Tag: Mulai

Ada 2 Kematian COVID di DKI, Sefatal Apa Varian EG.5 yang Mulai Dominan di RI?


Jakarta

Menyusul kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia, Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan dua kasus kematian pasien COVID-19 pada Desember 2023. Kasus kematian muncul setelah dua bulan berturut-turut sebelumnya, Oktober hingga November 2023, nihil kasus kematian akibat COVID-19 di DKI Jakarta.

Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dr Ngabila Salama menyebut, kedua pasien tersebut adalah wanita (81) dengan komorbid hipertensi, standing vaksinasi sudah dosis ketiga, belum menerima dosis keempat, dan wanita (91) dengan komorbid stroke dan gagal ginjal dan sama sekali belum divaksinasi COVID-19.

Varian Eris EG.5 disebut-sebut menjadi biang kerok gelombang COVID-19 kali ini. Berkenaan dengan itu, dalam kesempatan sebelumnya, Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(Ok) menyebut varian ini sebenarnya terpantau tak memicu gejala lebih berat dibandingkan subvarian Omicron yang merebak sebelumnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Gejalanya tidak berat. Kalaupun dirawat, karena komorbid (pasien) ada komorbidnya. Kalau asma menjadi mengi, tensi naik, sehingga dirawat karena komorbid,” ungkap dr Erlina dalam konferensi pers beberapa hari lalu.

“EG.5 sudah ditemukan di Indonesia sejak Juli, bahkan angkanya hampir menyentuh 20 persen saat variannya adalah EG.5. Tapi kan gejalanya ringan-ringan saja, tidak ada lonjakan kasus, lonjakan perawatan di rumah sakit,” imbuhnya.

Seraya ia menambahkan, kenaikan COVID-19 di RI kali ini mungkin dipicu oleh penerapan prokes yang melonggar, mobilitas masyarakat yang meningkat, serta imunitas yang menurun lantaran proteksi vaksin COVID-19 menurun dengan sendirinya dalam waktu 6-12 bulan pasca suntikan terakhir.

Simak Video “Mengenal EG.5 yang Disebut Bikin Kasus Covid-19 Ngegas di RI
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

5 Hal yang Bikin Perut Buncit, Mulai dari Keseringan Mager-Banyak Stres

Jakarta

Berbagai faktor mulai dari gaya hidup hingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menyebabkan penumpukan lemak berlebih di space perut. Tak hanya mengganggu penampilan, lemak perut juga berisiko memicu masalah kesehatan.

Sebelum mencoba langkah-langkah untuk memangkas lemak di perut, sebaiknya pahami dulu sejumlah kebiasaan yang bisa mengakibatkan peningkatan lemak di perut. Dengan begitu, seseorang bisa mengerem kebiasaan atau asupan makanan dan minuman tertentu yang rupanya selama ini, bikin perut buncit.

Lantas apa saja sih kebiasaan yang paling sering menjadi penyebab perut buncit? Dikutip dari Healthline, berikut penjelasannya:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kebanyakan makan dan minum manis

Siapa di sini doyan sekali camilan manis? Ada baiknya, perhatikan setiap asupan manis yang masuk ke tubuh, baik dalam bentuk makanan atau minuman. Misalnya berupa makanan kemasan, minuman bersoda, atau makanan olahan.

Alih-alih minum minuman manis, sebaiknya perbanyak asupan air putih. Pun ingin minum minuman selain air putih, cobalah kopi atau teh tanpa pemanis.

2. Minum minuman beralkohol

Selain meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, konsumsi alkohol juga berkontribusi terhadap peningkatan lemak di bagian perut. Bahkan penelitian lainnya menunjukkan asupan alkohol yang tinggi dikaitkan dengan penambahan berat badan termasuk obesitas perut.

Alkohol juga dapat meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan kualitas tidur menjadi lebih buruk.

3. Lemak trans

Bukan hanya menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tumpukan lemak trans juga mengakibatkan peningkatan lemak di space perut sehingga perut menjadi buncit. Banyak negara pun telah mengambil langkah untuk membatasi atau melarang penggunaan lemak trans buatan dalam persediaan makanan.’

