Tag: Panjang

DKI-Tangsel Dikepung Polusi, Awas! Efek Jangka Panjang Picu Penyakit Jantung


Jakarta

Sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta dan Tangerang Selatan kini dikepung polusi udara. Tak hanya risiko ‘engap’ saat beraktivitas di luar rumah, ancaman beragam penyakit pernapasan juga kini menjadi kekhawatiran masyarakat.

Sebagaimana dijelaskan oleh dokter spesialis paru dr Erlina Burhan, SpP(Ok) yang berpraktik di RS Persahabatan, Jakarta Timur, pasien paling banyak yang ditanganinya kini adalah pasien asma. Mereka kebanyakan datang dengan keluhan berupa pilek, bersin-bersin, disertai batuk dan sesak.

“Polusi udara menjadi faktor risiko yang cukup tinggi dalam menyebabkan dan memperburuk penyakit respirasi, yaitu PPOK (36,6 persen), pneumonia (32 persen), asma (27,95 persen) kanker paru (12,5 persen) dan tuberkulosis (12,2 persen),” jelas dr Erlina lewat keterangan tertulisnya diterima detikcom, Kamis (10/8/2023).

Namun tak hanya memicu penyakit pernpasan, dr Erlina menegaskan, paparan polusi udara juga berisiko memicu risiko lain seperti penyakit kardiovaskular, hingga gangguan pertumbuhan pada anak.

Sekaligus dr Erlina menjelaskan, anak-anak tergolong kelompok rentan di tengah situasi kualitas udara yang memburuk, bersamaan dengan warga berusia lanjut, orang dengan riwayat penyakit asma, orang dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan orang dengan riwayat alergi.

“Selain penyakit respirasi, pajanan jangka panjang terhadap polutan udara juga terbukti dapat menyebabkan berbagai jenis penyakit lain, mencakup gangguan kardiovaskular, neurologis, psikologis, kulit, dan tumbuh kembang anak. Polusi udara menjadi salah satu faktor yang memicu timbulnya gangguan kardiovaskular berupa stroke, hipertensi, gagal jantung, dan penyakit jantung koroner,” beber dr Erlina.

“Pada kelompok usia anak, paparan jangka panjang polusi udara menjadi salah satu faktor risiko gangguan perilaku agresif, hiperaktif, dan autisme. Pada kehamilan, polusi udara juga menjadi faktor risiko berat badan lahir rendah dan retinopati pada bayi,” pungkasnya.

Simak Video “Polusi Udara di Jakarta Memprihatinkan, Ini Saran dari Pakar IDI
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)

Riset Terpanjang Harvard Temukan Pola Makan yang Bisa Bikin Panjang Umur!


Jakarta

Tidak peduli berapa usia saat ini, atau berapa banyak junk meals yang telah dikonsumsi, ilmuwan menilai tidak ada kata terlambat untuk mulai memperbaiki pola makan yang buruk. Hal ini dianggap mempengaruhi umur panjang.

Studi terbaru di New England Journal of Medication meneliti sekitar 74.000 orang berusia antara 30 sampai 75 tahun selama lebih dari dua dekade. Selama waktu itu, mereka menganalisis pola makan dan kebiasaan gaya hidup mereka serta melacak perubahan apa yang terjadi.

Para peneliti menggunakan beberapa sistem penilaian untuk menilai kualitas weight loss program mereka, termasuk Indeks Makan Sehat Alternatif, yang dikembangkan oleh pakar nutrisi di Harvard T.H. Chan, Faculty of Public Well being.

Indeks memberikan skor rendah untuk makanan tidak sehat dan skor lebih tinggi untuk makanan sehat. Di antara makanan yang mendapat skor tinggi adalah buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, buncis, dan makanan kaya lemak tak jenuh dan asam lemak omega-3 yang menyehatkan jantung, seperti ikan, alpukat, dan minyak zaitun.

Beberapa makanan tidak sehat yang mendapat skor lebih rendah seperti daging merah dan olahan serta makanan tinggi natrium dan gula tambahan, seperti minuman manis, pizza, keripik kentang, dan makanan cepat saji lainnya.

