Tag: Muda

Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Perpendek Usia, Bisa Bikin Mati Muda

Jakarta

Di period yang serba mudah ini, kebanyakan orang menghabiskan waktu dengan duduk seharian. Tak jarang, orang dewasa pun memiliki pekerjaan yang membuat mereka kurang bergerak. Siapa sangka, ternyata duduk terlalu lama bisa meningkatkan risiko meninggal lebih cepat, lho.

Namun, memprioritaskan aktivitas fisik, bahkan hanya dalam jumlah yang sedikit, dapat menjadi solusi dari permasalahan tersebut.

Faktanya, penelitian baru dari College School London, yang diterbitkan awal bulan ini di European Coronary heart Journal, menunjukkan bahwa mengganti waktu duduk dengan olahraga intensitas sedang selama beberapa menit setiap hari dapat secara signifikan meningkatkan kesehatan jantung seseorang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, para peneliti menemukan bahwa duduk dalam jangka waktu yang lama dapat berdampak negatif pada jantung dan meningkatkan risiko kematian.

Dikutip dari Well being, para peneliti menggunakan sebuah mannequin untuk menentukan apa yang akan terjadi jika seseorang menukar satu perilaku dengan perilaku lainnya setiap hari selama seminggu.

Sebagai contoh, seorang wanita berusia 54 tahun yang mengganti duduk dengan olahraga ringan tidak hanya dapat meningkatkan kesehatan jantungnya, tetapi juga mengurangi lingkar pinggangnya sebesar 2,5 cm (penurunan sebesar 2,7 persen).

Penelitian ini bukanlah penelitian pertama yang menyelidiki dampak negatif dari duduk terhadap kesehatan dan bagaimana orang dapat mengimbangi risiko tersebut.

Dalam penelitian lain di awal tahun ini, para peneliti menemukan bahwa orang yang menghabiskan lebih dari 12 jam sehari untuk duduk memiliki peningkatan risiko kematian sebesar 38 persen jika mereka tidak berolahraga setidaknya 22 menit setiap hari.

“Bagi mereka yang duduk lebih dari 12 jam sehari, (kami menemukan) terdapan peningkatan risiko kematian dini,” terang Edvard Sagelv, PhD, salah satu penulis studi ini dan seorang peneliti di Arctic College of Norway.

“Duduk mempengaruhi jantung kita secara negatif seperti halnya aktivitas mempengaruhinya secara positif. Semakin berat jantung Anda berdetak, semakin baik kesehatan jantung Anda, atau semakin kuat jantung Anda,” jelasnya.

Berikut adalah konsekuensi dari duduk terlalu lama dan apa yang dapat dilakukan untuk menangkal efek buruknya.

Dampak Buruk Duduk pada Kesehatan Tubuh

1. Mengurangi waktu bergerak sehingga mempengaruhi fisiologis tubuh

Masalah utama dari duduk adalah aktivitas tersebut menghabiskan waktu yang seharusnya digunakan untuk bergerak, terang profesor dinamika perilaku kesehatan di Glasgow Caledonian College Sebastien Chastin, PhD.

Ketika hal ini terjadi, beberapa proses fisiologis di dalam tubuh turut terpengaruh.

“Kita juga tahu bahwa fisiologi bagaimana tubuh kita memproses gula terpengaruh (oleh duduk),” kata Chastin. “Ada juga beberapa bukti bahwa hormon yang terlibat dalam kesehatan tulang juga terpengaruh.”

2. Menyebabkan masalah otot

Seorang dokter terapi fisik John Gallucci Jr. menjelaskan bahwa duduk juga dapat menyebabkan kelemahan otot dan ketidakseimbangan otot.

“Duduk dalam jangka waktu yang lama bahkan dapat menyebabkan postur tubuh yang buruk, sirkulasi darah yang berkurang, penambahan berat badan, dan obesitas,” jelasnya.

