Tag: Penjelasan

Durasi Bercinta Sebaiknya Tidak Terlalu Lama, Begini Penjelasan Medisnya

Jakarta

Banyak orang mengira semakin lama durasi bercinta, semakin besar juga kenikmatan yang dirasakan oleh pasutri. Padahal nyatanya, durasi bercinta yang terlalu lama justru tidak dianjurkan lho. Kenapa?

Seringkali pasutri beranggapan, jika aktivitas seksual berlangsung singkat dan cepat, ada kemungkinan stamina suami atau istri loyo. Namun sebaliknya, hubungan seksual yang berlangsung terlalu lama justru bisa memicu sejumlah masalah kesehatan.

Dikutip dari Healthshot, seorang terapis seks mengatakan bahwa durasi waktu seks vaginal sebaiknya 7-15 menit untuk memberikan hasil maksimal yang diinginkan dan mencapai orgasme.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria biasanya ejakulasi setelah 5-10 menit berhubungan seks. Sebuah studi yang diterbitkan dalam The Journal of Sexual Drugs, mengklaim bahwa seks yang berlangsung 3-13 menit adalah regular. Tiga hingga tujuh menit jadi waktu standar dan seks yang berlangsung tujuh hingga tiga belas menit itu biasanya durasi yang diinginkan.

Terlepas dari durasi hubungan seksual, seks yang baik adalah seks yang dinikmati kedua pihak.

Untuk melakukan hubungan seks yang baik, penting untuk pasangan memahami selera dan kenyamanan satu sama lain. Beri waktu, jelaskan satu sama lain apa yang disukai dan tidak. Perbanyak sentuhan yang membuat nyaman.

Kenikmatan sama pentingnya dengan komunikasi. Mengekspresikan emosi selama bercinta akan membantu pasangan untuk memahami lebih banyak tentang apa yang istri atau suami sukai.

Bisa lakukan beberapa hal untuk meningkatkan durasi saat bercinta.

1. Pelan-pelan

Ingat, lakukan secara perlahan bukan dengan kasar dan terburu-buru. Hal ini bisa meningkatkan kemungkinan orgasme.

2. Bangun stamina

Kalau ingin seks yang bertahan lebih lama, pasutri harus memiliki energi untuk itu. Coba olahraga kegel yang melatih otot-otot panggul dan konsumsi makanan bernutrisi.

3. Diskusi

Ini adalah cara yang baik yang tidak hanya membuat seks lebih lama, sekaligus meningkatkan kualitasnya. Eksplorasi posisi seks juga bisa dilakukan untuk menambah kenikmatan.

NEXT: Apa yang terjadi kalau berhubungan seksual terlalu lama?

Sederet Mitos-Fakta Seputar Masturbasi, Ternyata Begini Penjelasan Medisnya

Jakarta

Ada banyak narasi seputar masturbasi yang bikin orang-orang bertanya-tanya soal kebenarannya. Salah satu yang sering terdengar, kebanyakan masutrbasi disebut-sebut bisa memicu disfungsi ereksi. Atau di sisi lain, ada juga yang bilang, masturbasi bisa membuat tidur lebih nyenyak.

Nyatanya, masturbasi yang dilakukan secara berlebihan memang bisa menyebabkan masalah kesehatan hingga kecanduan.Dikutip dari Males’s Well being, seorang ahli urologi menjelaskan setidaknya enam kesalahpahaman medis paling umum terkait masturbasi:

1. Masturbasi Bisa Bikin Buta

Pernah mendengar narasi satu ini? Nyatanya hingga kini, penelitian tidak pernah membuktikan adanya hubungan antara masturbasi dan kebutaan. Sebaliknya, banyak penelitian menyebut tidak ada penyakit apa pun yang ditemukan muncul berkaitan dengan frekuensi masutrbasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

2. Masturbasi Merusak Kemampuan Ereksi

Masturbasi yang dilakukan menjelang sesi bercinta bisa menimbulkan kontraksi otot dasar panggul. Otot-otot ini sangat penting untuk membuat suami mencapai orgasme serta merasakan kenikmatan.

Namun jika dikorelasikan dengan pornografi, efek masturbasi bisa berbeda. Pasalnya, pornografi dapat menciptakan ekspektasi yang tidak realistis tentang seks sehingga membuat pecandunya tidak peka terhadap rangsangan seksual. Akhirnya timbul kecemasan dan gangguan kemampuan ereksi di kehidupan nyata.

