Tag: Malah

Pasutri Wajib Tahu, 5 Makanan Ini Malah Bikin Gairah Seks Makin Loyo

Jakarta

Sudah menjadi rahasia umum jika pola makan juga dapat mempengaruhi gairah seks. Bahkan sebagian besar orang mungkin sudah tahu makanan apa saja yang bisa membangkitkan gairah seks.

Namun, pasangan harus mulai waspada, karena makanan tertentu juga bisa membunuh gairah seks. Dikutip dari Cosmopolitan, inilah beberapa makanan penurun gairah seks yang harus dihindari.

1. Alkohol

Sebagian orang mungkin juga tahu jika konsumsi alkohol membuat pasangan lebih sulit untuk mencapai orgasme. Bahkan meminum alkohol secara berlebihan bisa mengakibatkan pria kesulitan ereksi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Daging Merah

Beberapa daging merah memiliki kandungan hormon atau antibiotik tambahan. Mengonsumsi makanan ini dalam jumlah banyak bukanlah pilihan yang tepat, karena bisa membuat hormon alami pria tidak seimbang. Meski begitu memilih daging merah dengan porsi yang lebih sedikit tidak akan merusak libido seseorang.

3. Keju

Meski memiliki rasa yang enak, keju dapat mengacaukan hormon pria maupun wanita. Tak hanya memengaruhi testosteron dan estrogen, seiring berjalannya waktu makanan ini bisa menurunkan libido.

4. Mint

Mungkin sangat mengejutkan bagi pasutri yang kerap membutuhkan permen mint, mentol dalam mint cenderung menurunkan kadar testosteron yang pada akhirnya dapat menurunkan gairah seks.

5. Makanan yang Digoreng

Bukan hanya buruk untuk food plan, makanan berminyak ternyata juga bisa memengaruhi dorongan seks seseorang. Lemak trans ditemukan pada makanan yang melalui proses penggorengan. Hal ini dapat menurunkan libido, dengan meningkatkan produksi sperma irregular pada pria dan mengganggu kehamilan pada wanita.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(Nala Andrianingsih/suc)

7 Makanan yang Harus Dibatasi saat Eating regimen, Malah Bikin Badan Tambah ‘Lebar’

Jakarta

Eating regimen adalah salah satu cara yang selalu direkomendasikan untuk menurunkan berat badan. Biasanya, food regimen dilakukan dengan cara mengatur pola makan atau mengonsumsi jenis makanan tertentu saja.

Namun, hal lain yang tak kalah penting adalah menghindari berbagai makanan yang bisa menggagalkan food regimen. Faktanya, ada sejumlah makanan yang bisa menghambat proses menurunkan berat badan, tetapi masih sering dikonsumsi bahkan ketika sedang food regimen.

Karena itu, penting untuk mengetahui makanan-makanan yang harus dihindari saat food regimen. Sehingga, food regimen bisa berjalan lancar dan bukan membuat tubuh malah semakin ‘lebar’.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan yang Harus Dibatasi saat Eating regimen

1. Nasi Putih

Nasi putih kerap menjadi salah satu makanan yang harus dibatasi untuk dikonsumsi saat sedang food regimen. Bukan tanpa alasan, sebab nasi putih mengandung karbohidrat, dan kalori yang cukup tinggi.

Tak hanya itu, nasi putih juga termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi. Karena itu, nasi putih juga tidak dianjurkan untuk orang yang sedang food regimen menurunkan gula darah.

2. Roti Tawar

Roti tawar umumnya terbuat dari tepung gandum yang sudah dihaluskan. Dikutip dari laman Medical Information At present, tepung jenis ini tidak baik dikonsumsi oleh orang yang sedang berdiet karena mengandung karbohidrat dan kalori yang sangat tinggi.

Selain itu, roti yang terbuat dari tepung gandum halus tersebut juga rendah serat, protein, serta nutrisi baik lainnya yang dibutuhkan tubuh.

3. Keripik Kentang

Di balik bentuknya yang tipis dan garing, keripik kentang memiliki kadar lemak dan kalori yang sangat tinggi. Keripik kentang juga kerap dicampur dengan garam, dapat memicu kenaikan berat badan.

