Tag: Perut

6 Olahraga Mengecilkan Perut Buncit, Bisa Dilakukan Sebelum Tidur

Jakarta

Memiliki tubuh ideally suited adalah impian bagi banyak orang. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan berolahraga.

Olahraga memang dikenal sebagai metode paling ampuh untuk memangkas berat badan dan mengecilkan perut. Tak hanya itu, olahraga juga bisa membantu membentuk otot, sehingga penampilan fisik tampak semakin ‘estetik’.

Namun, mungkin tidak semua orang memiliki waktu luang untuk berolahraga. Kabar baiknya, olahraga mengecilkan perut buncit bisa dilakukan kapan saja, bahkan sebelum tidur.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi perlu diingat, lakukanlah olahraga mengecilkan perut buncit beberapa jam sebelum tidur agar tidak mengganggu kualitas dan waktu beristirahat. Selain itu, hindari juga olahraga yang bersifat terlalu berat.

Olahraga Sebelum Tidur untuk Menghilangkan Perut Buncit

1. Leg Increase

Umumnya, olahraga yang berhubungan dengan perut bertujuan untuk mengencangkan otot-otot yang ada di bagian tersebut. Dengan begitu, perut menjadi terlihat lebih ramping dan tidak melebar.

Nah, salah satu olahraga yang bisa dilakukan adalah leg elevate. Olahraga ini fokus untuk melatih otot perut bagian bawah. Cara melakukannya dimulai dengan berbaring telentang. Kemudian luruskan kedua kaki dan angkat perlahan ke atas dengan posisi lurus, sambil mengangkat pinggul setinggi mungkin.

2. Plank

Plank adalah olahraga yang efektif untuk mengencangkan otot-otot tubuh, termasuk perut. Cara melakukan plank adalah dengan memposisikan tubuh seperti akan push-up, kemudian letakkan kedua tangan dan siku lurus sejajar dengan bahu. Tahan posisi tersebut selama beberapa saat.

Usahakan untuk menjaga agar posisi tubuh sejajar dari kepala hingga ujung kaki selama melakukan plank. Untuk menambah intensitas, bisa juga dengan melakukan berbagai variasi plank, seperti facet plank atau elbow plank.

3. Glute Bridge

Glute bridge cocok dilakukan jika ingin mengencangkan perut dan bokong. Cara melakukan latihan ini adalah dengan berbaring telentang dengan lutut ditekuk. Kemudian, dorong pinggul ke atas sambil otot core dan bokong.

Tahan posisi tersebut selama beberapa detik, kemudian turunkan pinggul hingga mencapai lantai. Ulangi gerakan tersebut beberap kali.

4. Russian Twist

Russian twist merupakan salah satu olahraga dengan intensitas rendah yang cocok dilakukan sebelum tidur. Cara melakukannya pun tidaklah sulit.

Mulai dengan posisi duduk sambil mengangkat kedua kaki dan menekuk lutut. Miringkan tubuh bagian atas sedikit ke arah belakang, kemudian putar tubuh bagian atas ke kanan dan kiri secara bergantian. Genggam kedua tangan dan letakkan di atas perut untuk membantu menyeimbangkan posisi tubuh selama melakukan latihan ini.

5. Bicycle Crunches

Sesuai namanya, bicycle crunches adalah salah satu variasi dari gerakan crunches yang berfungsi untuk mengencangkan dan membentuk otot perut.

Untuk melakukan bicycle crunches, mulailah dengan posisi crunches biasa. Letakkan kedua tangan di belakang kepala, dan angkat kaki hingga betis dan paha membentuk sudut 90 derajat. Kemudian, lakukan gerakan seperti mengayuh sepeda hingga lutut kiri menyentuh siku kanan dan sebaliknya. Idealnya, lakukan gerakan ini sebanyak 12-20 kali repetisi dalam tiga set.

6. Push-up Maintain

Sama seperti plank, gerakan push-up maintain fokus untuk mengencangkan otot perut, bokong, paha, dan betis. Untuk melakukan latihan ini, mulailah dari posisi plank terlebih dahulu.