“Orang yang meningkatkan makanan ‘skor tinggi’ sekitar 20 persen selama penelitian memiliki setidaknya 8 persen penurunan kematian selama masa penelitian dan penurunan 7 sampai 15 persen kemungkinan kematian akibat penyakit jantung,” kata Mercedes Sotos-Pieto, peneliti Harvard.

Sebagian besar peserta dalam penelitian berusia di atas 60 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan manfaat dari perbaikan kebiasaan makan.

Simak Video “Ideas Weight-reduction plan ala Fadli Zon yang Berat Badannya Turun 32 Kg
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Studi Ungkap 8 Kebiasaan Sehat yang Bikin Umur Makin Panjang 20 Tahun


Jakarta

Menerapkan sejumlah kebiasaan sehat di usia paruh baya diyakini dapat memperpanjang umur selama beberapa dekade. Sebuah studi besar di AS dari Carle Illinois Faculty of Drugs telah mengamati delapan kebiasaan penting dari gaya hidup sehat.

Adapun delapan kebiasaan tersebut di antaranya:

  1. Tak merokok
  2. Pola makan yang baik
  3. Tidur nyenyak
  4. Mengelola stres
  5. Aktif secara fisik
  6. Memiliki hubungan sosial yang positif dengan orang lain
  7. Tak meminum alkohol
  8. Menghindari kecanduan obat opioid

Menurut studi tersebut, wanita dengan delapan kebiasaan di atas pada usia 40 tahun bisa hidup rata-rata 21 tahun lebih lama daripada mereka yang tak menerapkannya. Sementara pria berusia 40 tahun yang menerapkan delapan kebiasaan tersebut bisa hidup rata-rata 24 tahun lebih lama.

Temuan studi tersebut mengacu pada riset terhadap 720.000 veteran militer di AS yang mengisi kuesioner tentang gaya hidup mereka, serta catatan medis dianalisis. Kelompok berusia 40 hingga 99 tahun itu kemudian ditindaklanjuti untuk melihat siapa yang meninggal.

“Kami benar-benar terkejut dengan seberapa banyak yang dapat diperoleh dengan mengadopsi satu, dua, tiga, atau delapan faktor gaya hidup,” kata dr Xuan-Mai Nguyen, penulis utama dari studi tersebut.

“Temuan penelitian kami menunjukkan bahwa menerapkan gaya hidup sehat penting untuk kesehatan masyarakat dan kesehatan pribadi. Lebih awal lebih baik, tetapi bahkan jika Anda hanya membuat perubahan kecil di usia 40-an, 50-an, atau 60-an, itu tetap bermanfaat,” imbuhnya.

Ada sekitar 33.375 kematian di antara mereka yang mengikuti penelitian ini, memungkinkan para peneliti untuk melihat seberapa besar kemungkinan orang dengan delapan kebiasaan sehat itu meninggal.

Secara keseluruhan, hasil menunjukkan tetap aktif secara fisik, tidak merokok, dan tidak kecanduan obat opioid memiliki dampak terbesar pada umur.

Ini mengurangi risiko kematian sebesar 46 persen karena aktif secara fisik, 29 persen untuk non-perokok, dan 38 persen untuk mereka yang tidak memiliki masalah opioid.

Sementara meminimalkan stres, memiliki pola makan yang baik, tidak minum alkohol berlebihan, dan tidur nyenyak dikaitkan dengan penurunan risiko kematian sekitar 20 persen.

Efek terkecil terlihat pada orang-orang dengan hubungan sosial yang positif, tetapi ini terkait dengan penurunan sekitar lima persen kemungkinan kematian selama penelitian.

“Kebiasaan gaya hidup sehat dapat mencegah penyebab penyakit kronis, yang dapat membantu orang untuk hidup lebih lama, hingga usia delapan puluhan daripada enam puluhan,” dr Xuan-Mai Nguyen.

