Tag: Penyakit

Cerita Pejuang Stiff Individual Syndrome, Penyakit Langka Seperti Diidap Celine Dion

Jakarta

Celine Dion tengah berjuang melawan penyakit langka stiff particular person syndrome (SPS) atau sindrom orang kaku yang membatasi aktivitas sehari-harinya. Keluarga mengabarkan bahwa penyakit tersebut membuat Celine Dion kini tak bisa mengontrol ototnya.

Menurut Nationwide Institute of Neurological Issues and Stroke, sindrom orang kaku memiliki kemiripan dengan penyakit autoimun, yaitu sistem kekebalan tubuh menyerang selnya sendiri. Orang dengan kondisi ini sering mengalami kejang otot di batang tubuh, lengan, atau kaki dan menjadi lebih sensitif terhadap kebisingan dan sentuhan. Pemicu emosional, termasuk stres, dapat memperburuk kejang otot.

Hanya sekitar satu dari satu juta orang yang mengidap sindrom orang kaku, dan penyakit ini menyerang wanita dua kali lebih banyak dibandingkan pria. Banyak orang, seperti Dion, menghabiskan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun untuk mencari penyebab kejang yang mereka alami, karena gejalanya bisa mirip dengan beberapa kelainan autoimun lainnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pasien tersebut adalah Maureen Materna, 74 tahun dari Cleveland, Ohio, yang telah berjuang melawan penyakit sejak 2011. Seperti analysis Dion, dokter memerlukan waktu beberapa saat untuk mengetahui penyakitnya.

“Saya selalu sangat aktif, saya berjalan kaki, bersepeda, dan berolahraga, dan merupakan salah satu dari orang-orang yang melakukan 20 juta hal sekaligus,” kata Materna kepada TIME.

Kemudian, dia mulai mengalami kram hebat di kakinya dan tidak kunjung hilang. Episode tersebut akan berlangsung sekitar 45 menit dan membuatnya menjerit kesakitan. Namun sebaliknya, dia sehat.

Setelah mengunjungi ruang gawat darurat, dokter memberinya infus Valium untuk mengatasi rasa sakitnya, dan hal ini membantu, tetapi dia masih tidak tahu mengapa dirinya mengalami kejang. Dua tahun dan sekitar 20 dokter kemudian, seorang spesialis neuromuskular akhirnya mendiagnosis dia mengidap sindrom orang kaku, berdasarkan gejalanya dan fakta bahwa Valium adalah satu-satunya intervensi yang tampaknya mengurangi sebagian rasa sakitnya.

“Sampai hari ini ketika saya menemui dokter untuk mengetahui hal lain dan mereka mengetahui bahwa saya mengidap sindrom orang kaku, saya tidak dapat memberi tahu Anda berapa banyak [dari mereka] yang berkata, ‘Apa itu? Saya tidak pernah mendengarnya.'”

Bagaimana rasanya mengidap stiff particular person syndrome?

Materna tidak bisa duduk dalam waktu lama, jadi meskipun dia sedang menonton televisi, dia harus bangun setiap 20 menit atau lebih. Penguncian ototnya membuat dia tidak bisa menemani suami dan cucu-cucunya ke pertunjukan, di mana dia harus duduk dalam waktu lama.

Hingga tahun lalu, sandal kamar menjadi satu-satunya alas kaki yang membuat kakinya nyaman. Dia berjalan setiap hari, untuk menjaga dirinya tetap aktif, tapi itu adalah sebuah tantangan.

“Rasanya seperti saya berjalan di atas pecahan kaca,” katanya. “Tapi aku bukan tipe orang yang suka berbaring di tempat tidur. Saya suka melihat tetangga saya dan mengalihkan perhatian saya dan agak lupa bahwa rasa sakit itu ada.”

Simak Video “Mengenal Stiff Individual Syndrom yang Dialami Celine Dion
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

10 Manfaat Bercinta buat Kesehatan, Salah Satunya Cegah Penyakit Ini

Jakarta

Tak hanya merekatkan hubungan pasutri, hubungan seks yang berkualitas juga bisa membawa banyak dampak baik buat kesehatan fisik dan psychological. Memang, seperti apa huhungannya?

Hal itu telah dibuktikan dalam sejumlah penelitian. Dikutip dari Medical WebMD, berikut adalah sederet manfaat seks buat kesehatan:

1. Meningkatkan imunitas tubuh

Orang yang aktif secara seksual memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih tinggi sehingga tubuhnya akan terlindung dari infeksi kuman dan virus.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para peneliti di Wilkes College di Pennsylvania menemukan bahwa orang yang melakukan hubungan seks sekali atau dua kali dalam seminggu memiliki tinggat antibodi tertentu yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang lebih jarang melakukan hubungan seks.

