Tag: Kering

6 Cara Mengatasi Miss V Kering saat Bercinta, Biar Seks Nyaman dan Tak Sakit

Jakarta

Vagina kering dapat membuat pengalaman bercinta menjadi tidak menyenangkan. Sebab, kondisi ini dapat membuat wanita merasa tidak nyaman, atau bahkan sakit ketika berhubungan intim dengan pasangan.

Normalnya, vagina akan terasa lembab berkat cairan pelumas alami yang diproduksi oleh leher rahim (serviks) dan kelenjar bartholin. Saat mendapat rangsangan, produksi cairan ini akan meningkat sehingga memudahkan penetrasi saat berhubungan seks.

Produksi cairan pelumas tersebut juga sangat bergantung pada kadar hormon estrogen. Jadi ketika hormon estrogen dalam tubuh wanita menurun, maka produksi cairan tersebut akan berkurang sehingga membuat vagina menjadi kering.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan hormon estrogen menurun, di antaranya:

  • Baru melahirkan
  • Hamil
  • Menyusui
  • Menopause

Vagina kering juga bisa terjadi akibat efek samping obat atau kondisi medis tertentu, seperti:

  • Mengonsumsi obat antidepresan
  • Menjalani pengobatan kanker
  • Mengidap diabetes
  • Memiliki Sindrom Sjogren
  • Penggunaan produk pembersih kewanitaan tertentu

Selain itu, vagina kering bisa juga dipicu oleh kebiasaan tidak sehat seperti merokok atau minum minuman beralkohol, serta faktor psikologis seperti stres.

Cara Mengatasi Miss V Kering saat Berhubungan Intim

Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi vagina kering antara lain:

1. Menambah Waktu Foreplay

Foreplay merupakan salah satu aspek bercinta yang kerap disepelekan. Padahal, foreplay bisa menjadi salah satu cara mengatasi vagina kering dan meningkatkan gairah saat berhubungan intim.

Jika mengalami vagina kering, mintalah suami untuk melakukan foreplay atau menambah durasi foreplay. Tujuannya adalah untuk meningkatkan rangsangan seksual sehingga mendorong produksi cairan pelumas pada vagina.

2. Menggunakan Pelumas

Cara mengatasi Miss V kering saat berhubungan intim juga bisa dengan menggunakan bantuan pelumas. Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih pelumas untuk mengatasi vagina kering.

Misalnya, tipe pelumas. Umumnya, ada tiga jenis pelumas seks yang dijual di pasaran, yakni pelumas berbasis air, silikon, dan minyak. Setiap pelumas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi pertimbangkan secara element sebelum memilih.

Selain itu, perhatikan pula bahan yang terkandung dalam pelumas tersebut. Pasalnya, beberapa kandungan tertentu bisa saja menimbulkan iritasi atau reaksi alergi.

3. Menggunakan Pelembap Vagina

Selain pelumas, pelembap vagina juga dapat digunakan untuk mengurangi kekeringan pada vagina. Pelembap vagina bisa berupa krim, gel, atau supositoria yang dimasukkan ke dalam vagina.

4. Memakai Pill atau Krim Estrogen Vagina

Meski ada kata ‘pill’, pill estrogen bukan untuk diminum, melainkan dimasukkan ke dalam vagina. Pill ini bekerja dengan cara melepaskan hormon estrogen ke jaringan vagina sehingga bisa meningkatkan produksi cairan pelumas alammi vagina.

Selain pill, ada juga krim estrogen yang dioleskan ke dalam dinding vagina. Biasanya, produk krim estrogen sudah dilengkapi alat untuk membantu memasukkannya ke dalam vagina. Perlu dicatat, penggunaan pill atau krim estrogen tidak dianjurkan untuk wanita yang memiliki riwayat kanker rahim atau payudara, pernah mengalami pendarahan vagina, atau sedang dalam masa kehamilan maupun menyusui.