‘Itu bisa menghemat uang layanan kesehatan untuk obat-obatan dan perawatan.”

Pria berusia empat puluh tahun tanpa kebiasaan gaya hidup sehat diperkirakan akan meninggal pada usia rata-rata 62 tahun. Namun, mereka yang menerapkan delapan kebiasaan sehat tersebut bisa mencapai usia 86 tahun.

Sementara wanita yang tidak memiliki kebiasaan sehat diperkirakan hidup sampai usia 66 tahun. Namun bagi mereka yang menerapkannya dapat hidup hingga usia 88 tahun.

Memiliki semua kebiasaan sehat dikaitkan dengan penurunan 87 persen risiko kematian dini.

Simak Video “Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth II Hingga 96 Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

3 Jurus Panjang Umur ‘Supercenetarian’, Hidup Glad sampai Usia 110 Tahun

Jakarta

Jepang terkenal akan banyak warganya yang panjang umur, bahkan mencapai usia lebih dari 100 tahun atau disebut ‘cenetarian’. Banyak yang menebak-nebak, sebenarnya apa yang membuat banyak warga Jepang hidup panjang umur? Benarkah menjaga asupan makan dan rutin beraktivitas fisik saja cukup untuk membuat seseorang hidup bugar hingga 100 tahun?

Pakar hidup umur panjang Héctor García dan Francesc Miralles mempelajari bagaimana seseorang bisa hidup panjang umur. Temuannya tersebut dituangkan dalam buku ‘Ikigai: Rahasia Jepang untuk Hidup Panjang dan Bahagia’.

Mengacu pada penelitiannya, mereka menemukan bahwa ada sekitar 300 hingga 450 orang di dunia yang berusia 110 tahun ke atas. Orang-orang ini disebut sebagai ‘supercentenarians’.

“Mereka bukan pahlawan tremendous, tetapi kita dapat melihat mereka seperti itu karena telah menghabiskan lebih banyak waktu di planet ini daripada yang diperkirakan oleh harapan hidup rata-rata,” ungkap García dan Miralles dikutip dari CNBC, Senin (17/7/2023).

“Hidup yang sehat dan terarah dapat membantu kita bergabung dengan barisan mereka,” ujarnya lebih lanjut.

García dan Miralles kemudian merangkum kutipan penting dari sejumlah supercenetarian, yang mereka dapatkan dari wawancaranya. Berikut 3 jurus ala supercentarian agar hidup bahagia dan panjang umur:

‘Semuanya baik’

Jeanne Calment hidup selama 122 tahun, dan meraih gelar orang tertua di dunia. Dia lahir di Prancis pada 1875 dan menjalani kehidupan yang cukup rendah stres sebagai wanita kaya.

García dan Miralles menjelaskan, Calment rutin mengendarai sepeda sampai dia berusia 100 tahun dan hidup sendiri sampai dia berusia 110 tahun.

“(Calment) sama sekali tidak melakukan apa pun kecuali mengurus (dirinya sendiri), mengunjungi Prancis dan melakukan kegiatan sosial,” ujar ahli demografi yang mempelajari hubungan antara kesehatan dan umur panjang, Jean-Marie Robine, kepada CNBC.

García dan Miralles juga meyakini, umur panjang Calment juga merupakan efek baik dari selera humor Calment.

Sering-sering Sibukkan Diri

Walter Breuning lahir di Minnesota pada 1896 dan hidup sampai usia 114 tahun. Breuning mendapatkan gelar pria tertua kedua yang pernah tercatat lahir di AS.

Breuning memilih untuk tidak pensiun dini dan melanjutkan pekerjaannya selama 50 tahun sebagai juru tulis di Nice Northern Railway. Breuning tidak pensiun sampai dia berusia 83 tahun. Ia meyakini, kondisi tubuhnya yang bugar adalah hasil dari kesenangannya dalam belajar dan bergerak.

“Pikiran dan tubuh Anda. Anda tetap sibuk,” kata Breuning saat wawancara di hari ulang tahunnya yang ke-112.