2. Meningkatkan libido

Berhubungan seks akan membuat kehidupan seks pasutri semakin baik dan meningkatkan libido keduanya.

Bagi wanita, berhubungan seks akan meningkatkan lubrikasi vagina, aliran darah, dan elastisitas yang semuanya membuat seks terasa lebih baik. Walhasil, gairah seks akan meningkat.

3. Meningkatkan kontrol kandung kemih wanita

Dasar panggul yang kuat penting untuk menghindari inkontinensia, sesuatu yang akan mempengaruhi sekitar 30 persen wanita pada suatu saat dalam hidup mereka.

Seks yang baik adalah seperti latihan untuk otot-otot dasar panggul. Ketika wanita mengalami orgasme, hal ini menyebabkan kontraksi pada otot-otot tersebut, yang akan memperkuatnya.

4. Menurunkan tekanan darah

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara seks dan tekanan darah rendah. Bahkan, satu penelitian terkemuka menemukan bahwa berhubungan seksual menurunkan tekanan darah sistolik, yakni tekanan darah saat jantung berkontraksi.

Geger Pria di Peru Kena Virus Baru, Picu Penyakit Mirip Malaria dan DBD


Jakarta

Virus yang belum pernah terlihat sebelumnya yang menyebabkan penyakit mirip malaria telah terdeteksi di Peru.

Penyakit ini pertama kali terdeteksi pada seorang pria berusia 20 tahun, yang pergi ke rumah sakit setelah mengalami demam, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, dan gejala lainnya selama dua hari.

Dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab penyakit misterius yang diidap pria tersebut. Akan tetapi, penyelidikan laboratorium lebih lanjut mengungkapkan patogen yang sebelumnya tidak diketahui.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Virus ini digolongkan sebagai phlebovirus, yang menyebabkan penyakit demam akut, termasuk malaria dan demam Rift Valley. Demam Rift Valley bisa berakibat deadly jika berkembang menjadi sindrom demam berdarah, menyebabkan perdarahan dari mulut, telinga, mata, dan organ dalam.

Phlebovirus biasanya menyebar melalui gigitan serangga, seperti lalat pasir, nyamuk, atau kutu. Ada 66 spesies phlebovirus, sembilan di antaranya ditemukan menyebabkan penyakit demam di Amerika Tengah dan Selatan.

Namun dari complete spesies tersebut, hanya tiga yang terdeteksi di Peru, yakni virus Echarate (ECHV), virus Maldonado, dan virus Candiru.

Lebih lanjut, virus yang terdeteksi di Rumah Sakit De La Merced Chanchamayo pada tahun 2019 itu tampaknya tidak seperti yang pernah terlihat sebelumnya. Analisis menunjukkan, virus yang benar-benar baru ini terbentuk oleh virus ECHV yang bertukar fragmen DNA dengan virus lain, dikenal sebagai ‘peristiwa rekombinan’.

Dalam jurnal Rising Infectious Illnesses, para peneliti memperingatkan virus tersebut kemungkinan sudah beredar di hutan Peru dan pemantauan harus tetap dilakukan.

Mereka juga menyoroti penyakit baru ini tampak serupa dengan penyakit tropis lainnya, sehingga mungkin sulit untuk diidentifikasi.

“Temuan kami menunjukkan bahwa varian baru ECHV sedang beredar di hutan Peru tengah,” kata mereka, dikutip dari Mirror.

“‘Karena gejala klinis dari infeksi varian ini juga [mirip dengan] demam berdarah dengue, malaria, dan penyakit menular tropis lainnya yang umum terjadi di wilayah ini, pengawasan biologis yang berkelanjutan diperlukan untuk mendeteksi patogen baru,” lanjut peneliti.

Penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk menentukan seberapa luas varian baru ini di wilayah Peru, serta mengidentifikasi vektor dan reservoir potensial yang terlibat dalam penularannya.

MailOnline melaporkan, pimpinan kesehatan di Inggris, termasuk Badan Keamanan Kesehatan Inggris, telah menyerukan agar pasien dengan penyakit penyebab demam dipantau, untuk mendeteksi penyakit baru.