3. Memperburuk metabolisme tubuh

Menurut Sagelv, kebanyakan dari dampak-dampak sebelumnya berkaitan dengan bagaimana duduk mempengaruhi metabolisme tubuh.

Duduk memberi sinyal pada tubuh bahwa ia tidak perlu bekerja keras untuk membakar energi. Hati dan sistem energi di otot juga terbukti melambat. Walhasil, metabolisme tubuh memburuk.

“Duduk memberi tahu tubuh bahwa kebutuhannya tidak tinggi, jadi tidak perlu sekuat itu. Hati, dan sistem energi di otot, (juga) terbukti ‘melambat’ dan kita tidak dapat membakar semua energi dari makanan yang kita makan,” katanya. “Jadi, [tubuh) berkinerja lebih buruk dalam membakar energi.”

4. Menyebabkan masalah neurologis

Duduk berjam-jam bahkan dikaitkan dengan masalah neurologis. Satu studi menemukan bahwa duduk selama 10 jam atau lebih setiap hari dikaitkan dengan peningkatan risiko demensia. Sebagian dari hal ini mungkin berkaitan dengan penurunan aliran darah ke otak dan peningkatan peradangan.

Simak Video “Kisah Pekerja Kantoran Jakarta yang Rajin Lari Gegara Lama Nunggu Angkot
[Gambas:Video 20detik]

Waspada, Ini 5 Gejala Stroke di Usia Muda yang Tidak Boleh Diabaikan

Jakarta

Stroke tak hanya menyerang orang lanjut usia (lansia), tetapi juga mereka di usia muda. Stroke merupakan suatu gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis yang berlangsung lebih dari 24 jam.

Dikutip dari laman Kemenkes RI, serangan stroke terjadi saat pasokan darah ke otak terganggu atau berkurang. Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh penyumbatan yang disebut dengan stroke iskemik, serta akibat pecahnya pembuluh darah yang disebut dengan stroke hemoragik.

Sementara menurut laman resmi WHO, setiap tahun ada sekitar 15 juta orang di dunia mengalami stroke. Dari jumlah tersebut, 5 juta di antaranya meninggal dunia dan 5 juta orang lainnya mengalami cacat permanen akibat serangan stroke.

Tak hanya itu, stroke juga disebut sebagai ‘silent killer’ karena pengidapnya kerap tidak menyadari memiliki kondisi tersebut sampai memasuki tingkat yang sangat parah. Karena itu, gejala stroke terutama di usia muda harus diwaspadai dan ditangani secepat mungkin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejala Stroke di Usia Muda

Umumnya, gejala stroke di usia muda tidak jauh berbeda dengan gejala pada umumnya. Adapun gejala stroke di usia muda antara lain:

1. Lumpuh pada Bagian Tubuh Tertentu

Gejala stroke di usia muda yang paling umum adalah kelumpuhan pada anggota tubuh tertentu. Dikutip dari Mayo Clinic, stroke terjadi akibat menurunnya suplai darah dan oksigen ke otak. Hal ini bisa disebabkan oleh adanya penyumbatan (stroke iskemik) atau pembuluh darah pecah (stroke hemoragik).

Berkurangnya suplai darah dan oksigen ke otak dapat mengganggu fungsi bagian otak, termasuk mengirim sinyak ke saraf motorik untuk menggerakkan anggota tubuh. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya kelumpuhan.

2. Kesulitan Berbicara

Kesulitan saat berbicara merupakan gejala stroke yang kerap diabaikan. Selain menggerakkan anggota tubuh, bagian tertentu pada otak juga memengaruhi kemampuan untuk berbicara.

Umumnya, gangguan berbicara tersebut bisa berupa kesulitan merangkai kata-kata, terbata-bata saat berbicara, hingga kebingungan memahami perkataan orang lain.

3. Sakit Kepala Parah

Sakit kepala yang parah dan muncul tanpa sebab yang jelas bisa menjadi salah satu gejala stroke di usia muda. Hal ini disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah karotis yang menyalurkan darah dan oksigen ke otak.

