Tag: Makanan

7 Makanan Sehari-hari yang Tak Disadari Picu Tensi Tinggi

Jakarta

Makanan bisa menjadi salah satu faktor penyebab tensi atau tekanan darah tinggi. Tanpa disadari, berbagai jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat memicu tensi tinggi, atau yang dikenal juga dengan sebutan hipertensi.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di atas ambang regular, atau lebih dari 140/90 mmHg. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut dan tidak segera ditangani, dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang bisa mengancam nyawa, mulai dari stroke hingga serangan jantung.

Salah satu faktor penyebab tensi tinggi bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Faktanya, tidak sedikit dari makanan yang kita konsumsi mengandung zat yang dapat meningkatkan risiko hipertensi, seperti lemak, gula, garam, dan lain sebagainya. Lantas, apa saja makanan penyebab tensi tinggi yang kerap dikonsumsi sehari-hari?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan Penyebab Tensi Tinggi

1. Daging Merah

Daging merah adalah salah satu sumber utama protein hewani. Daging merah seperti daging sapi, kambing, atau domba sebaiknya dibatasi.

Meskipun mengandung protein yang dibutuhkan tubuh, daging merah juga menjadi makanan penyebab tensi tinggi yang tidak disarankan dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Pasalnya, daging merah memiliki kandungan kolesterol dan lemak yang bisa meningkatkan tekanan darah. Selain itu, kolesterol dan lemak tersebut juga berpotensi memicu penumpukan plak dalam pembuluh darah, yang kemudian bisa mengganggu peredaran darah ke seluruh tubuh serta memicu tensi tinggi.

2. Makanan Manis

Bagi sebagian orang, makan tanpa diakhiri dengan dessert atau makanan penutup seperti kue kering, cake, dan lain sebagainya terasa tidak lengkap. Namun, dessert ternyata juga bisa menyebabkan tensi tinggi loh.

Rata-rata, dessert diolah menggunakan gula dan zat pemanis lainnya. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah dan menghambat produksi oksida nitrat (NO). Oksida nitrat merupakan senyawa yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan mempertahankan fleksibilitas.

Selain itu, makanan manis seperti dessert juga bisa menyebabkan obesitas dan diabetes, yang menjadi faktor risiko hipertensi.

3. Gorengan

Camilan satu ini merupakan salah satu jenis makanan yang bisa menyebabkan beragam penyakit kardiovaskular, termasuk tensi tinggi. Ini karena gorengan umumnya memiliki kandungan lemak trans dan kolesterol tinggi yang berasal dari minyak yang digunakan dalam proses penggorengan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan tekanan darah, serta memicu penumpukan plak pada pembuluh darah. Jika pembuluh darah mengalami penyumbatan, jantung harus bekerja lebih keras untuk bisa memompa darah melalui pembuluh darah yang tersumbat. Kondisi inilah yang pada akhirnya meningkatkan risiko tensi tinggi.

4. Roti

Sama seperti dessert, roti mengandung karbohidrat, gula, dan kalori. Jika dikonsumsi secara berlebihan, roti dapat meningkatkan risiko tensi tinggi.

Roti juga termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi, sehingga bisa meningkatkan risiko diabetes. Diabetes sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Pasalnya, diabetes lambat laun bisa memicu kerusakan pada pembuluh darah yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan darah.

5. Susu Full Cream

Susu full cream merupakan sumber protein hewani yang juga bisa menyebabkan tensi tinggi. Pasalnya, susu full cream umumnya memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Selain susu full cream, produk olahan susu lainnya seperti mentega, margarine, keju, hingga mayonaise juga bisa memicu kenaikan kolesterol, yang kemudian meningkatkan risiko tensi tinggi.

6. Kopi

Selain susu, minuman lain yang bisa menyebabkan tensi tinggi adalah kopi. Ini dikarenakan kandungan kafein yang ada dalam minuman pahit tersebut.