5. Memperbanyak Minum Air Putih

Salah satu cara mengatasi Miss V kering saat berhubungan intim secara alami adalah dengan memperbanyak minum air putih. Selain karena penurunan hormon estrogen, vagina kering terkadang juga bisa disebabkan oleh dehidrasi. Untuk mencegah hal tersebut, salah satu cara yang paling ampuh adalah dengan memperbanyak minum air putih. Adapun jumlah air putih yang disarankan untuk wanita adalah sekitar 2,75 liter setiap harinya.

6. Menambah Asupan Vitamin A dan Beta Karoten

Selain memperbanyak konsumsi air putih, cara lain untuk mengatasi vagina kering secara alami adalah dengan menambah asupan vitamin A dan beta karoten. Vitamin A dapat membantu pembentukan selaput lendir, termasuk pada lapisan vagina, sehingga membuatnya menjadi lebih lembap.

Sementara, beta karoten adalah nutrisi yang dimanfaatkan tubuh untuk memproduksi vitamin A. Jadi semakin tinggi asupan beta karoten, maka semakin banyak pula vitamin A yang bisa dimanfaatkan oleh tubuh.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(ath/kna)

10 Cara Mengatasi Batuk Kering dengan Bahan Alami dan Obat

Jakarta

Batuk kering merupakan salah satu gejala pada flu yang sering muncul. Jika, batuk kering dibiarkan terus menerus, maka akan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Dikutip dari Poltekkes Tanjungkarang, batuk kering merupakan batuk yang ditandai dengan tidak adanya sekresi dahak dalam saluran napas.

Batuk kering dapat terjadi karena adanya faktor-faktor alergi, seperti debu, asap rokok, dan perubahan suhu. Selain itu, batuk kering juga dapat terjadi akibat efek samping penggunaan obat dan flu.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuk simak cara mengatasi batuk kering.

10 Cara Mengatasi Batuk Kering

Dikutip dari situs Cleveland Clinic dan Healthline, berikut beberapa bahan dan obat yang bisa dikonsumsi untuk membantu mengatasi batuk kering:

1. Minuman hangat

Cobalah teh atau air hangat dengan madu dan lemon untuk menenangkan saluran pernapasan yang sedang iritasi. Tentunya diseimbangkan dengan air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh.

2. Permen

Menghisap permen keras dengan mint dapat meningkatkan produksi air liur dan melegakan tenggorokan. Namun, jangan berikan permen kepada anak di bawah 4 tahun karena dikhawatirkan akan tersedak.

3. Madu

Madu dapat membantu menghentikan batuk karena mengandung antibakteri yang dapat melawan penyebab batuk. Bahkan madu dapat membunuh bakteri penyebab infeksi tenggorokan.

4. Menggunakan humidifier

Humidifier dapat memberikan kelembaban ke udara. Kelembaban ini dapat menenangkan saluran hidung, sakit tenggorokan, serta meredakan batuk kering. Kamu juga bisa mendapatkan lebih banyak kelembaban dengan mandi uap atau mandi air panas.

5. Makanan hangat

Selain minuman, makanan hangat juga bisa membantu menambah kelembaban sekaligus meredakan rasa sakit dan gatal pada tenggorokan. Makanan hangat tentunya wajib memenuhi kebutuhan nutrisi selama batuk.

6. Kumur air garam

Air garam dapat menenangkan jaringan yang meradang dan mempercepat terjadinya penyembuhan. Garam juga dapat membunuh bakteri di space mulut dan tenggorokan.

Untuk membuat obat kumur air garam, campurkan 1/2 sendok teh garam ke dalam air hangat berukuran 240 ml. Miringkan kepala anda ke belakang dan berkumurlah air garam dengan perlahan selama 30 detik, lalu ludahkan.

7. Menghirup uap

Seperti air hangat atau air panas dapat membantu melembabkan jaringan yang kering dan teriritasi di saluran hidung dan tenggorokan. Hal ini juga dapat meredakan iritasi.