Umumnya, sakit kepala pada stroke terjadi akibat penyumbatan pada pembuluh darah karotis. Namun, nyeri kepala juga bisa dipicu oleh gangguan pada sistem vertebrobasilar yang berfungsi memasok darah ke bagian belakang otak.

4. Kehilangan Keseimbangan

Sering oleng saat berdiri atau berjalan? Hati-hati, sebab hal tersebut bisa menjadi indikasi penyakit stroke loh.

Dikutip dari laman Stroke Affiliation, stroke dapat menyebabkan kelemahan pada salah satu sisi tubuh, sehingga membuat pengidap stroke sulit menjaga keseimbangan saat berdiri atau beraktivitas. Biasanya, gejala ini juga disertai dengan pusing yang muncul secara mendadak.

5. Gangguan pada Penglihatan

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, stroke dapat menimbulkan kerusakan pada bagian otak yang mengatur fungsi organ tubuh. Jika terjadi pada bagian otak yang memengaruhi fungsi mata, maka dapat menyebabkan gangguan visible, seperti pandangan kabur atau gangguan fokus saat melihat (diplopia). Gangguan penglihatan akibat stroke tak hanya bisa terjadi pada salah satu mata, tapi juga bisa terjadi pada kedua mata secara bersamaan.

Faktor Risiko Stroke di Usia Muda

Umumnya, stroke di usia muda dipengaruhi oleh faktor pola hidup yang tidak sehat. Adapun gaya hidup yang dapat meningkatkan risiko terkena stroke di antaranya:

  • Merokok
  • Obesitas
  • Sedentary life atau jarang beraktivitas
  • Stres
  • Mengonsumsi minuman beralkohol
  • Mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol
  • Jarang mengonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur

Selain gaya hidup, stroke juga dapat dipicu oleh sejumlah kondisi medis seperti:

  • Darah tinggi atau hipertensi
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi
  • Gangguan irama jantung
  • Cacat jantung bawaan lahir, seperti defek septum ventrikel, pulmonary atresia, atau koarktasi aorta

Simak Video “Jangan Disepelekan! Anak Muda Juga Bisa Kena Stroke
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)

Warga Muda Korsel Pilih Jadi Generasi N-Po, Menikah-Punya Bayi Tak Lagi Prioritas


Jakarta

Generasi muda Korea Selatan tengah dijuluki ‘N-Po era’. Sebutan ini disematkan pada mereka yang terpaksa berhenti menikah, memiliki anak, dan banyak mimpi lain imbas pekerjaan belum ‘settle’ di tengah biaya hidup terlampau tinggi.

Seperti kisah Kim Jaram, pria berusia 32 tahun itu mengambil lebih dari dua pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pagi hingga siang hari, dirinya bekerja sebagai desainer internet, sementara di malam hari, Kim Jaram bertugas di dua toko. Dirinya juga tidak pernah absen bekerja saat akhir pekan.

Terhitung lebih dari 100 jam dihabiskan untuk bekerja dalam sepekan. Lebih dari dua kali lipat jam kerja pada umumnya yakni ‘9 to five’ atau pukul 9 pagi hingga 5 sore waktu setempat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Di Korea Selatan saat ini, jika Anda ingin bertahan hidup dengan gaji bulanan, Anda harus bekerja di perusahaan besar atau di pekerjaan tertentu,” kata pria yang tinggal di Seongnam, kota di bagian tenggara Seoul.

“Bagi orang regular, jika ingin menabung untuk masa depan, memiliki dua pekerjaan adalah suatu keharusan,” sambung dia.

Namun, jadwal yang padat ini berdampak buruk pada Kim, yang memegang gelar affiliate di bidang makanan dan nutrisi, tetapi belakangan beralih karier setelah mengambil kursus desain internet. Sering kehilangan fokus berujung amukan bos. Berat badan bertambah karena kurang berolahraga dan yang lain.

Dirinya ingin memiliki cukup uang membuka toko sendiri dalam waktu setahun.

