Tag: Lahiran

Cerita Wanita Umur 70 Tahun Sukses Lahiran Anak Kembar Lewat Bayi Tabung


Jakarta

Safina Namukwaya, seorang wanita berusia 70 tahun di Uganda, melahirkan bayi kembar pada Rabu (29/11/2023).

Dikutip dari TODAY, Namukwaya hamil melalui program bayi tabung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan perempuan melalui operasi caesar di Girls’s Hospital Worldwide and Fertility Middle Kampala, Uganda.

Bayi kembarnya lahir di usia kehamilan 31 minggu. Dia mengatakan bahwa ia juga memiliki seorang anak perempuan berusia 3 tahun yang menunggunya kembali pulang di dasanya di Uganda, sebuah negara di Afrika Timur.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya merasa luar biasa,” kata Namukwaya kepada TODAY melalui seorang penerjemah lewat panggilan video.

“Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa 70 tahun itu sudah tua, tetapi Tuhan memutuskan bahwa saya bisa memiliki anak kembar di usia 70 tahun. Tidak ada seorang pun yang dapat membatasi otoritas dan kuasa Tuhan,” sambungnya.

Ibu dari tiga anak yang sedang bergantian antara menyusui dan memompa ASI ini mengatakan, ia memiliki komunitas pendukung yang kuat di kampung halamannya.

“Beberapa rumah tangga akan membantu saya mencuci dan mengurus bayi karena usia saya yang sudah lanjut,” kata Namukwaya.

Untuk membantu proses kehamilan anak-anaknya, Namukwaya memilih untuk melakukan fertilisasi in vitro (IVF). Karena usianya yang sudah lanjut, ia menggunakan sel telur donor dan sperma pasangannya.

“Kami menanamkan empat embrio, dan tentu saja, dia mengandung anak kembar,” kata Sali.

Sali berkata bahwa bayi kembar Namukwaya berada di unit perawatan intensif neonatal (NICU) rumah sakit karena mereka lahir prematur. Namun, ia menambahkan bahwa mereka baik-baik saja.

Ketika Namukwaya mendatangi Sali di awal tahun ini untuk melakukan program bayi tabung, Sali tidak ragu-ragu untuk menolongnya.

“Itu adalah hak asasi manusia. Itu adalah tubuhnya. Dia sehat secara fisik,” jelasnya.

Wanita 70 tahun ini sebelumnya telah diejek sebagai “wanita terkutuk” karena tidak memiliki anak sebelum dia melahirkan putrinya pada tahun 2020, menurut laporan kantor berita Agence France-Press (AFP).

Putra Dr Edward Tamale Sali, Arnold Ssali, seorang ahli embriologi klinis yang akrab dengan kasus Namukwaya, berkata bahwa dalam budaya Afrika, “ini semua tentang keluarga – lebih banyak orang, lebih baik.”

Namukwaya juga berkata kepadanya bahwa selalu lebih baik memiliki lebih banyak daripada lebih sedikit.

Namun, pasti ada risiko yang terlibat.

“Menurut saya, apa yang terjadi pada wanita berusia 70 tahun ini sangat tidak bertanggung jawab,” ungkap Dr Brian Levine, seorang direktur praktik di klinik kesuburan di New York.

Menurut Levine, komplikasi kehamilan seperti diabetes gestasional, yang merupakan “gangguan” bagi wanita berusia 40 tahun, dapat menjadi “malapetaka” bagi wanita berusia 70 tahun.

“Information menunjukkan bahwa wanita yang melahirkan di atas usia 50 tahun memiliki tingkat hipertensi, diabetes gestasional, dan persalinan prematur yang lebih tinggi,” kata Levine.

Ia melanjutkan, “Jika serang ibu berusia 70 tahun mengalami pembekuan darah, mengidap stroke, atau serangan jantung, anak-anak akan mengalami keterlambatan perkembangan dan mungkin secara fisik. Dan siapa yang akan merawat anak-anak yang rapuh secara medis ini ketika orang tua mereka meninggal?”

Carmen Bousada tercatat di Guinness World Data sebagai wanita tertua yang melahirkan. Pada tahun 2006, Bousada, yang saat itu berusia 66 tahun, menyambut bayi kembar laki-laki setelah menjalani program bayi tabung. Bousada meninggal pada tahun 2009.

Simak Video “Viral Bayi 5 Bulan Disebut ‘Hamil’, Ini Hasil Diagnosisnya
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Alasan Denise Ogah Pakai BPJS Kesehatan untuk Lahiran: Enggan Jadi Beban Negara


Jakarta

Selebriti Denise Chariesta menjadi sorotan para netizen di Tanah Air. Wanita berusia 31 tahun itu membuka donasi dan meminta warganet membiayai kebutuhan persalinan caesarnya saat melahirkan.

Denise mengaku alasan membuka donasi karena dia ogah menggunakan BPJS Kesehatan untuk proses persalinan. Ketika ditanya alasannya, dia menjawab enggan menjadi beban negara.

“Gua nggak mau pakai BPJS deh, kayaknya gua takut jadi beban negara,” ujarnya melalui unggahan di Instagram Story yang dikutip detikcom, Sabtu (8/7/2023).