Panaskan air lalu tuang ke dalam mangkuk. Letakkan handuk di atas kepala dan mangkuk. Hirup udara hangat secara perlahan selama 2 hingga 3 menit. Kamu juga bisa mandi air hangat dan menghirup uapnya ketika mandi.

8. Konsumsi bromelain

Di dalam nanas, terdapat enzim bromelain. Enzim ini memiliki sifat antiinflamasi yang kuat, yang dapat membantu mengurangi bengkak dan iritasi pada tenggorokan.

Bromelain juga dapat membantu memecah lendir. Kamu dapat mendapatkan dosis kecil dengan mengonsumsi jus nanas. Namun, banyak orang yang lebih suka mengonsumsi suplemen.

9. Vitamin

Vitamin merupakan senyawa organik yang dibutuhkan oleh tubuh. Terdapat berbagai macam vitamin dengan peran yang berbeda-beda. Contohnya, vitamin C berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kamu dapat mengonsumsi multivitamin yang dijual bebas di apotik.

10. Dekstrometorfan HBr

Dikutip dari eprints UMS, untuk jenis batuk kering komposisi obat yang digunakan adalah Dekstrometorfan HBr. Obat ini dijual bebas sehingga mudah diperoleh di berbagai apotik. Namun, kamu tetap harus memperhatikan dosis serta aturan pakainya.

Terkait cara mengatasi batuk kering dengan bahan alami, detikers wajib curiga jika tidak kunjung membaik atau justru makin buruk. Jangan segan segera berkonsultasi ke dokter untuk mendapat penanganan.

Sedangkan untuk obat-obatan kimia, wajib dikonsumsi sesuai petunjuk yang terdapat di kemasan. Namun akan lebih baik jika dikonsumsi sesuai resep dokter. Demikian penjelasan tentang cara mengatasi batuk kering, semoga bermanfaat.

Simak Video “KuTips: 2 Ramuan Natural Penyembuh Batuk Akibat Polusi Udara
[Gambas:Video 20detik]
(row/row)

Sering Minum tapi Bibir Tetap Kering dan Pecah-pecah, Bagaimana Mengatasinya Dok?

Jakarta

Pertanyaan:

Dok, sudah seminggu ini bibir saya terlihat kering dan pecah-pecah. Sudah sering minum, pakai madu dan pelembab bibir juga.

Tapi, kondisinya masih sama saja. Ini penyebabnya apa dan adakah cara alami untuk mengatasinya?

Aldini (wanita, 22 tahun)

Jawaban:

Bibir kering atau dry lips bisa disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu faktor eksternal (dari luar tubuh) atau inside (dalam tubuh).

Faktor eksternal bisa karena pengaruh cuaca yang ekstrem, seperti udara kering, musim panas/dingin yang ekstrem.

Selain itu, bisa juga karena salah penggunaan produk lipstick, misalnya produk yang bisa menyebabkan iritasi atau mengandung bahan-bahan penyebab bibir kering.

Sementara untuk faktor inside disebabkan oleh kurangnya cairan dalam tubuh atau dehidrasi, peradangan pada bibir (angular cheilitis), alergi, kelainan tiroid, penyakit autoimun, hingga defisiensi vitamin B dan zat besi.

Selain itu, kebiasaan menjilat bibir atau melembabkan bibir dengan lidah juga bisa memicu bibir kering. Sebab, air liur yang menempel di bibir akan terevaporasi sehingga bibir menjadi kering.

