Tag: Menular

Gejala Diabetes Bisa Mirip Penyakit Menular Seksual, Seperti Apa?


Jakarta

Pada beberapa kasus, seorang pengidap diabetes tak menyadari dirinya tengah mengidap penyakit tersebut lantaran tak mengalami gejala yang signifikan. Padahal, penting untuk seorang pasien menyadari penyakitnya sesegera mungkin demi bisa mendapatkan penanganan tepat.

Menurut Nationwide Well being Service (NHS), seorang pengidap diabetes tipe 2 bisa hidup dengan penyakit tersebut selama bertahun-tahun tanpa menyadari. Pasalnya, beberapa gejala awal yang muncul sangat tidak kentara sehingga seringkali disalahartikan sebagai kondisi lain. Bahkan, gejala tersebut bisa dikira sebagai tanda penyakit menular seksual (PMS).

Salah satu gejala paling tidak biasa dari penyakit diabetes adalah gatal di space kelamin, yang dapat berdampak pada pria dan wanita. Jika seorang pasien aktif secara seksual, gejala ini mungkin dikira sebagai tanda-tanda PMS.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diabetes.co.uk menerangkan, gatal pada alat kelamin bisa menjadi tanda diabetes karena adanya peningkatan kadar glukosa darah pada penderita penyakit tersebut. Gula darah yang tinggi menciptakan kondisi splendid bagi pertumbuhan jamur, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadi infeksi jamur di space genital.

“Diabetes juga dapat menyebabkan kandungan glukosa yang lebih tinggi dalam urine, tempat lain yang sangat cocok bagi jamur untuk berkembang biak,” terang situs tersebut dikutip dari Mirror Information UK, Rabu (15/11/2023).

Selain gatal pada space alat kelamin, gejala diabetes lainnya yakni sering ingin buang air kecil, merasa haus luar biasa, lelah terus-menerus, berat badan turun tanpa diusahakan, serta luka dan lecet yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Simak Video “Waspada Diabetes pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

JEMPUT BOLA PERIKSA GRATIS PENYAKIT TIDAK MENULAR (JEBOL PERINTIS PTM)



Submit Views:
574

 

Transisi epidemiologi, demografi, dan perilaku pada masyarakat menyebabkan tren pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular atau disebut dengan PTM. Faktor risiko penyakit tidak menular yaitu terutama berasal dari perilaku gaya hidup. Perilaku yang tidak sehat tersebut yaitu seperti kurangnya aktivitas fisik, kurang konsumsi sayur dan buah, perilaku merokok, serta minum minuman beralkohol. Pemerintah mengeluarkan instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat. Kampanye Germas diharapkan menjadi upaya promotif yang sangat efektif dalam menanggulangi PTM. Adapun kegiatan Germas hidup sehat meliputi akifitas fisik, konsumsi buah dan sayur setiap hari, dan cek kesehatan secara rutin.

Upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi PTM yaitu menggalakkan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 4 Tahun 2019 tentang Standar Teknis Pemenuhan Mutu Pelayanan Dasar Pada Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan dari Penyakit Tidak Menular menyebutkan bahwa setiap WNI usia 15-59 tahun (usia produktif) mendapatkan skrining kesehatan sesuai standar, setiap penderita hipertensi mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar, setiap penderita diabetes melitus mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Posbindu PTM menjadi wujud dari peran serta masyarakat dalam mengimplementasikan kegiatan deteksi dini dan monitoring faktor risiko PTM yang dilaksanakan secara terpadu, rutin, dan periodik.