3. Masturbasi Mengurangi Sensitivitas

Hal ini tidak sepenuhnya benar. Sebab, seseorang cenderung melakukan masturbasi dengan cara yang sama sehingga tubuh akan terbiasa dengan sensasi tertentu. Nantinya, jenis rangsangan yang berbeda akan membuat orgasme lebih sulit tercapai. Ahli urologis menyarankan, cobalah ubah tekanan dan gerakan yang digunakan saat masturbasi agar tak menimbulkan kondisi serupa.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Bercinta Pagi Vs Malam Hari, Mana Paling ‘Jos’? Begini Penjelasan Medisnya


Jakarta

Aktivitas bercinta yang berkualitas bukan hanya berkaitan dengan kesehatan, melainkan juga tingkat keharmonisan suami-istri. Tak heran, banyak pasutri bertanya-tanya, sebenarnya kapan sih waktu paling pas untuk bercinta? Apakah pagi hari atau malam hari?

Dikutip dari Thoughts Physique Inexperienced, sebenarnya tidak ada supreme yang saklek untuk semua orang melakukan hubungan seks. Bagi sebagian orang, bercinta pagi mungkin terasa lebih baik. Sementara untuk beberapa orang lainnya, lebih nikmat bercinta malam hari.

Namun secara fisiologis, umumnya bercinta di pagi hari cenderung lebih baik karena kadar testosteron dan estrogen yang lebih tinggi. Kedua hormon tersebut memengaruhi hasrat seksual di awal hari. Kondisi ini membuat temper dan hubungan intim menjadi lebih memuaskan saat pagi hari.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Anda mungkin akan lebih terangsang di pagi hari bila dibandingkan dengan malam hari. Itu karena hormon yang ada di dalam tubuh Anda,” ucap terapis seks Jessa Zimmerman.

Bagi seorang pria, kadar testosteron dapat terisi kembali dalam waktu semalam dan cenderung mencapai titik tertinggi ketika pagi hari. Kondisi ini terjadi karena pola hormonal yang mengikuti ritme sirkadian.

Testosteron memerankan peran penting dalam fungsi seksual, khususnya membantu ereksi dan meningkatkan gairah. Zimmerman menuturkan bahwa peningkatan testosteron di pagi hari dapat membantu peningkatan gairah dan ereksi yang lebih lama.

Di sisi lain, estrogen juga dinilai berkaitan erat dengan hasrat seksual wanita. Hormon ini juga cenderung lebih tinggi apabila di pagi hari. Kondisi ini membuat tubuh wanita ‘lebih siap’ untuk berhubungan intim saat pagi. Aliran darah ke klitoris dan pelumasan di sekitar vagina juga meningkat.

Lebih lanjut, pada kondisi tertentu pagi hari mungkin tidak akan memberikan pengaruh pada gairah seks wanita. Wanita yang memiliki siklus menstruasi tak sesuai ritme sirkadian, pola hormonal mereka akan mengikuti siklus menstruasi.

Siklus menstruasi dapat memengaruhi dorongan seks, tingkat kortisol, suasana hati, dan semuanya memengaruhi minat seksual.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(avk/vyp)

Bukan Mistis, Ini Penjelasan Medis di Balik Fenomena ‘Sunat Jin’


Jakarta

‘Sunat jin’ merupakan salah satu fenomena yang kerap terdengar di kalangan masyarakat. Sunat jin sendiri merujuk pada kondisi saat alat very important anak terlihat seperti sudah disunat meski belum pernah melakukan sirkumsisi.

Lantas, benar nggak sih ‘sunat jin’ itu hasil perbuatan makhluk halus?

Spesialis bedah urologi dr Budi Himawan, SpU, membantah hal tersebut. Ia menjelaskan sunat jin sebenarnya adalah sebuah kondisi medis yang disebut dengan parafimosis.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Parafimosis adalah suatu keadaan medis, kelainan yang terjadi akibat manipulasi preputium penis. Jadi sebelum kita sunat kan ada kulupnya, ada kulit yang menutupi dari ujung penisnya. Itu teretraksi ke arah cranial, ke arah atas, melewati sulcus coronarius glans penis. Jadi ada semacam garis melintang di kepala penis,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Senin (25/9/2023).

