Tag: Pagi

Gejala Khas Diabetes yang Bisa Muncul Pagi Hari Setelah Bangun Tidur


Jakarta

Banyak orang memandang diabetes sebagai momok mengerikan. Sebab, berangkat dari kebiasaan yang seringkali tak disadari seperti banyak meminum minuman manis atau camilan bergula, pengidap diabetes berisiko mengalami komplikasi penyakit dengan risiko deadly.

Banyak yang memahami, bahwa gejala diabetes paling umum tak lain poliuri yakni sering buang air kecil, polifagi yakni mudah lapar, dan polidipsi berarti pasien muda haus. Namun di samping itu ada sejumlah gejala khas diabetes yang seringkali muncul pagi hari setelah seseorang bangun tidur. Apa saja?

Sederhananya, hati melepaskan gula darah untuk mempersiapkan tubuh menghadapi hari dengan aktif. Karena itulah, pengidap diabetes mungkin mengalami kadar glukosa tinggi di pagi hari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada kemungkinan, mereka bangun tidur dengan gejala berupa dengan mulut dan tenggorokan kering, kandung kemih penuh bahkan setelah sering buang air kecil sepanjang malam, penglihatan kabur, lemas, dan lapar.

“Gejalanya akan sepanjang hari. Perihal gejala khusus pagi hari bisa berupa buang air kecil banyak, mungkin kalau malam bisa mengganggu tidur lalu bangun dengan mulut agak kering,” ungkap Direktur Pelaksana dan Konsultan, Ahli Diabetes di Pusat Spesialisasi Diabetes Dr Mohan, kata Dr R M Anjana, dikutip dari Hindustan Instances, Rabu (13/12/2023).

“Tapi selebihnya sama saja seperti gatal-gatal, capek, lemas, lapar berlebih, haus berlebih, dan ini bisa terjadi siang atau malam, berat badan turun, luka tak kunjung sembuh, gatal-gatal di kemaluan, semua itu sama gejala umum,” ujarnya lebih lanjut.

Simak Video “Peringatan Hari Diabetes Sedunia Besama Tropicana Slim
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

Sederet Penyebab Gula Darah Tinggi di Pagi Hari dan Cara Mengatasinya

Jakarta

Lonjakan gula darah dapat terjadi di pagi hari. Hal ini disebut fenomena fajar atau efek fajar (daybreak phenomenon) yang biasa terjadi antara pukul 2 dan 8 pagi.

Bagaimana bisa?

Dikutip dari WebMD, umumnya, perubahan hormon regular yang terjadi pada tubuh di pagi hari akan meningkatkan gula darah seseorang, baik bagi pengidap diabetes atau tidak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika seseorang tidak mengidap diabetes, tubuh hanya akan memproduksi lebih banyak insulin untuk menyeimbangkan semuanya. Hal ini biasa terjadi tanpa disadari oleh individu tersebut.

Namun pada pengidap diabetes, hal ini akan berbeda. Karena tubuh tidak merespons insulin seperti kebanyakan orang, hasil pemeriksaan gula darah puasa dapat meningkat, bahkan jika individu tersebut menjalani food plan ketat.

Peningkatan gula darah ini merupakan cara alami untuk memastikan tubuh memiliki energi yang cukup untuk bangun dan memulai hari. Jika seseorang mengidap diabetes, tubuhnya mungkin tidak memiliki cukup insulin untuk menangkal hormon-hormon tersebut. Alhasil, keseimbangan yang telah dijaga pengidap diabetes dapat terganggu dan gula darahnya dapat melonjak di pagi hari.

Efek dari fenomena fajar dapat bervariasi pada tiap individu, bahkan dari hari ke hari.

Beberapa peneliti meyakini bahwa saat tidur, pelepasan alami hormon yang disebut kontra-regulasi, seperti hormon pertumbuhan, kortisol, glukagon, dan epinefrin membuat resistensi insulin tubuh menjadi lebih kuat. Hal ini akan membuat kadar gula darah naik.