Untuk membantu mengurangi kering pada bibir bisa dengan:

  • Minum air yang cukup / makan buah dan sayuran yang banyak mengandung air.
  • Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B dan Zat Besi.
  • Menggunakan lip balm secara rutin. Saat berada di luar ruangan aplikasikan lip balm tiap 2 jam, jika berada di dalam ruangan aplikasikan beberapa kali dan sebelum tidur.
  • Menggunakan bahan yang kandungannya dapat melembabkan bibir, seperti:
  • Minyak biji jarak
  • Ceramide
  • Dimethicone
  • Minyak biji rami
  • Mineral oil
  • Petrolatum
  • Shea butter
  • Bahan pelindung sinar matahari, seperti titanium oxide atau zinc oxide
  • White petroleum jelly

Jika sudah 1 minggu atau lebih mengalami bibir kering dan pecah-pecah, baiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit jika keluhan tidak kunjung membaik untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

dr Kendana Tamiz Patimah

Medical guide KavaLink

(Kavacare.id dan Linksehat.com)

Tentang Konsultasi Kesehatan

Pembaca detikcom yang memiliki pertanyaan seputar kesehatan, dapat mengirimkan pertanyaan disertai keterangan nama, usia, dan jenis kelamin melalui kind Konsultasi detikHealth, KLIK DI SINI.

Identitas penanya bisa ditulis terang atau disamarkan, disesuaikan dengan keinginan penanya. Kerahasiaan identitas dijamin.

Mau tahu kondisi psychological well being kamu? Coba ikutan tes psikologi DI SINI.

Simak Video “Kemenperin Duga Ada Faktor Selain Transportasi yang Sebabkan Polusi Jakarta
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Adakah Cara Mengobati Cacar Air Agar Cepat Kering dan Hilang? Ini Jawabannya

Jakarta

Cacar air adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Varicella zoster. Infeksi virus ini menyebabkan gatal dan ruam.

Umumnya, cacar air diderita oleh anak-anak di bawah usia 10 tahun. Tapi, pada beberapa kasus, cacar air juga diderita oleh orang dewasa. Lantas, adakah cara mengobati cacar air agar cepat kering dan hilang?

Cara Mengobati Cacar Air

Menurut situs Kemenkes, cacar air bisa sembuh dengan sendirinya. Senada dengan hal itu, menurut Medical Information At this time, tidak ada obat untuk cacar air, namun ada pengobatan alami yang bisa membantu mengatasi gejalanya.

1. Mandi dengan Oatmeal

Mengutip Healthline, mandi oatmeal bisa menenangkan kulit dan menghilangkan rasa gatal karena cacar air. Jangan khawatir, mandi tidak akan menyebarkan cacar menyebar ke satu bagian kulit ke bagian lainnya. Begini cara pemakaiannya:

-Gunakan satu cangkir oatmeal atau 1/3 cangkir untuk bayi atau anak kecil. Kamu bisa menghancurkan oatmeal dengan meals processor atau penggiling kopi supaya serpihannya menjadi sangat kecil.
-Tuang air hangat ke bak mandi. Coba tuang satu sendok makan oatmeal bubuk ke dalam segelas air hangat. Jika warna air menjadi seperti susu, berarti oatmeal sudah cukup halus.
-Tuang oatmeal ke bak mandi. Rendam selama maksimal 20 menit

2. Soda Kue

Selain oatmeal, kamu juga bisa menggunakan soda kue untuk meredakan gatal karena cacar air. Caranya yaitu sebagai berikut:

-Tuang satu cangkir soda kue ke bak mandi yang dangkal dengan air suam-suam kuku
-Rendam selama 15-20 menit.

3. Oleskan Losion Kalamin

Losion kalamin bisa membantu mengurangi rasa gatal karena mengandung sifat menenangkan kulit. Salah satunya seng oksida.

Kamu bisa mengoleskan losion kalamin menggunakan jari yang bersih atau kapas. Kemudian oleskan pada space kulit yang gatal. Namun, jangan oleskan losion ini pada space mata.

4. Kompres dengan Es

Gejala cacar air juga bisa diredakan dengan es. Caranya, bungkus es dengan handuk. Lalu, tempelkan dengan lembut ke kulit yang terkena cacar air.

