Jakarta

Senam merupakan salah satu cara agar badan tetap sehat dan bugar. Saat ini ada banyak sekali jenis senam yang bisa dilakukan, salah satunya senam kegel.

Biasanya senam kegel dilakukan oleh para wanita, khususnya bagi ibu hamil. Namun nyatanya, senam kegel juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Bahkan, manfaatnya sangat baik untuk kesehatan sistem reproduksi.

Lantas, apa manfaat senam kegel bagi tubuh? Lalu seperti apa gerakan senam kegel? Simak penjelasan dan contohnya secara lengkap di bawah ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengertian Senam Kegel

Senam kegel (kegel train) adalah senam kebugaran untuk menguatkan otot-otot di sekitar panggul. Mengutip situs My Cleveland Clinic, otot panggul sangat penting karena berperan sebagai penyangga organ tubuh seperti rahim, kandung kemih, hingga rektum.

Selain itu, otot panggul juga dapat digunakan untuk menahan air kencing keluar dari tubuh, hal ini cukup membantu jika sedang di perjalanan dan sulit menemukan bathroom. Lalu, otot panggul juga dapat mencegah terjadinya pipis di celana atau mengeluarkan gasoline (kentut) secara tidak sengaja.

Dalam buku Senam Kecantikan oleh Linda Ratna, senam kegel diciptakan oleh seorang dokter ginekologis dari Amerika Serikat, yakni dr Arnold Henry Kegel pada tahun 1940. Pada awalnya, senam kegel bertujuan untuk mengatasi masalah inkontinensia, yakni kesulitan menahan kencing hingga sering mengompol.

Namun, setelah dilakukan penelitian lebih lanjut ditemukan bahwa senam kegel dapat membantu menstimulasi organ seksual. Lalu, otot panggul yang kuat karena rutin senam kegel juga dapat melenturkan jaringan perineum saat proses melahirkan.

Manfaat Senam Kegel untuk Tubuh

Ada sejumlah manfaat yang didapat dari melakukan senam kegel secara rutin. Dikutip dari berbagai sumber, berikut manfaat senam kegel untuk tubuh.

1. Mempermudah Proses Persalinan

Apabila detikers sedang hamil dan menjelang masa persalinan, dianjurkan untuk melakukan senam kegel. Sebab, senam ini dapat melancarkan proses persalinan.

Hal ini disebabkan oleh otot-otot di pinggul yang semakin kuat, hal ini dapat mencegah risiko robeknya perineum. Dengan begitu, proses persalinan diharapkan dapat berjalan lancar.

2. Mencegah Perineum Robek

Dalam buku Rahasia Kedahsyatan Fungsi Seksual oleh Adi D. Tilon, melakukan senam kegel bagi ibu hamil dapat membantu mencegah perineum robek. Perlu diketahui bahwa perineum adalah jaringan tipis kulit yang letaknya berada di antara anus dan vagina.

Sebenarnya, robekan kecil pada perineum wanita bisa sembuh seiring berjalannya waktu. Namun jika robekannya besar, hal ini dapat merusak otot dasar panggul atau sfingter anus di sekitar perineum. Hal ini menyebabkan kamu jadi susah buang air kecil, buang air besar, atau berhubungan seksual.

3. Membantu Memulihkan Pasca Melahirkan

Tak hanya dilakukan saat hamil, senam kegel juga bisa diterapkan pasca melahirkan. Sebab, senam kegel dapat membantu merapatkan vagina setelah melahirkan, terutama bagi detikers yang melahirkan secara regular.

Saat proses melahirkan, sejumlah otot akan mengalami longgar atau melar. Nah, melakukan senam kegel dapat membantu mempercepat miss V kembali ke bentuk semula.

4. Membantu Masalah Urinasi

Apakah detikers terlalu sering buang air kecil? Jika iya, cobalah untuk melakukan senam kegel. Sebab, senam kegel dapat mengurangi risiko masalah urinasi. Senam ini juga dapat membantu orang yang kesulitan menahan kencing ketika bersin, batuk, atau tertawa terbahak-bahak.