Simak Video “Kata Kemenkes soal Keamanan Program Pengendalian DBD Lewat Wolbachia
[Gambas:Video 20detik]
(suc/naf)

Nyeri Perut Sebelah Kanan, Tanda Sakit Apa? Waspadai 7 Penyakit Ini

Jakarta

Sakit perut adalah kondisi yang umum terjadi dan dialami banyak orang. Namun jika sakit atau nyeri perut secara spesifik terjadi di sebelah kanan, maka hal ini perlu diwaspadai. Sebab, ada sejumlah penyakit yang bisa jadi pemicu, dan beberapa bisa menyebabkan kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Dikutip dari Well being.com, ada sejumlah organ penting yang berada di rongga perut sebelah kanan, mulai dari lambung, usus, hati, hingga ginjal. Jika salah satu atau beberapa organ tersebut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan gejala berupa nyeri perut sebelah kanan. Karena itu, sakit perut sebelah kanan tidak boleh dianggap remeh.

Lantas, apa saja penyebab nyeri perut sebelah kanan? Simak pembahasan berikut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kanan

1. Sembelit

Salah satu penyebab nyeri perut sebelah kanan adalah sembelit. Sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar.

Ketika sembelit, perut akan terasa kembung dan menyebabkan rasa sakit akibat tidak bisa buang angin atau tinja yang mengeras. Seseorang bisa mengalami sembelit jika sangat jarang buang air besar, misalnya hanya satu kali dalam seminggu.

Sembelit yang tak kunjung membaik dapat memunculkan gejala tambahan seperti mual, muntah, dan pembengkakan pada perut.

2. Batu Empedu

Penyebab nyeri perut sebelah kanan selanjutnya adalah batu empedu. Dikutip dari Mayo Clinic, batu empedu atau gallstones adalah kondisi yang disebabkan oleh pembentukan batu di dalam kantung atau saluran empedu.

Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol dan bilirubin di dalam kantung empedu. Endapan tersebut muncul ketika cairan empedu tidak mampu melarutkan kolesterol dan bilirubin berlebih yang diproduksi hati.

Batu empedu umumnya merupakan kondisi ringan yang tidak membutuhkan penanganan di rumah sakit. Namun jika sudah menyumbat saluran empedu, maka harus segera ditangani karena dapat mengancam nyawa.

3. Batu Ginjal

Sama seperti batu empedu, batu ginjal juga disebabkan oleh adanya endapan padat di dalam ginjal. Perbedaannya adalah endapan batu ginjal terbentuk dari zat kimia dalam urine seperti kalsium, asam oksalat, dan fosfor.

Batu ginjal dapat berpindah melalui saluran urine sehingga bisa menimbulkan rasa sakit. Jika kondisi ini tidak terdeteksi sejak dini maka dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal.

4. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu atau apendisitis bisa menjadi salah satu penyebab nyeri perut sebelah kanan. Apendisitis terjadi akibat adanya sumbatan pada usus buntu. Umumnya, sumbatan tersebut disebabkan oleh infeksi.

Rasa nyeri akibat apendisitis biasanya mulai terasa di sekitar pusar dan menjalar menuju perut sebelah bawah. Selain nyeri, apendisitis juga menimbulkan gejala seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, sembelit, kembung, dan demam.

5. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Dikutip dari NHS, irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah kondisi akibat gangguan pencernaan kronis yang memengaruhi sistem pencernaan. Pengidap IBS umumnya mengalami gejala seperti kram perut, kembung, diare, dan sembelit.

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara pasti penyebab dari IBS. IBS adalah kondisi yang dapat menetap dalam waktu yang lama dan mengganggu rutinitas sehari-hari bila gejalanya tidak ditangani.

6. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Umumnya, penyakit ini dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, atau akibat penyakit autoimun.

Karena infeksi disebabkan oleh virus, hepatitis dapat menular antar orang. Selain nyeri perut sebelah kanan, pengidap hepatitis juga mengalami tanda lain seperti mual, kelelahan, hingga diare.

7. Limfadenitis Mesenterika

Penyebab nyeri perut sebelah kanan yang terakhir adalah limfadenitis mesenterika. Dikutip dari Mayo Clinic, limfadenitis mesenterika adalah kondisi yang disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan pada kelenjar getah bening dalam perut.

Limfadenitis mesenterika menyerang kelenjar getah bening pada jaringan yang bernama mesenterika. Mesenterika sendiri adalah jaringan yang menghubungkan usus ke dinding perut. Limfadenitis mesenterika disebabkan oleh infeksi virus dan sering terjadi pada anak-anak serta remaja.