Alih-alih menggunakan siku sebagai tumpuan, posisikan kedua tangan seperti hendak push-up. Kemudian, turunkan tubuh secara perlahan dan tahan posisi tersebut selama mungkin.

Simak Video “Mematahkan Mitos Olahraga Malam Tak Baik
[Gambas:Video 20detik]
(ath/kna)

5 Hal yang Bikin Perut Buncit, Mulai dari Keseringan Mager-Banyak Stres

Jakarta

Berbagai faktor mulai dari gaya hidup hingga makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menyebabkan penumpukan lemak berlebih di space perut. Tak hanya mengganggu penampilan, lemak perut juga berisiko memicu masalah kesehatan.

Sebelum mencoba langkah-langkah untuk memangkas lemak di perut, sebaiknya pahami dulu sejumlah kebiasaan yang bisa mengakibatkan peningkatan lemak di perut. Dengan begitu, seseorang bisa mengerem kebiasaan atau asupan makanan dan minuman tertentu yang rupanya selama ini, bikin perut buncit.

Lantas apa saja sih kebiasaan yang paling sering menjadi penyebab perut buncit? Dikutip dari Healthline, berikut penjelasannya:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Kebanyakan makan dan minum manis

Siapa di sini doyan sekali camilan manis? Ada baiknya, perhatikan setiap asupan manis yang masuk ke tubuh, baik dalam bentuk makanan atau minuman. Misalnya berupa makanan kemasan, minuman bersoda, atau makanan olahan.

Alih-alih minum minuman manis, sebaiknya perbanyak asupan air putih. Pun ingin minum minuman selain air putih, cobalah kopi atau teh tanpa pemanis.

2. Minum minuman beralkohol

Selain meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, konsumsi alkohol juga berkontribusi terhadap peningkatan lemak di bagian perut. Bahkan penelitian lainnya menunjukkan asupan alkohol yang tinggi dikaitkan dengan penambahan berat badan termasuk obesitas perut.

Alkohol juga dapat meningkatkan nafsu makan dan menyebabkan kualitas tidur menjadi lebih buruk.

3. Lemak trans

Bukan hanya menyebabkan berbagai masalah kesehatan, tumpukan lemak trans juga mengakibatkan peningkatan lemak di space perut sehingga perut menjadi buncit. Banyak negara pun telah mengambil langkah untuk membatasi atau melarang penggunaan lemak trans buatan dalam persediaan makanan.’

Nyeri Perut Sebelah Kanan, Tanda Sakit Apa? Waspadai 7 Penyakit Ini

Jakarta

Sakit perut adalah kondisi yang umum terjadi dan dialami banyak orang. Namun jika sakit atau nyeri perut secara spesifik terjadi di sebelah kanan, maka hal ini perlu diwaspadai. Sebab, ada sejumlah penyakit yang bisa jadi pemicu, dan beberapa bisa menyebabkan kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Dikutip dari Well being.com, ada sejumlah organ penting yang berada di rongga perut sebelah kanan, mulai dari lambung, usus, hati, hingga ginjal. Jika salah satu atau beberapa organ tersebut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan gejala berupa nyeri perut sebelah kanan. Karena itu, sakit perut sebelah kanan tidak boleh dianggap remeh.

Lantas, apa saja penyebab nyeri perut sebelah kanan? Simak pembahasan berikut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kanan

1. Sembelit

Salah satu penyebab nyeri perut sebelah kanan adalah sembelit. Sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar.

Ketika sembelit, perut akan terasa kembung dan menyebabkan rasa sakit akibat tidak bisa buang angin atau tinja yang mengeras. Seseorang bisa mengalami sembelit jika sangat jarang buang air besar, misalnya hanya satu kali dalam seminggu.

Sembelit yang tak kunjung membaik dapat memunculkan gejala tambahan seperti mual, muntah, dan pembengkakan pada perut.

2. Batu Empedu

Penyebab nyeri perut sebelah kanan selanjutnya adalah batu empedu. Dikutip dari Mayo Clinic, batu empedu atau gallstones adalah kondisi yang disebabkan oleh pembentukan batu di dalam kantung atau saluran empedu.

Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol dan bilirubin di dalam kantung empedu. Endapan tersebut muncul ketika cairan empedu tidak mampu melarutkan kolesterol dan bilirubin berlebih yang diproduksi hati.

Batu empedu umumnya merupakan kondisi ringan yang tidak membutuhkan penanganan di rumah sakit. Namun jika sudah menyumbat saluran empedu, maka harus segera ditangani karena dapat mengancam nyawa.

3. Batu Ginjal

Sama seperti batu empedu, batu ginjal juga disebabkan oleh adanya endapan padat di dalam ginjal. Perbedaannya adalah endapan batu ginjal terbentuk dari zat kimia dalam urine seperti kalsium, asam oksalat, dan fosfor.

Batu ginjal dapat berpindah melalui saluran urine sehingga bisa menimbulkan rasa sakit. Jika kondisi ini tidak terdeteksi sejak dini maka dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal.

4. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu atau apendisitis bisa menjadi salah satu penyebab nyeri perut sebelah kanan. Apendisitis terjadi akibat adanya sumbatan pada usus buntu. Umumnya, sumbatan tersebut disebabkan oleh infeksi.

Rasa nyeri akibat apendisitis biasanya mulai terasa di sekitar pusar dan menjalar menuju perut sebelah bawah. Selain nyeri, apendisitis juga menimbulkan gejala seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, sembelit, kembung, dan demam.

5. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Dikutip dari NHS, irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah kondisi akibat gangguan pencernaan kronis yang memengaruhi sistem pencernaan. Pengidap IBS umumnya mengalami gejala seperti kram perut, kembung, diare, dan sembelit.

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara pasti penyebab dari IBS. IBS adalah kondisi yang dapat menetap dalam waktu yang lama dan mengganggu rutinitas sehari-hari bila gejalanya tidak ditangani.

6. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Umumnya, penyakit ini dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, atau akibat penyakit autoimun.

Karena infeksi disebabkan oleh virus, hepatitis dapat menular antar orang. Selain nyeri perut sebelah kanan, pengidap hepatitis juga mengalami tanda lain seperti mual, kelelahan, hingga diare.

7. Limfadenitis Mesenterika

Penyebab nyeri perut sebelah kanan yang terakhir adalah limfadenitis mesenterika. Dikutip dari Mayo Clinic, limfadenitis mesenterika adalah kondisi yang disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan pada kelenjar getah bening dalam perut.

Limfadenitis mesenterika menyerang kelenjar getah bening pada jaringan yang bernama mesenterika. Mesenterika sendiri adalah jaringan yang menghubungkan usus ke dinding perut. Limfadenitis mesenterika disebabkan oleh infeksi virus dan sering terjadi pada anak-anak serta remaja.

Simak Video “Menkes Ungkap 4 Jenis Kanker yang Paling Banyak Diidap Anak-anak
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)

Kata Dokter soal Gejala Awal Radang Usus Buntu, Terbanyak Sakit Perut Kanan Bawah


Jakarta

Radang usus buntu termasuk penyakit serius yang harus ditangani sesegera mungkin. Penyakit ini bisa memicu komplikasi yang berat dan bahkan kematian jika tak tertangani.

Belum lama ini viral curhatan seorang wanita di Depok yang mengaku kena radang usus buntu akibat weight loss plan ekstrem jelang menikah. Penyakitnya itu membuatnya harus rela menunda bulan madu.

“Berawal dari weight loss plan makan yang ‘sehat-sehat’,” tulis @ssshabrin di akun TikToknya dikutip detikcom atas izin yang bersangkutan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wanita bernama Shasa (23) ini mengatakan dia sempat mengalami sejumlah gejala sebelum akhirnya dirawat di rumah sakit karena usus buntu. Demam, menggigil sampai tak bisa BAB seminggu menjadi alarm baginya untuk segera ke rumah sakit.

“Jadi, menggigil yang parah setelah itu berhenti. Nanti jeda 2-3 jam itu menggigil lagi. Sebelumnya aku juga sudah seminggu nggak pup. Ngerasain mules tapi nggak bisa pup,” ujarnya.