Jika dikonsumsi secara regular, kopi memang dapat memberikan beragam manfaat positif bagi kesehatan. Bahkan, kopi termasuk salah satu yang disarankan untuk pengidap darah rendah atau hipotensi.

Memang, efek kafein dalam meningkatkan tekanan darah hanya bersifat sementara. Kendati demikian, hasil sejumlah penelitian menyarankan untuk membatasi asupan kopi setiap harinya.

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda atau berkarbonasi ternyata juga menjadi salah satu penyebab tensi tinggi. Hal ini disebabkan oleh kandungan kalori dan gula yang ada dalam minuman tersebut.

Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kedua faktor tersebut lah yang pada akhirnya bisa memicu tensi tinggi.

Simak Video “Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

5 Makanan yang Bikin Mr P Loyo, Bercinta Jadi Tak Tahan Lama

Jakarta

Makanan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap gairah seksual. Bahkan, beberapa jenis makanan tertentu dapat menurunkan libido jika dikonsumsi sebelum berhubungan intim.

Hal ini biasanya berkaitan dengan kemampuan untuk ereksi atau orgasme. Misalnya, jenis makanan tertentu dapat membuat pria susah untuk ereksi saat berhubungan intim. Selain itu, ada juga makanan yang bisa menghilangkan temper untuk bercinta, contohnya makanan dengan bau yang sangat kuat.

Lantas, apa saja sih makanan yang bisa menurunkan gairah seksual? Berikut pembahasannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Gorengan

Gorengan adalah salah satu penyebab nomor utama kolesterol tinggi. Sebagaimana yang diketahui, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemampuan seorang pria untuk ereksi.

Kolesterol dapat memicu terjadinya penumpukan plak di pembuluh darah yang dapat menghambat aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk penis. Jika penis tidak mendapat pasokan darah yang memadai, maka bisa membuat pria kesulitan untuk ereksi.

Selain itu, kandungan lemak yang ada dalam gorengan juga dapat menurunkan kadar testosteron dalam tubuh, serta memicu peradangan pada pembuluh darah.

2. Quick Meals

Sama seperti gorengan, quick meals umumnya mengandung karbohidrat, lemak jenuh, dan garam yang tinggi. Semua kandungan tersebut bisa mengganggu peredaran darah dalam tubuh dan menyebabkan susah ereksi.

Karbohidrat, misalnya. Karbohidrat simpleks seperti quick meals dapat meningkatkan risiko obesitas. Berat badan berlebih dapat memicu produksi hormon globulin yang dapat menurunkan kadar testosteron dalam tubuh.

Di sisi lain, garam merupakan penyebab nomor satu tekanan darah tinggi. Dikutip dari WebMD, tekanan darah tinggi dapat menurunkan libido serta memengaruhi kemampuan pria untuk bisa ereksi.

3. Bawang

Bawang memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Namun ada alasan mengapa makanan satu ini perlu dihindari sebelum berhubungan intim.

Sebab, mengonsumsi bawang dapat membuat tubuh mengeluarkan aroma yang menyengat, baik lewat napas, keringat, dan lain sebagainya. Bau tidak sedap ini tentunya bisa menghilangkan temper untuk bercinta.

4. Cabai

Makanan pedas yang mengandung cabai dapat menyebabkan gejala asam lambung seperti nyeri dada (heartburn) dan sensasi terbakar di kerongkongan. Selain itu, makanan pedas juga bisa memicu gangguan pencernaan yang tentunya membuat aktivitas seksual menjadi tidak nyaman.

Karena itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan pedas sebelum bercinta dengan pasangan.

5. Kopi

Selain makanan, ada juga minuman yang bisa menurunkan gairah seksual. Salah satunya adalah kopi.