“Saya tidak berencana hidup seperti ini seumur hidup saya,” katanya.

“Tujuan saya adalah mencapai kebebasan finansial antara usia 40 dan 45 tahun. Mengapa tidak bekerja sekeras yang saya bisa sekarang?”

Korea Selatan adalah negara maju yang berkembang pesat. Namun, ada kecenderungan seperti yang terjadi di beberapa wilayah Asia lain, yakni generasi muda merasa lebih sulit dibandingkan orang tua mereka untuk mencapai kemajuan meskipun memiliki pendidikan lebih tinggi.

Kaum muda di negara ini disebut sebagai ‘generasi N-Po’, yang harus meninggalkan banyak hal karena ketidakamanan pekerjaan dan tingginya biaya rumah, juga hidup. Istilah ini dimulai dengan ‘generasi Sampo’, mengacu pada generasi muda yang terpaksa berhenti berkencan, menikah, dan memiliki anak karena ketidakamanan ekonomi yang diperburuk oleh krisis keuangan world di 2008.

Ada istilah lain yakni Neraka Joseon, yang diciptakan sekitar delapan tahun lalu, menggambarkan masyarakat fashionable Korea sebagai versi buruk dari dinasti Joseon dan sistem kelasnya yang tidak setara.

Kisah Kim, dan kisah remaja lainnya yang baru-baru ini terjadi di Korea Selatan, menyoroti dampak dari sistem yang tidak kenal ampun dan sangat kompetitif, dimulai di sekolah dan berlanjut hingga masa dewasa.

Faktor-faktor di balik terjebaknya generasi muda di negara ini berakar kuat pada budaya.

Simak Video “Anak Muda yang Kesepian di Korea Selatan Akan Diberi Tunjangan
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

Mengeluh Sakit Kepala Pagi Hari, Ternyata Serangan Stroke di Usia Muda


Jakarta

Seorang wanita di Inggris, Alex Bowles (23) bangun pagi dengan sakit kepala hebat setelah pesta minuman beralkohol malam sebelumnya. Namun setelah beristirahat, sakit kepalanya tak kunjung mereda. Tak diduga, sakit kepala yang dialaminya bukan ‘cuma’ gegara minuman, melainkan karena serangan stroke.

Alex menyebut, saking nyeri kepalanya saat itu, ia merasa ‘setengah kepalanya hilang’. Lebih lanjut pada hari itu, Alex tak bisa berbicara dengan regular dan cenderung berbicara dengan campur aduk. Ia pun dibawa ke rumah sakit.

Barulah saat itu, dokter mengungkapkan bahwa Alex mengalami pembekuan darah dan perdarahan di otak. Karena kondisi itulah, Alex tidak dapat membaca, menulis, berkomunikasi, atau berbicara dengan benar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya menghabiskan Jumat malam dengan makan dan minum bersama teman-teman saya. Esok harinya saya merasa tidak enak. Saya minum gin dan tonic, jadi membuatku sakit kepala seperti sedang mabuk,” ungkap Alex dikutip dari Every day Mail UK, Selasa (14/11/2023).

“Ketika saya mencoba pergi berbelanja, saya merasa sangat kasar sehingga saya harus duduk. Jadi saya menghabiskan sisa akhir pekan di rumah, semakin sakit, seperti akan pingsan, berharap sakit kepala saya akan hilang”, sambungnya.

Selama empat hari setelah keluhan sakit kepala tersebut, Alex kehilangan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan regular. Menurut kesaksian petugas kebersihan yang sempat berbicara dengannya saat itu, Alex berbicara dengan tidak jelas dan sekadar omong kosong.

Petugas kebersihan tersebut kemudian menelepon ibu Alex dan segera memanggil ambulans. Barulah setelah itu, Alex dibawa ke Rumah Sakit Queen di Romford.