Gula darah tinggi di pagi hari juga dapat terjadi karena:

  • Tidak memiliki cukup insulin pada malam sebelumnya
  • Minum obat terlalu banyak atau terlalu sedikit
  • Makan camilan yang salah sebelum tidur

Cara Mengatasi Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari

Jika mendapati ‘fenomena fajar’, cobalah untuk melakukan hal-hal berikut ini:

  • Makan malam lebih awal
  • Bergerak setelah makan malam, seperti berjalan kaki
  • Cek kepada ahli tentang obat yang dikonsumsi
  • Makan sarapan
  • Makan camilan dengan sedikit karbohidrat dan protein sebelum tidur

Selain cara-cara di atas, hindari pula semua minuman yang dimaniskan dengan gula, seperti soda, minuman buah, dan teh manis. Pasalnya, satu porsi minuman tersebut dapat meningkatkan gula darah dan memberikan kalori ekstra.

Bagi para pengidap diabetes, kemungkinan besar gula darah akan lebih tinggi di pagi hari dari waktu ke waktu. Hal tersebut mungkin tidak perlu terlalu dikhawatirkan.

Jika terjadi selama beberapa pagi berturut-turut, periksa kadar gula darah sekali pada malam hari, yakni sekitar jam 2 atau 3 pagi, selama beberapa malam. Kemudian, beritahu dokter untuk menentukan apakah hal itu disebabkan oleh fenomena fajar atau hal lain.

Simak Video “Waspada Diabetes pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Mengeluh Sakit Kepala Pagi Hari, Ternyata Serangan Stroke di Usia Muda


Jakarta

Seorang wanita di Inggris, Alex Bowles (23) bangun pagi dengan sakit kepala hebat setelah pesta minuman beralkohol malam sebelumnya. Namun setelah beristirahat, sakit kepalanya tak kunjung mereda. Tak diduga, sakit kepala yang dialaminya bukan ‘cuma’ gegara minuman, melainkan karena serangan stroke.

Alex menyebut, saking nyeri kepalanya saat itu, ia merasa ‘setengah kepalanya hilang’. Lebih lanjut pada hari itu, Alex tak bisa berbicara dengan regular dan cenderung berbicara dengan campur aduk. Ia pun dibawa ke rumah sakit.

Barulah saat itu, dokter mengungkapkan bahwa Alex mengalami pembekuan darah dan perdarahan di otak. Karena kondisi itulah, Alex tidak dapat membaca, menulis, berkomunikasi, atau berbicara dengan benar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya menghabiskan Jumat malam dengan makan dan minum bersama teman-teman saya. Esok harinya saya merasa tidak enak. Saya minum gin dan tonic, jadi membuatku sakit kepala seperti sedang mabuk,” ungkap Alex dikutip dari Every day Mail UK, Selasa (14/11/2023).

“Ketika saya mencoba pergi berbelanja, saya merasa sangat kasar sehingga saya harus duduk. Jadi saya menghabiskan sisa akhir pekan di rumah, semakin sakit, seperti akan pingsan, berharap sakit kepala saya akan hilang”, sambungnya.

Selama empat hari setelah keluhan sakit kepala tersebut, Alex kehilangan kemampuannya untuk berkomunikasi dengan regular. Menurut kesaksian petugas kebersihan yang sempat berbicara dengannya saat itu, Alex berbicara dengan tidak jelas dan sekadar omong kosong.

Petugas kebersihan tersebut kemudian menelepon ibu Alex dan segera memanggil ambulans. Barulah setelah itu, Alex dibawa ke Rumah Sakit Queen di Romford.

“Dokter yang bertugas mengira saya menderita sakit kepala yang berlebihan. Tapi untungnya, seorang dokter berpikir sebaiknya saya menjalani CT Scan sebelum pulang. Setelah menunggu lama, akhirnya saya mendapatkan hasil scan yang menunjukkan bahwa saya terkena stroke parah,” beber Alex.

Alex diketahui mengalami stroke iskemik dan hemoragik, yakni gumpalan dan perdarahan di otaknya. Ia pun kemudian menjalani perawatan selama dua minggu di rumah sakit ditemani ibunya.

Setelah keluar dari rumah sakit, Alex menjadi banyak bergantung dengan keluarga dan teman-temannya. Ibunya selalu menemaninya ketika harus melakukan examine up ke dokter.