Memang, kopi mungkin bisa memberikan energi ekstra yang dibutuhkan untuk bercinta. Namun, kandungan kafein yang ada dalam kopi juga bisa meningkatkan stres, menyebabkan ketidakseimbangan hormon, serta ‘membunuh’ gairah seksual.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

Pasutri Wajib Tahu, 5 Makanan Ini Malah Bikin Gairah Seks Makin Loyo

Jakarta

Sudah menjadi rahasia umum jika pola makan juga dapat mempengaruhi gairah seks. Bahkan sebagian besar orang mungkin sudah tahu makanan apa saja yang bisa membangkitkan gairah seks.

Namun, pasangan harus mulai waspada, karena makanan tertentu juga bisa membunuh gairah seks. Dikutip dari Cosmopolitan, inilah beberapa makanan penurun gairah seks yang harus dihindari.

1. Alkohol

Sebagian orang mungkin juga tahu jika konsumsi alkohol membuat pasangan lebih sulit untuk mencapai orgasme. Bahkan meminum alkohol secara berlebihan bisa mengakibatkan pria kesulitan ereksi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Daging Merah

Beberapa daging merah memiliki kandungan hormon atau antibiotik tambahan. Mengonsumsi makanan ini dalam jumlah banyak bukanlah pilihan yang tepat, karena bisa membuat hormon alami pria tidak seimbang. Meski begitu memilih daging merah dengan porsi yang lebih sedikit tidak akan merusak libido seseorang.

3. Keju

Meski memiliki rasa yang enak, keju dapat mengacaukan hormon pria maupun wanita. Tak hanya memengaruhi testosteron dan estrogen, seiring berjalannya waktu makanan ini bisa menurunkan libido.

4. Mint

Mungkin sangat mengejutkan bagi pasutri yang kerap membutuhkan permen mint, mentol dalam mint cenderung menurunkan kadar testosteron yang pada akhirnya dapat menurunkan gairah seks.

5. Makanan yang Digoreng

Bukan hanya buruk untuk food plan, makanan berminyak ternyata juga bisa memengaruhi dorongan seks seseorang. Lemak trans ditemukan pada makanan yang melalui proses penggorengan. Hal ini dapat menurunkan libido, dengan meningkatkan produksi sperma irregular pada pria dan mengganggu kehamilan pada wanita.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(Nala Andrianingsih/suc)

Viral Tentara Israel di Gaza Keracunan Makanan Massal, Alami Diare Berat


Jakarta

Viral tentara Israel dikabarkan mengalami keracunan makanan yang menyebabkan sakit pencernaan massal. Penyakit tersebut dialami pasukan Israel yang ditempatkan di Jalur Gaza.

Menurut laporan surat kabar Yedith Ahronoth dikutip dari Center East Monitor, wabah keracunan tersebut diduga karena donasi makanan dari berbagai restoran kepada tentara Israel. Namun, menurut dokter, penyimpanan, transportasi, dan persiapan yang buruk telah menyebabkan peningkatan penyakit pencernaan, diare parah, dan demam tinggi di kalangan tentara.

“Diare telah menyebar di kalangan tentara di selatan [Israel], di berbagai wilayah konsentrasi, dan kemudian menyebar di antara tentara yang berperang di Gaza,” jelas Kepala Unit Penyakit Menular di Rumah Sakit Universitas Assuta Ashdod, Dr Tal Bros.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kami mendiagnosis infeksi bakteri Shigella yang menyebabkan disentri, penyakit sangat berbahaya yang menyebar di kalangan pejuang di Gaza,” tambahnya.

Broch menjelaskan merebaknya diare dan demam itu berdampak pada kondisi tentara Israel. Pasalnya, infeksi bakteri itu terus menyebar hingga menyebabkan banyak tentara mengalami penurunan kondisi kesehatan.

“Jika infeksi menyebar di antara 10 tentara di infanteri, dan mereka mengalami demam setelah suhu mencapai 40 derajat Celcius, dan ketika mereka mulai mengalami diare setiap 20 menit, maka mereka tidak lagi bugar untuk bertugas dan menempatkan diri pada risiko kematian,” tandasnya.