“Dokter yang bertugas mengira saya menderita sakit kepala yang berlebihan. Tapi untungnya, seorang dokter berpikir sebaiknya saya menjalani CT Scan sebelum pulang. Setelah menunggu lama, akhirnya saya mendapatkan hasil scan yang menunjukkan bahwa saya terkena stroke parah,” beber Alex.

Alex diketahui mengalami stroke iskemik dan hemoragik, yakni gumpalan dan perdarahan di otaknya. Ia pun kemudian menjalani perawatan selama dua minggu di rumah sakit ditemani ibunya.

Setelah keluar dari rumah sakit, Alex menjadi banyak bergantung dengan keluarga dan teman-temannya. Ibunya selalu menemaninya ketika harus melakukan examine up ke dokter.

“Saya harus menjalani banyak terapi dan latihan otak, yang menurut saya sangat sulit. Saya diajari tugas-tugas sederhana dan saya merasa ingin berteriak. Saya bukan anak kecil, tapi saya harus belajar lagi banyak hal,” pungkas Alex.

Simak Video “Penyebab Golongan Darah A Lebih Rentan Kena Stroke di Usia Muda
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

Wanti-wanti Buat yang Doyan Rebahan, Kata Dokter Bisa Bikin Mati Muda!

Jakarta

Disadari atau tidak, ada banyak orang yang mengadopsi gaya hidup tak aktif secara fisik alias malas gerak (mager). Ironisnya, gaya hidup yang sangat umum ini ternyata bisa membawa beberapa dampak yang buruk bagi kesehatan, bahkan bisa memicu peningkatan risiko kematian dini.

Pada sebagian orang, gaya hidup seperti ini biasanya terbentuk karena mereka menghabiskan banyak waktu dengan duduk di meja kantor dan selama berkendara. Sesampainya di rumah, mereka lalu kembali duduk bersantai di couch untuk melepas lelah. Padatnya aktivitas semakin membuat mereka kesulitan untuk meluangkan waktu berolahraga.

Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof dr Zubairi Djoerban, SpPD-KHOM, mengatakan, orang yang menghabiskan 6 hingga 8 jam per hari untuk duduk berpotensi memiliki risiko-risiko tersebut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Peningkatan risiko kematian dini dan penyakit jantung sebesar 12 hingga 13 persen,” ucapnya dikutip dari X, Selasa (10/10/2023).

Apa alasannya?

Prof Zubairi menjelaskan, seseorang yang duduk terlalu lama dapat memicu kadar kolesterol tinggi, terlebih kadar gula darah di dalam tubuhnya juga ikut terganggu. Hal inilah yang memicu terjadinya penumpukkan lemak.

“Lalu bisa terjadi penumpukan lemak di sekitar perut kita yang kesemuanya memudahkan timbulnya stroke dan jantung,” sambungnya lagi.

Di samping itu, jurnal yang diterbitkan di Nationwide Institute of Well being menemukan sedentary way of life yang ditandai dengan kurang aktivitas fisik terkait dengan penyakit diabetes melitus, kanker, dan penyakit kardiovaskular yang meningkatkan kematian dini.

Whole waktu duduk sehari-hari dan waktu menonton televisi berkorelasi dengan peningkatan risiko kematian. Dalam sebuah penelitian yang menganalisis angka kematian pada orang-orang dengan waktu duduk lebih dari 10 jam dan lebih 5 jam sehari, risikonya meningkat untuk mengalami gangguan kesehatan yang berujung kematian dini.

Simak Video “Penjelasan Kemenkes soal Kabar Vaksin HPV Bikin Mandul
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

Waspadai Ciri-ciri Asam Urat di Usia Muda, Tak Cuma Dialami Orang Tua


Jakarta

Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan terbentuknya kristal yang dapat menumpuk di persendian. Kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan yang terjadi secara tiba-tiba, atau yang dikenal dengan gout.

Meskipun lebih sering terjadi pada usia paruh baya, asam urat dapat menyerang siapa saja, termasuk anak muda. Bahkan, menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan di RMD Open, kasus gout meningkat secara international di kalangan individu muda dari tahun 1990 hingga 2019.