Suggestions Panjang Umur Orang Jepang, Sempatkan Lakukan Ini Tiap Hari Selama 5 Menit


Jakarta

Orang Jepang sangat terkenal dengan gaya hidup yang sehat dan sikap yang positif. Tak jarang, kebiasaan-kebiasaan itu dipercaya membuat warga Jepang bisa hidup panjang umur.

Bahkan, warga jepang disebut bisa bertahan hidup dalam kondisi yang sehat hingga mencapai usia lebih dari 100 tahun. Tentunya, itu semua harus seimbang dengan aktivitas fisik.

Penulis ‘Ikigai: The Japanese Secret to a Lengthy and Comfortable Life”, Héctor García dan Francesc Miralles, mengungkap rahasia di balik warga Jepang yang panjang umur. Mereka berbicara dengan lebih dari 100 orang tertua di Okinawa, Jepang, salah satu Blue Zone dengan konsentrasi centenarian tertinggi di dunia.

Keduanya memahami perilaku sehari-hari para centenarian Okinawa, termasuk cara mereka menggerakkan tubuh.

“Anda tidak perlu pergi ke health club selama satu jam setiap hari atau lari maraton,” tulis García dan Miralles.

“Seperti yang ditunjukkan oleh para centenarian Jepang kepada kita, yang Anda butuhkan hanyalah menambahkan gerakan di kehidupan sehari-hari,” sambungnya yang dikutip dari laman CNBC, Kamis (13/7/2023).

Aktivitas yang sering dilakukan orang Jepang untuk bisa tetap sehat dan panjang umur adalah dengan olahraga selama 5 menit.

Hampir semua orang yang diwawancarai García dan Miralles mengatakan bahwa mereka berlatih radio taiso, olahraga Jepang populer yang telah ada selama beberapa dekade. Rajio taisō, yang diterjemahkan menjadi ‘latihan radio’ mendapatkan namanya karena instruksi untuk gerakan tersebut disiarkan di radio pada tahun 1929.

“Bahkan penghuni panti jompo yang kami kunjungi mendedikasikan setidaknya lima menit setiap hari untuk itu, meskipun beberapa melakukan latihan dari kursi roda mereka,” tulis para penulis.

Gerakan yang ditampilkan berintensitas rendah, bisa menjadi cara yang bagus untuk memulai hari. Kegiatan ini hanya membutuhkan waktu selama 3-5 menit per harinya.

Tujuan utama dari latihan ini adalah untuk mempromosikan semangat dari para pesertanya. Latihan ini biasanya dilakukan secara berkelompok, termasuk di sekolah saat sebelum belajar, dan sebelum mulai bekerja.

“Salah satu latihan radio taiso yang paling ikonik terdiri dari mengangkat tangan ke atas kepala dan kemudian menurunkannya dengan gerakan melingkar,” tulis penulis.

“Ini mungkin tampak mendasar, tetapi dalam kehidupan fashionable kita, kita dapat menghabiskan hari-hari tanpa mengangkat tangan ke atas telinga kita,” lanjut mereka.

Yoga dan tai chi juga merupakan olahraga yang umum di kalangan lansia di Jepang. Tetapi jika tidak menyukai salah satu dari latihan ini, bisa memilih latihan yang disukai dan tetap bisa membuat tubuh bergerak seperti olahraga.

Simak Video “Angka Kelahiran Jepang Anjlok, Pejabat Khawatir Negaranya Lenyap
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

7 Kebiasaan Sepele Ini Ternyata Bisa ‘Pangkas’ Peluang Panjang Umur

Jakarta

Memiliki usia atau umur yang panjang merupakan keinginan banyak orang. Berbagai cara mungkin dilakukan untuk bisa ‘memperlambat’ penuaan, mulai dari mengkonsumsi suplemen, obat-obatan, dan cara medis lainnya agar dapat hidup lebih lama.

Tapi, tenang saja tidak ada kata terlambat untuk mendapatkan itu. Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa seseorang bisa saja berumur panjang dengan memulai kebiasaan yang sehat. Bagaimana caranya?