“Saya harus menjalani banyak terapi dan latihan otak, yang menurut saya sangat sulit. Saya diajari tugas-tugas sederhana dan saya merasa ingin berteriak. Saya bukan anak kecil, tapi saya harus belajar lagi banyak hal,” pungkas Alex.

Simak Video “Penyebab Golongan Darah A Lebih Rentan Kena Stroke di Usia Muda
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)

Bercinta Pagi Vs Malam Hari, Mana Paling ‘Jos’? Begini Penjelasan Medisnya


Jakarta

Aktivitas bercinta yang berkualitas bukan hanya berkaitan dengan kesehatan, melainkan juga tingkat keharmonisan suami-istri. Tak heran, banyak pasutri bertanya-tanya, sebenarnya kapan sih waktu paling pas untuk bercinta? Apakah pagi hari atau malam hari?

Dikutip dari Thoughts Physique Inexperienced, sebenarnya tidak ada supreme yang saklek untuk semua orang melakukan hubungan seks. Bagi sebagian orang, bercinta pagi mungkin terasa lebih baik. Sementara untuk beberapa orang lainnya, lebih nikmat bercinta malam hari.

Namun secara fisiologis, umumnya bercinta di pagi hari cenderung lebih baik karena kadar testosteron dan estrogen yang lebih tinggi. Kedua hormon tersebut memengaruhi hasrat seksual di awal hari. Kondisi ini membuat temper dan hubungan intim menjadi lebih memuaskan saat pagi hari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Anda mungkin akan lebih terangsang di pagi hari bila dibandingkan dengan malam hari. Itu karena hormon yang ada di dalam tubuh Anda,” ucap terapis seks Jessa Zimmerman.

Bagi seorang pria, kadar testosteron dapat terisi kembali dalam waktu semalam dan cenderung mencapai titik tertinggi ketika pagi hari. Kondisi ini terjadi karena pola hormonal yang mengikuti ritme sirkadian.

Testosteron memerankan peran penting dalam fungsi seksual, khususnya membantu ereksi dan meningkatkan gairah. Zimmerman menuturkan bahwa peningkatan testosteron di pagi hari dapat membantu peningkatan gairah dan ereksi yang lebih lama.

Di sisi lain, estrogen juga dinilai berkaitan erat dengan hasrat seksual wanita. Hormon ini juga cenderung lebih tinggi apabila di pagi hari. Kondisi ini membuat tubuh wanita ‘lebih siap’ untuk berhubungan intim saat pagi. Aliran darah ke klitoris dan pelumasan di sekitar vagina juga meningkat.

Lebih lanjut, pada kondisi tertentu pagi hari mungkin tidak akan memberikan pengaruh pada gairah seks wanita. Wanita yang memiliki siklus menstruasi tak sesuai ritme sirkadian, pola hormonal mereka akan mengikuti siklus menstruasi.

Siklus menstruasi dapat memengaruhi dorongan seks, tingkat kortisol, suasana hati, dan semuanya memengaruhi minat seksual.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(avk/vyp)

Terbukti Lewat Riset! Tak Cuma Bikin Melek, Sedahsyat Ini Efek Kopi Pagi Hari

Jakarta

Bagi sebagian orang, hari tak akan komplit jika pagi hari tidak diawali dengan secangkir kopi. Rupanya nggak hanya bikin melek, kopi memang bisa membawa banyak manfaat baik buat tubuh.

Diketahui, kandungan kafein dalam kopi juga merangsang Sistem Saraf Pusat (SSP). Kandungan tersebut dapat meningkatkan metabolisme energi di seluruh otak. Dikutip dari healthshots, berikut beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan dengan meminum kopi:

1. Meningkatkan kewaspadaan dan fokus

Manfaat yang dimiliki kopi hitam ada pada kandungan kafein yang ada di dalamnya. Kandungan inilah yang menjadi stimulan alami sehingga dapat menghambat adenosin untuk membantu seseorang tetap terjaga dan waspada.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut ahli minuman kopi tanpa tambahan gula maupun susu dapat memberikan manfaat tersebut.