Terkait radang usus buntu, spesialis penyakit dalam dr Andi Khomeini Takdir, SpPD(Okay) mengatakan penyakit tersebut disebabkan oleh sumbatan saluran usus buntu akibat infeksi atau peradangan.

Penyebabnya usus buntu beragam, termasuk pola makan. Namun menurutnya weight loss plan ekstrem bukan satu-satunya pemicu radang usus buntu.

“Saya rasa kalo weight loss plan membatasi karbo aja nggak apa-apa. Yang jadi masalah itu adalah kurang air, kurang serat. Itu sih yang harus kita pikirkan, pola makan yang seperti itulah yang rentan terjadi masalah di pencernaan,” tutur dokter yang akrab disapa dr Koko saat dihubungi detikcom, Kamis (26/10/2023).

Adapun gejala radang usus buntu yang harus diwaspadai menurut dr Koko yakni:

  • Sakit perut kanan bawah
  • Demam
  • Kehilangan kesadaran
  • Tekanan darah rendah
  • Tak bisa BAB (konstipasi)

“Sebenernya usus buntunya nggak bener-bener di kanan bawah, tapi 90 persen orang ya di space itu. Jadi, kalo ada yang keluhkan nyeri perut itu kami harus hati-hati,” tandas dr Koko.

Simak Video “Benarkah Sendok dan Kopi Dapat Atasi Kejang Anak?
[Gambas:Video 20detik]
(kna/naf)

9 Obat Sakit Perut Melilit dan Mencret, Pakai Bahan Alami Ini

Jakarta

Sakit perut melilit dapat disebabkan oleh berbagai macam kondisi kesehatan. Untuk bantu meredakan rasa nyeri akibat sebagian penyebabnya, detikers bisa mengkonsumsi obat sakit perut melilit yang terbuat dari bahan-bahan alami, lho.

Dilansir situs Medical Information Right this moment, sakit perut merupakan kondisi yang sangat umum terjadi, bahkan diperkirakan semua orang pernah mengalaminya. Namun, setiap orang dapat mengalami nyeri di perut dengan sebab yang berbeda-beda.

Penyebab perut terasa sakit melilit di antaranya bisa karena gangguan pencernaan, sembelit, diare, flu, perut kembung, sampai masalah kesehatan yang lebih serius seperti radang usus buntu maupun batu ginjal.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sakit perut yang dialami seseorang umumnya terasa di antara bagian dada dan panggul. Nyeri yang ditimbulkan pun bisa berbeda pula tiap orangnya, dapat berupa kram, pegal, hingga seperti tertusuk-tusuk benda tajam.

Maka dari itu, detikers perlu memperhatikan tingkat keparahan sakit dirasakan beserta space perut yang terkena untuk bantu analysis kondisi kesehatan dan penyakit yang dialami. Dengan begitu, obat dan perawatan dapat diberikan secara tepat sesuai penyebabnya.

Untuk rasa nyeri yang diakibatkan oleh gangguan pencernaan, perawatan rumahan dari bahan alami bisa dicoba. Cari tahu bahan alami apa saja yang dapat digunakan untuk obat sakit perut melilit pada uraian di bawah ini.

Obat Sakit Perut Melilit dari Bahan Alami

Ada beberapa bahan alami yang bisa dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut melilit. Dikutip dari laman Healthline, berikut di antaranya:

1. Air Putih

Tubuh membutuhkan air untuk mencerna dan menyerap nutrisi secara efisien dari apa yang detikers konsumsi. Namun jika tubuh kekurangan cairan, proses pencernaan tidak akan efektif dan sakit perut kemungkinan dapat terjadi. Karena itu, minum air putih begitu dianjurkan.

Takaran minum air putih bagi orang dewasa pria umumnya sekitar 2,5 liter per harinya. Untuk wanita dewasa berkisar 2,3 liter setiap hari.

Adapun untuk anak-anak dan bayi, kebutuhan cairan dapat dihitung berdasarkan berat badan (BB). Untuk 10 kg pertama BB, membutuhkan 1 liter air. Untuk 10 kg BB kedua, butuh 500 ml air. Sementara sisanya, untuk setiap 1 kg BB butuh 20 ml air.