Jika tidak ditangani, gout dapat menyebabkan efek jangka panjang pada kesehatan sendi, seperti kerusakan sendi, peradangan kronis, dan gangguan emosional. Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah ciri-ciri asam urat di usia muda.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gout biasanya menyerang jempol kaki, tetapi dapat terjadi pada sendi mana pun. Sendi lain yang umumnya terkena dampak adalah pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan dan jari. Rasa sakitnya mungkin paling parah dalam empat hingga 12 jam pertama setelah timbul.

  • Rasa tidak nyaman yang berkelanjutan

Setelah rasa sakit yang paling parah mereda, beberapa ketidaknyamanan sendi dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Serangan selanjutnya cenderung berlangsung lebih lama dan memengaruhi lebih banyak sendi.

  • Peradangan dan kemerahan
  • Sendi yang terserang menjadi bengkak, lunak, hangat, dan memerah.
  • Mobilitas gerak yang terbatas
  • Seiring dengan perkembangan gout, seseorang mungkin tidak dapat menggerakkan sendi secara regular.

Jika mengalami nyeri yang tiba-tiba dan menyakitkan pada sendi, segera periksakan ke dokter. Gout atau asam urat yang tidak diobati dapat menyebabkan rasa sakit dan kondisi yang lebih parah. Segera dapatkan perawatan medis jika mengalami infeksi yang ditandai dengan demam dan sendi terasa panas serta meradang.

Simak Video “Soal Fenomena Kesurupan Berulang Kali, Psikolog: Harus Ditangani!
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Sederet Kebiasaan Picu Penyakit Jantung Usia Muda, Termasuk ‘Mager’

Jakarta

Penyakit jantung kerap dipandang sebagai momok mengerikan. Sebab selain kedatangannya yang tiba-tiba tanpa ‘aba-aba’ berupa gejala yang bisa dideteksi, risiko fatalitasnya pun tinggi. Tak terkecuali, pada orang-orang yang masih berusia muda.

Penyakit jantung fibrilasi atrium misalnya, atau yang dipahami sebagai kelainan irama jantung. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus Guru Besar Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Yoga Yuniadi, SpJP(Ok), menjelaskan, kebanyakan pasien fibrilasi atrium di Indonesia adalah orang-orang berusia produktif dengan kisaran usia 40 hingga 60 tahun.

Padahal di negara-negara barat, penyakit ini umumnya dialami oleh orang berusia lanjut 60 tahun ke atas.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Fibrilasi atrium ini kelainan irama jantung, kelainan listrik jantung. Jadi jantung berdenyut karena ada listriknya. Kalau denyutannya atau sistem listrik jantung itu mengalami masalah, salah satu bentuknya adalah fibrilasi atrium,” terangnya dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2023, Selasa (26/9/2023).

“Faktor risiko terjadinya fibrilasi atrium ada banyak. Merokok, diabetes, hipertensi, tapi juga umur. Umur di atas 60 kalau di negara barat menjadi faktor risiko. Tapi di kita, usia 40-60,” imbuh dr Yoga.

Faktor Pemicu Fibrilasi Atrium

dr Yoga mengatakan, penyakit fibrilasi atrium memicu risiko stroke hingga lima kali lipat. Seringkali, pasien fibrilasi atrium datang ke dokter sudah dalam keadaan stroke sehingga penanganannya terlambat dilakukan.

Menurutnya, penyakit ini tak terlepas dari pola hidup yang buruk dibarengi kebiasaan hidup serba ‘mager’ (malas gerak).

“Banyak studi membuktikan ada pengaruh sedentary life-style, kebiasaan malas gerak. Kita tahu sendiri teknologi semakin canggih dengan gampangnya pesan makanan lewat genggaman jari kita. Sekarang kita semakin dimanjakan,” beber dr Yoga.