Wujud dari usaha pemerintah dalam meningkatkan derajat kehidupan dan kesehatan masyarakat adalah dicanangkannya pelayanan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) di pelayanan kesehatan masyarakat tingkat dasar. Sehingga, masyarakat yang berumur 15 tahun keatas mendapat pelayanan deteksi dini penyakit tidak menular. Dalam rangka peningkatan deteksi dini faktor risiko PTM tersebut, Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan inovasi dengan melaksanakan kegiatan  Jemput Bola Periksa Free of charge Penyakit Tidak Menular (Jebol Perintis PTM) ke lingkungan masyarakat. Pelaksanaan Jebol Perintis PTM dimulai dari tingkat satuan perangkat daerah yang akan diteruskan secara meluas ke tempat umum lainnya. Melalui kegiatan ini diharapkan pelayanan pemeriksaan faktor risiko PTM menjadi lebih dekat di lingkungan masyarakat secara umum.

Jebol Perintis PTM memiliki tujuan meningkatkan peran serta karyawan dan masyarakat dalam upaya pencegahan PTM, terlaksananya deteksi dini dan monitoring faktor risiko PTM, tersampainya informasi tentang edukasi pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM. Kegiatan ini dilaksanakan 4-7 Juli 2022 di Gazebo Balaikota Malang, dan 11-12 Juli 2022 di Kantor Terpadu Pemerintah Kota Malang. Jebol Perintis PTM menyasar 800 orang karyawan di lingkungan Kantor Pemerintah Kota Malang. Sub Substansi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Malang melaksanakan kegiatan Jebol Perintis PTM bersama UPT Puskesmas. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu pelayanan pemeriksaan faktor risiko PTM menjadi lebih dekat di lingkungan masyarakat secara umum.

Intervensi pencegahan dan pengendalian PTM pada siklus kehidupan dapat dilakukan melalui promosi kesehatan, deteksi dini skrining, dan tata laksana kasus. Koordinasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat melalui Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) perlu diperkuat agar dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat uatamanya masyarakat Kota Malang. Pencegahan PTM dalam masyarakat bisa dilakukan dengan monitoring faktor risiko PTM, penerapan gaya hidup sehat, dan tindak lanjut dini.


Bisa Menular Lewat Udara, Ini Penyakit yang Rawan Jadi Pandemi Baru Kata Kemenkes

Jakarta

Potensi kemunculan penyakit baru yang disebut sebagai ‘Illness X’ memicu kekhawatiran masyarakat dunia. Sejumlah ahli menduga, penyakit tersebut bakal menjadi pandemi selanjutnya dan lebih mematikan dibandingkan COVID-19.

Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan, ada kemungkinan illness X ini menular lewat udara. Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes dr Siti Nadia Tarmizi, dengan karakteristik tersebut, ada kemungkinan penularan penyakit tersebut sulit dicegah.

“Yang menjadi penyakit international umumnya yang menular through udara. Kalau lewat darah, air itu bisa dicegah. Tapi kalau udara sulit dicegah, karena orang hidup tidak mungkin bisa berhenti bernapas,” jelas dr Nadia dikutip dari Antara, Sabtu (2/6/2023).

Dalam penjelasannya, dr Nadia mengungkap salah satu penyakit yang mungkin bisa memicu pandemi international selanjutnya, menggantikan COVID-19. Salah satunya Influenza.

Ia mengatakan sejauh ini, flu menjadi salah satu penyakit yang paling sulit untuk ditangani.

“Makanya, selalu flu yang memiliki potensi besar jadi pandemi. Kami belum tahu obatnya apa, semua flu belum ada obatnya, dan paling sulit dihadapi yang paling mungkin divaksin,” katanya.

dr Nadia juga menjelaskan beberapa hal yang bisa menjadi penyebab dari penyakit illness X. Mulai dari patogen yang tidak diketahui pada manusia berupa virus, bakteri, atau jamur yang pengobatannya belum diketahui. Selain itu, ada juga kemungkinan penyakit itu merupakan penyakit zoonosis atau menular dari hewan ke manusia.

Beberapa penyakit zoonosis yang sudah ada seperti Ebola, Hepatitis Akut, dan cacar monyet.

“Seperti Ebola, sudah beberapa tahun dibilang akan mendunia tapi belum juga mendunia sampai sekarang,” pungkasnya.

Simak Video “Serba-serbi Illness X, Penyakit yang Diwanti-wanti WHO
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)