Tag: Lutut

Lutut Sering Bunyi saat Ditekuk, Bahaya Nggak Ya? Kata Dokter Sih Gini


Jakarta

Beberapa orang khawatir saat lututnya berbunyi saat ditekuk. Bunyi di lutut ini bisa terjadi saat meluruskan lutut, berjalan atau naik turun tangga.

Berbahaya nggak ya?

“Kalau lutut bunyi dan tidak sakit, nggak ada masalah. Suara ‘pop’ saat lutut ditekuk itu biasanya terjadi karena stretching. Biasanya bukan masalah yang besar,” kata Dr Azhar M Merican spesialis ortopedi dari Alty Orthopedic Malaysia.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suara lutut yang berderak biasanya tidak berbahaya dan mungkin saja merupakan akibat dari penuaan sendi. Suara ‘krek’ yang keluar dari lutut disebut dengan krepitus atau krepitasi.

Dikutip dari Very Nicely Thoughts, dalam kasus lutut bunyi, suaranya bisa timbul saat udara berada di ruang sendi dan menciptakan gelembung kecil. Hal ini bisa memicu suara ‘krek’ saat lutut digerakkan.

Meski biasanya tak menimbulkan banyak masalah, lutut berbunyi disertai rasa sakit perlu diwaspadai. Kondisi ini bisa jadi dipicu osteoarthritis, penyakit radang sendi akibat kerusakan jaringan tulang rawan yang melapisi tulang.

“Ada juga penyebab lutut bunyi karena torn meniscus atau meniskus robek, tapi itu jarang,” tutupnya.

Simak Video “Warga Palestina yang Terluka Akibat Serangan Israel Dibawa ke RS Gaza
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Benarkah Sakit dan Bengkak di Space Lutut Bisa Dipicu Asam Urat?


Jakarta

Asam urat termasuk kondisi radang sendi yang bisa dialami berbagai kelompok usia. Kondisi ini bisa disebabkan adanya penumpukan kristal asam urat di space sendi dalam tubuh.

Jika jumlahnya berlebihan, akan memicu kondisi yang disebut dengan hiperurisemia, berujung nyeri dan bengkak pada beberapa bagian tubuh.

Dokter spesialis orthopedi dan traumatologi, Dr dr Muhammad Sakti, SpOT(Okay), menyebut sakit pada bagian lutut bisa disebabkan banyak faktor. Misalnya seperti degeneratif tua, trauma, gangguan metabolik, cedera saat olahraga, tumor dan sebagainya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sedangkan asam urat di lutut merupakan kasus yang jarang. Kalaupun ada tidak akan terlihat seperti benjolan, tapi akan menyebabkan bengkak dan nyeri di lutut walaupun tanpa aktivitas,” jelas dr Muhammad Sakti pada detikcom, Jumat (20/10/2023).

Dikutip dari Healthline, asam urat biasanya terjadi pada space jempol kaki. Tetapi, kondisi itu bisa terjadi di sendi mana saja, termasuk di space lutut.

Ketika asam urat menyerang lutut, penyakit ini dapat membuat gerakan sehari-hari, seperti berjalan atau berdiri, terasa nyeri atau tidak nyaman.

Penyebab Asam Urat di Lutut

Penumpukan asam urat dalam tubuh dikenal dengan istilah hiperurisemia. Tubuh menghasilkan asam urat ketika memecah purin. Ini adalah senyawa yang ditemukan di semua sel tubuh.

Biasanya, asam urat melewati ginjal, yang membantu menghilangkan kelebihan asam urat dalam urine. Namun terkadang, asam urat terlalu banyak untuk ditangani oleh ginjal. Dalam kasus lain, ginjal tidak dapat memproses asam urat dalam jumlah tertentu karena kondisi yang mendasarinya.

Akibatnya, lebih banyak asam urat yang bersirkulasi ke seluruh tubuh dan berakhir di lutut dalam bentuk kristal asam urat.

Gejala Asam Urat di Lutut

Gejala utama penyakit asam urat pada lutut adalah nyeri dan rasa tidak nyaman pada space sekitar. Asam urat ini sering kali tidak dapat diprediksi, termasuk pada sendi bagian mana yang terkena.

Di awal, selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan tanpa gejala apapun. Namun, seseorang bisa terbangun dengan rasa sakit yang membakar di lutut.

Dalam beberapa kasus, asam urat dimulai di salah satu jempol kaki sebelum berpindah ke space lain, seperti lutut. Seiring waktu, gejolak ini mungkin berlangsung lebih lama dari episode sebelumnya.

Gejala lain yang mungkin Anda rasakan akibat asam urat di lutut meliputi:

  • Bagian tubuh yang sakit menjadi terasa lebih lembut
  • Pembengkakan
  • Kemerahan
  • Kehangatan (saat disentuh)
  • Kekakuan dan keterbatasan gerak

Simak Video “Fakta Soal Mata Bengkak Gara-gara Sering Primary Handphone
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Biar Nggak Bikin Sakit Lutut, Ini Olahraga Paling Cocok Buat yang Kelebihan BB


Jakarta

Tentunya, pembatasan asupan kalori dibarengi aktivitas fisik menjadi kunci untuk menurunkan berat badan. Namun hati-hati, tak semua jenis olahraga disarankan untuk orang-orang dengan berat badan berlebih. Alih-alih bikin kurus, beberapa jenis olahraga malah bisa memicu gangguan sendi pada pengidap obesitas.