Misalnya, BB kamu adalah 55 kg. Maka 10 kg pertama butuh 1 liter, 10 kg kedua butuh 500 ml, dan 35 kg berikutnya membutuhkan 700 ml. Jadi complete kebutuhan cairan kamu yang BB-nya 55 kg adalah 2,2 liter air atau 2.200 ml air putih setiap harinya.

2. Jahe

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe dapat menjadi obat yang sangat efektif untuk beberapa jenis sakit perut. Karena jahe memiliki fungsi sebagai antiinflamasi alami, jahe yang diolah dalam bentuk apa pun bisa dicoba.

Kamu yang mengalami sakit perut bisa mengkonsumsi jahe menjadi teh natural. Cara buatnya cukup dengan merebus air bersama 2 cm jahe selama 5 menit, setelahnya dapat detikers minum.

3. Teh Chamomile

Bunga chamomile juga dapat bantu ringankan rasa nyeri pada kondisi perut melilit, lho. Sifat antiinflamasi yang dikandung bunga ini bisa membuat otot perut menjadi rileks sehingga rasa sakit akibat kram dan kejang perut dapat teratasi.

Cara konsumsi bunga chamomile untuk obat sakit perut melilit bisa dengan menjadikannya sebagai minuman teh. Secangkir teh chamomile hangat dapat diminum saat sakit perut menyerang.

4. Peppermint

Peppermint diyakini sebagai bahan alami yang berguna untuk mengatasi mual dan sakit perut. Senyawa mentol dalam daunnya merupakan analgesik alami atau pereda nyeri.

Detikers yang merasakan sakit melilit di perut dapat coba konsumsi peppermint dengan menyeduhnya sebagai teh. Secangkir teh peppermint bisa kamu minum saat perut terasa nyeri. Atau kamu juga dapat mengunyah daunnya secara langsung. Ini akan mengurangi sakit perut dan rasa mual.

5. Jus Lidah Buaya

Lidah buaya dikatakan bisa bantu kurangi gejala iritasi usus besar dan radang usus besar. Meskipun bukti untuk manfaat ini masih sedikit dan perlu penelitian lebih lanjut.

Para ahli juga menyebutkan bahwa lidah buaya yang dikonsumsi sebagai minuman jus memiliki sejumlah manfaat, termasuk meredakan gejala asam lambung seperti mulas, perut kembung dan bersendawa, serta mual dan muntah. Namun, jangan konsumsi lidah buaya secara berlebih karena bisa memperparah sakit perut dan kram.

6. Daun Basil

Daun basil mengandung senyawa zat yang mampu mengurangi fuel dalam perut. Ia juga mengandung kadar asam linoleat yang tinggi yang bersifat antiinflamasi.

Kamu dapat mengkonsumsi daun basil dengan mencampurkannya dalam makanan atau membuatnya menjadi minuman. Minuman dari teh daun basil dapat dibuat dengan merendam daun basil segar ke dalam air mendidih, lalu diamkan selama 20 menit. Setelahnya barulah bisa dikonsumsi.

7. Buah Ara

Buah ara atau buah tin mengandung zat yang berfungsi untuk meringankan sembelit dan mendorong pergerakan usus yang sehat. Selain itu, senyawa lain yang dikandungnya pula dapat bantu meringankan gangguan pencernaan.

Kamu dapat konsumsi buah ara secara langsung apabila merasakan sakit perut melilit. Namun, jika kamu sedang sakit perut sekaligus diare, maka hindari konsumsi buah ara ini.

8. Cuka Apel

Kalau perut terasa nyeri, detikers bisa konsumsi satu sendok makan (sdm) sari cuka apel untuk menetralkan sakit perut. Namun jika terlalu asam, kamu dapat mencampur 1 sdm cuka apel dengan secangkir air dan 1 sendok teh (sdt) madu, lalu bisa diminum perlahan.

Asam dalam sari cuka apel juga mampu bantu proses pencernaan pati, sehingga pati dapat masuk ke usus dan bakteri dalam usus tetap terjaga sehat. Dengan minum 1 sdm cuka apel setiap hari, proses pencernaan yang buruk bisa dicegah.