Dikutip dari laman Very Effectively Well being, ada beberapa kebiasaan yang mungkin harus dihentikan agar bisa berumur panjang. Apa saja?

Setop Konsumsi Makanan Olahan

Selama 30 tahun terakhir, pola makan utama di banyak negara mulai beralih ke makanan olahan. Seiring dengan pemrosesan, terjadi peningkatan natrium tambahan, lebih banyak lemak jenuh, lebih banyak gula, dan lebih sedikit serat. Hasilnya? Lebih banyak penyakit kardiovaskular, hipertensi, kanker, dan diabetes.

Maka dari itu, cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang ‘bersih’ lebih sering, termasuk makanan berserat tinggi (yang terkait dengan umur panjang) dan bahan lain yang dibeli dan siapkan sendiri.

Jika tidak memiliki banyak waktu, masak terlebih dahulu dalam jumlah besar, atau beli salad siap pakai dan sayuran segar atau beku lainnya sambil memperhatikan kandungan natrium dan gula pada label.

Berhenti Merokok

Nationwide Institute of Well being (NIH) mengatakan penggunaan tembakau tetap menjadi penyebab kematian yang paling bisa dicegah. Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa merokok dapat merampas satu dekade kehidupan manusia.

Dengan berhenti merokok, tekanan darah dan sirkulasi segera membaik. Selain itu, risiko terkena kanker menurun setiap tahun sesudahnya.

Perlu diingat bahwa anggota keluarga juga akan mendapat manfaat jika tetap bebas tembakau karena mereka tidak lagi terpapar asap rokok orang lain yang berbahaya. Keuntungan lainnya, penampilan juga akan terlihat lebih muda.

Jangan Kebanyakan Duduk

Berolahraga minimal 30 menit sehari yang rutin dilakukan 5 kali atau lebih dalam seminggu bisa memperpanjang umur lho. Sebuah studi tahun 2011 menemukan bahwa 15 menit latihan intensitas sedang setiap hari membantu subjek hidup tiga tahun lebih lama.

Salah satu latihan ‘intensitas sedang’ adalah berjalan cepat. Itu mungkin harus dimasukkan ke dalam rutinitas harian, yang bisa menambah kesempatan agar bisa berumur panjang.

Simak Video “Mutasi Gen Buat Wanita Ini Tak Rasakan Sakit dan Stres
[Gambas:Video 20detik]

Terbukti Lewat Riset! Ternyata Ini 5 Tanda Fisik Orang dengan Umur Panjang

Jakarta

Banyak orang mendambakan hidup dengan umur yang panjang. Beragam cara dan kebiasaan pun mereka jalankan untuk menemukan formulation yang tepat, sebagai upaya memperpanjang usia hidupnya. Mulai dari pola makan sehat, menjaga pola pikir positif, hingga beraktivitas untuk kebugaran tubuh.

Menariknya, Penelitian menunjukkan setidaknya 6 tanda ini sebagai sinyal seseorang akan berumur panjang. Apa saja?

1. Berlari 40 Menit Sehari

Para ilmuwan di California menemukan bahwa orang paruh baya yang melakukan aktivitas lari dengan complete sekitar 5 jam per minggu, akan mempunyai hidup lebih lama dan lebih baik secara fisik dan kognitif seiring bertambahnya usia.

“Yang mengejutkan kami adalah bahwa para pelari tidak hanya mendapatkan lebih sedikit penyakit jantung, mereka juga mengembangkan lebih sedikit kasus kanker, penyakit saraf, dan infeksi,” kata penulis Eliza Chakravarty, asisten profesor kedokteran di Stanford College.

“Latihan aerobik membuat sistem kekebalan tetap muda.” Jika tidak suka berlari, bahkan 20 menit sehari, melalui aktivitas apa pun yang membuat terengah-engah dapat meningkatkan kesehatan tubuh, lanjut Eliza.