2. Meningkatkan kinerja fisik

Kandungan kafein dalam kopi dapat meningkatkan adrenalin hingga memungkinkan seseorang mendorong batas fisik seseorang selama latihan. Selain itu kopi juga dapat meningkatkan daya tahan serta membantu tujuan seseorang menjadi lebih bugar.

3. Memiliki antioksidan yang melimpah

Kopi menjadi sumber antioksidan seperti asam klorogenat. Senyawa asam klorogenat bisa membantu memerangi stres oksidatif, mengurangi peradangan, dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.

4. Membantu mengendalikan berat badan

Bagi mereka yang sedang berusaha menurunkan berat badan, kopi bisa menjadi pendamping yang terbaik. Kandungan kafein di dalamnya yang dapat meningkatkan metabolisme dan pembakaran lemak bisa membantu turunkan berat badan.

Selain itu kopi dapat mengaktifkan sistem saraf, kemudian memberikan sinyal untuk memecah lemak tubuh. Walhasil, kopi bisa me jadi pilihan menu tepat untuk ‘teman’ eating regimen.

5. Meningkatkan temper

Bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik, kopi juga turut berkontribusi pada kesejahteraan psychological seseorang. Kopi yang memiliki kandungan kafein dapat merangsang pelepasan serotonin dan dopamin, bisa meningkatkan suasana hati, mengurangi risiko depresi, serta meningkatkan kesehatan psychological secara keseluruhan.

Meskipun kopi memiliki banyak manfaat, konsumsi minuman ini secara berlebihan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Asupan kafein yang berlebihan ke dalam tubuh dapat menyebabkan kegelisahan dan insomnia. Sehingga tidak berlebihan dalam meminum kopi, serta selalu mendengarkan isyarat yang diberikan oleh tubuh menjadi cara yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh.

Simak Video “Benarkah Sendok dan Kopi Dapat Atasi Kejang Anak?
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Gula Darah Tinggi di Pagi Hari? Begini 4 Cara Menurunkannya

Jakarta

Gula darah puasa, atau biasa disebut gula darah pagi, merupakan jumlah glukosa dalam darah setelah tidak makan selama 8 hingga 10 jam. Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar gula darah ketika bangun tidur.

Terdapat beberapa cara untuk mengontrol gula darah secara alami, baik untuk pengidap diabetes ataupun seseorang yang mengalaminya secara tiba-tiba. Dengan perubahan pola makan dan gaya hidup yang tepat, gula darah pagi dapat tetap terkontrol.

Dikutip dari Very Properly Well being, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari lonjakan gula darah di pagi hari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ubah Rutinitas Olahraga

Olahraga menurunkan gula darah dengan meningkatkan sensitivitas insulin. Walhasil dengan rutin berolahraga, tubuh menggunakan insulin dan glukosa dengan lebih efektif.

Penelitian telah menunjukkan bahwa berolahraga di sore hari atau setelah makan malam membantu menstabilkan kadar insulin di malam hari. Dengan menjaga kadar insulin pada kondisi yang lebih stabil, tubuh dapat melawan lonjakan glukosa secara alami di pagi hari.

Tidak perlu melakukan latihan yang berat, pilihlah olahraga dengan intensitas rendah, seperti berjalan kaki, bersepeda, berenang, dan yoga.

Jika kadar gula darah di pagi hari masih tinggi, cobalah lakukan olahraga intensitas sedang sebelum sarapan untuk membantu menurunkan kadar gula darah dengan cepat sekaligus meningkatkan kontrol glukosa sepanjang hari.

2. Batasi Konsumsi Karbohidrat Malam Hari

Pola makan memainkan peran utama dalam mengelola diabetes dan menjaga kadar gula darah yang sehat. Hal ini terutama berlaku dalam hal mengonsumsi karbohidrat.

Meskipun karbohidrat adalah bagian penting dari weight loss program apa pun, karbohidrat harus dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan jika seseorang menderita diabetes. Ini karena tubuh mengubah 100 persen karbohidrat menjadi glukosa. Jadi, jika karbohidrat dikonsumsi larut malam, kadar glukosa dalam darah akan meningkat karena kadar insulin mulai menurun.