5. Meminimalisir Ambeien

Manfaat lain dari melakukan senam kegel adalah dapat mencegah risiko ambeien atau hemoroid. Perlu diketahui bahwa ambeien merupakan suatu penyakit karena adanya benjolan di sekitar dalam maupun luar anus. Ambeien sering kali bikin tidak nyaman dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

6. Meningkatkan Gairah Seksual

Rutin melakukan senam kegel ternyata turut meningkatkan gairah seksual, lho. Bagi pria, senam ini dapat mengencangkan otot panggul di sekitar penis sehingga dapat mengatasi ejakulasi dini hingga disfungsi ereksi.

Lalu, senam kegel juga dapat membantu pria atau wanita untuk merasakan klimaks yang berulang-ulang saat berhubungan intim. Hal ini berkat otot pinggul dan organ intim yang kuat.

Gerakan Senam Kegel yang Benar

Gerakan senam kegel terbilang cukup mudah untuk dilakukan, bahkan untuk detikers yang jarang olahraga sekalipun. Soalnya, senam ini hanya mengandalkan otot dalam.

Walau punya banyak manfaat untuk perempuan, namun senam kegel juga bisa dilakukan oleh laki-laki. Senam ini dapat dilakukan dalam posisi berdiri, duduk, maupun terlentang.

Seperti apa gerakan senam kegel yang benar? Simak berikut ini:

1. Ketahui Posisi Otot Panggul

Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui di mana posisi otot panggul dan seperti apa rasanya. Bila detikers ragu, sebaiknya konsultasikan dahulu dengan dokter untuk mencegah terjadinya infeksi saluran kemih akibat salah latihan.

2. Menentukan Posisi Senam

Jika sudah mengetahui posisi otot panggul, kini saatnya menentukan posisi senam kegel. Dilansir e-jurnal academia.edu, berikut sejumlah posisi senam kegel:

Berdiri

Jika berdiri, usahakan posisi tubuh tegap dengan tulang punggung lurus agar posisi bahu tidak terkulai.

Berbaring

Ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan ketika melakukan senam kegel dalam posisi berbaring, yaitu:

  • Berbaring dengan posisi nyaman dan santai
  • Letakkan kedua lengan tangan di lantai
  • Angkat tubuh dan pastikan pikiran tetap pada keadaan rileks.

Duduk

Senam kegel juga bisa dilakukan dengan posisi duduk. Kamu bisa duduk di lantai sambil bersila atau duduk di kursi yang nyaman.

3. Lakukan Gerakan Senam Secara Bertahap

Jika posisi tubuh sudah siap, lakukan gerakan senam kegel secara bertahap. Dimulai dari menahan otot panggul bawah selama 5 detik, lalu melepaskannya dalam waktu yang sama.

Lakukan gerakan tersebut sebanyak 4-5 kali dengan meningkatkan durasinya. Misal, dari yang awalnya setiap 5 detik kini menjadi 10 detik.

Untuk hasil yang maksimal, kamu bisa melakukan senam kegel sebanyak tiga kali sehari. Oh ya, jangan lakukan senam ini ketika ingin buang air kecil, sebab dapat melemahkan otot-otot hingga berisiko mengalami infeksi saluran urin.

4. Fokus Menahan Otot Panggul

Saat melakukan gerakan senam kegel, pastikan gerakan tersebut dilakukan dengan teknik yang benar. Usahakan juga fokus menahan otot-otot panggul agar kuat.

Ketika menahan otot panggul, sebisa mungkin bagian otot perut, paha, hingga bokong jangan ikut dikencangkan. Lakukan dengan rileks tanpa perlu menahan napas.

Itu dia penjelasan mengenai senam kegel beserta cara gerakannya yang benar. Jika masih bingung, cobalah untuk melihat tutorial senam kegel di YouTube. Selamat mencoba!

Simak Video “Dampak Positif Merawat Kebersihan Diri pada Kesehatan Psychological Anak
[Gambas:Video 20detik]
(ilf/fds)