2. Banyak Beraktivitas Keluar Rumah

Orang yang keluar rumah 50 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan demensia. Hal ini mengacu pada penelitian terbaru terhadap lebih dari 500 pria dan wanita berusia 78 tahun ke atas dari Karolinska Institutet di Swedia.

Para peneliti berspekulasi bahwa otak mereka yang lebih tangguh mungkin disebabkan oleh tingkat kortisol yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa sekresi berlebihan “hormon stres” ini dapat menghambat komunikasi sel-sel otak. Cara yang didukung sains untuk mengurangi kadar kortisol seperti bermeditasi, meinum teh hitam, atau tidur siang.

3. Tetap Merasa 13 Tahun Lebih Muda

Itulah rahasia yang dikatakan orang lanjut usia dalam survei baru-baru ini terhadap lebih dari 500 pria dan wanita berusia 70 tahun ke atas.

“Merasa awet muda terkait dengan kesehatan yang lebih baik dan umur yang lebih panjang,” kata peneliti Jacqui Smith, PhD, profesor psikologi di College of Michigan.

“Ini dapat meningkatkan optimisme dan motivasi untuk mengatasi tantangan, yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan sistem kekebalan dan pada akhirnya menurunkan risiko penyakit.” tegasnya.

Simak Video “Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth II Hingga 96 Tahun
[Gambas:Video 20detik]

Riset Ungkap 4 Tanda Fisik Orang Berumur Panjang, Punya Salah Satunya?


Jakarta

Resep umur panjang biasanya berkaitan erat dengan kebiasaan atau aktivitas sehari-hari yang memiliki pola pikir positif, makanan sehat, aktif bersosialisasi, hingga menjaga pikiran tetap ‘waras’ dan bahagia.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan setidaknya ada empat tanda seseorang bakal berumur panjang seperti berikut:

1. Usia retina

Menurut riset Centre for Eye Analysis Australia yang dirilis British Journal of Ophthalmology, kesenjangan usia retina bisa menjadi indikator kunci atau pendeteksi awal yang menentukan seseorang berumur panjang.

Kesenjangan usia retina juga diartikan sebagai perbedaan antara usia biologis retina dengan umur kronologis seseorang. Mengapa bisa dilihat dari faktor tersebut?

Hal ini dikaitkan dengan mikrovaskulatur retina yang disebut menunjukkan seberapa sehat otak dan sistem peredaran darah seseorang.

Hasil riset mengungkap, jarak usia retina yang besar berkaitan dengan risiko kematian 49 persen hingga 76 persen.

2. Kebiasaan Jalan Kaki

Konon, berjalan kaki memiliki segudang manfaat untuk pikiran, tubuh, dan jiwa, sehingga otomatis meningkatkan peluang seseorang berumur panjang. Faktanya, riset yang dirilis JAMA Worldwide Drugs menunjukkan kaitan di antara keduanya.

Wanita yang setidaknya berjalan kaki 4.400 langkah setiap hari menurunkan angka kematian mereka selama masa tindak lanjut 4,3 tahun, jika dibandingkan dengan wanita yang tidak terlalu aktif dan hanya melakukan sekitar 2.700 langkah setiap hari.

Semakin banyak langkah yang dilakukan, angka kematian terus menurun sebelum mencapai stage dasar sekitar 7.500 langkah setiap hari.

Riset ini melibatkan lebih dari 16.700 peserta wanita dengan usia rata-rata 72 tahun dan langkah harian mereka diukur selama jangka waktu tujuh hari.

3. Tes Keseimbangan 10 Detik

Sebuah studi British Journal of Sports activities Drugs mengungkapkan individu paruh baya atau lebih tua yang tidak dapat menyeimbangkan tubuh saat mengangkat satu kaki selama 10 detik memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk meninggal dalam waktu 10 tahun, dibandingkan dengan mereka yang bisa melakukannya.