“Ketika preputium melewati kepala penis atau glans penis, itu tidak bisa dikembalikan ke arah depan. Jadi seakan-akan seperti sudah sunat. Padahal itu adalah kondisi yang berbahaya,” sambungnya.

Lebih lanjut, dr Budi mengungkapkan istilah sunat jin menjadi populer lantaran masih banyak orang yang melahirkan menggunakan jasa dukun. Selain itu, kurangnya keilmuan dari tenaga kesehatan yang menangani membuat masyarakat tidak awam dengan kondisi tersebut.

“Sehingga ketika lahir, ada kelainan bawaan, disebutnya ‘Oh iya ini sudah sunat jin ketika dalam rahimnya’,” imbuhnya.

Apa Akibatnya Jika Dibiarkan?

Banyak orang yang menganggap parafimosis sebagai kondisi sudah disunat. Alhasil, mereka tidak memeriksakan sang anak ke dokter untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

dr Budi mengatakan hal ini bisa berakibat deadly. Sebab, parafimosis yang dibiarkan terlalu lama bisa menimbulkan nyeri dan berpotensi merusak saraf yang ada di sekitar glans atau kepala penis.

“Yang pertama, dia akan memberikan keluhan nyeri. Nyeri adalah tanda pertama kalau ada kondisi emergency karena jepitan itu. Kalau dibiarkan, lama-lama dia akan bengkak, semakin menyebabkan nyerinya semakin hebat. Kalau itu terus dibiarkan, lama-lama nyerinya akan hilang karena saraf yang ada di glans penis akan mulai menurun fungsinya karena kejepit. Kalau dibiarkan semakin lama, lebih dari satu hari dua hari, maka akan terjadi nekrosis atau kerusakan pada kepala penis tersebut,” paparnya.

“Akibatnya apa? Secara estetik penisnya akan menurun karena mungkin ada sebagian kepala penisnya mengalami kerusakan sehingga harus kita restore, sehingga bentuknya tidak lagi regular,” lanjutnya.

Tak hanya itu, pada tingkat yang lebih parah nekrosis atau kerusakan tersebut bisa membuat penis bak termutilasi sendiri.

“Kemungkinan terjelek adalah munculnya luka karena nekrosis pada pasien tersebut, yang nanti akan terjadi auto mutilasi atau penisnya akan hilang dengan sendiri kalau dibiarkan saja. Itu tentu akan memengaruhi kualitas hidup dari pasien tersebut, baik itu secara estetik maupun nanti ketika dia sudah menikah,” pungkasnya.

Simak Video “Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

Hati-hati! Sering Stres Bikin Rentan Sakit Jantung, Begini Penjelasan Dokter


Jakarta

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. Berdasarkan knowledge yang dikeluarkan WHO pada 2021, angka kematian akibat penyakit jantung mencapai 17,8 juta. Bahkan, satu dari tiga kematian di dunia yang terjadi setiap tahun disebabkan oleh penyakit jantung.

Bahayanya lagi, penyakit jantung bisa dipicu hal sehari-hari yang kerap dianggap sepele, misalnya stres. Kok bisa? Memangnya, apa sih yang terjadi pada jantung saat seseorang mengalami stres?

Spesialis jantung dan pembuluh darah, dr Erta Priadi Wirawijaya, SpJP, FIHA mengungkapkan stres memang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Sebab, stres bisa menyebabkan perubahan baik secara fisik maupun biologis pada tubuh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Stres memang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, dan ini terkait dengan berbagai perubahan fisik dan biologis yang terjadi dalam tubuh saat mengalami stres,” ujarnya dalam konferensi pers secara daring, Senin (25/9//2023).

dr Erta menjelaskan ada beberapa hal yang bisa terjadi pada jantung jika seseorang sering mengalami stres. Pertama, yakni meningkatnya risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi.

“Stres dapat memicu pelepasan hormon stres, seperti adrenalin, yang meningkatkan tekanan darah. Tekanan darah yang tinggi adalah faktor risiko utama penyakit jantung,” ungkapnya.

Tak hanya itu, stres juga bisa meningkatkan produksi hormon kortisol yang dapat berdampak pada metabolisme tubuh.

“Kortisol dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan menyebabkan peningkatan kadar gula farah, yang dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah,” imbuhnya.