Jangan Sampai Terlewat, Ini Jadwal Imunisasi Bayi Mulai Usia 0-18 Bulan

Jakarta

Imunisasi adalah sebuah proses yang dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, caranya yakni dengan melakukan vaksinasi. Imunisasi sangat penting dilakukan agar bayi mendapatkan perlindungan yang cukup.

Oleh karena itu, mengetahui jadwal imunisasi untuk bayi terbilang sangat penting. Karena pada umumnya, bayi memiliki kekebalan tubuh yang rendah, sehingga memudahkan mereka untuk terserang penyakit.

Cara kerja imunisasi adalah dengan menyuntikkan virus atau bakteri yang sudah dilemahkan atau tidak aktif, supaya nanti jika bayi atau balita terserang penyakit, tubuh jadi terbiasa melawan virus tersebut. Selain virus asli yang dimasukkan, terkadang imunisasinya berupa protein buatan laboratorium yang dibuat khusus untuk meniru sebuah virus.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, bayi dan balita harus mendapatkan imunisasi. Imunisasi harus dilakukan secara teratur dan rutin agar mendapatkan hasil yang maksimal. Berikut ini jadwal imunisasi bayi yang dilansir melalui laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Jadwal Imunisasi Bayi

1. Hepatitis B (HB)

Vaksin Hepatitis B (HB) adalah imunisasi yang diberikan kepada bayi agar mencegah virus hepatitis B sehingga tidak mengganggu fungsi dari organ hati. Vaksin hepatitis B (HB) disuntikkan kepada bayi yang akan lahir sebelum berusia 24 jam. Sebelum menyuntikkan vaksin hepatitis B (HB) biasanya akan didahulukan menyuntikkan vitamin KI minimal dilakukan 30 menit sebelumnya.

Jika bayi yang baru lahir memiliki berat kurang dari 2 kilogram, maka imunisasi hepatitis hendaknya ditunda sampai bayi berusia 1 bulan. Vaksin hepatitis B (HB) biasanya diberikan pada bayi sebanyak 4 kali. Dosis kedua untuk vaksin hepatitis B diberikan setelah imunisasi pertama berjalan 4 minggu. Untuk dosis ketiga, minimal dilakukan saat jaraknya 2 bulan dari dosis kedua. Dan paling baik dilakukan saat 5 bulan setelah dosis kedua.

2. Polio

Vaksin Polio adalah imunisasi yang dilakukan agar bayi kebal terhadap penyakit polio. Penyakit polio biasanya menyebar melalui infeksi virus. Polio merupakan penyakit menular yang akan menyerang sistem saraf, sehingga terjadinya kerusakan pada saraf motorik dan penderita akan menjadi lumpuh. Vaksin polio oral biasanya diteteskan melalui mulut bayi saat akan pulang. Jadwal pemberian vaksin polio secara lengkap terdiri dari:

  • bOPV saat lahir
  • 3x bOPV
  • 2x IPV

Hal ini sesuai dengan panduan yang diberikan oleh Kementrian Kesehatan. Vaksin diberikan pada usia 4 dan 9 bulan.

3. BCG

Vaksin BCG adalah imunisasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit TBC atau Tuberculosis. Tuberculosis sekarang lebih dikenal dengan sebutan TB. TBC disebabkan oleh adanya bakteri mycobacterium tuberculosis. TBC adalah penyakit menular yang cukup berbahaya.

Penyakit ini menyerang paru-paru, otak, ginjal, dan tulang. Imunisasi BCG untuk bayi hanya perlu dilakukan satu kali. Imunisasi BCG sebaiknya diberikan saat bayi lahir atau sebelum bayi genap berusia sebulan. Hal ini dikarenakan, bayi yang berusia kurang dari dua bulan memiliki sistem imun yang rendah.

4. DPT atau DTP

Vaksin DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk melindungi anak dari penyakit seperti difteri, pertusis, dan tetanus. Vaksin ini disuntikkan pada bayi berusia 6 minggu. DTaP juga dapat diberikan pada anak usia 2, 3, 4 bulan atau saat berusia 2, 4, 6 bulan. Booster pertama sebaiknya diberikan saat berusia 18 bulan, dan booster berikutnya saat berusia 5-7 tahun dan 10-18 tahun.

