Tag: Kontroversi

Kontroversi Pasangan Wanita Hamil Berbarengan demi Punya ‘Anak Kembar’


Jakarta

Kisah pasangan wanita hamil secara bersamaan demi memiliki ‘anak kembar’. Diketahui, pasangan bernama Valerie Thourin (45) dan Renee (41), itu melahirkan hanya berselang 12 hari setelah bertahun-tahun melewati masa-masa sulit, termasuk empat kali keguguran.

Awalnya Renee mencoba memiliki bayi menggunakan donor sperma. Namun, ia mengalami keguguran, sehingga memutuskan beralih ke perawatan IVF (in vitro fertilization) atau bayi tabung. Setelah tiga kali percobaan, termasuk dua keguguran dan kehamilan ektopik, petugas medis menyarankan Reciprocal IVF pada Oktober 2019.

Adapun perawatan tersebut untuk pasangan sesama jenis, melibatkan pembuahan sel telur Renee dengan sperma orang asing, serta menempatkannya di dalam rahim Valerie. Valerie sempat berhasil hamil setelah menjalani perawatan tersebut. Namun ia mengalami keguguran tiga bulan kemudian pada Februari 2020.

Meski telah dihadang banyak rintangan, mereka pun tetap tak menyerah dan berharap menemukan pasangan yang menyediakan embrio donor, membuat sel telur dan sperma orang asing.

Mereka melakukan “switch kembar” pada April 2021, di mana kedua wanita tersebut memiliki embrio donor yang ditransfer ke mereka pada hari yang sama. Kedua wanita tersebut hamil pada hari yang sama dan memiliki kehamilan yang sehat.

Pasangan wanita yang bertemu pada tahun 2016 tahun itu akhirnya menyambut dua bayi laki-laki mereka setelah hampir lima tahun mencoba untuk memiliki anak.

Pada 7 Desember 2021, Valarie dan Renee menyambut lahirnya kedua anak mereka bernama Levi Theodore Thourin dengan berat 6lb 8oz atau setara 2,94 kg, dan Lenny Rrll Thourin, lahir 12 hari kemudian pada 19 Desember dengan berat 3,9 kg.

“Saya tidak berharap menjadi ibu lagi karena saya sudah menjadi ibu dari dua anak saya yang sudah dewasa dari pernikahan sebelumnya.

“Tetapi saya tahu bahwa Renee ingin menjadi ibu, jadi saya ingin mendukung. Sungguh memilukan melihat dia mengalami kekecewaan karena tidak hamil. Ketika saya sendiri mengalami keguguran, itu memilukan dan saya dapat benar-benar berempati dengan segalanya. Renee telah melewatinya,” dikutip dari New York Submit.

“Kami tidak berencana untuk hamil pada saat yang sama, tetapi siklus kami telah sinkron, dan dokter kami menyarankan pemindahan kembar – memang seharusnya begitu. Kehamilan kami mencerminkan satu sama lain dengan mual di pagi hari, dan kami dapat melakukannya,” sambungnya lagi.

Simak Video “Kenapa Hidung Saya Membesar saat Hamil?
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

Kontroversi Peneliti Rusia Nekat Operasi Otaknya Sendiri Demi Kendalikan Mimpi

Jakarta

Seorang peneliti Rusia Michael Raduga (40) yang memiliki ‘pengikut sekte’ dilaporkan kehabisan lebih dari satu liter darah karena melakukan operasi otaknya sendiri di rumahnya di Kazakhstan. Hal itu dilakukannya untuk menanamkan chip elektroda yang suatu hari nanti diklaim untuk mengendalikan lucid dream seperti di movie Inception.

Dalam sebuah rekaman prosedur, terlihat ia membuka bagian belakang tengkoraknya dengan bor sambil menahan kulitnya dengan klip kertas. Studi yang berbahaya tersebut belum muncul di jurnal manapun, namun Raduga mengklaim dirinya perlu melakukan itu sendiri.

“Saya senang saya selama tetapi saya siap untuk mati,” ucap Raduga dikutip dari Every day Mail, Selasa (18/7/2023).

“Bagi banyak orang, itu akan menjadi semacam hiburan. Sekarang, bayangkan orang lumpuh yang tidak dapat mengalami apa pun dalam hidup ini dan sekarang kami menemukan cara untuk membantunya masuk ke dalam lucid dream di mana segala sesuatu mungkin terjadi. Berhubungan seks, makan sesuatu, lakukan sesuatu yang menarik,” sambungnya.

Raduga merupakan pendiri Part Analysis Middle yang mengklaim dapat memberikan panduan pemula tentang bagaimana mengalami sleep paralyze, pengalaman ‘keluar dari tubuh’, dan proyeksi astral.

Dengan implan platinum dan silikon terbarunya, Raduga mengklaim telah meningkatkan kemampuan alatnya menggunakan listrik untuk memicu tindakan tertentu dalam mimpi. Ia berhasil memasukkan chip ke dalam otaknya usai menonton video Youtube bedah saraf selama berjam-jam dan berlatih menggunakan lima domba.

Selama menjalani operasi Raduga mengaku khawatir akan kehabisan darahnya. Hal itu berpotensi untuk membuatnya tidak sadarkan diri. Proses operasi akhirnya selesai dalam 10 jam.

“Cepat atau lambat secara umum kita akan mengerti bahwa kita memiliki dunia di mana segala sesuatu mungkin terjadi,” katanya.