Selain memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin, dr Erta mengatakan stres juga dapat meningkatkan coronary heart price dan beban kerja jantung.

“Stres dapat memengaruhi detak jantung. Beberapa orang mengalami peningkatan denyut jantung (takikardia) saat stres, yang jika berlangsung dalam jangka panjang dapat meningkatkan beban kerja jantung,” jelasnya.

Di sisi lain, stres yang berkepanjangan dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh yang merusak dinding arteri.

“Stres kronis dapat memicu peradangan dalam tubuh. Peradangan kronis merupakan faktor risiko penyakit jantung karena dapat merusak dinding arteri dan meningkatkan risiko pembentukan plak aterosklerosis,” pungkasnya.

Simak Video “Faktor Risiko Penyakit Jantung yang Bisa Diubah dan Tidak
[Gambas:Video 20detik]
(ath/vyp)

Penjelasan Ilmiah di Balik Kasus Mati Suri, Hidup Lagi Setelah Kematian

Jakarta

Kasus ‘hidup setelah kematian’ atau mati suri dialami segelintir orang, seperti yang terjadi pada Michele Eason Simone di Amerika Serikat. Ia mengaku hampir tewas saat tenggelam di laut, dan melihat sekelebat kenangan sebelum pingsan.

“Saya mulai merasa seperti akan pingsan, tapi sebelum saya pingsan, kehidupan singkat saya terlintas di depan mata saya,” kata Eason Simone, yang saat itu berusia 21 tahun.

Berdasarkan penelitian, pengalaman mendekati kematian itu dikenal sebagai Close to Dying Experiences atau NDE. Itu terjadi selama episode tunggal yang mengancam jiwa saat tubuh terluka akibat trauma benda tumpul, serangan jantung, asfiksia, syok, dan sebagainya.

Dikutip dari laman Scientific American, NDE bukanlah sebuah imajinasi yang mewah tapi tidak menyakitkan. Ketika itu terjadi, seseorang akan merasa seperti bebas dari rasa sakit, melihat cahaya terang di ujung terowongan, hingga terlepas dari tubuhnya bahkan terbang ke luar angkasa (out of physique expertise).

Pada kondisi itu, seseorang juga bisa bertemu dengan sosok yang dicintai, hidup atau mati, hingga makhluk religious seperti malaikat. Ada beberapa penjelasan fisiologis yang mendasari persepsi ini, seperti terowongan penglihatan yang semakin menyempit.

Berkurangnya aliran darah ke bagian tepi penglihatan retina berarti hilangnya penglihatan terjadi terlebih dahulu.

NDE dapat berupa pengalaman positif atau negatif. Ada yang merasakan tekanan dan berhubungan dengan perasaan kehadiran yang luar biasa, sesuatu yang numinous, ilahi. Keterputusan yang mengejutkan memisahkan trauma besar pada tubuh dan kedamaian serta, perasaan menyatu dengan alam semesta.

Namun tidak semua NDE membawa kebahagiaan. Beberapa di antaranya bisa menakutkan, ditandai dengan teror yang hebat, penderitaan, kesepian, dan keputusasaan.

Pengalaman NDE ini dilaporkan oleh sekitar 17 persen orang yang hampir meninggal. Bisa terjadi pada anak-anak hingga orang dewasa di seluruh dunia.

NEXT: Banyak dialami orang yang ‘hampir mati’

Kenapa Malam Hari Polusi Malah Makin Menjadi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Jakarta

Tidak sedikit yang beranggapan polusi udara berada di degree mengkhawatirkan hanya di jam-jam mobilitas tinggi. Misalnya, di jam berangkat hingga pulang ‘ngantor’.

Padahal, beberapa aplikasi pemantau kualitas udara menunjukkan fakta sebaliknya. Catatan IQAir di tujuh hari terakhir, kualitas udara DKI Jakarta sejak pukul 02:00 dini hari hingga pagi, berada di zona merah dengan konsentrasi PM 2.5 di atas 100 µg/m³ , berkali-kali lipat melampaui pedoman aman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tren lebih parah terjadi di Tangerang Selatan. Per hari ini saja Selasa (15/8/2023) kualitas udara bahkan berada di degree beracun pada pukul 02:00 dini hari.