5. Haemophilus Influenza B (HIB)

Vaksin HIB digunakan untuk imunisasi anak agar menghindari resiko tertular bakteri yang bernama Haemophilus influenza tipe B. Vaksin HIB adalah jenis vaksin inaktif yang disuntikkan dalam bentuk kombinasi sesuai dengan jadwal vaksin heksavalen atau pentavalen, DTwP atau DTap. Vaksin ini diberikan saat anak berusia 2, 4, 6 bulan atau 2, 3, 4 bulan dan pada usia 18 tahun.

6. Pneumokokus (PCV)

Vaksin PCV diberikan dengan tujuan untuk mencegah adanya infeksi dari bakteri pneumokokus yang dapat menyebabkan penyakit pneumonia dan meningitis. Vaksin ini umumnya diberikan pada bayi yang memiliki orang tua sudah lanjut usia. Hal ini karena orang lanjut usia rentan terserang bakteri pneumokokus. Vaksin PCV diberikan pada saat usia 2, 4, 6 bulan dengan booster selanjutnya pada usia 12-15 bulan.

Apabila bayi belum mendapatkan imunisasi PCV saat usia 7-12 bulan, maka PVC diberikan 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster saat usia 12-15 bulan dengan interval dua bulan dari dosis sebelumnya. Untuk anak yang berusia lebih dari 5 tahun yang belum mendapatkan vaksin PCV memiliki resiko tinggi dalam mengalami infeksi pneumokokus.

7. Rotavirus (RV)

Vaksin rotavirus adalah imunisasi yang diberikan pada bayi untuk mencegah terjadinya penularan diare akibat dari rotavirus. Vaksin ini dipercaya bisa mencegah 98% infeksi berat rotavirus. Vaksin RV monovalen diberikan dengan cara diteteskan pada mulut bayi dalam dua dosis, saat bayi berusia 6-12 minggu, dosis kedua diberikan dengan jarak 4 minggu setelah dosis pertama.

Paling lambat diberikan imunisasi ini saat berusia 24 minggu. Vaksin (RV5) biasanya diberikan dalam 3 dosis, dosis pertama saat usia 6-12 minggu, dosis berikutnya dengan jarak 4-10 minggu. Dan dosisi ketiak paling lambat saat berusia 32 minggu. Vaksin ini sudah dimasukkan ke dalam program nasional secara bertahap sejak tahun 2022.

8. Influenza

Vaksin influenza merupakan imunisasi yang diberikan dengan tujuan untuk mengurangi resiko flu yang dialami. Vaksin influenza diberikan mulai usia 6 bulan. Dosis pertama saat usia 6 bulan sampai 8 tahun. Dosisi kedua saat usia 9 tahun ke atas dengan jarak minimal 4 minggu. Selanjutnya diberikan vaksin yang sama setiap tahunnya pada bulan yang sama tanpa memperhatikan jenis vaksinnya, baik itu North hemisphere (NH) atau South hemisphere (SH).

9. Campak (MR dan MMR)

Vaksin MR diberikan dengan tujuan untuk mencegah terkena penyakit campak dan rubella. Sedangkan vaksin MMR berfungsi untuk mencegah terkena penyakit gondongan, campak, dan rubella. Vaksin MR diberikan kepada bayi berusia 9 bulan. Untuk dosis kedua diberikan saat berusia 15-18 bulan, dan dosis ketiga diberikan saat berusia 5-7 tahun.

Apabila bayi sudah menginjak usia 12 bulan namun belum melakukan imunisasi MR, maka bisa diberikan imunisasi MMR pada usia 12-15 bulan dengan dosis kedua di usia 5-7 tahun. Alasan kenapa MMR diberikan kepada usia 2 tahun adalah untuk mengurangi resiko terjadinya kejang demam.