Simak Video “Menkes Ungkap 4 Jenis Kanker yang Paling Banyak Diidap Anak-anak
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)

Gejala Diabetes Bisa Mirip Penyakit Menular Seksual, Seperti Apa?


Jakarta

Pada beberapa kasus, seorang pengidap diabetes tak menyadari dirinya tengah mengidap penyakit tersebut lantaran tak mengalami gejala yang signifikan. Padahal, penting untuk seorang pasien menyadari penyakitnya sesegera mungkin demi bisa mendapatkan penanganan tepat.

Menurut Nationwide Well being Service (NHS), seorang pengidap diabetes tipe 2 bisa hidup dengan penyakit tersebut selama bertahun-tahun tanpa menyadari. Pasalnya, beberapa gejala awal yang muncul sangat tidak kentara sehingga seringkali disalahartikan sebagai kondisi lain. Bahkan, gejala tersebut bisa dikira sebagai tanda penyakit menular seksual (PMS).

Salah satu gejala paling tidak biasa dari penyakit diabetes adalah gatal di space kelamin, yang dapat berdampak pada pria dan wanita. Jika seorang pasien aktif secara seksual, gejala ini mungkin dikira sebagai tanda-tanda PMS.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diabetes.co.uk menerangkan, gatal pada alat kelamin bisa menjadi tanda diabetes karena adanya peningkatan kadar glukosa darah pada penderita penyakit tersebut. Gula darah yang tinggi menciptakan kondisi splendid bagi pertumbuhan jamur, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadi infeksi jamur di space genital.

“Diabetes juga dapat menyebabkan kandungan glukosa yang lebih tinggi dalam urine, tempat lain yang sangat cocok bagi jamur untuk berkembang biak,” terang situs tersebut dikutip dari Mirror Information UK, Rabu (15/11/2023).

Selain gatal pada space alat kelamin, gejala diabetes lainnya yakni sering ingin buang air kecil, merasa haus luar biasa, lelah terus-menerus, berat badan turun tanpa diusahakan, serta luka dan lecet yang membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Simak Video “Waspada Diabetes pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Mengenal Tes HBsAg untuk Deteksi Penyakit Hepatitis B

Jakarta

HBsAg adalah kepanjangan dari Hepatitis B Floor Antigen (antigen permukaan hepatitis B). Ini merupakan protein yang muncul dalam darah ketika seseorang terinfeksi hepatitis B.

Untuk mengetahui apakah seseorang terkena penyakit hepatitis B atau tidak, maka tes HBsAg dapat dilakukan. Namun, apa itu tes HBsAg? Simak informasinya pada uraian berikut.

Apa Itu Tes HBsAg?

Dilansir situs Verywell Well being, tes HBsAg adalah tes darah yang mendeteksi antigen permukaan hepatitis B. Kadar HBsAg yang tinggi biasanya bisa mengindikasi aktif atau tidaknya infeksi hepatitis B virus (HBV) dalam tubuh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

HBsAg adalah lapisan luar dari sel HBV. Bagian tengah sel mengandung DNA virus, sementara di sekelilingnya terdapat protein yang disebut hepatitis B core antigen (HBcAg).

HBsAg mengelilingi HBcAg dan menjadi komponen terselubung yang melindungi virus dari serangan sistem imun alami tubuh. Tapi, sistem kekebalan tubuh bekerja sampai menembus komponen ini untuk membunuh virus.

Di saat sistem imun berhasil merusak virus, maka akan ada sisa-sisa HBsAg yang tertinggal dalam puing-puing seperti darah. Dan inilah yang bisa terdeteksi oleh tes laboratorium.

Adapun hepatitis B adalah infeksi pada organ hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B virus. Virus dapat menyebar saat kamu bersentuhan dengan darah, luka, maupun cairan tubuh seseorang yang mengidap hepatitis B.

Pada sebagian orang, hepatitis B dapat bersifat ringan dan hanya berlangsung dalam waktu singkat. Kasus hepatitis B jangka pendek (akut) mampu menjadi kronis dan dapat menyebabkan gagal hati, kanker, dan kondisi yang mengancam nyawa.

Hepatitis B merupakan penyakit yang serius. Namun, pengidap hepatitis B akut tidak selalu mengalami gejala. Jika mengalami gejala, mungkin seperti penyakit kuning, kotoran berwarna terang, demam, kelelahan dalam waktu lama, nyeri perut hingga sendi.

