Tag: Ngeluh

Wanita Ini Ngeluh Sakit Perut-Kembung 10 Hari, Ternyata Ada Bayi di Dekat Ususnya


Jakarta

Seorang wanita berusia 37 tahun di Prancis mengeluh nyeri di perut selama 10 hari, dibarengi gejala kembung yang terus memburuk. Tak diduga, keluhannya itu rupanya muncul gegara ada bayi tumbuh di dekat ususnya. Bagaimana bisa?

Awalnya gegara gejalanya tak kunjung mereda, wanita tersebut menjalani pemindaian perut. Dari sanalah baru ditemukan bahwa ada janin tumbuh dengan regular di rongga perutnya, tepatnya di antara perut dan ususnya.

Fenomena medis tersebut dikenal sebagai kehamilan ektopik yang hampir selalu berakibat deadly bagi anak. Kasus tersebut terungkap dalam New England Journal of Medication.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter mendiagnosis wanita yang tidak disebutkan namanya itu menderita kehamilan ektopik atau kehamilan di luar rahim, dan terjadi di perut. Bayi berada di rongga peritoneum, atau space tempat organ very important berada.

Sementara plasenta sang janin menempel di bagian atas panggul.

Dokter mengatakan kehamilan ini sangat jarang terjadi. Tetapi, mungkin terjadi jika janin mulai tumbuh di saluran tuba, yang membawa sel telur dari ovarium ke rahim atau ovarium.

“Seiring waktu, lubang ini bisa pecah sehingga memungkinkan janin ‘melarikan diri’ ke dalam rongga,” tulis jurnal yang dikutip dari Every day Mail, Selasa (12/12/2023).

Mengetahui kondisinya, wanita tersebut datang ke dokter yang ada di daerahnya. Dokter memintanya menunggu hingga usia kandungan 29 minggu untuk melahirkan bayinya. Ini dilakukan untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidupnya.

Dokter membantu proses kelahiran bayi tersebut dengan membuat sayatan di perut. Setelah itu, dokter memindahkannya ke unit perawatan intensif neonatal.

Sang ibu menjalani operasi terpisah 12 hari setelah kelahiran, agar dokter dapat mengeluarkan sisa plasentanya. Ibu dan bayinya dipulangkan selama 25 hari, dua bulan setelah kelahiran.

Diketahui, wanita tersebut sebelumnya sudah memiliki dua orang anak dan pernah mengalami keguguran.

“Bayi dapat hidup di luar rahim sejak usia 24 minggu,” kata dokter.

“Tetapi, tingkat kelangsungan hidup lebih rendah, dengan 68 persen bertahan hidup. Ada juga kasus bayi bertahan hidup setelah dilahirkan pada usia 21 minggu,” pungkasnya.

Simak Video “Viral Bayi 5 Bulan Disebut ‘Hamil’, Ini Hasil Diagnosisnya
[Gambas:Video 20detik]
(sao/vyp)

Pria 27 Tahun Idap Varikokel Grade 3, Awalnya Ngeluh Gejala Ini


Jakarta

Viral seorang pria di Bali bernama Arya (27) menceritakan pengalamannya mengidap varikokel atau varises di testis. Melalui akun TikTok-nya, ia menceritakan bahwa ia kerap merasakan rasa nyeri yang hilang timbul pada bagian testis. Tidak hanya itu, Arya juga merasa terjadi perubahan fisik berupa penurunan pada salah satu testisnya.

“Rasa sakitnya itu nyeri di bagian sebelah kiri, kayak satu detik dua detik terus hilang. Kalau gejalanya yang timbul itu sebenarnya kayak nggak ngerasain banget gitu lho gejalanya, kadang-kadang kita nggak sadar kalau kita itu sakit varikokel,” ucap Arya ketika dihubungi detikcom, Sabtu (4/11/2023).