Aplikasi pemantau kualitas udara lain, Nafas Indonesia, juga melaporkan tren yang sama. Nyaris seluruh wilayah Jabodetabek berada di kualitas udara buruk sejak 10 malam hingga delapan pagi.

Konsentrasi PM 2.5 bahkan tercatat paling tinggi d

i pukul 01:00 hingga 02:00 dini hari. Kabupaten Bekasi misalnya, melaporkan PM 2.5 mencapai 108 µg/m³ pada pukul 02:00 dini hari, lebih tinggi dibandingkan di jam keberangkatan kerja pukul 08:00 pagi.

Tak jauh berbeda, Tangerang Selatan mencatat peningkatan konsentrasi PM 2.5 sejak pukul 01:00 dini hari, paling tinggi mencapai 123 µg/m³ di pukul 03:00 pagi.

Mengapa polusi malah lebih buruk di malam hari?

Plt Deputi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan menyebut hal itu dipengaruhi oleh siklus harian.

Kondisi udara di kota-kota besar seperti Jakarta, akan lebih tampak ‘buruk’ pada tiap musim kemarau dengan udara yang bersifat kering. Adapun siklus kualitas udara seperti ini menurutnya telah terjadi sejak lama.

“Kondisi kualitas udara itu ada siklus hariannya pada saat lepas malam hari, dini hari, dan pagi hari, itu cenderung lebih tinggi daripada siang hingga sore. Itu karena ada siklus harian,” ucapnya saat ditemui di Jakarta Timur, (11/8/2023).

Pemicu lainnya adalah lapisan inversi, lapisan atmosfer yang hangat berada di atas lapisan atmosfer dingin. Dalam kondisi regular, suhu atmosfer turun bersama ketinggian, sehingga lapisan atmosfer dingin berada di atas lapisan atmosfer yang hangat.

“Karena kita di wilayah city dan sekarang saat musim kemarau itu ada fenomena namanya lapisan inversi. Jadi ketika pagi, di bawah atau permukaan ini lebih dingin dibandingkan di lapisan atas,” jelas Ardhasena.

“Sehingga, itu mencegah udara itu untuk naik dan kemudian terdispersi. Itu penjelasan mengapa Jakarta kelihatan keruhnya di bawah dibandingkan di atas karena setting perkotaan yang di mana kita semua hidup bersama,” tambahnya.

NEXT: Kemandekan Udara

Dokter Ungkap Penjelasan Medis di Balik Viral Kulit ‘Gosong’ gegara Krim Merkuri

Jakarta

Seorang wanita asal Kalimantan Timur, Tya, viral setelah mengisahkan kulit wajahnya tampak ‘gosong’ setahun setelah berhenti menggunakan krim wajah mengandung merkuri. Bercak hitam yang awalnya hanya muncul di sebagian wajah lama-lama melebar ke seluruh wajah.

“Jadi sebenarnya, pada saat aku berhenti, yang sebenarnya nggak langsung berhenti sepenuhnya, masih beberapa kali pakai, tapi di akhir tahun mulai kaya muncul flek-flek hitam,” terang dia.

“Aku pikir tu akibat kaya kena sinar matahari saja, karena kan aku memang kerjanya di lapangan ya, tapi kok lama-lama nggak mau hilang,” sambungnya.

Tya sempat mencoba beragam skincare dan perawatan di klinik, namun kondisinya tak kunjung membaik. Ia akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit untuk memperbaiki kondisi kulitnya. Dokter pun menyayangkan penggunaan krim merkuri lantaran efeknya sulit diatasi.

Sorotan Dokter Kulit

Dokter spesialis kulit dari DNI Pores and skin Centre, dr I Gusti Nyoman Darmaputra SpKK, SubspOBK, FINSDV, FAADV menjelaskan, ada sejumlah kemungkinan penyebab warna kulit menggelap setelah penggunaan krim wajah bermerkuri.

“Bahkan dia cenderung kebiruan kemungkinan pertama okronosis. Kemudian yang kedua itu juga bisa istilahnya pos inflamasi,” terang dr Darma saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/7/2023).

“Submit inflammatory hyperpigmentation artinya kehitaman setelah peradangan itu sering terjadi kalau orang yang terjadi iritasi karena penggunaan krim-krim yang digunakan menimbulkan iritasi kena matahari pas penyembuhannya bisa gelap gosong seperti itu,” sambungnya. Sembari ia menambahkan, kemungkinan ketiga yakni melasma atau flek hitam di wajah.