5. Kompres dengan Teh Kamomil

Teh kamomil bisa menenangkan space cacar air yang gatal. Teh ini mengandung efek antiseptik dan anti-inflamasi. Caranya adalah:

  1. Seduh dua sampai tiga kantong teh kamomil, lalu biarkan dingin
  2. Celupkan kapas lembut atau waslap ke teh dan usapkan ke space kulit yang gatal
  3. Tepuk-tepuk kulit dengan lembut sampai kering

6. Jaga Kebersihan Kulit

Selain dengan melakukan berbagai perawatan yang telah disebutkan, perlu untuk menjaga kebersihan kulit. Setelah mandi, keringkan tubuh perlahan menggunakan handuk.

Pastikan untuk mengurangi infeksi bakteri, yaitu dengan membersihkan kulit dengan air dan sabun yang lembut, selalu menjaga kebersihan tangan, potong kuku agar tidak melukai kulit dan jaga pakaian tetap kering. Untuk mencegah anak menggaruk dan melukai kulit saat tidur, kenakan juga sarung tangan atau kaus kaki dengan bahan yang lembut.

Gejala Cacar Air

Ruam cacar air biasanya akan hilang sepenuhnya dalam waktu 14 hari. Gejalanya muncul 10-21 hari setelah tubuh terpapar virus Varicella. Berikut beberapa tanda atau gejala cacar air:

  1. Demam
  2. Pusing
  3. Lemas
  4. Nyeri tenggorokan
  5. Selera makan menurun
  6. Ruam merah, biasanya dimulai dari perut, punggung, wajah dan bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Ada tahap-tahap perkembangan ruam sebelum sampai pada tahap penyembuhan. Ketiga tahap itu berupa:

  1. Ruam merah menonjol
  2. Ruam seperti luka berisi cairan yang bisa pecah
  3. Luka lepuh yang pecah menjadi kerak kering. Luka ini bisa hilang dalam waktu beberapa hari.

Itulah beberapa pengobatan untuk meredakan gejala cacar air. Semoga informasi ini membantumu.

Simak Video “Tetap Waspada Meski Standing Darurat Cacar Monyet Dicabut WHO
[Gambas:Video 20detik]
(elk/fds)

10 Penyebab Mimisan, Mulai Udara Kering Hingga Pilek

Jakarta

Mimisan atau Epistaksis merupakan kondisi saat kamu kehilangan darah dari jaringan yang melapisi bagian dalam hidung. Mimisan ini biasanya dikarenakan kombinasi udara kering dan pembuluh darah kecil.

Mimisan sering terjadi, sekitar 60% orang akan mengalami setidaknya satu mimisan seumur hidup mereka. Hanya sekitar 10% kasus yang cukup parah sehingga memerlukan perawatan medis.

Namun sebelum mengetahui penyebab dari mimisan, detikers harus tahu terlebih dahulu jenis-jenis mimisan, sebagai berikut:

Jenis-jenis Mimisan

Penyebab mimisan bisa berasal dari cedera, infeksi, atau udara yang kering. Ada dua jenis mimisan, anterior dan posterior yakni

1. Mimisan Anterior

Mimisan ini terjadi karena pembuluh darah di hidung bagian depan rusak atau robek, sehingga terjadi perdarahan. Umumnya, mimisan anterior sering terjadi pada anak-anak.

2. Mimisan Posterior

Mimisan ini terjadi di belakang atau bagian terdalam hidung akibat pembuluh darah rusak atau robek. Mimisan posterior ini biasanya lebih sering terjadi pada lansia.

Gejala Mimisan

Mengutip dari Cleveland Clinic, selain darah yang keluar dari hidung, gejala mimisan lainnya jarang terjadi. Apabila kamu mengalami mimisan posterior, beberapa darah dapat mengalir ke bagian belakang tenggorokan kamu lalu menuju perut. Ini dapat menyebabkan rasa tidak enak di belakang tenggorokan dan membuat kamu merasa mual.