Simak Video “Polemik Oralit yang Disebut Perburuk Sakit Diare
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari saat Sarapan, Bisa Bikin Buncit!

Jakarta

Sarapan memang penting untuk menjaga stamina sepanjang hari, agar aktivitas sehari-hari pun bisa berjalan lancar. Selain itu, sarapan yang preferrred juga bisa menjaga suasana hati.

Untuk itu, penting untuk memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi saat sarapan pagi hari. Sebaiknya, pilihlah menu makanan rumahan tanpa tambahan gula atau lemak untuk sarapan.

Bahkan rupanya, beberapa jenis makanan justru bisa memicu kegemukan jika sering dikonsumsi sebagai hidangan sarapan. Dikutip dari Well being Photographs, inilah beberapa makanan yang seharusnya tidak dikonsumsi saat sarapan:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan yang tak baik untuk sarapan

1. Sereal bergula

Memulai hari dengan semangkuk sereal bergula dapat memberikan dorongan energi yang cepat. Namun di sisi lain. konsumsi serelah manis di pagi hari justru dapat memicu masalah kesehatan.

Sebaiknya pilihlah sereal gandum utuh dan rendah gula untuk mempertahankan tingkat energi yang stabil dan hindari asupan gula terlalu banyak.

2. Yoghurt beraroma

Tidak jarang dalam yoghurt beraroma ini mengandung banyak gula. Alih-alih mengonsumsi yogurt manis dengan gula tambahan, sebaiknya pilihlah yogurt biasa kemudian tambahkan buah-buahan segar ataupun sedikit madu untuk menambah rasa manis.

3. Roti dari tepung olahan

Roti yang terbuat dari tepung olahan mengandung lebih sedikit serat dan nutrisi. Untuk memberi tubuh nutrisi penting dan energi yang berkelanjutan lebih baik konsumsilah roti gandum.

4. Sandwich

Meski sangat menggugah selera, makanan ini mengandung banyak lemak jenuh dan kalori. Jika tetap ingin menyantapnya, sebaiknya buatlah sandwich dengan roti gandum dan protein tanpa lemak seperti putih telur. Jangan lupa, tambahkan sayuran pada hidangan sandwich untuk menambah asupan serat.

5. Makanan olahan

Makanan olahan seperti sosis dan kacang panggang dalam kemasan memiliki kandungan natrium dan lemak jenuh yang tinggi. Sebaiknya pilih sumber protein yang rendah kalori untuk menjaga sarapan tetap seimbang.

6. Jus buah

Jus buah mungkin terlihat seperti pilihan sarapan yang sehat. Namun jika jus buah ini dihidangkan dengan gula tambahan, justru bisa memicu masalah kesehatan. Sebaiknya, pilihlah buah utuh atau buat sendiri jus buah untuk memastikan asupan nutrisi lengkap tanpa campuran bahan buatan.

Simak Video “Ini 6 Menu Sarapan yang Bikin Kenyang, Cocok Buat Weight loss program
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

5 Makanan Pembersih Miss V, Ampuh Cegah Bau Tak Sedap Secara Alami

Jakarta

Tanpa disadari, makanan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata dapat mempengaruhi kesehatan vagina. Dengan vagina yang sehat, risiko wanita terkena infeksi bisa terminimalkan. Terlebih, pH di space intim menjadi seimbang sehingga Miss V terhindar dari bau menyengat.

Nyatanya telah terbukti lewat rise, kesehatan vagina dan usus berkaitan satu sama lain. Lantas makanan apa saja yang bisa menjaga kesehatan vagina? Dikutip dari Healthshots inilah beberapa makanan pembersih vagina yang mencegahnya dari bau tak sedap:

1. Yogurt

Bukan hanya baik untuk usus, kandungan bakteri lactobacillus pada yogurt juga bermanfaat bagi vagina. Menurut evaluation dalam Journal of Antimicrobial Chemotherapy pada 2006, bakteri ini dapat membantu mengembalikan keseimbangan pH vagina. Sekaligus, yogurt juga mencegah infeksi jamur pada vagina dan terbebas dari bau tak sedap.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Nanas

Nanas adalah sumber vitamin C, vitamin B, dan serat yang baik untuk meningkatkan kesehatan usus. Tak hanya itu, nutrisi tersebut juga mampu menjaga aroma alami pada space kewanitaan dan mencegah infeksi.