Lebih lanjut dr Darma menjelaskan, selain pengobatan seperti apa yang diberikan terhadap flek hitam, bagaimana kulit merespons penggunaan obat terakhir dan ketika obat tersebut dihentikan juga perlu diperhatikan.

Simak Video “Apa Bahayanya Terpapar Sinar UV Berlebih?
[Gambas:Video 20detik]

Mengenal Psikiater, Ketahui Penjelasan dan Bedanya dengan Psikolog

Jakarta

Psikiater merupakan profesi yang berkaitan dengan kesehatan psychological. Seorang psikiater berperan dalam mengobati orang dengan gangguan atau penyakit kejiwaan.

Namun, tak jarang profesi ini disamakan dengan psikolog karena ranah keduanya yang hampir mirip. Yakni sama-sama menangani masalah psychological yang dialami seseorang.

Untuk lebih mengetahui tentang psikiater, simak penjelasan dan perbedaannya dengan psikolog pada uraian di bawah ini.

Apa Itu Psikiater?

Dilansir Healthdirect, psikiater adalah dokter medis yang ahli dalam bidang psikiatri, yakni cabang kedokteran yang berfokus pada cara mendiagnosis, mengobati, mencegah gangguan psychological, emosial, dan perilaku.

Seorang psikiater mulanya adalah seorang yang menyelesaikan sekolah kedokteran, kemudian mengambil dan menyelesaikan spesialisasi psikiatri yang berkenaan dengan kesehatan psychological.

Psikiater dapat melakukan berbagai tes medis dan psikologis. Tes-tes ini memungkinkan psikiater untuk mendiagnosis kondisi kesehatan psychological seseorang.

Kondisi yang Ditangani Psikiater

Jika kamu memiliki kondisi kesehatan psychological berikut, maka kamu perlu menemui psikiater:

  • Depresi
  • Gangguan kecemasan, seperti serangan panik (panic assaults) dan fobia
  • Gangguan bipolar
  • Skizofrenia
  • Gangguan makan, seperti anoreksia dan bulimia
  • Consideration deficit hyperactivity dysfunction (ADHD)
  • Gangguan obsesif kompulsif (Obsessive compulsive dysfunction/OCD)
  • Gangguan stres pascatrauma (Submit-traumatic stress dysfunction/PTSD)
  • Gangguan akibat konsumsi alkohol dan zat lainnya
  • Penyakit alzheimer
  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan tidur
  • Disforia gender.

Perawatan yang Dilakukan Pskiater

Mengutip laman Cleveland Clinic, ada berbagai perawatan yang digunakan psikiater dalam menangani kesehatan psychological seseorang:

1. Psikoterapi

Psikoterapi kerap pula disebut terapi bicara. Terapi ini dijalankan dengan melakukan pembicaraan atau perbincangan dua arah antara pengidap gangguan psychological dengan psikiater.

Melalui perbincangan tersebut, faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan psychological serta penyebabnya akan teridentifikasi dan teratasi.

Selain itu, psikoterapi juga bertujuan untuk menghilangkan atau mengendalikan pikiran serta pola perilaku yang melumpuhkan atau mengganggu. Sehingga pikiran dan perilaku seseorang bisa berfungsi lebih baik. Psikoterapi dapat bersifat jangka pendek maupun panjang tergantung pada gejala dan kondisi orang tersebut.

2. Meresepkan Obat

Karena seorang psikiater adalah dokter medis, ia bisa meresepkan obat untuk bantu mengobati gangguan kesehatan pada seseorang. Obat yang diresepkan akan meminimalisir sejumlah gejala kondisi kejiwaan tertentu. Dan pemberian obat kerap dikombinasikan dengan perawatan psikoterapi.

Jenis obat yang biasa diresepkan psikiater; antidepresan, antipsikotik, ketamin, sedatif, dan stimulan.

3. Perawatan Lain

Selain psikoterapi dan meresepkan obat, psikiater juga bisa melakukan perawatan lain untuk mengobati orang dengan gangguan kesehatan psychological, yakni; electroconvulsive remedy (ECT), transcanial magnetic stimulation (TMS), vagus nerve stimulation (VNS), hingga deep mind stimulation (DBS).