BPJS Kesehatan sendiri sebenarnya menyediakan fasilitas melahirkan dan pemeriksaan ibu hamil free of charge. Bahkan, BPJS Kesehatan juga menanggung sejumlah biaya persalinan, termasuk biaya pemeriksaan selama kehamilan seperti ultrasonografi (USG), pemberian vaksin, hingga proses persalinan.

Namun untuk persalinan secara caesar, pasien harus mendapatkan rujukan dari dokter atau rumah sakit yang menangani terlebih dahulu. Jika prosedur caesar dilakukan atas kehendak pasien sendiri, maka BPJS Kesehatan tidak akan menanggung biaya persalinan tersebut.

Berikut persyaratan biaya persalinan yang ditanggung BPJS Kesehatan:

1. Melakukan pemeriksaan kehamilan di faskes 1 sesuai yang terdaftar pada kartu BPJS pasien.

2. Menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, yakni:

  • KTP asli dan fotokopi.
  • Kartu BPJS asli dan fotokopi.
  • Kartu Keluarga asli dan fotokopi.
  • Buku kesehatan atau pemeriksaan ibu dan bayi.
  • Surat rujukan fasilitas kesehatan (faskes) tingkat 1 (jika diperlukan).

3. Surat rujukan hanya didapat bila pasien memerlukan perawatan medis tertentu dan faskes 1 tidak memiliki peralatan yang memadai. Pasien nantinya dapat dirujuk ke rumah sakit dengan perlengkapan yang lebih memadai.

4. Persalinan secara caesar hanya ditanggung BPJS Kesehatan ketika pasien memiliki kehamilan berisiko tinggi, seperti janin posisi sungsang, ketuban pecah dini, preeklampsia (tekanan darah tinggi saat hamil), dan sebagainya. Dalam kondisi ini, dokter akan memberikan rekomendasi dan surat rujukan agar ibu mendapat persalinan caesar atas pertimbangan medis, bukan atas permintaan pribadi.

Simak Video “Sakit Usai Kepulangan Haji Ditanggung BPJS Kesehatan, Syaratnya?
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Denise Chariesta Pengin Lahiran Caesar, Bisa Ditanggung BPJS Nggak Ya?

Jakarta

Denise Chariesta memutuskan membuka donasi menjelang persalinannya. Dia mengumpulkan uang untuk biaya lahirannya dan membeli kebutuhan bayi yang ada di kandungannya.

Wanita berusia 31 tahun itu juga menyebut donasi yang diberikan akan dia gunakan untuk melahirkan secara caesar.

“Donasi dari Anda akan digunakan untuk biaya kebutuhan perlengkapan bayi dan biaya untuk lahiran caesar,” tulis keterangan dalam poster donasi yang diunggah Denise Chariesta pada Rabu, 5 Juli 2023 lalu.

Denise sendiri mengaku enggan melahirkan menggunakan BPJS Kesehatan. Dia menyebut tak ingin menjadi beban negara jika proses persalinannya di tanggung BPJS.

Lahiran Caesar Ditanggung BPJS Kesehatan?

BPJS Kesehatan menanggung biaya persalinan secara caesar. Hanya saja ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk proses persalinan caesar.

BPJS Kesehatan juga menanggung sejumlah biaya persalinan, termasuk sejumlah biaya pemeriksaan selama kehamilan, seperti pemeriksaan ultrasonografi (USG), pemberian vaksin, hingga proses persalinan.

Ketentuan Operasi Caesar Ditanggung BPJS Kesehatan

Kehamilan berisiko tinggi

Syarat dan ketentuan operasi caesar supaya bisa ditanggung oleh BPJS Kesehatan apabila kehamilan berisiko tinggi. Apabila kehamilan calon ibu berisiko mengalami gawat janin, dokter juga biasanya akan menganjurkan melakukan operasi caesar.

Contoh kehamilah berisiko tinggi yakni:

  • Posisi janin sulit untuk persalinan regular, misal bayi sungsang
  • Janin terlalu besar untuk lahir lewat persalinan regular
  • Ibu memiliki tekanan darah tinggi (preeklamsia)
  • Ada indikasi gawat janin
  • Plasenta previa
  • Janin kurang oksigen
  • Janin cacat lahir
  • Ibu memiliki penyakit kronis
  • Ada masalah plasenta
  • Kehamilan kembar

Bukan Permintaan Pribadi

Dokter akan memberikan rekomendasi dan surat rujukan agar ibu mendapat persalinan caesar atas pertimbangan medis, bukan atas permintaan pribadi. Jika mengajukan klaim biaya persalinan caesar atas permintaan pribadi, maka BPJS Kesehatan tidak menanggung persalinan tersebut.

Membawa rujukan

Pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan (faskes) tingkat lanjutan, seperti operasi caesar harus diberikan berdasarkan rujukan dari faskes tingkat pertama, pada faskes tingkat lanjutan.

Rujukan biasanya akan diberikan oleh dokter, setelah melakukan pemeriksaan ketika menemukan indikasi medis yang mengharuskan operasi caesar.

Kartu BPJS kesehatan masih aktif

Kartu BPJS Kesehatan juga harus masih aktif setidaknya sampai hari perkiraan lahir (HPL). Jika sudah tidak aktif, kamu harus mengaktifkannya kembali dengan membayar semua iuran sebelumnya maupun pembayaran denda.

Simak Video “Pengaruh Polusi Udara pada Tahapan Kehidupan Manusia
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)