Arya menceritakan bahwa salah satu testisnya mengalami penurunan dengan signifikan dan tidak terlihat regular. Selain itu, ia juga melihat ada munculnya semacam pembuluh darah yang begitu nampak pada buah zakarnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menuturkan rasa nyeri tersebut kerap muncul ketika dirinya merasa terlalu lelah. Arya mengaku bahwa sebenarnya ia sudah merasakan gejala tersebut pada 2014 ketika masih kuliah. Namun karena merasa takut, ia tidak berani memeriksakan diri.

Arya akhirnya berani memeriksakan diri pada Agustus 2023 ke dokter. Setelah pemeriksaan melalui USG, dokter mendiagnosisnya mengidap varikokel dan Arya menjalani operasi pada 1 September 2023.

“Akhirnya saya memutuskan untuk periksa. Yang sebelah kiri grade 3 dan yang sebelah kanan itu grade 2. Diputuskan akhirnya dioperasi sama dokternya yang bagian kiri saja karena kalau grade 3 hanya bisa sembuh dengan operasi,” cerita Arya.

“Penanganannya operasi saja sama dapat obat setelah itu. Obatnya nggak jangka panjang dan sekarang sudah nggak minum obat lagi,” sambungnya

Arya menuturkan bahwa saat ini kondisinya sudah jauh lebih baik. Ia bahkan sudah bisa beraktivitas dengan regular seperti biasa.

“Pokoknya jangan takut ke dokter dan jangan takut buat diperiksa. Sedini mungkin langsung diperiksa karena semakin cepat semakin mudah ditemukan pemecahan solusinya,” katanya.

“Sekarang sudah sehat, sudah bisa beraktivitas regular, udah nggak overthinking lagi,” pungkasnya.

Simak Video “Sebastien Haller Idap Tumor Testis, Kenali Gejala-Faktor Risikonya
[Gambas:Video 20detik]
(avk/kna)

Fakta-fakta Viral Wanita Operasi usai Waxing, Awalnya Ngeluh Jerawat di Ketiak

Jakarta

Wanita ini harus menjalankan operasi di ketiaknya usai mengalami hidradenitis pasca melakukan waxing. Cherry Tania (24) mengatakan bahwa gejala yang muncul awalnya berupa benjolan kecil di space bekas waxing. Namun, ia mengaku tidak khawatir terlebih tiga hari berselang benjolan tersebut mengering.

Beberapa hari kemudian, Cherry menemukan benjolan tersebut justru muncul lagi dan tidak hilang dalam waktu sebulan. Ia lantas memutuskan untuk pergi ke dokter spesialis kulit.

“Di sini aku sudah merasa ini bukan jerawat, ini ada yang salah. Jadi cus langsung ke dokter, awalnya ke dokter umum dulu, diagnosa pertama furunkel semacam infeksi yang terjadi karena folikel rambut, dikasih antibiotik, obat oles, tapi nggak kunjung membaik, akhirnya aku determine ke ke SpKK, diagnosanya awalnya masih sama,” tutur perempuan asal Jakarta, dalam akun TikTok pribadinya.

Sempat Dikira Jerawat

Cherry mengatakan ia sempat mengira benjolan tersebut hanyalah jerawat atau bisul biasa. Namun setelah kondisinya tak kunjung membaik ia memutuskan pergi ke dokter spesialis dan pihak medis mengatakan ia mengalami hidradenitis.

“Jadi dulu itu aku memang waxing dan sempat muncul jerawat kecil tapi nggak lama kemudian dia kaya kempes sendiri gitu, jadi aku kira itu jerawat biasa jadi aku tetap lanjut waxing,” katanya.

“Kalau pernah ada bisul kaya gitu, itu tandanya kamu salah satu orang yang nggak bisa waxing, tanda lainnya banyak hair bumps merah-merah gini, berjendol atau suka ada ingrown hair, biasanya itu pertanda kalian nggak boleh waxing,” lanjut dia.