Jika lapar sebelum tidur, pilihlah camilan tinggi serat dan rendah lemak yang dapat memuaskan rasa lapar tanpa memengaruhi gula darah secara signifikan, seperti buah dan sayuran segar, yogurt rendah lemak, dan telur rebus.

Sering Terjadi Tiba-tiba, 5 Gejala Asam Urat Ini Muncul di Pagi Hari


Jakarta

Penyakit asam urat (Hyperuricemia) adalah suatu kondisi yang ditandai dengan tingginya kadar asam urat dalam darah. Kondisi ini ditandai dengan konsentrasi asam urat plasma yang melampaui 6,8 mg/dL.

Ketika kadar asam urat menjadi terlalu tinggi, asam urat dapat membentuk kristal seperti jarum yang dapat menumpuk di persendian, menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan yang tiba-tiba dan parah, dikenal sebagai gout.

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Arthritis Rheumatology, risiko terkena serangan gout 2,4 kali lebih tinggi pada malam dan dini hari dibandingkan pada siang hari. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk suhu tubuh yang lebih rendah dan dehidrasi semalaman yang dapat membuat asam urat lebih mudah terakumulasi. Oleh karena itu, gejala asam urat dapat muncul ketika bangun tidur di pagi hari.

Dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah gejala yang terjadi ketika kadar asam urat meningkat.

Nyeri sendi menyiksa

Nyeri sendi ini biasanya menyerang jempol kaki, tetapi dapat terjadi pada sendi mana pun. Sendi lainnya termasuk pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. Rasa sakit cenderung menjadi semakin parah dalam 4 hingga 12 jam pertama setelah serangan muncul.

Rasa tidak nyaman pada sendi berkepanjangan

Setelah rasa sakit yang paling parah mereda, beberapa ketidaknyamanan sendi dapat berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Serangan selanjutnya cenderung berlangsung lebih lama dan memengaruhi lebih banyak sendi.

Peradangan dan kemerahan

Sendi yang terganggu menjadi bengkak, terasa lunak, menghangat, dan memerah.

Keterbatasan gerak

Seiring dengan berkembangnya asam urat, seseorang mungkin tidak dapat menggerakkan sendi secara regular.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika mengalami nyeri yang terjadi nyeri hebat dan tiba-tiba pada sendi, segera temui dokter. Gangguan asam urat yang tidak diobati dapat menyebabkan rasa sakit yang semakin parah dan kerusakan sendi.

Simak Video “Fuji Ngaku Kesulitan Syuting karena Idap Skoliosis
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)

Gejala Diabetes di Pagi Hari saat Bangun Tidur, Waspadai Jika Alami Keluhan Ini

Jakarta

Penyakit gula atau diabetes dipandang sebagai momok mengerikan. Pasalnya di samping besarnya risiko komplikasi dan fatalitas, pada beberapa kasus, penyakit ini ada di tubuh seseorang tanpa memunculkan gejala yang jelas terlihat. Bahkan ada juga pasien yang sempat tidak mengalami gejala sama sekali.

Mengacu pada Nationwide Well being Service (NHS) di Inggris, diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang menghancurkan dan menyerang sel-sel yang memproduksi insulin. Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau tidak bereaksi terhadap insulin sebagaimana mestinya.

Seringkali, orang dengan diabetes tipe 2 sama sekali tidak menyadari dirinya tengah mengidap diabetes selama bertahun-tahun lantaran memang tidak ada gejala yang terlihat sama sekali.

Namun di samping itu, ada satu gejala diabetes yang tidak diketahui banyak orang, yakni sering muncul kesemutan di pagi hari.

“Gula berlebih dalam darah dapat merusak ujung saraf, terutama saraf yang terletak paling jauh dari sumsum tulang belakang seperti kaki,” ungkap pihak UNC Well being Wayne dikutip dari Mirror Information UK, Senin (4/9/2023).

Kesemutan tersebut digambarkan seperti sensasi mati rasa atau terbakar di bagian kaki setelah seseorang bangun tidur. Kondisi itu masuk ke dalam daftar gejala diabetes bersamaan dengan tingginya frekuensi buang air kecil.