3. Teh jahe

Sifat antimikroba dalam jahe dapat membantu meningkatkan kesehatan vagina. Natural yang populer di tengah masyarakat ini juga mampu menangkal infeksi dan mempertahankan aroma alami di space intim wanita.

4. Lemon

Lemon yang kaya akan vitamin C dan bersifat masam ini, memiliki berbagai manfaat pada vagina. Asupan buah ini bisa menjaga keseimbangan pH vagina, serta menjaga space kewanitaan memiliki bau pure.

5. Kayu manis

Sementara semua hal dengan kandungan vitamin C dan asam menjaga pH vagina, bumbu dapur yang satu ini berguna menetralkan keasaman berlebih di space tersebut. Keseimbangan yang sehat pada space kewanitaan membuatnya terhindar dari bau menyengat.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

7 Makanan yang Harus Dibatasi saat Eating regimen, Malah Bikin Badan Tambah ‘Lebar’

Jakarta

Eating regimen adalah salah satu cara yang selalu direkomendasikan untuk menurunkan berat badan. Biasanya, food regimen dilakukan dengan cara mengatur pola makan atau mengonsumsi jenis makanan tertentu saja.

Namun, hal lain yang tak kalah penting adalah menghindari berbagai makanan yang bisa menggagalkan food regimen. Faktanya, ada sejumlah makanan yang bisa menghambat proses menurunkan berat badan, tetapi masih sering dikonsumsi bahkan ketika sedang food regimen.

Karena itu, penting untuk mengetahui makanan-makanan yang harus dihindari saat food regimen. Sehingga, food regimen bisa berjalan lancar dan bukan membuat tubuh malah semakin ‘lebar’.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan yang Harus Dibatasi saat Eating regimen

1. Nasi Putih

Nasi putih kerap menjadi salah satu makanan yang harus dibatasi untuk dikonsumsi saat sedang food regimen. Bukan tanpa alasan, sebab nasi putih mengandung karbohidrat, dan kalori yang cukup tinggi.

Tak hanya itu, nasi putih juga termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi. Karena itu, nasi putih juga tidak dianjurkan untuk orang yang sedang food regimen menurunkan gula darah.

2. Roti Tawar

Roti tawar umumnya terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan. Dikutip dari laman Medical Information At present, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh orang yang sedang berdiet karena mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi.

Selain itu, roti yang terbuat dari tepung gandum halus tersebut juga rendah serat, protein, serta nutrisi baik lainnya yang dibutuhkan tubuh.

3. Keripik Kentang

Di balik bentuknya yang tipis dan garing, keripik kentang memiliki kadar lemak dan kalori yang sangat tinggi. Keripik kentang juga kerap dicampur dengan garam, dapat memicu kenaikan berat badan.

4. Jus Buah dalam Kemasan

Mungkin beberapa orang mengira jus buah kotakan yang dijual di minimarket dapat membantu proses food regimen dan menurunkan berat badan. Faktanya, banyak dari jus buah tersebut tidak memiliki khasiat yang sama dengan buah aslinya.

Dikutip dari Healthline, jus buah dalam kemasan memiliki kandungan serat yang sedikit, sehingga tidak bisa mengenyangkan tubuh. Selain itu, jus dalam kemasan juga biasanya diolah dengan menggunakan perasa atau pemanis buatan yang justru malah menaikkan berat badan.

5. Kopi Tinggi Kalori

Kandungan kafein dalam kopi memang bisa membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak dalam tubuh. Namun, beberapa racikan kopi tertentu malah bisa menyebabkan kenaikan berat badan loh.