Hidradenitis yang Dialami Disebabkan Waxing

Hidradenitis merupakan kondisi yang menyebabkan munculnya benjolan kecil sebesar kacang di bawah kulit yang terasa nyeri dan berisi nanah.

Tidak hanya pada ketiak, benjolan tersebut juga bisa muncul di selangkangan, lipat paha, bokong, dan juga payudara. Apabila benjolan pecah, nanah yang ada di dalamnya dapat menginfeksi kulit sekitarnya.

“Hidradenitis yang aku alami itu kata dokter karena waxing, jadi sebenarnya menurut dokter nggak disaranin untuk membersihkan bulu ketiak sampai benar-benar habis karena ada risiko iritasi, infeksi,” cerita dia saat dihubungi Kamis (17/8/2023).

“Yang direkomendasikan adalah trimming dengan gunting atau shaving dengan electrical shaver yang pisaunya ga bersentuhan langsung dengan kulit,” sambungnya.

Awal Mula Pria Ngeluh Flu Tak Kunjung Sembuh, Ternyata Idap Kanker Stadium 4

Jakarta

Heboh pria di Inggris mengira terserang flu yang tak kunjung sembuh, ternyata dokter mendiagnosis dirinya mengidap kanker tenggorokan stadium empat. Pemicunya adalah infeksi menular seksual.

Steve Bergman (63) itu mulai mengalami gejala flu disertai rasa nyeri bagian samping leher pada 2015. Awalnya, dokter menemukan tumor di amandel kanannya, setelah diperiksa lebih lanjut rupanya kanker sudah ‘menjalar’ di tenggorokan pada fase stadium lanjut.

Steve akhirnya menjalani operasi dan kemoterapi hingga dinyatakan bebas kanker. Sebelum itu, hasil tes Steve menunjukkan kanker tenggorokan yang diidap disebabkan human papillomavirus (HPV), infeksi menular seksual umum yang menyebabkan 70 persen dari 25 ribu kasus kanker tenggorokan di Amerika ditemukan tiap tahun.

Tidak jelas bagaimana Bergman, yang saat ini tinggal di AS, tertular virus tersebut, tetapi dia mengatakan bahwa selama masa mudanya dia suka ‘menjelajah’ termasuk mencoba beberapa seks berisiko.

“Sebagai pria yang jauh lebih muda, saya menjelajahi dunia, bagian dari dunia itu adalah menemukan pasangan.’ Itu terjadi setelah seorang ahli memperingatkan bahwa Inggris dan AS dapat menghadapi ‘epidemi’ kanker tenggorokan yang disebabkan oleh HPV,” katanya, dikutip dari Every day Mail, Senin (31/7/2023).

HPV dapat menginfeksi tenggorokan seseorang melalui kontak seksual oral. Virus ini biasanya tidak berbahaya, tetapi terkadang dapat bertahan dan menyebabkan mutasi yang merusak sel, hingga menyebabkan kanker.

Pejabat kesehatan mengatakan virus ini juga berada di lebih dari sembilan kasus antara 10 kanker anus dan leher rahim, 70 persen di vagina, dan 60 persen di penis.

Setiap orang di Amerika yang berusia 11 dan 12 tahun ditawarkan vaksin HPV untuk mencegah infeksi dan meminimalkan risiko kanker. Khususnya kepada anak perempuan untuk pertama kalinya pada tahun 2006 dan anak laki-laki pada tahun 2009.

Tetapi karena berusia 50-an, Bergman melewatkan batas waktu untuk mendapatkan vaksinasi. Bergman mengatakan dia adalah pelari dan pengendara sepeda yang ‘sangat bugar’, mengikuti eating regimen sehat dan bukan pemabuk berat.

Namun pada tahun 2016 tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-56, dia jatuh sakit.

“Saya mengidap gejala pilek yang sepertinya terus menerus dan saya akan sakit tenggorokan dan kelelahan,” ceritanya.