10. Japanese Encephalitis (JE)

Vaksin JE adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terkena penyakit JE. Vaksin in bisa dibilang efektif karena sudah digunakan oleh lebih 12 negara. Vaksin JE diberikan kepada bayi yang lingkungan tempat tinggalnya ada di daerah endemis atau akan melakukan perjalanan jauh ke daerah endemis. Dosis pertama bisa diberikan saat berusia 9 bulan, dan dosis selanjutnya atau dosis penguat diberikan kemudian pada 1-2 tahun setelah dosis pertama agar bayi mendapat perlindungan jangka panjang.

11. Varisela

Vaksin varisela adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah terkena hen pox atau cacar air. Vaksin varisela diberikan kepada bayi berusia 12-18 bulan. Saat usia 1-2 tahun diberikan 2 dosis dengan jaraknya 6 minggu sampai dengan 3 bulan. Untuk yang berusia 13 tahun ke atas, jaraknya adalah 4-6 minggu.

12. Hepatitis A

Vaksin hepatitis A adalah imunisasi yang diberikan dengan tujuan untuk mencegah terkena penyakit hepatitis tipe A. Penyakit ini biasanya ditandai dengan demam, nyeri sendi, mual, lelah, dan nafsu makan berkurang. Vaksin hepatitis A diberikan kepada bayi berusia lebih dari 12 bulan dengan interval pemberian dosis 6-18 bulan.

13. Tifoid

Vaksin tifoid adalah imunisasi yang diberikan kepada anak yang bertujuan untuk mencegah penyakit tifus atau demam tifoid. Tifoid merupakan penyakit yang mudah menular melalui minuman dan makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri Salmonella typhi. Vaksin tifoid diberikan kepada anak berusia 2 tahun. Dan diulang memberikan imunisasi tiap 3 tahun.

Nah itu dia penjelasan mengenai jadwal imunisasi bayi yang bisa detikHealth rangkum. Semoga bermanfaat!

Simak Video “FDA AS Setujui Vaksin RSV Pertama untuk Ibu Hamil, Bantu Cegah Bayi Sakit Parah
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Ideas Mulai Olahraga Buat Kaum Mageran ala Dokter Jantung, Easy tapi Powerfull!


Jakarta

Kebiasaan olahraga memiliki peran yang besar untuk meningkatkan kesehatan tubuh, khususnya organ jantung. Namun, masalahnya tidak semua orang merasa memiliki waktu cukup untuk olahraga, terlebih pada orang yang punya kebiasaan mager atau malas gerak.

Bagaimana sih caranya meningkatkan kebiasaan sehat seperti berolahraga ketika punya kebiasaan ‘mageran’? Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dr Dwita Rian Desandri, SpJP(Okay) menuturkan bahwa pesatnya perkembangan teknologi ini sedikit banyak berperan membuat orang menjadi lebih mager.

“Memang mau nggak mau harus dari kita sendiri, harus bisa kita niatkan kalau kita memang mau hidup sehat,” ucap dr Dwita dalam konferensi pers World Coronary heart Day 2023, Selasa (26/9/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita harus mulai bahkan dengan aktivitas yang paling ringan sekalipun even itu olahraga seperti berjalan kaki, tapi minimal kerjakan lah secara repetitif dalam seminggu,” sambungnya.

Ia menuturkan bahwa aktivitas jalan kaki bisa menjadi salah satu alternatif olahraga yang sangat mudah untuk dilakukan. Oleh karena itu, membiasakan diri olahraga jalan kaki juga dapat menjadi langkah awal untuk bisa memulai kebiasaan yang lebih sehat.

“Misal dalam tiga kali seminggu dan paling bagus itu setiap hari minimal 20 – 30 menit dalam sekali jalan misalkan. Nah itu sudah lumayan efektif dalam meningkatkan kebugaran jantung,” kata dr Dwita.

“Tapi harus ada progresinya, misalkan jangan 30 menit terus seumur hidup. Bisa ditingkatkan misalnya sebulan jadi 40 menit atau jadi satu jam gitu,” sambungnya.

Aktivitas fisik seperti olahraga jalan kaki memiliki segudang manfaat untuk jantung. Berjalan kaki sebanyak 6 ribu sampai 9 ribu langkah sehari dapat menurunkan risiko penyakit jantung hingga 40 persen.