“Sehari-hari kita di Jakarta ini berangkat kerja jam 6 pagi; pulang sudah maghrib capek. Nggak sempat olahraga. Kondisi seperti ini turut memicu penyakit jantung,” pungkasnya.

Simak Video “Kemeriahan Hari Jantung Sedunia 2023 di GBK
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

Pantesan Banyak Penyakit Jantung di Usia Muda, Ternyata Ini Pemicunya


Jakarta

Penyakit jantung dikenal sebagai momok mengerikan. Sebab selain datang mendadak tanpa gejala serta memiliki tingkat fatalitas yang tinggi, penyakit ini bisa menyerang siapa saja tanpa memandang usia. Nyatanya kini, tak sedikit pengidap penyakit jantung adalah orang-orang berusia muda.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus Guru Besar Aritmia Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Yoga Yuniadi, menjelaskan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai tak lain fibrliasi atrial atau kelainan irama jantung. Orang-orang dengan kelainan ini berisiko besar mengalami stroke. Tak terkecuali, orang-orang berusia muda yang masih dalam usia produktif.

“Fibrilasi atrium ini kelainan irama jantung, kelainan listrik jantung. Jadi jantung berdenyut karena ada listriknya. Kalau denyutannya atau sistem listrik jantung itu mengalamai masalah, salah satu bentuknya adalah fibrilasi atrium,” ujarnya dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia 2023, Selasa (26/9/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Faktor risiko terjadinya fibrliasi atrium ada banyak. Merokok, diabetes, hipertensi, tapi juga umur. Umur di atas 60 kalau di negara barat menjadi faktor risiko. Tapi di kita, usia 40-60,” imbuh dr Yoga.

Kenapa Usia Muda Rentan Kena Penyakit Jantung?

Dalam kesempatan tersebut juga dr Yoga menjelaskan, mengacu pada riset, pengidap fibrilasi atrial di Indonesia cenderung berusia lebih dini dibandingkan di negara-negara barat. Berbeda dengan di negara barat yang kebanyakan pasiennya berusia 60 tahun ke atas, pengidap pasien fibrilasi atrial di Indonesia kebanyakan berkisar usia 40 hingga 60 tahun, yang masih dalam usia produktif dan mungkin masih ada di puncak karir.

Menurutnya, kondisi tersebut tak terlepas dari gaya hidup serba mager alias ‘sedentary life-style’. Terlebih, padatnya kesibukan masyarakat di Jakarta misalnya, membuat masyarakat tak punya waktu untuk berolahraga.

“Banyak studi membuktikan ada pengaruh sedentary life-style, kebiasaan malas gerak. Kita tahu sendiri teknoloi semakin canggih dengan gampangnya pesan makanan lewat genggaman jari kita. Sekarang kita semakin dimanjakan,” ujar dr Yoga.

“Sehari-hari kita di Jakarta ini berangkat kerja jam 6 pagi, pulang sudah maghrib capek. Nggak sempat olahraga. Kondisi seperti ini turut memicu penyakit jantung,” pungkasnya.

Jangan lewatkan webinar free of charge tentang manfaat jalan kaki bagi jantung, Selasa, 26 September 2023 pukul 16.00 WIB, dan menangkan hadiah menarik bagi penanya yang beruntung. Selengkapnya CEK DI SINI.

Simak Video “Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Bisa Diubah dan Tidak
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

Buka-bukaan Ariana Grande Pakai Filler dan Botox Biar Awet Muda


Jakarta

Penyanyi Ariana Grande mengaku telah menggunakan banyak sekali filler dan botox untuk mempercantik penampilannya. Namun, dia sudah berhenti beberapa tahun terakhir ini.

Pengakuan Ariana ini muncul dalam video yang dibuat untuk Vogue tentang rahasia kecantikannya. Padahal, sebelumnya dia tidak pernah mengungkap prosedur kecantikan apa yang selama ini dilakukannya.