Gejala pada infeksi kronisnya juga tidak selalu muncul. Kalau muncul, gejalanya kemungkinan akan sama dengan gejala kasus akut. Dan gejala juga tidak timbul pada 1-6 bulan setelah tertular HBV, sehingga kamu mungkin tidak merasakan apa-apa bila terkena penyakit ini.

Menurut laman WebMD, sekitar sepertiga dari orang yang mengidap hepatitis B tidak merasakan bahwa diri mereka terkena penyakit ini. Mereka baru mengetahui terjangkit hepatitis B melalui tes HBsAg ini.

Siapa yang Harus Melakukan Tes HBsAg?

Setiap orang bisa melakukan tes HBsAg secara berkala atau minimal sekali dalam seumur hidup. Tapi, kamu dapat mengikuti tes ini jika mengalami gejala dari hepatitis B yang meliputi:

Penyakit kuning, seperti kulit, bagian putih mata, serta air kencing berubah menjadi kuning, cokelat, atau oranye

  • Kotoran berwarna pucat
  • Demam
  • Kelelahan yang berlangsung dalam waktu lama
  • Gangguan perut seperti kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah
  • Nyeri perut dan sendi.

Selain itu, pemeriksaan HBsAg bisa dilakukan secara rutin selama masa kehamilan, sebelum mendonorkan darah atau organ, sebelum memulai terapi imunosupresif, hingga pada individu yang berisiko lebih tinggi terkena HBV.

Dengan melakukan tes ini, seseorang akan teridentifikasi apakah terkena hepatitis B akut atau kronis. Sehingga mereka juga dapat memperoleh vaksinasi hepatitis B setelahnya.

Penjelasan tentang Hasil Tes HBsAg

Setelah melakukan tes HBsAg maka kamu akan mendapatkan hasil positif atau negatif. Berikut penjelasan hasilnya:

1. Hasil HBsAg Positif

Jika hasil tes menunjukkan positif maka kamu kemungkinan terinfeksi hepatitis B. Tak hanya itu, kamu bisa tahu apakah terkena hepatitis B akut atau kronis. Hasil tes HBsAg yang positif dapat pula menandakan bahwa kamu bisa menularkan virus ke orang lain.

Tapi, vaksin hepatitis B disebutkan juga bisa menyebabkan hasil tes HBsAg positif, lho. Maka itu, jika kamu baru mendapat dosis vaksin hepatitis B maka bisa saja dokter menyarankan untuk menunggu sebulan lagi untuk melakukan tes HBsAg ulang.

2. Hasil HBsAg Negatif

Jika hasil tes HBsAg menyatakan negatif maka artinya antigen permukaan virus hepatitis tidak ditemukan pada sampel darah kamu. Itu menunjukkan pula kalau kamu tidak terinfeksi penyakit hepatitis B.

Tes Lain untuk Analysis Hepatitis B

Selain tes HBsAg, ada juga beberapa tes lain yang dilakukan bersama untuk mengidentifikasi apakah ada infeksi HBV dalam tubuh atau tidak. Berikut beberapa tes lain untuk prognosis hepatitis B:

1. Tes Anti-HBs

Tes anti-HBs atau Hepatitis B Floor Antibody (antibodi permukaan hepatitis B) adalah tes yang menunjukkan kekebalan dari infeksi HBV, baik karena pemulihan setelah infeksi atau dari vaksinasi.

2. Tes Anti-HBc

Tes anti-HBc atau Whole Antibody to Hepatitis B core Antigen (antibodi whole terhadap antigen inti hepatitis B) adalah tes yang mengukur antibodi dan menunjukkan apakah kamu pernah memiliki infeksi HBV aktif. Anti-HBc muncul pada awal infeksi HBV dan mampu bertahan seumur hidup.

3. Tes IgM Anti-HBc

Tes IgM Antibody to Hepatitis B core Antigen (antibodi IgM terhadap antigen inti hepatitis B) adalah tes yang menunjukkan apakah infeksi HBV akut telah terjadi dalam kurun waktu 6 bulan terakhir atau tidak.

Itu tadi penjelasan mengenai tes HBsAg untuk mendeteksi penyakit hepatitis B. Jadi, apakah kamu sudah melakukan tes satu ini dan tes-tes hepatitis B lainnya, detikers?

Simak Video “ Upaya Kemenkes Atasi Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak
[Gambas:Video 20detik]
(inf/inf)

Sederet Hal yang Bikin Penyakit Darah Tinggi, Sering Marah-marah Termasuk?

