tinggi badan. Untuk dewasa yang penting juga adalah lingkar perut. Walau tinggi dan berat badan seimbang, jangan sampai lingkar perutnya buncit seperti bapak-bapak,” katanya.

Wamenkes mengatakan ukuran lingkar perut maksimal untuk laki-laki adalah 90 cm, sedangkan untuk perempuan 80 cm.

“Kalau lebih dari itu, maka akan ada banyak sekali lemak visceral atau lemak yang terkandung di dalam lapisan jaringan usus yang akan berpotensi memberikan kontribusi pada penyakit-penyakit yang berkaitan dengan obesitas. Misalnya seperti jantung diabetes, hipertensi, dan sebagainya,” pungkasnya.

Simak Video “Kemenkes Ungkap Pemicu Obesitas pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(avk/naf)

Dokter Ungkap Ukuran Testis ‘Regular’, Waspada Jika Besarnya Seperti Ini


Jakarta

Testis atau buah zakar merupakan penghasil hormon testosteron dan sperma pada pria. Umumnya, ukuran testis pria dewasa sekitar 4 x 3 x 2 cm dan berbentuk oval.

Banyak anggapan bahwa ukuran semakin besar ukuran testis, semakin baik juga kualitas sperma yang diproduksi. Lalu, apakah hal tersebut benar?

Menanggapi, spesialis urologi dr Hery Tiera, SpU, menyebut ukuran buah zakar yang besar belum tentu bisa menghasilkan sperma berkualitas baik. Sebaliknya, ukuran testis yang besar bisa menjadi pertanda penyakit tertentu seperti tumor dan orchitis (radang testis).

“Misalnya pada tumor testis, itu tumornya itu gede banget bisa segede bola basket. Tapi kualitas spermanya malah terganggu karena sel yg tumbuh adalah sel-sel most cancers atau sel-sel yg tidak sehat, gitu,” ujar dr Hery ditemui detikcom di Tamarind and Lime, Jakarta Selatan, (26/6/2023).

“Orchitis itu adalah infeksi dari buah zakar, itu bijinya bisa gede, tapi nggak bisa segede tumor. Kemaluannya gede itu bisa memicu gangguan kesuburan,” sambungnya.

Selain tumor dan orchitis, buah zakar yang besar juga bisa menjadi tanda penyakit varikokel. Dikutip dari Healthline, varikokel adalah pembuluh darah vena di dalam kantong kulit yang menahan testis (skrotum).

“Jadi buah zakar besar tidak selalu kualitas sperma bagus, tapi kalo ukuran yang kecil hampir selalu disertai kualitasnya sperma yang semakin jelek. Karena (produksi) sel itu semakin sedikit,” pungkas dr Hery.

Simak Video “Sebastien Haller Idap Tumor Testis, Kenali Gejala-Faktor Risikonya
[Gambas:Video 20detik]
(hnu/kna)

Kerap Bikin Batal Nikah, Apa yang Terjadi Jika Pasangan Thalasemia Punya Anak?

Jakarta

Ada banyak hal yang menjadi pertimbangan sebelum pasangan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Tak cuma dari segi finansial, kondisi medis pasangan juga kerap menjadi poin yang didiskusikan sebelum menikah.

Seringkali pasangan yang mengidap penyakit genetik thalasemia memutuskan membatalkan pernikahannya. Calon buah hati kerap menjadi alasan mereka akhirnya ‘berhenti di tengah jalan’.

Spesialis penyakit dalam konsultan hematologi dan onkologi medik Prof dr Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM mengatakan memang tidak ada larangan bagi pasangan pejuang thalasemia menikah. Tetapi jika ingin memiliki anak, risiko buah hati mengidap penyakit keturunan akan lebih tinggi.

“Jadi bisa thalasemia mayor, bisa thalasemia minor. Intinya anak punya risiko,” kata Prof Zubairi kepada detikcom, Rabu (7/6/2023).