“Kebanyakan orang buang air kecil empat hingga tujuh kali dalam sehari. Jika seseorang sering pergi ke kamar mandi, terutama terbangun beberapa kali di malam hari, itu mungkin merupakan tanda bahwa ginjal bekerja lembur untuk membuang kelebihan gula dalam darah,” terangnya.

NEXT: Diabetes bisa bikin ‘moody’

Simak Video “Waspada Diabetes pada Anak
[Gambas:Video 20detik]

Penyebab Tekanan Darah Melonjak di Pagi Hari, Termasuk Skip Sarapan

Jakarta

Tak dapat dipungkiri, bertambahnya usia turut memengaruhi kesehatan tubuh secara umum. Untuk itu, penting untuk mempertahankan gaya hidup yang sehat untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar meski di usia tua. Pilihan aktivitas yang dijalankan di pagi hari ternyata bisa berdampak bagi kesehatan, mulai dari fungsi metabolisme tubuh, kesehatan organ otak, dan bahkan tekanan darah.

Kondisi darah tinggi menjadi permasalahan yang banyak mengkhawatirkan bagi orang dewasa yang mulai memasuki usia 60 tahun. Sebab, darah tinggi yang tidak terkontrol bisa menimbulkan komplikasi terhadap organ-organ lainnya dan dapat membahayakan keselamatan.

Dikutip dari She Finds, dr Ramit Singh Sambyal mengungkap dua kebiasaan buruk di pagi hari yang paling sering dilakukan yang dapat memicu tekanan darah tinggi.

1. Skip sarapan

Banyak orang yang memiliki kesibukan di pagi hari yang membuat mereka kerap melupakan sarapan. Bahkan, banyak juga yang secara sengaja melongkap sarapan untuk mengurangi asupan kalori harian. Nyatanya, kebiasaan buruk ini bisa mengarah pada sejumlah risiko gangguan kesehatan, termasuk peningkatan berat badan.

“Tidak makan dengan benar dan tidak makan makanan seimbang di pagi hari bisa membuat tubuh masuk ke dalam mode lapar yang bisa meningkatkan tekanan darah secara signifikan,” jelas dr Ramit.

“Mengonsumsi sesuatu yang tinggi gula juga sama buruknya dengan tidak mengonsumsi apapun karena tetap bisa memicu kenaikan tekanan darah yang drastis,” lanjutnya.

Dibanding tidak sarapan, dr Ramit menganjurkan untuk menyisihkan waktu untuk mengonsumsi sarapan dengan kandungan protein dan karbohidrat kompleks yang seimbang. Misal, roti gandum dengan greek yogurt rendah lemak dan buah-buahan.

“Kombinasi ini akan memberikan energi yang tahan lama sepanjang hari sekaligus menjaga tekanan darah tetap stabil,” ungkapnya.

2. Minum terlalu banyak kafein

Banyak orang yang terbiasa memulai harinya dengan secangkir kopi atau bahkan lebih. Meski memiliki manfaat untuk kesehatan, mengonsumsi terlalu banyak kopi bisa berdampak buruk bagi kesehatan, terutama berdampak pada peningkatan tekanan darah.

“Mengonsumsi kafein di pagi hari bisa terlihat seperti carra yang baik untuk memulai hari, namun untuk orang berusia 60 tahun ke atas, hal tersebut bisa berbahaya,” imbaunya.

“Kafein diketahui bisa meningkatkan tekanan darah dan seiring berjalannya waktu bisa menyebabkan kerusakan permanen terhadap sistem kardiovaskular,” sambungnya.

Atas dasar tersebut, ada baiknya untuk membatasi konsumsi minuman berkafein di pagi hari. dr Ramit menganjurkan untuk tidak menjadikan minuman berkafein sebagai minuman pertama di pagi hari.

“Saya menganjurkan untuk menghindari mengonsumsi kafein sebagai hal pertama di pagi hari dan mengonsumsi minuman tidak berkafein dulu, seperti air lemon atau teh natural. Minuman-minuman ini tidak atau hanya sedikit mengandung kafein dan tidak memiliki risiko meningkatkan tekanan darah,” pungkasnya.

Simak Video “KuTips: 5 Suggestions Biar Kamu Nggak Hipertensi
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)