Dia menemui seorang spesialis dalam waktu seminggu yang meletakkan kamera di hidungnya dan menemukan kanker di amandel kanan. Bergman mengatakan analysis semacam itu membuatnya merasa ‘benar-benar mati rasa’ dan tubuh seketika seperti membeku.

Seminggu berikutnya, dia melakukan operasi kecil, dikeluarkan dari tumor untuk memastikan analysis kanker.

Simak Video “Risiko Kanker Hati pada Pemanis Aspartam
[Gambas:Video 20detik]

Banyak Pasien Lengthy COVID-19 di RI Datang ke RS, Ngeluh Sering Lemas-Nyeri Dada


Jakarta

Umat manusia masih belum sepenuhnya bebas dari ancaman COVID-19. Terbaru, masyarakat dunia dibikin heboh oleh kemunculan kasus Lengthy COVID.

Spesialis paru dr Erlina Burhan, SpP(Ok), mengungkapkan Lengthy COVID adalah sebuah kondisi yang secara nyata mengancam kesehatan.

“Lengthy COVID itu betulan ada. Pasien praktik saya, pasien praktik swasta, banyak itu yang datang. Jadi memang banyak hal yang tidak kita duga-duga dengan COVID ini, salah satunya adalah Lengthy COVID yang sampai saat ini masih kita pelajari bagaimana cara mengatasinya,” papar dr Erlina saat ditemui di aula FKUI, Salemba, Senin (31/7/2023).

Ia mengungkapkan untuk bisa mendiagnosis Lengthy COVID, dibutuhkan pendekatan yang multi-disiplin. Sebab, pasien Lengthy COVID cenderung menunjukkan gejala yang berbeda-beda.

“Gejalanya berbeda-beda, ada yang sesak, ada yang nyeri dada, ada yang pusing, ada yang lemas, ada yang lupa. Banyak sekali yang tiba-tiba ‘Saya lupa, mau ngomong apa lupa’. Jadi tata laksananya tergantung dari gejalanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dr Erlina menyebut orang usia tua dan komorbid rentan terkena Lengthy COVID.

“Kita masih teliti dan pelajari, kira-kira apa sih yang bisa meminimalisir Lengthy COVID ini,” tandasnya.

Simak Video “Masyarakat Diimbau Waspada Usai Temuan Covid-19 Paling Bermutasi di RI
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

Guru-guru di Swiss Ngeluh Banyak Murid 11 Tahun Masih Pakai Popok ke Sekolah

Jakarta

Masih ada banyak murid di Swiss yang pergi ke sekolah mengenakan popok. Hal ini lantas banyak dikeluhkan oleh guru-guru setempat.

“Anak-anak pergi ke sekolah semenjak usia empat tahun sekarang. Anda mungkin akan menemukan beberapa murid masih menggunakan popok,” ucap pemimpin dari Federasi Guru Swiss Dagmar Rosler dikutip dari NY Publish, Selasa (20/6/2023).

“Ketika ada anak berusia 11 tahun pergi ke sekolah menggunakan popok. Hal tersebut sudah menjadi tren yang mengkhawatirkan,” sambungnya.

Hal ini menjadi keluhan bukan hanya karena tentang usia murid, namun juga masih banyak murid yang bergantungan pada popok. Padahal murid tidak memiliki masalah kesehatan apa pun.

“Orang tua harus memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak usia sekolah tidak menggunakan popok lagi. Guru tidak ada di sekolah untuk mengganti popok murid. Itu sudah melewati batas,” tambah Rosler.

Seorang pakar perkembangan anak Rita Messmer bahkan mengaku pernah memiliki pasien anak berusia 11 tahun yang tak pernah diajari untuk menggunakan rest room.

“Jumlah anak yang memakai popok di sekolah telah melonjak,” ucap Messmer.

Ilmuwan pendidikan di Swiss juga Margrit Stamm juga menyoroti hal tersebut. Menurutnya banyak orang tua di Swiss yang menganggap popok adalah ‘pakaian dalam biasa’.