Apabila kedua pasangan memiliki risiko, penyakit thalasemia dapat menurun ke calon anak kelak. Bila dua orang pembawa sifat thalasemia melakukan perkawinan, kemungkinan anak lahir dengan thalasemia mayor sebesar 25 persen.

Hal yang dikhawatirkan adalah jika anak mengidap thalasemia mayor. Thalasemia mayor biasanya menyebabkan anemia kronis dan seumur hidup yang harus diobati dengan transfusi darah dan pembuangan zat besi yang berlebihan.

Prof Zubairi menambahkan, kehamilan pada pasien thalasemia harus diperhatikan seketat mungkin. Ada tatalaksana dengan tim multidisiplin agar bayi dan ibu selamat saat kehamilan serta persalinan.

“Dokter akan memberikan resep asam folat sekitar 5 mg sehari selama kehamilan. Tujuannya mengurangi risiko melahirkan bayi yang ada gangguan di tulang belakang yang disebut spina bifida,” ujarnya.

Bukan berarti pengidap thalasemia tidak bisa hidup regular. Dokter Beri mengungkap ada atlet ternama yang bahkan bisa tetap beraktivitas seperti biasa meski mengidap thalasemia.

“Dua-duanya thalasemia minor, pemain tenis terkenal Pete Sampras kemudian pemain sepakbola profesional Zidane Zidan itu juga pasien thalasemia minor,” ujar Prof Zubairi.

Simak Video “Pola Hidup Tidak Baik Picu Diabetes?
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

Menstrual Disc Bukan Buat Seks saat Haid! Risiko Mengintai Jika Tetap Nekat Pakai

Jakarta

Flex menstrual disc baru-baru ini menjadi buah bibir netizen di Twitter. Berawal dari salah satu pengguna yang membagikan pengalamannya menggunakan alat ini untuk berhubungan seksual saat menstruasi. Kolom komentar pun dibanjiri beragam tanggapan, tak sedikit yang mempertanyakan risiko penggunaan alat ini.

Menanggapi hal ini, dokter spesialis kandungan dan ginekologi, dr Julita Nainggolan SpoG, buka suara.

“Alat ini menyerupai kondom wanita dan vaginal cup untuk menstruasi. Hanya saja, vaginal cup itu cukup tebal sehingga memang tidak bisa digunakan, jika tujuannya memang untuk hubungan seksual saat menstruasi,” ungkapnya ketika dihubungi detikcom, Sabtu (3/6/2023).

Alat ini bekerja sebagai penghalang dengan menutup sementara space vagina atas sehingga darah tertampung sementara. Ketika digunakan saat berhubungan badan, alat ini dapat menghalangi sperma agar tidak masuk ke space tersebut.

Meski begitu, terdapat plus minus menggunakan alat ini. Memang, menggunakan flex menstrual disc membuat penggunanya tetap bisa berhubungan seksual saat menstruasi, tetapi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan.

“Hubungan seksual saat sedang haid memang tidak disarankan, selain karena kotor sehingga dapat memicu infeksi juga dapat menyebabkan regurgitasi atau aliran balik darah ke rongga panggul, hal ini merupakan salah satu teori yang cukup kuat pada terjadinya kista endometriosis atau kista coklat yang saat ini kasusnya cukup banyak. Retrograde mens salah satu yang bisa memicu pertumbuhan endometriosis bukan pasti,” jelasnya.

Selain itu, penggunaan alat ini masih memiliki risiko tumpah atau keluarnya darah dari vagina sehingga bisa menimbulkan infeksi. Pasalnya, alat ini datang dengan berbagai ukuran sehingga harus disesuaikan dengan vagina masing-masing. Jika tidak sesuai, alat ini tidak akan efektif untuk menampung darah.

“Kalaupun memang mau pakai sebaiknya tunda sampai mensnya memang tinggal sedikit, ini jauh lebih aman,” pungkas dr Julita.

Simak Video “11 dari 31 Ribu Kasus Gigitan Hewan Penular Rabies Meninggal
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)