Tag: penurunan

5 Minuman yang Paling Sering Bikin Gagal Food plan, Bisa Hambat Penurunan BB

Jakarta

Bagi beberapa orang, menurunkan berat badan mungkin bukan perkara gampang. Sudah mencoba cara ini-itu sampai membatasi asupan makanan yang disuka, berat badan masih saja tak kunjung turun.

Banyak orang hanya berfokus pada pembatasan asupan makanan ketika ingin menurunkan berat badan. Padahal di samping asupan makanan, rupanya ada lho beberapa jenis minuman yang secara tak disadari, sering bikin gagal eating regimen.

Dikutip dari Womens Well being, inilah beberapa minuman yang harus dihindari jika ingin sukses menurunkan berat badan:

1. Minuman Kopi

Minuman kopi dengan tambahan krim di dalamnya bisa mengacaukan rencana penurunan berat badan. Daripada menambahkan krim, sebaiknya campurlah sedikit susu murni yang bisa mengurangi kalori dalam tubuh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagi penggemar kopi, tidak ada salahnya menambahkan sedikit gula. Namun pastikan kadarnya tak berlebihan, agar minuman kopi tak malah menghambat tujuan penurunan berat badan.

2. Es Teh

Hampir semua es teh mengandung banyak gula tambahan, terlebih yang dikemas dalam botol. Sebagai alternatif, sebaiknya buat sendiri hidangan minuman teh di rumah agar asupan gulanya lebih bisa dikontrol.

3. Jus

Jus menjadi salah satu minuman yang digemari banyak orang. Namun siapa sangka ternyata minuman ini juga bisa menghambat penurunan berat badan, yakni jika mengandung gula tambahan dalam kadar tinggi.

Gula dalam jus dicerna dengan cepat oleh tubuh karena tidak ada nutrisi lainnya seperti lemak maupun protein yang bisa memperlambatnya. Meski jus jauh lebih baik dari soda, seharusnya minuman yang satu ini hanya mengandung gula alami agar tak malah bikin gagal eating regimen.

Makin Anjlok! Pertama Kalinya, Seluruh Wilayah Jepang Catat Penurunan Populasi


Jakarta

Jepang diterpa krisis populasi gegara banyak warganya tidak mau punya anak. Imbasnya, populasi Jepang turun sebanyak 801 ribu pada 2022 dari tahun sebelumnya, dengan whole menjadi 122.423.038. Hal itu menandai penurunan terbesar untuk pertama kalinya di seluruh 47 prefektur Jepang.

Hal itu diungkapkan melalui information pemerintah pada Rabu (26/7/2023). Mereka mencatat, untuk pertama kalinya, seluruh prefektur di Jepang mencatat penurunan populasi secara bersamaan sejak survei dimulai pada 1968.

Dikutip dari The Mainichi, per 1 Januari 2023, populasi Jepang, termasuk penduduk asing, mencapai 125.416.877, turun sekitar 511.000 dari tahun sebelumnya. Hal itu tercatat dalam survei demografi oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi.

Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah Jepang kini terdesak untuk mengembangkan langkah-langkah mengatasi penurunan angka kelahiran. Sembari itu, mereka juga harus meningkatkan kesempatan kerja bagi kaum muda dan para perempuan.

Perdana Menteri Fumio Kishida menyoroti, negaranya memerlukan upaya yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Tak lain, demi mendongkrak angka kelahiran dan sebagai upaya terakhir untuk menahan penurunan populasi hingga 2030. Pasalnya sempat muncul prediksi, warga berusia muda di Jepang akan punah pada tahun tersebut.

Warga negara Jepang menurun selama 14 tahun berturut-turut pada tahun 2022, dengan rekor terendah 772.000 kelahiran di Jepang secara signifikan dilampaui oleh rekor tertinggi 1,57 juta kematian.

Menurut prefektur, hanya Tokyo yang mengalami peningkatan populasi secara keseluruhan. Itu pun berkat banyaknya orang asing yang masuk ke ibu kota Jepang. Sementara Prefektur Akita di timur laut Jepang mengalami penurunan populasi terbesar sebesar 1,65 persen.

Di antara kotamadya, sebanyak 92,4 persen mengalami penurunan populasi warga negara Jepang. Sementara yang mengalami peningkatan tercatat ada hanya sebanyak 7,6 persen.

Warga berusia 14 tahun ke bawah menyumbang 11,82 persen dari populasi Jepang, turun 0,18 poin persentase dari tahun sebelumnya. Sementara itu, orang berusia 65 tahun ke atas meningkat 0,15 poin menjadi 29,15 persen.

Penduduk yang bekerja atau terhitung dalam rentang usia antara 15 dan 64 tahun, naik sebesar 0,03 poin menjadi 59,03 persen dari keseluruhan penduduk.

Simak Video “Kehadiran WNA Bantu Menutupi Krisis Populasi di Jepang
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

GemarPosting : Banyuasin Juara  dalam pelaksanaan aksi Konvergensi penurunan stunting

Konvergensi Stunting adalah pendekatan penyampaian intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terintegrasi, dan bersama-sama untuk mencegah stunting kepada sasaran prioritas.

Aksi konvergensi percepatan penurunan stunting terintegrasi untuk meningkatkan kualitas pendekatan pelaksanaan program dan kegiatan intervensi gizi pada sasaran 1000 HPK secara lebih efektif.

Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi penurunan stunting Tahun 2021 di Kabupaten Banyuasin dilakukan sesuai juknis dan pedoman pelaksanaan 8 aksi yang diterbitkan oleh kemendagri-ditjen Bina Bangda. Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus berkomitmen menurunkan angka stunting sejak ditetapkan menjadi lokus stunting pada Tahun 2019.

Atas komitmen bersama dalam aksi konvergensi penurunan stunting dan penyusunan dokumen dalam penilaian kinerja pelaksanaan 8 aksi konvergensi secara terintegrasi, Kabupaten Banyuasin meraih penghargaan terbaik pertama tingkat Provinsi Sumatera Selatan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tahun 2022.

Kunci keberhasilan dalam penurunan stunting adanya konvergensi dan kolaborasi dari semua stakholder atau lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan. Hasil ini dibuktikan dengan Kabupaten Banyuasin dapat menurunkan prevalensi stunting selama 2 tahun terakhir sebesar 6,28% yaitu dari 28,28% (Tahun 2019) menjadi 22 % (Tahun 2021).

Apresiasi khususnya dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin kepada semua tim percepatan penurunan stunting dari Kabupaten hingga degree Puskesmas, karena melalui enter knowledge pengukuran tinggi badan balita di posyandu melalui ePPGBM dan intervensinya, maka publikasi knowledge stunting tingkat Kabupaten dapat terwujud. Keakuratan knowledge ini yang nantinya digunakan pemangku kebijakan di Pemerintah Kabupaten Banyuasin untuk menindaklanjuti dan menentukan intervensi gizi yang tepat hingga tingkat desa agar dapat dilaksanakan semua stakeholder dan lintas sektor terkait dalam upaya percepatan penurunan stunting.

#Banyuasinsehat#Gemarposting#cegahstunting#Begesah#Inovasi#RuangBegesah#Begesahdinkes#GedisBerias#GEserban#GemasSenyumanPangan#SaudagarJamur