“Tumbuh besar dan menjadi sorotan publik sejak kecil, sangat sulit untuk mengetahui apa yang layak didengar dan tidak,” katanya, dikutip dari CNN, Jumat (15/9/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video, wanita 30 tahun itu mengatakan sering menghiasi penampilannya dengan mannequin rambut khasnya dan eyeliner yang tebal. Hal ini dilakukan sebagai penyamaran atau menutupi sesuatu. Tetapi, itu berubah seiring dengan bertambahnya usia.

“Saya telah melakukan banyak sekali filler bibir selama bertahun-tahun, dan botox. Saya berhenti pada tahun 2018 karena merasa terlalu berlebihan,” ungkap Ariana.

“Untuk waktu yang lama, kecantikan adalah tentang bagaimana bersembunyi dan sekarang saya merasa mungkin tidak begitu.”

“Saya ingin melihat garis tangis dan garis senyum. Saya harap garis senyum ini semakin dalam dan semakin banyak tertawa. Penuaan bisa menjadi hal yang indah,” beber Ariana.

Meski filler dan botox sudah menjadi rahasia umum di Hollywood, tidak banyak selebriti yang berterus terang tentang bagaimana mereka mengubah penampilannya. Selain Ariana, beberapa bintang Hollywood seperti Chrissy Teigen, Cindy Crawford, dan Blac Chyna membeberkan perawatan yang mereka lakukan untuk memperbaiki penampilannya.

Simak Video “Jawaban Menohok Ariana Grande soal Dicap Terlalu Kurus dan Tak Sehat
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Buka-bukaan Jennifer Aniston Ngaku Pernah Facial Pakai Sperma Ini biar Awet Muda


Jakarta

Jennifer Aniston adalah salah satu artis Hollywood yang kerap dipuji berkat tampilannya yang terlihat awet muda. Meski sudah menginjak usia 54 tahun, penampilan aktris asal AS itu tak jauh berubah seperti saat bermain di serial Mates.

Dalam sebuah interview, Aniston mengaku akan melakukan hampir segala cara untuk membuat kulitnya tetap tampak muda. Salah satu cara ekstrem yang pernah dicobanya yakni facial dengan menggunakan sperma ikan salmon.

Aniston mengatakan ide gila itu datang dari salah seorang pakar kecantikan yang ia kunjungi.

“Aku lalu berkata ‘Kamu serius? Bagaimana kamu bisa mendapatkan sperma ikan salmon?’,” ucap Aniston, dikutip dari New York Put up, Kamis (24/8/2023).

Aniston mengatakan pada akhirnya mereka berhasil mendapatkan sperma ikan salmon tersebut. Meski awalnya ragu, ia akhirnya memutuskan untuk menjalani perawatan menggunakan produk ‘unik’ itu.

Setelah melakukan perawatan tersebut, Aniston mengaku tidak merasakan perubahan yang signifikan. Ia pun akhirnya memutuskan untuk tidak lanjut menggunakan sperma ikan salmon sebagai produk kecantikan.

Meski Aniston mengaku tidak merasakan manfaat yang berarti, sperma ikan salmon sendiri merupakan bahan wajib dalam produk skincare di Korea Selatan selama bertahun-tahun. Pakar dermatologi dari West Palm Seashore, Florida, dr Kenneth Beer menduga DNA yang diambil dari sperma ikan salmon, seperti Sodium DNA, HP DNA dan PDRN, memiliki fungsi meremajakan kulit yang membuat bahan tersebut menjadi sebuah luxurious di dunia kecantikan.

Lebih lanjut, ia mengatakan perawatan menggunakan sperma ikan salmon biasanya ditawarkan di spa kesehatan, dengan tujuan merangsang produksi kolagen, meningkatkan pergantian sel dan pigmentasi, serta mengurangi peradangan.

“Apa yang lebih menyegarkan selain sperma salmon? Meski begitu, alasan paling penting yang membuat bahan tersebut populer kemungkinan karena Jennier Aniston membicarakannya,” pungkas Beer.

Simak Video “Suggestions Layering Produk Skincare Agar Meresap Sempurna
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)