Jakarta

Tak heran penyakit hipertensi atau darah tinggi ditakuti banyak orang. Pasalnya, kondisi ini bisa menjadi biang kerok dari beragam penyakit serius, termasuk risiko serangan stroke. Lantas, sebenarnya apa saja sih kebiasaan yang bisa memicu hipertensi? Benarkah sering marah-marah termasuk?

Dokter spesialis saraf sekaligus anggota Dewan Pembina Perhimpunan Hipertensi Indonesia (InaSh) Prof Dr dr Yuda Turana, SpS, menjelaskan, salah satu faktor risiko hipertensi adalah terlalu banyak asupan garam. Makanan seperti mi instan misalnya, kandungan garam dalam satu porsinya saja sudah melebihi batas maksimal asupan garam seseorang dalam satu hari.

Selain itu, ada kebiasaan-kebiasaan lain yang bisa memicu risiko hipertensi pada seseorang. Salah satunya, tak lain kondisi sering stres misalnya akibat beban kerja yang besar.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Alkohol, merokok, lalu orang Asia cenderung ada ‘morning hypertension’. Hati-hati pagi-pagi sudah mau kerja, jangan sampai stres di tempat kerja. Kemudian orang kurang train (aktivitas fisik), merokok, itu (faktor risiko hipertensi),” jelas dr Yuda saat ditemui detikcom di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (24/10/2023).

Sakit Kepala Bukan Gejala Hipertensi!

Banyak orang mengira, salah satu gejala hipertensi adalah sakit kepala. Padahal sebenarnya, bukan hipertensi yang menyebabkan sakit kepala. Justru sebaliknya, sakit kepala yang menyebabkan tekanan darah naik.

Dalam kesempatan terpisah, dokter spesialis neurologi dr Sigit Dewanto H, SpN, FINS, FINA menegaskan, jika muncul keluhan sakit kepala dan ketika melakukan pengukuran tensi ketahuan bahwa tekanan darah meningkat, hal yang perlu dilakukan pertama adalah pengobatan terhadap sakit kepalanya lebih dulu.

“Yang harus saya garis bawahi, Anda merasa nggak nyaman misalnya sakit kepala. Itu menahan nyeri, tensi menjadi naik. Itu mekanisme badan. Bukan dibalik,” tutur dr Sigit.

“Yang orang tahu kan tensi naik menjadi sakit kepala. Padahal kebalik. Karena dia menahan nyeri, tensi menjadi naik. Makanya kalau yang perempuan, paling sering lagi lahiran tensinya naik. Nyeri banget soalnya,” pungkasnya.

Simak Video “Indra Bekti Punya Riwayat Hipertensi Setahun Terakhir
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

8 Makanan untuk Membersihkan Darah Kotor, Bantu Cegah Berbagai Penyakit

Jakarta

Darah dalam tubuh bertanggung jawab dalam berbagai hal, mulai dari mengangkut oksigen ke seluruh organ hingga bantu mengatur suhu tubuh. Dengan peran yang sedemikian penting, tak mengherankan kalau sebagian orang mencari cara agar darah mereka tetap terjaga sehat. Salah satunya dengan mengkonsumsi makanan pembersih darah.

Namun faktanya, beberapa organ tubuh sudah ada yang bertugas untuk membersihkan darah hampir sepanjang waktu. Dilansir situs Medical Information At present, organ yang berperan dalam detoks darah, yaitu hati, ginjal, dan paru-paru.

Mereka memainkan peran signifikan dalam proses detoksifikasi darah, seperti menyaring dan mengubah racun dari darah, hingga membuang limbah darah dan mengeluarkannya dari tubuh. Selain beberapa organ tersebut, organ lain turut terlibat dalam pembersihan darah, seperti kulit, usus, limpa, dan sistem limfatik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kinerja organ-organ tersebut sangat efektif dan alami ketika dalam keadaan sehat. Demikian, beberapa natural dan makanan pembersih darah yang dikonsumsi sebenarnya berperan dalam membantu organ detoks untuk melakukan tugasnya dengan lebih baik.

Lantas, apa saja makanan pembersih darah yang dapat dikonsumsi? Cek uraian berikut ini.

Makanan Pembersih Darah

Ada beberapa makanan yang bisa dimakan untuk bantu kemampuan organ detoks dalam membersihkan darah. Dikutip dari laman Healthline, berikut di antaranya:

1. Ikan

Ikan jenis tertentu, seperti salmon, tuna, dan sarden, mengandung asam lemak omega-3 yang tinggi. Omega-3 terbukti mampu turunkan kadar trigliserida darah dan menurunkan tekanan darah, di mana keduanya bisa bantu kinerja hati dan ginjal menjadi lebih baik.