Dikutip dari Healthline, kopi yang dicampur dengan gula dan krim memiliki kandungan kalori tinggi yang malah dapat menambah berat badan. Jadi jika ingin mengonsumsi kopi sebagai bagian dari food regimen, pilihlah kopi hitam tanpa gula, krim, dan zat pemanis lainnya.

6. Buah Kering

Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan menggunakan sinar matahari ataupun mesin pengering. Meski terbuat dari buah-buahan, buah kering ternyata tidak memiliki khasiat yang sama dengan buah asli loh.

Dikutip dari Medical Information At present, buah kering memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Selain itu, buah kering memiliki kandungan air yang lebih sedikit, tapi tinggi fruktosa. Alhasil, buah kering memiliki jumlah kalori yang jauh lebih tinggi dibanding buah segar dalam setiap gramnya. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang food regimen.

7. Gorengan

Godaan gorengan saat sedang food regimen memang sulit untuk dilawan. Namun, gorengan berukuran kecil saja sudah cukup menggagalkan food regimen.

Dikutip dari Medical Information At present, makanan yang digoreng, bahkan sayur dan kentang, memiliki kandungan kalori, garam, dan lemak jenuh yang sangat tinggi. Selain bisa menambah berat badan, makanan yang digoreng juga dapat meningkatkan risiko penyakit seperti darah tinggi dan kolesterol.

Gorengan juga rendah akan serat. Itulah alasannya mengapa kentang, makanan yang bisa mengenyangkan, tidak bertahan terlalu lama di perut jika diproses dengan cara penggorengan.

Simak Video “Suggestions Menurunkan Berat Badan ala Ade Rai
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

6 Makanan Ini Bikin Gairah Bercinta Pasutri Makin ‘On Fireplace’, Penasaran?

Jakarta

Sudah banyak yang tahu, asupan makanan memiliki kaitan erat dengan kualitas seks. Makanan seperti tiram, cokelat, stroberi, hingga buah ara misalnya, dipahami sebagai makanan afrodisiak yang konon dapat meningkatkan gairah seks.

Namun siapa sangka, makanan-makanan tersebut tidak terlalu membantu jika seseorang sedang mengalami penurunan gairah seksual.

“Meskipun makanan seperti tiram, asparagus, atau cokelat umumnya diyakini sebagai afrodisiak, efeknya terhadap pengalaman seksual sering kali tidak didukung oleh ilmu pengetahuan atau penelitian yang kredibel,” kata dokter dan ahli weight loss plan Dr Michael Mosley, dikutip dari The Solar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai gantinya, ahli weight loss plan ini ahli weight loss plan ini membuat daftar enam makanan yang menurutnya dapat membantu. Banyak di antaranya merupakan komponen penting dari weight loss plan Mediterania. Pasalnya, weight loss plan ini telah terbukti meningkatkan fungsi seksual baik pada pria maupun wanita.

Mulai dari meningkatkan aliran darah ke area-area penting tubuh, hingga mengurangi kelelahan otot, dan meniru hormon-hormon bahagia, inilah 6 makanan yang jarang diketahui dapat meningkatkan kehidupan seks pasutri.

1. Chickpeas dan biji-bijian

Dr Mosley mengatakan bahwa fitoestrogen yang ditemukan dalam makanan seperti flaxseeds (biji rami), biji wijen, dan chickpeas (kacang arab) yang bekerja dengan cara yang mirip dengan estrogen, yakni hormon seks wanita yang penting.

Makanan-makanan ini bisa sangat berguna bagi wanita yang mengalami menopause, yang mengalami penurunan estrogen dan nafsu seksual.

2. Ikan berlemak

Ikan berlemak, seperti tuna dan salmon, dapat membantu meningkatkan testosteron, yakni hormon yang sangat penting untuk gairah seks dan performa pria.