Studi tersebut mengamati 1.700 peserta antara usia 51 hingga 75 tahun. Individu yang diteliti diminta untuk berdiri dengan satu kaki selama 10 detik tanpa bantuan. Mereka berdiri dengan kaki yang terangkat dan memfokuskan pandangan mereka ke depan dengan kedua tangan di sisi tubuh mereka. Setiap peserta diberikan tiga kali percobaan. Satu dari lima peserta gagal tes. Kemungkinan gagal tes keseimbangan meningkat seiring bertambahnya usia.

4. Seberapa Cepat Berjalan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cachexia Sarcopenia and Muscle, mengklaim ada cara tremendous cepat untuk menentukan seberapa besar kemungkinan orang dewasa berumur panjang. Penelitian menyebut ‘kelambatan’ adalah pertanda kemunduran fungsional di antara orang dewasa yang lebih tua.

Memiliki gaya berjalan yang lambat atau kecepatan berjalan yang lambat dapat memprediksi hilangnya kapasitas fungsional di jalan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa mengukur kecepatan berjalan saja sudah cukup untuk prediksi efisien hilangnya kapasitas fungsional pada orang dewasa yang lebih tua. Berdasarkan pada temuan kami, kami dapat mengatakan bahwa kelambatan gaya berjalan mendahului kehilangan ini selama beberapa tahun. Ini adalah hasil yang penting karena memfasilitasi pemantauan masalah. Hal ini juga memungkinkan tidak hanya terapis fisik, dokter, dan ahli geriatri, tetapi juga profesional kesehatan mana pun untuk mendeteksi risiko,” jelas Tiago da Silva Alexandre, seorang profesor di Departemen Gerontologi UFSCar dan peneliti utama untuk penelitian tersebut.

Simak Video “Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth II Hingga 96 Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

Ingin Panjang Umur Seperti Warga Jepang? 5 Trik Ini Bisa Banget Dicoba

Jakarta

Sering mendengar bahwa banyak orang Jepang hidup panjang umur? Bahkan berbagai sumber menyebut, hingga kini masih banyak orang Jepang hidup sehat dengan umur yang telah melewati 100 tahun.

Beberapa orang percaya, kunci di balik panjang umur warga Jepang tak lain asupan makanan tremendous sehat dibarengi kebiasaan rajin berjalan kaki setiap hari.

Lantas jika ingin hidup dengan umur panjang seperti banyak warga Jepang, apa saja langkah-langkah yang bisa diterapkan setiap hari?

Seorang dokter berusia 102 tahun, dr Gladys McGarey mengisahkan, dirinya senantiasa mendorong pasien-pasiennya untuk melihat penyakit dan rasa sakit sebagai ‘guru’. Dengan begitu, ia mengajak setiap pasien untuk memahami penyakit apa yang sebenarnya tengah diidap, kemudian menemukan cara paling baik untuk menyembuhkan. Hal ini ia sebut sebagai ‘obat hidup’.

“Pengalaman saya selama puluhan tahun dalam pengobatan holistik telah mengajari saya banyak hal tentang bagaimana menjalani hidup yang panjang, bahagia, dan terarah,” ungkapnya, dikutip dari CNBC, Jumat (9/6/2023).

“Anda (harus) merasakan dan mengetahui bahwa hidup ada untuk dijalani. Anda harus menjalaninya,” sambung McGarey.

Di samping ajarannya tersebut yang ia tuangkan dalam buku ‘The Nicely-Lived Life: A 102-12 months-Previous Physician’s Six Secrets and techniques to Well being and Happiness at Each Age’ (Enam Rahasia Dokter Berusia 102 Tahun untuk Kesehatan dan Kebahagiaan di Setiap Usia), McGarey juga menerapkan beberapa praktik yang dalam kesehariannya:

  • Tidur 9 jam setiap malam
  • Menghabiskan waktu bersama orang tersayang dan membangun komunitas
  • Melanjutkan hidup dalam tujuannya melampaui usia 100 tahun
  • Berjalan 3.800 langkah setiap hari
  • Menghindari konsumsi dan minuman beralkohol

NEXt: 5 ‘kunci’ untuk hidup panjang umur dan bahagia, salah satunya banyak-banyak mencintai