Sebagaimana dijelaskan oleh, konsultan sport damage dari RS Royal Progress, Jakarta Utara, dr Bobby Nelwan, SpOT(Okay), orang-orang dengan berat badan berlebih tidak dianjurkan untuk melakukan olahraga high-impact. Pasalnya pada gerakan fisik tersebut, persendian harus menopang beban berat badan yang besar, sehingga berisiko mengalami kerusakan,

“Excessive influence itu kalau kita berjalan, kan kita menyentuh lantai atau kita loncat, menyentuh lain, seluruh gerak badan itu akan ditanggung oleh semua persendian yang bertanggung jawab. Misalnya persendian ankle, mulai dari lutut ke ankle, ke lutut, dan juga ke tulang belakang,” terangnya kepada detikcom, Senin (11/9/2023).

“Nah sendi-sendi itu bertanggung jawab terhadap tumpuan dari berat badan yang kita miliki. Jadi kalau misalnya berat badannya berlebih, olahraga yang memberikan beban terhadap persendian itu beban berat badan itu, itu jangan dilakukan. Misalnya lari, jelas loncat, predominant tenis, predominant basket, lari maraton lebih parah lagi,” imbuh dr Bobby.

Di samping itu, ada beberapa jenis olahraga yang cocok dijalani oleh orang dengan berat badan berlebih. Meski tidak memberikan beban besar kepada persendian, olahraga ini masih bisa dicoba seiring upaya menurunkan berat badan.

“Lalu olahraga apa yang cocok? Yang tidak memberikan dampak terhadap persendian tersebut. Berat badan itu tidak memberikan dampak terhadap persendian. Contohnya, sepeda boleh. Misalnya di gymnasium tapi dia dalam keadaan duduk, jadi hanya untuk menguatkan otot-otot tertentu saja. Berenang, itu cukup baik,” pungkas dr Bobby.

Simak Video “Apa Itu Weight loss program Intermittent Fasting?
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

3 Tanda Tak Biasa Wanita ‘Klimaks’ saat Bercinta, Salah Satunya Lutut Bergetar

Jakarta

Banyak orang percaya, wanita lebih susah mencapai orgasme di kala bercinta dibandingkan laki-laki. Tak sedikit pria pun harus menebak-nebak, apakah sang istri sudah mencapai puncak kenikmatan. Padahal tak perlu ditebak, sebenarnya ada sejumlah hal kasat mata yang menandakan wanita sedang orgasme. Apa saja?

Dikutip dari Huffpost, beberapa tanda wanita orgasme yang sudah diketahui banyak orang antara lain kontraksi melingkar di jari kaki, dibarengi perasaan rileks. Namun pada beberapa kasus, wanita menunjukkan tanda yang tak biasa ketika sedang orgasme. Misalnya, menangis.

Yap, menangis! Hingga kini belum ada penjelasan yang pasti perihal penyebab wanita menangis ketika sedang orgasme. Namun meski masih misteri, beberapa wanita betul-betul bisa menangis ketika sedang berada di puncak kenikmatan bercinta.

Tak hanya itu, beberapa tanda tak biasa lainnya yang mungkin ditunjukkan wanita yang tengah orgasme seperti:

1. Kepala nyut-nyutan

Mengacu pada Mayo Clinic, sebagian besar kepala yang timbul karena orgasme berlangsung hanya beberapa menit. Namun pada beberapa kasus, sakit kepala ini bisa berlangsung selama beberapa jam, bahkan hari.

Hingga kini, penyebab sakit kepala saat orgasme tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa ahli meyakini, kondisi ini berkaitan dengan lonjakan adrenalin yang mengalir ke seluruh tubuh saat berhubungan seks.

2. Bersin

Sekilas, terdengar aneh ya bagaimana pada beberapa kasus, wanita yang sedang orgasme mungkin bersin-bersin?

Namun rupanya, para peneliti berspekulasi, kondisi ini mungkin berhubungan dengan kabel silang dalam sistem saraf otonom, yang bertanggung jawab untuk refleks seperti bersin, serta gairah seksual.

3. Kaki bergetar

Beberapa wanita mengaku, mengalami kaki yang bergetar di tengah-tengah orgasme. Pasalnya selama klimaks, ketegangan terjadi di sekitar otot bukan hanya di space genital. Saat seks berakhir dan ketegangan dilepaskan, beberapa kram, gemetar, atau kontraksi dapat terjadi.

Mengatasinya, cobalah minum air putih dan makan sesuatu yang mengandung potasium, seperti pisang, alpukat, atau yogurt.

Simak Video “Situasi Sekolah di Jepang yang Terpaksa Tutup Imbas Resesi Seks
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)