4. Jus Buah dalam Kemasan

Mungkin beberapa orang mengira jus buah kotakan yang dijual di minimarket dapat membantu proses food regimen dan menurunkan berat badan. Faktanya, banyak dari jus buah tersebut tidak memiliki khasiat yang sama dengan buah aslinya.

Dikutip dari Healthline, jus buah dalam kemasan memiliki kandungan serat yang sedikit, sehingga tidak bisa mengenyangkan tubuh. Selain itu, jus dalam kemasan juga biasanya diolah dengan menggunakan perasa atau pemanis buatan yang justru malah menaikkan berat badan.

5. Kopi Tinggi Kalori

Kandungan kafein dalam kopi memang bisa membantu meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak dalam tubuh. Namun, beberapa racikan kopi tertentu malah bisa menyebabkan kenaikan berat badan loh.

Dikutip dari Healthline, kopi yang dicampur dengan gula dan krim memiliki kandungan kalori tinggi yang malah dapat menambah berat badan. Jadi jika ingin mengonsumsi kopi sebagai bagian dari food regimen, pilihlah kopi hitam tanpa gula, krim, dan zat pemanis lainnya.

6. Buah Kering

Buah kering adalah buah yang diproses dengan cara dikeringkan, baik dengan menggunakan sinar matahari ataupun mesin pengering. Meski terbuat dari buah-buahan, buah kering ternyata tidak memiliki khasiat yang sama dengan buah asli loh.

Dikutip dari Medical Information At present, buah kering memiliki kalori yang lebih padat dibandingkan buah segar. Selain itu, buah kering memiliki kandungan air yang lebih sedikit, tapi tinggi fruktosa. Alhasil, buah kering memiliki jumlah kalori yang jauh lebih tinggi dibanding buah segar dalam setiap gramnya. Karenanya, jangan mengonsumsi buah kering secara berlebihan saat sedang food regimen.

7. Gorengan

Godaan gorengan saat sedang food regimen memang sulit untuk dilawan. Namun, gorengan berukuran kecil saja sudah cukup menggagalkan food regimen.

Dikutip dari Medical Information At present, makanan yang digoreng, bahkan sayur dan kentang, memiliki kandungan kalori, garam, dan lemak jenuh yang sangat tinggi. Selain bisa menambah berat badan, makanan yang digoreng juga dapat meningkatkan risiko penyakit seperti darah tinggi dan kolesterol.

Gorengan juga rendah akan serat. Itulah alasannya mengapa kentang, makanan yang bisa mengenyangkan, tidak bertahan terlalu lama di perut jika diproses dengan cara penggorengan.

Simak Video “Suggestions Menurunkan Berat Badan ala Ade Rai
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

Bapak-bapak Jangan Asal Sentuh! Zona Ini Bikin Istri Malah Ogah Bercinta

Jakarta

Rutinitas pasutri akan terasa semakin hebat saat semuanya berlangsung secara spontan. Memberikan kejutan dengan mengeksplor seluruh bagian tubuh pasangan dapat meningkatkan gairah keduanya, terlebih saat pasangan memberi lampu hijau.

Namun, ternyata ada beberapa space yang dilarang untuk disentuh. Dikutip dari PUNCH, berikut beberapa bagian tubuh wanita yang sebaiknya jangan disentuh saat berhubungan seks.

1. Kepala klitoris

Mungkin tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi klitoris adalah bagian yang penuh dengan saraf dan sangat sensitif pada ujungnya. Akan tetapi menyentuh kepala klitoris, terlebih saat pasangan sedang terangsang membuatnya terasa terlalu parah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rasanya mungkin seperti saat meneguk minuman dingin dan gigi mulai terasa ngilu. Alih-alih menyentuh space ini, lebih baik mencari batang klitoris atau menggosok bagian sekitarnya yang akan melibatkan ujung saraf tanpa membuatnya terlalu bersemangat.

2. Bagian kaki

Kaki menjadi salah satu bagian yang sebaiknya tak disentuh saat berhubungan seks.

Untuk mencapai orgasme, wanita harus benar-benar rileks dan bebas dari kecemasan. Ketika merasa cemas biasanya kaki akan dingin, dan ini mengganggu kemampuan pasangan untuk benar-benar menikmati seks.