Hal ini karena ikan-ikan tersebut kaya akan asam lemak tak jenuh ganda omega-3 yang juga dapat mencegah penumpukan plak di arteri. Menuru Dr Mosley, hal ini meningkatkan aliran darah ke semua space penting di tubuh ketika berhubungan seks.

3. Kacang pistachio

Karena kacang pistachio kaya akan protein, serat dan lemak sehat. Kacang ini membantu menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung, yang dapat menyebabkan efek samping seperti ketidakpuasan seksual.

Dr Mosley berkata bahwa kacang pistachio juga dapat membantu mengurangi gejala disfungsi ereksi. Ia mengacu pada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa pria yang mengonsumsi 100 gram kacang pistachio setiap hari selama tiga minggu mengalami ereksi yang lebih kuat.

Terbukti Lewat Studi, 5 Makanan Ini Bisa Turunkan Risiko Diabetes

Jakarta

Diabetes melitus adalah penyakit paling mematikan ketiga di Indonesia setelah stroke dan jantung. Diperkirakan, jumlah pengidap diabetes di Indonesia mencapai 30 juta orang pada 2030, mengacu pada laman resmi Kementerian Kesehatan RI.

Penyakit ini terjadi ketika gula menumpuk di dalam darah akibat masalah pada produksi hormon insulin. Diabetes tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat dikendalikan agar tidak kemudian memicu komplikasi yang dapat berujung pada kematian.

Meskipun demikian, penelitian menunjukkan bahwa seseorang dapat menurunkan risiko terkena diabetes dengan memilih makanan tertentu. Dikutip dari The Solar, berikut adalah 5 makanan yang terbukti dapat menurunkan risiko terkena diabetes.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Anggur

Menurut sebuah penelitian, mengonsumsi anggur dapat memangkas peluang terkena diabetes hingga 10 persen. Menurut Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit AS (CDC), meningkatkan konsumsi buah adalah salah satu cara untuk mulai mengelola risiko penyakit ini.

Namun, para peneliti menemukan bahwa tidak semua buah memiliki manfaat yang sama dalam mengatasi diabetes. Adapun penelitian mereka, yang diterbitkan dalam Korean Journal of Household Medication, melacak kebiasaan makan pada orang dewasa berusia 40 hingga 69 tahun.

Mereka menemukan bahwa makan satu porsi anggur dalam seminggu dapat mengurangi risiko diabetes, tetapi satu porsi buah apa pun dapat meningkatkan risiko sebesar dua persen.

Hojun Yu, dari Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul, mengatakan temuan mereka menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi buah-buahan tertentu dan risiko terkena diabetes tipe 2.

“Konsumsi anggur yang lebih besar secara signifikan terkait dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah pada kelompok kami. Tetapi jumlah whole konsumsi buah tidak terkait dengan penurunan risiko,” terangnya.

2. Beras cokelat

Mengganti karbohidrat bertepung dengan biji-bijian utuh juga dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes.

Diabetes UK mengatakan bahwa konsumsi roti putih, nasi putih, dan sereal sarapan bergula yang dikenal sebagai karbohidrat olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2.

Namun, biji-bijian utuh seperti beras cokelat, pasta gandum utuh, tepung gandum utuh, roti gandum utuh, dan gandum dikaitkan dengan penurunan risiko.

Satu studi, yang diterbitkan dalam The BMJ, menemukan bahwa mengonsumsi lebih banyak biji-bijian utuh dapat mengurangi risiko secara signifikan.

Dua atau lebih porsi beras cokelat dalam seminggu mengurangi risiko sebesar 12 persen, jika dibandingkan dengan hanya makan satu porsi dalam sebulan.

3. Cabai

Pecinta makanan pedas mungkin sudah mengurangi risiko diabetes tanpa menyadarinya. Pasalnya, capsaicin, senyawa kimia dalam cabai yang memberikan rasa pedas, telah terbukti dapat mengurangi kadar glukosa darah.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Agricultural and Meals Chemistry menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut membantu meningkatkan kadar insulin pada tikus diabetes.