“Popok telah berkembang pesat selama beberapa dekade. Saat ini popok dipakai seperti pakaian biasa. Jadi anak-anak dibiasakan dengan popok,” ucap Stamm.

“Beberapa orang tua membiarkannya karena popok dianggap sebagai bantuan yang nyaman. Ini tidak dianggap sebagai masalah akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Simak Video “Indonesia Masih Jauh dari Goal Herd Immunity
[Gambas:Video 20detik]
(avk/vyp)

Jisoo BLACKPINK Positif COVID-19, Awalnya Ngeluh Gejala Ini

Jakarta

Jisoo, anggota grup Okay-pop BLACKPINK, positif COVID-19. Hal ini membuatnya bakal absen dalam konser yang dijadwalkan di Osaka, Jepang, akhir pekan ini. Kabar Jisoo positif COVID-19 ini dibagikan oleh agensinya.

“Kami mengumumkan bahwa Jisoo BLACKPINK dinyatakan positif COVID-19 hari ini (1 Juni). Jisoo mengalami gejala flu ringan pada 30 Mei. Dia awalnya dites negatif dalam equipment analysis mandiri tetapi dites positif hari ini,” jelas YG Leisure, agensi BLACKPINK, dalam postingan Kamis malam di platform komunitas penggemar Weverse, dikutip dari All Kpop, Sabtu (3/6/2023).

“Dia sangat ingin mengambil bagian dalam pertunjukan untuk menepati janjinya dengan para penggemar, tetapi memutuskan untuk tidak melakukannya demi keselamatan artis itu sendiri dan orang lain,” lanjutnya.

Ketidakhadiran Jisoo dalam konser tersebut menyisakan tiga anggota BLACKPINK lainnya, yakni Jennie, Lisa, dan Rosé, yang akan ambil bagian dalam dua konser di Osaka pada Sabtu dan Minggu.

“Kami akan melakukan yang terbaik tidak hanya untuk pemulihan cepat Jisoo tetapi juga untuk kesehatan dan keselamatan artis kami. Kami meminta pengertian Anda sekali lagi. Terima kasih,” pungkas agensi.

Gejala COVID-19

Berdasarkan penjelasan YG Leisure, Jisoo mengalami gejala flu ringan saat dinyatakan positif COVID-19. Selain itu, beberapa gejala lain yang mungkin dialami pengidap COVID-19 adalah:

  • Demam tinggi
  • Batuk
  • Sesak napas

Tanggapan Para Followers

Menanggapi kabar ini, para followers memberikan dukungannya, bukan hanya kepada Jisoo tetapi juga anggota BLACKPINK lainnya. Pasalnya, diketahui bahwa Jennie mengalami cedera bahu. Ini dikonfirmasi oleh manajer dari Jennie saat hadir di acara Chanel’s Métiers D Artwork di Tokyo pada 1 Juni, ketika fotografer meminta agar Jennie melambai untuk foto, dan Jennie menyebut bahwa dia tidak dapat melambai.

Hal ini pun membuat para penggemar khawatir akan kesehatan para anggota BLACKPINK.

“Saya suka dimanjakan dengan konten dari Pink tapi mereka butuh istirahat. Maksudnya benar-benar ISTIRAHAT. Jennie mengalami cedera bahu, Jisoo dinyatakan positif covid, Rosé dan Lisa mungkin juga lelah. Berikan blackpink waktu untuk beristirahat setidaknya,” tulis salah satu penggemar.

“Kesehatan BLACKPINK adalah prioritas utama kami!!! Jadwal mereka kiri dan kanan [sibuk]. Mereka juga manusia. Jisoo dinyatakan positif C19. Bahu Jennie terluka. Leher Lisa juga cedera(?) Dan Rosé tolong beri mereka sedikit istirahat,” tulis penggemar lainnya.

Simak Video “Alasan Kasus Covid-19 di Indonesia Kembali Meningkat
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)