“Jalan kaki ini memakai oksigen agar otot berjalan makanya ini olahraga yang akan meningkatkan kebugaran jantung. Pemakaian oksigen yang terus menerus, lama-lama jantungnya terlatih makanya akan meningkatkan kebugaran kardiorespirasi,” pungkasnya.

Simak Video “World Coronary heart Day 2023: Kenali Jantungmu, Sayangi Jantungmu
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)

Demi Tangkal Polusi, Jokowi Minta Perkantoran Mulai Tanam Pohon Besar


Jakarta

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya membeberkan arahan terbaru Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan polusi udara di sejumlah wilayah, termasuk DKI Jakarta. Ia menyebut, Jokowi meminta untuk memulai menanam pohon besar di pemerintahan dan perkantoran.

“Presiden menegaskan untuk bisa dimulai melakukan penanaman pohon-pohon yang besar oleh semua stakeholders termasuk kantor pemerintah, masyarakat dan dunia usaha juga di gedung-gedung atau di teras gedung yang besar,” kata Siti saat jumpa pers yang disiarkan YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/8/2023).

Jokowi disebut Siti juga meminta jarak tanam antar pohon untuk diatur. Penanaman pohon ini perlu dilakukan sebanyak-banyaknya untuk mengatasi polusi udara.

“Jadi kita perlu tanam sebanyak-banyaknya. Tadi saya juga diarahkan kalau perlu jarak tanamnya diatur jangan seperti biasa 3 kali 1 misalnya, tapi cukup 1 kali satu dan lain-lain.

Di samping itu, Siti mengatakan pengendalian polusi ini harus dilakukan berbasis pada kesehatan masyarakat.

“Pak Presiden menegaskan untuk semua memfokuskan kegiatan penanganan pengendalian polusi udara ini, karena menyangkut kesehatan. Jadi cara-cara penyelesaiannya harus dengan dasar atau foundation kesehatan. Semua KL untuk tegas dalam langkah, kebijakan, dan operasi lapangan,” imbuhnya lagi.

Simak Video “Polusi Jakarta Memprihatinkan, Paparannya Bikin Iritasi Saluran Napas
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)

Nasib Vaksin COVID-19 Mulai 2024, Tetap Free of charge Tapi Cuma Buat Kelompok Ini


Jakarta

Vaksinasi COVID-19 mulai tahun 2024 terbagi menjadi dua yakni program dan pilihan. Bagi vaksinasi program, dipastikan pengadaan dan pemberian vaksin free of charge alias tidak dipungut biaya.

Mereka yang menjadi kelompok utama prioritas vaksinasi COVID-19 program meliputi masyarakat dengan risiko fatalitas atau kematian tinggi seperti lansia, pengidap riwayat komorbid, hingga obesitas berat.

Kedua, usia dewasa dan remaja 12 tahun ke atas dengan gangguan imunitas tubuh kategori sedang hingga berat. Juga wanita hamil dan tenaga kesehatan di garda terdepan.

“Pelaksanaan imunisasi program dan imunisasi pilihan mulai berlaku pada 1 Januari 2024,” jelas Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dr Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, MKM, dalam konferensi pers Senin (21/8/2023).

dr Prima memastikan vaksin yang diberikan menggunakan buatan dalam negeri yakni Indovac dan InaVac, sudah bersertifikat halal serta mendapatkan izin penggunaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

Adapun terkait pemberian vaksinasi pilihan, di luar program, masih dalam tahap pembahasan sehingga cara pemberian serta harga yang ditetapkan belum dipastikan pemerintah atau dalam hal ini kemenkes RI.

Imunisasi program ikut ‘mengcover’ vaksinasi booster atau dosis lanjutan setidaknya enam bulan sekali pasca vaksinasi atau suntikan pertama.

Berikut rincian lebih element penerima vaksinasi free of charge di 2024:

a. Kelompok masyarakat berisiko tinggi kematian dan penyakit parah akibat infeksi COVID-19 yaitu lanjut usia dan dewasa muda dengan komorbid, dan obesitas berat

b. Kelompok berisiko lainnya yang memerlukan perhatian yaitu dewasa, remaja usia 12 tahun ke atas dengan kondisi immunocompromised sedang-berat, wanita hamil, tenaga kesehatan bertugas di garda terdepan.