Penyebab Mimisan

Ada beberapa penyebab mimisan di antaranya:

1. Udara kering

Mengutip dari Healthline, penyebab paling sering dari mimisan yakni udara kering. Iklim yang panas dengan kelembaban rendah ini dapat mengeringkan selaput hidung pada jaringan dalam.

Kekeringan ini bisa menyebabkan pengerasan kulit di dalam hidung yang menggumpal menjadi kerak. Kerak tersebut mungkin gatal dan teriritasi, sehingga apabila hidung kamu tergores atau tercungkil bisa berdarah.

2. Infeksi Pilek

Dilansir dari Cleveland Clinic, infeksi pada saluran pernapasan atas (pilek) dan sinusitis bisa menjadi penyebab mimisan. Terutama saat bersin, batuk, dan hidung yang berhembus berulang kali secara berlebihan bisa membuat mimisan atau darah keluar.

Orang dengan kondisi ini lebih sering membuang ingus. Selain itu, bagian dalam hidung mungkin mengalami iritasi dan nyeri saat infeksi virus, sehingga lebih rentan terhadap perdarahan pada hidung.

3. Alergi

Alergi yang berjenis rinitis alergi dan non-alergi (radang lapisan hidung) juga bisa menyebabkan mimisan.

4. Mengorek Bagian dalam Hidung

Penyebab dari mimisan selanjutnya yakni mengorek bagian dalam hidung. Apalagi saat mengorek hidung dengan jari kuku yang panjang dapat menggores bagian dalam hidung. Ini dapat merobek pembuluh darah dan menyebabkan mimisan.

5. Benturan

Hidung dapat mengeluarkan darah apabila terkena benturan atau pukulan yang keras, hal ini disebabkan karena pembuluh darah halus pada hidung rusak sehingga menyebabkan mimisan anterior.

6. Berada di Dataran Tinggi

Penyebab mimisan juga bisa terjadi saat kamu berada di dataran tinggi. Dengan meningkatnya ketinggian, ketersediaan oksigen semakin menipis, sehingga membuat udara lebih kering. Hal inilah yang menyebabkan mimisan tiba-tiba dapat terjadi.

7. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Obat juga bisa menyebabkan mimisan, obat pengencer darah seperti aspirin, obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID), warfarin dan lain-lain ini bisa menyebabkan mimisan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

8. Iritan Kimiawi

Bahan kimia dalam persediaan pembersih, asap kimiawi di tempat kerja, dan bau menyengat lainnya juga bisa menyebabkan mimisan, hal ini karena menghirup udara yang menyengat dan dapat menyebabkan iritasi.

9. Deviasi Septum

Kadang bisa ada bentuk irregular dari dinding yang memisahkan kedua sisi hidung. Kondisi ini dialami ketika dinding pembatas antara kedua lubang hidung miring atau bengkok yang dapat mengeluarkan darah seperti mimisan.

10. Semprotan hidung

Sering menggunakan semprotan hidung dan obat-obatan untuk mengobati hidung yang gatal, tersumbat, atau berair. Obat-obatan ini antihistamin dan dekongestan dapat mengeringkan selaput hidung.

Dan beberapa penyebab lain dari mimisan yang tidak umum yakni:

  • Penggunaan alkohol
  • Gangguan perdarahan, seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand
  • Tekanan darah tinggi
  • Aterosklerosis
  • Operasi wajah dan hidung
  • Tumor hidung
  • Polip hidung
  • Trombositopenia imun
  • Leukemia
  • Telangiectasia hemoragik herediter
  • Kehamilan.

Nah itulah beberapa penyebab mimisan yang harus kamu ketahui. Semoga bermanfaat.

Simak Video “Vaksin Covid-19 Semprot Hidung AstraZeneca-Oxford Gagal Uji Coba
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)