Namun ingat, ikan adalah sumber protein tinggi. Sehingga kalau punya penyakit ginjal, kamu perlu membatasi jumlah asupan makanan berprotein tinggi. Ini karena dapat mempengaruhi organ ginjal untuk bekerja lebih keras.

2. Brokoli

Sayuran silangan seperti brokoli kerap direkomendasikan untuk pengidap penyakit ginjal. Lantaran sayur ini mengandung gizi dan antioksidan yang tinggi, serta sudah terbukti bisa kurangi risiko sejumlah jenis kanker.

Selain brokoli, sayur silangan lain yang dapat dikonsumsi seperti kubis, kembang kol, kubis Brussel. Kamu bisa memakannya mentah, direbus, atau memasukkan dalam hidangan sup.

3. Bawang Putih

Bawang putih memiliki sifat antiinflamasi serta bisa bantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Jika tekanan darah terlalu tinggi maka dapat merusak pembuluh darah di ginjal. Karena itu, konsumsi bawang putih bagus untuk menjaga kesehatan ginjal.

4. Sayuran Berdaun Hijau

Sayuran dengan daun hijau, seperti selada, bayam, sawi, atau kangkung mengandung nutrisi penting dan antioksidan yang dapat mencegah sejumlah penyakit. Sayuran hijau ini juga bisa meningkatkan enzim dalam hati yang mampu bantu meningkatkan proses detoksifikasi darah.

5. Buah Bit

Buah bit disebut sebagai sumber alami senyawa nitrat dan betalain yang bisa bantu kurangi peradangan kerusakan oksidatif pada organ hati. Penelitian juga menunjukkan bahwa bit dapat meningkatkan produksi enzim yang secara alami mendetoksifikasi tubuh.

6. Kunyit

Kunyit dapat bantu melawan peradangan dan meningkatkan fungsi hati. Senyawa kurkumin yang dikandungnya mampu menangkal berbagai masalah dalam tubuh. Jika diolah menjadi susu kunyit, ia bermanfaat dalam menghasilkan sel darah merah, bertindak sebagai tonik kesehatan, dan memberikan nutrisi bagi tubuh.

7. Buah Beri

Buah beri seperti blueberry dan cranberry dapat menjaga kesehatan hati serta ginjal. Blueberry mengandung antioksidan tinggi yang bisa melindungi hati dari kerusakan. Adapun cranberry bisa mencegah bakteri menempel pada saluran kemih sehingga melindungi ginjal dari infeksi.

8. Apel

Gula darah yang tinggi mampu merusak organ ginjal. Adapun apel mengandung serat pektin yang tinggi, di mana serat ini bisa bantu mengatur kadar gula dalam darah. Dengan rutin mengkonsumsi buah apel maka kesehatan ginjal bisa terkendali.

Itu dia sederet makanan yang dapat dikonsumsi untuk tingkatkan kemampuan organ detoks dalam membersihkan darah.

Simak Video “Penyebab Golongan Darah A Lebih Rentan Kena Stroke di Usia Muda
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Duh, Ternyata BAB Sambil Important HP Bisa Picu Sederet Penyakit Ini

Jakarta

Tak bisa dipungkiri, beberapa orang seringkali membawa handphone (HP) ke bathroom saat Buang Air Besar (BAB). Alasannya tak lain untuk mengatasi rasa kebosanan. Padahal, kebiasaan buruk seperti ini bisa memicu penyakit serius lho.

Dikutip dari World of Buzz, belum lama ini seorang pria 24 tahun di Chongqing, China, lumpuh akibat kelamaan duduk di bathroom. Kabarnya, ia berlama-lama buang air besar atau BAB sambil memainkan ponsel untuk mengatasi rasa bosan. Biasanya, ia memang butuh waktu yang tidak sebentar sebelum menuntaskan hajatnya.

Setelah 30 menit berlalu, pria tanpa disebutkan namanya itu tak kunjung selesai buang air besar. Keluarganya pun curiga lalu memeriksanya di bathroom. Saat dicek, pria tersebut sudah terbaring di lantai dan tak sadarkan diri.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walhasil keluarganya langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter mengatakan, sirkulasi darah di tubuhnya terhambat akibat duduk terlalu lama, ditambah lagi sirkulasi udara di toiletnya tidak bagus sehingga memicu defisiensi oksigen.