Simak Video “Kemenkes Izinkan Masyarakat Booster Pakai Vaksin Covid-19 Jenis Apapun
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Ingat! Kelas 1, 2, 3 BPJS Kesehatan Mulai Bertahap Dihapus Tahun Ini

Jakarta

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi memastikan pelaksanaan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) BPJS Kesehatan dilakukan bertahap mulai tahun ini.

Tahapan awal dilakukan sebagai uji coba sehingga targetnya diharapkan seluruh fasilitas kesehatan siap menjalani sistem KRIS di 2025 mendatang.

“Iya bertahap ya mulai tahun ini sampai 2025,” terang dr Nadia saat dihubungi detikcom, Selasa (13/6/2023).

Otomatis, kelas 1, 2, dan 3 BPJS Kesehatan sudah tidak berlaku jika KRIS diterapkan. Kelas rawat inap seluruhnya terstandar dengan minimal memiliki 12 kriteria fasilitas seperti berikut:

  1. Komponen bangunan yang digunakan tidak memiliki tingkat porositas yang tinggi
  2. Ventilasi udara memenuhi pertukaran udara pada ruang perawatan biasa minimal 6 (enam) kali pergantian udara per jam
  3. Pencahayaan ruangan buatan mengikuti kriteria standar 250 (dua ratus lima puluh) lux untuk penerangan dan 50 (lima puluh) lux untuk pencahayaan tidur
  4. Kelengkapan tempat tidur berupa adanya 2 (dua) kotak kontak dan nurse name pada setiap tempat tidur
  5. Adanya nakas per tempat tidur
  6. Dapat mempertahankan suhu ruangan mulai 20 sampai 26 derajat celcius
  7. Ruangan telah terbagi atas jenis kelamin, usia, dan jenis penyakit (infeksi dan non infeksi)
  8. Kepadatan ruang rawat inap maksimal 4 (empat) tempat tidur, dengan jarak antar tepi tempat tidur minimal 1,5 m
  9. Tirai/partisi dengan rel dibenamkan menempel di plafon atau menggantung;
  10. Kamar mandi dalam ruang rawat inap
  11. Kamar mandi sesuai dengan standar aksesibilitas
  12. Outlet oksigen

Selanjutnya: Kelas BPJS Kesehatan Diganti KRIS

Simak Video “Rumah Sakit di Indonesia yang Terapkan KRIS BPJS Kesehatan
[Gambas:Video 20detik]

10 Penyebab Mimisan, Mulai Udara Kering Hingga Pilek

Jakarta

Mimisan atau Epistaksis merupakan kondisi saat kamu kehilangan darah dari jaringan yang melapisi bagian dalam hidung. Mimisan ini biasanya dikarenakan kombinasi udara kering dan pembuluh darah kecil.

Mimisan sering terjadi, sekitar 60% orang akan mengalami setidaknya satu mimisan seumur hidup mereka. Hanya sekitar 10% kasus yang cukup parah sehingga memerlukan perawatan medis.

Namun sebelum mengetahui penyebab dari mimisan, detikers harus tahu terlebih dahulu jenis-jenis mimisan, sebagai berikut:

Jenis-jenis Mimisan

Penyebab mimisan bisa berasal dari cedera, infeksi, atau udara yang kering. Ada dua jenis mimisan, anterior dan posterior yakni

1. Mimisan Anterior

Mimisan ini terjadi karena pembuluh darah di hidung bagian depan rusak atau robek, sehingga terjadi perdarahan. Umumnya, mimisan anterior sering terjadi pada anak-anak.

2. Mimisan Posterior

Mimisan ini terjadi di belakang atau bagian terdalam hidung akibat pembuluh darah rusak atau robek. Mimisan posterior ini biasanya lebih sering terjadi pada lansia.

Gejala Mimisan

Mengutip dari Cleveland Clinic, selain darah yang keluar dari hidung, gejala mimisan lainnya jarang terjadi. Apabila kamu mengalami mimisan posterior, beberapa darah dapat mengalir ke bagian belakang tenggorokan kamu lalu menuju perut. Ini dapat menyebabkan rasa tidak enak di belakang tenggorokan dan membuat kamu merasa mual.