3. Anus

Lubang anus yang cukup kecil membuatnya merasa tidak nyaman, bahkan jika kamu tetap nekat melakukan eksplorasi di sana.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(Nala Andrianingsih/naf)

Niat Obati ISK dengan Pakai Jus Cranberry, Wanita Ini Malah Nyaris Mati


Jakarta

Seorang wanita muda mencoba mengobati infeksi saluran kemih (ISK) ringan yang dialaminya dengan pengobatan alami. Ia rutin mengkonsumsi air dan jus cranberry selama empat hari, dengan harapan infeksinya itu bisa sembuh.

Wanita bernama Maise Lewis itu merasakan gejala awalnya pada akhir Agustus lalu, saat berlibur di Milan. Ia merasa saat itu baik-baik saja, hanya lebih sering pergi ke rest room.

Awalnya, Maise berkonsultasi dengan dokter dan dianjurkan untuk banyak minum air. Ia mulai minum banyak air dan jus cranberry. Bukannya membaik, Maise merasa intensitasnya untuk buang air kecil semakin sering, bahkan gejalanya memburuk.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Namun keadaan saya berubah dari baik-baik saja menjadi cukup parah dalam hitungan hari. Keadaannya semakin memburuk, punggungku sakit dan rasanya sakit saat buang air kecil,” ungkap Maise yang dikutip dari Mirror UK, Rabu (18/10/2023).

Merasa semakin tersiksa, wanita 20 tahun itu langsung pergi ke dokter umum. Maise menjalani pemeriksaan dengan diambil sampel urine dan diresepkan antibiotik yang dikonsumsi selama dua minggu.

“Saya hampir tidak merasakan efek samping apapun pada awalnya. Yang saya perhatikan hanyalah saya lebih sering ke rest room. Itu saja,” katanya.

Namun, kondisinya malah semakin memburuk. Ia merasakan wajahnya memerah, panas dingin, pusing, gemetar, hingga halusinasi. Ia kembali dilarikan ke rumah sakit dan didiagnosis menderita urosepsis, yaitu sejenis sepsis spesifik yang berkembang dari ISK dan sistitis.

Saat diperiksa, detak jantungnya ‘melonjak’ hingga 130 BPM dan diberitahu bahwa organ-organ tubuhnya mulai mati. Ia kembali diberikan antibiotik terkuat dan dipasangi infus agar cairan masuk ke seluruh tubuhnya.

“Saya hampir mengalami syok septik, tapi untungnya mereka menangani saya tepat waktu. Saya tidak bisa berhenti gemetar, tidak bisa bernapas dan merasa tidak berdaya,” jelas Maise.

Di saat itu, Maisie bahkan mulai berhalusinasi. Menurut Nationwide Well being Service (NHS), perubahan kondisi psychological, termasuk kebingungan dan disorientasi, adalah gejala umum dari sepsis.

Selama dua malam pertamanya di Rumah Sakit Prince of Wales di Bridgend, dokter memantau kondisi Maise 24 jam. Setelah malam kedua, kondisinya mulai membaik dan jumlah sel darah putihnya menurun.

Dia dipulangkan setelah enam malam dirawat. Tetapi butuh waktu berminggu-minggu bagi Maisie untuk bangkit kembali dan harus kehilangan banyak pekerjaan karena masih terasa kelelahan.

“Butuh waktu dua minggu bagi saya untuk merasa regular kembali. Infeksi ginjal serta sepsis mengambil sebagian besar kehidupan kerja saya,” kata dia.

“Saya harus membatalkan lima minggu pekerjaan dengan klien. Saya hanya merasa tidak bisa berdiri. Dan baru-baru ini, dalam beberapa minggu terakhir, baru merasa kembali regular. Saya tidak percaya semua ini disebabkan oleh ISK,” pungkasnya.

Simak Video “Kasus ISPA di Jabodetabek Meningkat Imbas Polusi Udara
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Makan Sehat Malah Diceng-cengin? Ini Resep ‘Bodo Amat’ ala Mikha Tambayong


Jakarta

Mengonsumsi makanan sehat adalah bagian dari gaya hidup untuk merawat jantung. Tapi pernah nggak sih, sekalinya makan sehat malah diceng-cengin orang sekitar?

Diceng-cengin alias dibercandain saat sedang ikhtiar untuk mengonsumsi makanan sehat kerap kali bikin motivasi drop. Akhirnya karena malu, lantas balik lagi ke pola makan asal-asalan seperti orang lain pada umumnya.