Perbedaan Psikiater dan Psikolog

Meski psikiater dan psikologis berperan dalam menangani masalah kesehatan psychological, keduanya punya perbedaan.

Masih menukil laman Healthdirect, perbedaan utamanya yakni psikiater adalah dokter medis dengan spesialisasi khusus di bidang psikiatri. Sehingga seorang psikiater mampu meresepkan obat dan perawatan medis lain.

Sementara psikolog bukanlah dokter medis sehingga tidak bisa meresepkan obat. Psikolog menempuh sekolah psikologi dan melanjutkannya dengan program profesi untuk mempelajari langsung dan mempraktikkan kerja sebagai psikolog.

Perawatan yang dilakukan psikolog juga sebatas psikoterapi, dengan berfokus pada terapi psikososial untuk mengendalikan perilaku, pikiran, dan emosi seseorang dengan masalah psychological.

Seorang psikolog juga bisa melakukan sejumlah tes psikologi, seperti tes intelligence quotient (IQ), minat bakat, hingga tes kepribadian. Hasil dari tes-tes ini diinterpretasikan sebagai jawaban dari masalah yang dialami seseorang.

Kamu bisa mendapatkan bantuan psikolog terkait masalah; depresi, stres, kecemasan, ketakutan, PTSD, gangguan makan, hingga fobia. Selain itu, psikolog juga dapat membantu detikers dalam menghadapi dan membicarakan masalah hidup, seperti akibat kehilangan, finansial, juga hubungan.

Demikian penjelasan mengenai psikiater dan bedanya dengan psikolog. Semoga kamu tak lagi bingung akan keduanya ya!

Simak Video “Krisis Dokter Anak di Korsel: Imbas Angka Kelahiran dan Gaji Rendah
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Miss V Berbau, Normalkah? Bisa Jadi Sih, tapi Begini Penjelasan Dokter

Jakarta

Bau pada vagina seringkali bikin wanita insecure. Sebab banyak wanita khawatir, vagina yang berbau bakal bikin pasangan tak nyaman saat bercinta. Padahal perlu diketahui, bau vagina dapat berubah dari hari ke hari sebagai efek dari siklus menstruasi. Bau ini juga mungkin tercium setelah berhubungan seks. Faktor lain seperti berkeringat juga bisa menyebabkan bau pada vagina.

Selain itu, bau pada vagina juga bisa disebabkan oleh space sekitar vagina yang berkeringat. Dikutip dari Mayo Clinic, bakteri vaginosis adalah pertumbuhan berlebih dari bakteri yang biasanya ada di vagina. Ini adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan bau pada vagina. Namun pada beberapa kasus lainnya, bau pada vagina bisa dipicu oleh trikomoniasis dan infeksi menular seksual (IMS).

Bau Regular Vagina

“Sulit untuk menentukan dengan tepat seperti apa bau vagina yang regular dan sehat karena setiap orang memiliki aroma yang berbeda,” kata pakar kesehatan wanita, dr Sherry Ross. Tetapi, beberapa orang menggunakan kata-kata seperti tanah, pedas, atau sedikit asam untuk menggambarkan bau khas vagina.

Kuncinya adalah mengetahui apa bau ‘regular’ yang seseorang rasakan. Setiap wanita perlu memahami bau vagina mereka, karena bau di setiap orang akan berbeda-beda.

“Kita semua yang memiliki vagina biasanya tahu perasaan canggung jika bau baru dan aneh menghampiri kita. Vagina sangat sensitif terhadap berbagai perubahan di lingkungan sehari-hari, jadi apa pun yang memengaruhi keseimbangan halus ini akan mempengaruhi bau serta jenis keputihan dan konsistensinya,” ucap dr Ross.

Cara Menghilangkan Bau Vagina

Cara menghilangkan bau pada vagina sebenarnya tergantung pada penyebabnya. Jika seseorang mengidap trikomoniasis, bau tersebut mungkin perlu diatasi dengan obat-obatan. Jika penyebab bau vagina adalah Bakterial Vaginosis (BV), mungkin perlu diobati dengan antibiotik.

Selain kondisi tersebut, yang perlu diperhatikan jika ingin menghilangkan bau pada vagina adalah dengan mengatur pola makan dan menjaga kebersihan diri dan vagina.

Simak Video “Mengenal Teknologi Chip ‘Vagina’: Fungsi hingga Cara Kerja
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)