Penyebab Mimisan

Ada beberapa penyebab mimisan di antaranya:

1. Udara kering

Mengutip dari Healthline, penyebab paling sering dari mimisan yakni udara kering. Iklim yang panas dengan kelembaban rendah ini dapat mengeringkan selaput hidung pada jaringan dalam.

Kekeringan ini bisa menyebabkan pengerasan kulit di dalam hidung yang menggumpal menjadi kerak. Kerak tersebut mungkin gatal dan teriritasi, sehingga apabila hidung kamu tergores atau tercungkil bisa berdarah.

2. Infeksi Pilek

Dilansir dari Cleveland Clinic, infeksi pada saluran pernapasan atas (pilek) dan sinusitis bisa menjadi penyebab mimisan. Terutama saat bersin, batuk, dan hidung yang berhembus berulang kali secara berlebihan bisa membuat mimisan atau darah keluar.

Orang dengan kondisi ini lebih sering membuang ingus. Selain itu, bagian dalam hidung mungkin mengalami iritasi dan nyeri saat infeksi virus, sehingga lebih rentan terhadap perdarahan pada hidung.

3. Alergi

Alergi yang berjenis rinitis alergi dan non-alergi (radang lapisan hidung) juga bisa menyebabkan mimisan.

4. Mengorek Bagian dalam Hidung

Penyebab dari mimisan selanjutnya yakni mengorek bagian dalam hidung. Apalagi saat mengorek hidung dengan jari kuku yang panjang dapat menggores bagian dalam hidung. Ini dapat merobek pembuluh darah dan menyebabkan mimisan.

5. Benturan

Hidung dapat mengeluarkan darah apabila terkena benturan atau pukulan yang keras, hal ini disebabkan karena pembuluh darah halus pada hidung rusak sehingga menyebabkan mimisan anterior.

6. Berada di Dataran Tinggi

Penyebab mimisan juga bisa terjadi saat kamu berada di dataran tinggi. Dengan meningkatnya ketinggian, ketersediaan oksigen semakin menipis, sehingga membuat udara lebih kering. Hal inilah yang menyebabkan mimisan tiba-tiba dapat terjadi.

7. Penggunaan Obat-obatan Tertentu

Obat juga bisa menyebabkan mimisan, obat pengencer darah seperti aspirin, obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID), warfarin dan lain-lain ini bisa menyebabkan mimisan apabila dikonsumsi secara berlebihan.

8. Iritan Kimiawi

Bahan kimia dalam persediaan pembersih, asap kimiawi di tempat kerja, dan bau menyengat lainnya juga bisa menyebabkan mimisan, hal ini karena menghirup udara yang menyengat dan dapat menyebabkan iritasi.

9. Deviasi Septum

Kadang bisa ada bentuk irregular dari dinding yang memisahkan kedua sisi hidung. Kondisi ini dialami ketika dinding pembatas antara kedua lubang hidung miring atau bengkok yang dapat mengeluarkan darah seperti mimisan.

10. Semprotan hidung

Sering menggunakan semprotan hidung dan obat-obatan untuk mengobati hidung yang gatal, tersumbat, atau berair. Obat-obatan ini antihistamin dan dekongestan dapat mengeringkan selaput hidung.

Dan beberapa penyebab lain dari mimisan yang tidak umum yakni:

  • Penggunaan alkohol
  • Gangguan perdarahan, seperti hemofilia atau penyakit von Willebrand
  • Tekanan darah tinggi
  • Aterosklerosis
  • Operasi wajah dan hidung
  • Tumor hidung
  • Polip hidung
  • Trombositopenia imun
  • Leukemia
  • Telangiectasia hemoragik herediter
  • Kehamilan.

Nah itulah beberapa penyebab mimisan yang harus kamu ketahui. Semoga bermanfaat.

Simak Video “Vaksin Covid-19 Semprot Hidung AstraZeneca-Oxford Gagal Uji Coba
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)