Shiqi Zhang, dari Southwest College di Chongqing, Cina, mengatakan, “Cabai menunjukkan efek antiobesitas, antikanker, antidiabetes, serta pereda rasa sakit dan gatal pada hewan dan manusia. Efek-efek ini disebabkan oleh capsaicin, yang merupakan komponen pedas dan aktif secara biologis dari cabai.”

5 Makanan Ini Bantu Redakan Nyeri Akibat Tukak Lambung


Jakarta

Beberapa kandungan dalam makanan alami, seperti yogurt dan madu, dapat membantu meringankan gejala terkait tukak lambung. Meski demikian, umumnya tetap harus dibarengi dengan penanganan medis, terutama jika gejalanya sudah berlangsung berhari-hari.

Ada berbagai penyebab tukak lambung, salah satunya produksi asam lambung berlebih yang memicu iritasi dan peradangan di permukaan lambung. Selain itu, infeksi bakteri Helicobacter pylori (H.pylori) dan penggunaan jangka panjang obat-obatan tertentu juga bisa menjadi pemicu.

Salah satu gejala yang muncul adalah sensasi terbakar di perut. Biasanya berlangsung beberapa menit atau bahkan berjam-jam. Lalu, bisa berhenti setelah minum antasida atau menghentikan asupan makanan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasa sakit ini mungkin muncul di tengah malam atau saat makan dan bisa hilang timbul dalam beberapa minggu.

Dikutip dari Medical Information As we speak, gejala seperti rasa nyeri akibat tukak lambung dapat berkurang dengan konsumsi makanan berikut.

1. Yogurt

Mungkin banyak yang menghindari yogurt karena takut rasa asamnya akan memperburuk keadaan. Faktanya, yogurt memiliki kandungan probiotik, yakni organisme hidup yang membantu mengembalikan keseimbangan bakteri di saluran pencernaan.

Menurut penelitian, probiotik dapat mengurangi jumlah bakteri penyebab, mempercepat proses penyembuhan, dan mengurangi gejala nyeri perut.

2. Buah berwarna-warni

Banyak buah mengandung senyawa yang disebut flavonoid, yang merupakan polifenol. Flavonoid inilah yang memberikan warna pada buah-buahan seperti apel, bluberi, ceri, lemon dan jeruk.

Menurut penelitian, polifenol dapat membantu mengatasi tukak lambung. Zat ini juga dapat membantu berbagai masalah pencernaan lainnya, seperti diare.

Sedangkan, flavonoid melindungi lapisan perut dari infeksi dengan meningkatkan lendir perut sehingga menghambat pertumbuhan H. pylori (bakteri penyebab tukak lambung). Zat ini juga memiliki sifat antioksidan.

3. Madu

Madu adalah pemanis alami yang populer. Orang yang mengonsumsi madu secara teratur dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan.

Sejumlah Studi menunjukkan bahwa madu memiliki efek antimikroba terhadap H. pylori, sehingga dapat berguna untuk mengobati tukak lambung.

4. Kunyit

Rempah ini mengandung senyawa yang disebut kurkumin. Sebuah studi menyimpulkan bahwa kurkumin memiliki aktivitas anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat membantu mencegah sakit maag bila dikombinasikan dengan pengobatan medis terhadap H. pylori.

5. Bawang putih

Bawang putih populer sebagai rempah yang menambah cita rasa pada makanan. Bawang putih memiliki sifat antimikroba dan antibakteri yang membantu memerangi infeksi dalam tubuh.

Banyak penelitian yang menguji efektivitas bawang putih untuk kesehatan. Sebuah penelitian di tahun 2016 menunjukkan bahwa bawang putih dapat membantu mencegah pertumbuhan H. pylori. Meski demikian, masih dibutuhkan riset lebih lanjut untuk memahami apakah bawang putih bisa mencegah tukak lambung.

Simak Video “Prinsip yang Wajib Dijaga Pengidap Asam Lambung saat Puasa dan Sahur
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)