Pengalaman tersebut terjadi 3 tahun lalu. Sebelumnya, pria ini dilaporkan sehat dan tidak memiliki kondisi kesehatan.

Melihat pengalaman yang dialami pria tersebut, tentunya perlu berpikir panjang sebelum berlama-lama duduk di bathroom. Kebiasaan seperti ini memang sejak lama menjadi perhatian para pakar kesehatan. Dikutip dari Occasions of India, berikut informasinya.

1. Rentan tertular penyakit

Rest room atau kamar mandi adalah tempat yang dihuni banyak sekali kuman. Segala elemen di kamar mandi menampung kuman seperti keran, pintu dan gagang pintu, serta pengering tangan.

Tangan pasti bersentuhan dengan benda-benda tersebut sehingga kuman bisa berpindah ke ponsel.

Studi yang diterbitkan di Journal Annals of Scientific Microbiology and Antimicrobials menemukan, 95 persen ponsel petugas kesehatan dipenuhi bakteri penyebab infeksi seperti, salmonella, E Coli, dan C Difficile.

2. Membawa ‘Ribuan’ Kuman

Studi lain yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Arizona menemukan ponsel pintar membawa bakteri sepuluh kali lebih banyak daripada bathroom.

Hal ini dikarenakan saat seseorang mencuci tangan menggunakan bathroom, ia tak membersihkan ponsel atau HP-nya.

Akibatnya kuman dan bakteri penyebab penyakit tetap menempel dan mudah menyebabkan infeksi. Bakteri dan virus yang ada di ponsel bersentuhan dengan berbagai bagian tubuh dan permukaan saat seseorang menyimpannya di luar atau mengirim pesan setelahnya.

NEXT: Memicu Kecemasan

Simak Video “Ngeden Berlebihan, Bikin Stroke?
[Gambas:Video 20detik]

Sederet Penyakit yang Muncul akibat Primary HP saat BAB, Ternyata Bisa Sefatal Ini


Jakarta

Sudah sering terdengar bermain handphone sambil buang air besar (BAB) bukanlah kebiasaan baik. Sebab menurut berbagai sumber, kebiasaan ini bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko wasir akibat kelamaan duduk di WC.

Rupanya, hal itu memang benar adanya dan bukan hanya mitos belaka. Seorang ahli gastroenterologi dr Saurabh Sethi menegaskan, kebiasaan bermain ponsel saat BAB bisa menimbulkan berbagai penyakit serius. Seperti apa?

“Meskipun tampaknya tidak berbahaya untuk bermain media sosial atau menjawab beberapa electronic mail saat berada di bathroom, hal ini sebenarnya dapat menimbulkan konsekuensi yang serius,” ungkapnya melalui salah satu video Tiktok yang kini viral, dikutip dari Each day Specific, Minggu (8/11/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pertama, menggunakan ponsel saat melakukan hal kedua dapat menyebabkan seseorang duduk terlalu lama di bathroom, yang dapat menyebabkan ketegangan dan tekanan pada rektum dan anus,” imbuh dr Saurabh Sethi.

Ditegaskannya, kebiasaan bermain handphone saat BAb bisa meningkatkan risiko penyakit wasir, fisura anus, hingga prolaps rektum. Diketahui, wasir atau ambeien terjadi ketika pembuluh darah vena atau pembuluh darah di sekitar pantat membengkak.

Sedangkan fisura ani sedikit lebih serius. Kondisi ini diartikan sebagai robekan atau luka terbuka yang terjadi di lapisan usus besar, dekat anus.

Prolaps rektum dikhawatirkan menjadi risiko penyakit paling serius akibat kebanyakan bermain handphone saat BAB. Kondisi ini terjadi ketika rektum meregang dan terlepas dari anus. Seringkali, kondisi ini harus diatasi dengan pembedahan.

Di samping risiko penyakit tersebut, dr Saurabh Sethi juga menyoroti risiko penyebaran kuman akibat bermain handphone saat BAB.

“Penelitian menemukan bahwa rata-rata ponsel pintar lebih kotor dibandingkan dudukan bathroom umum, jadi cobalah untuk menghindari menggulir ponsel saat menggunakan bathroom,” ungkapnya.

“Jika Anda tidak bisa menahannya, setidaknya sediakan lap desinfektan untuk membersihkan ponsel setelah Anda selesai berbisnis,” pungkas dr Saurabh Sethi.

Simak Video “Ngeden Berlebihan, Bikin Stroke?
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)