Duta Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Mikha Tambayong punya pesan penting untuk menghadapi kondisi semacam itu. Menurutnya, sikap paling bijak dalam situasi tersebut adalah ‘bodo amat’ alias cuek.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Buat aku, yang tahu tubuh kita diri kita sendiri. Kalau menurut kita it is time to make a greater weight loss program, untuk eat more healthy meals, bodo amat orang mau ngomong apa,” kata Mikha.

“Kalu dibecandain, kadang becandain balik saja,” kata Mikha yang hadir mengikuti Indonesia Coronary heart Stroll 2023 di Plaza Tenggara GBK, Jakarta Selatan, Kamis (28/9/2023).

Menurut Mikha, seseorang bertanggung jawab atas kesehatan dirinya sendiri. Oleh karenanya, ia menyarankan untuk tidak ambil pusing dengan komentar negatif dari orang lain di sekitar.

Simak Video “Kemeriahan Hari Jantung Sedunia 2023 di GBK
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)

Kenapa Malam Hari Polusi Malah Makin Menjadi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta

Tidak sedikit yang beranggapan polusi udara berada di degree mengkhawatirkan hanya di jam-jam mobilitas tinggi. Misalnya, di jam berangkat hingga pulang ‘ngantor’.

Padahal, beberapa aplikasi pemantau kualitas udara menunjukkan fakta sebaliknya. Catatan IQAir di tujuh hari terakhir, kualitas udara DKI Jakarta sejak pukul 02:00 dini hari hingga pagi, berada di zona merah dengan konsentrasi PM 2.5 di atas 100 µg/m³ , berkali-kali lipat melampaui pedoman aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tren lebih parah terjadi di Tangerang Selatan. Per hari ini saja Selasa (15/8/2023) kualitas udara bahkan berada di degree beracun pada pukul 02:00 dini hari.

Aplikasi pemantau kualitas udara lain, Nafas Indonesia, juga melaporkan tren yang sama. Nyaris seluruh wilayah Jabodetabek berada di kualitas udara buruk sejak 10 malam hingga delapan pagi.

Konsentrasi PM 2.5 bahkan tercatat paling tinggi d

i pukul 01:00 hingga 02:00 dini hari. Kabupaten Bekasi misalnya, melaporkan PM 2.5 mencapai 108 µg/m³ pada pukul 02:00 dini hari, lebih tinggi dibandingkan di jam keberangkatan kerja pukul 08:00 pagi.

Tak jauh berbeda, Tangerang Selatan mencatat peningkatan konsentrasi PM 2.5 sejak pukul 01:00 dini hari, paling tinggi mencapai 123 µg/m³ di pukul 03:00 pagi.

Mengapa polusi malah lebih buruk di malam hari?

Plt Deputi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan menyebut hal itu dipengaruhi oleh siklus harian.

Kondisi udara di kota-kota besar seperti Jakarta, akan lebih tampak ‘buruk’ pada tiap musim kemarau dengan udara yang bersifat kering. Adapun siklus kualitas udara seperti ini menurutnya telah terjadi sejak lama.

“Kondisi kualitas udara itu ada siklus hariannya pada saat lepas malam hari, dini hari, dan pagi hari, itu cenderung lebih tinggi daripada siang hingga sore. Itu karena ada siklus harian,” ucapnya saat ditemui di Jakarta Timur, (11/8/2023).

Pemicu lainnya adalah lapisan inversi, lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer dingin. Dalam kondisi regular, suhu atmosfer turun bersama ketinggian, sehingga lapisan atmosfer dingin berada di atas lapisan atmosfer yang hangat.

“Karena kita di wilayah city dan sekarang saat musim kemarau itu ada fenomena namanya lapisan inversi. Jadi ketika pagi, di bawah atau permukaan ini lebih dingin dibandingkan di lapisan atas,” jelas Ardhasena.

“Sehingga, itu mencegah udara itu untuk naik dan kemudian terdispersi. Itu penjelasan mengapa Jakarta kelihatan keruhnya di bawah dibandingkan di atas karena setting perkotaan yang di mana kita semua hidup bersama,” tambahnya.

NEXT: Kemandekan Udara