9. Weight-reduction plan BRAT

Weight-reduction plan BRAT adalah food plan dengan mengkonsumsi pisang (banana), nasi (rice), saus apel (applesauce), dan roti bakar (toast). Weight-reduction plan dengan makanan tersebut dikatakan bisa redakan sakit perut, mengatasi mual dan diare.

Ini karena makanan food plan BRAT mengandung rendah serat serta tidak mengandung zat yang mengiritasi lambung, tenggorokan, atau usus. Justru makanan BRAT mengandung nutrisi yang tinggi, seperti kalium dan magnesium.

Itu dia sejumlah obat sakit perut melilit alami yang bisa detikers konsumsi. Jangan lupa coba bahan-bahan alami di atas untuk mengatasi nyeri perut, ya.

Simak Video “Suggestions Cegah Sembelit bersama Dion Wiyoko
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

7 Cara Alami Enyahkan Lemak di Perut, Simpel Nggak Perlu Minum Obat!

Jakarta

Selain menyebabkan kurang percaya diri, tumpukan lemak berlebih pada perut juga bisa berdampak negatif pada kesehatan dan menyebabkan beberapa kondisi kronis. Salah satu jenis lemak perut tertentu (lemak visceral), menjadi faktor penyebab utama diabetes tipe dua, penyakit jantung, dan kondisi lainnya.

Sebagian besar organisasi kesehatan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) untuk mengklasifikan berat badan dan memprediksi risiko penyakit metabolik. Namun BMI hanya dihitung berdasarkan tinggi dan berat badan saja, tanpa memperhitungkan komposisi tubuh atau lemak visceral.

Meski sulit menghilangkan lemak di space perut, ada beberapa hal yang bisa mengurangi lemak perut yang berlebih. Dikutip dari Healthline, berikut beberapa cara efektif untuk menghilangkan lemak di perut, yang sudah didukung oleh studi ilmiah:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mengkonsumsi banyak serat larut

Serat larut menyerap air dan membentuk gel yang bisa membantu memperlambat makanan saat melewati sistem pencernaan. Salah satu studi menunjukan bahwa, serat ini bisa meningkatkan penurunan berat badan dengan memberikan rasa kenyang sehingga konsumsi makanan tersebut menjadi lebih sedikit.

Sebuah studi observasional yang melibatkan lebih dari 1.100 orang dewasa menemukan bahwa untuk setiap sepuluh gram peningkatan asupan serat laut, dapat menurunkan 3,7 persen lemak perut selama lima tahun. Serat ini bisa diperoleh dari buah-buahan, sayuran, legum, dan oats.

2. Menghindari makanan dengan lemak trans

Lemak trans dibuat dengan memompa hidrogen menjadi lemak tak jenuh, seperti minyak kedelai. Pada penelitian observasional dan hewan, lemak ini dikaitkan dengan peradangan, penyakit jantung, resistensi insulin, dan penambahan lemak perut.

Sebuah studi selama enam tahun menemukan bahwa, monyet yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak trans, memperoleh lemak perut 33 persen lebih banyak dibandingkan yang mengkonsumsi makanan tinggi lemak tak jenuh.

Untuk membantu mengurangi lemak perut, baca label bahan dengan cermat dan hindari produk dengan kandungan lemak trans, yang sering terdaftar sebagai lemak terhidrogenasi parsial.

3. Konsumsi makanan berprotein tinggi

Asupan menjadi salah satu nutrisi yang penting untuk memanajemen berat badan. Asupan protein yang tinggi dapat menurunkan nafsu makan serta meningkatkan rasa kenyang. Selain itu, protein juga meningkatkan laju metabolisme dan membantu mempertahankan massa otot selama penurunan berat badan.

Banyak penelitian observasional menunjukan bahwa, orang yang mengkonsumsi lebih banyak protein cenderung memiliki lebih sedikit lemak perut daripada orang yang mengkonsumsi makanan berprotein lebih rendah.

Sehingga pastikan untuk memasukan sumber protein yang baik setiap kali makan seperti ikan, daging tanpa lemak, dan kacang-kacangan.

Ngilu, 8 Jarum Suntik ‘Nyangkut’ di Perut Bocah 2 Tahun


Jakarta

Seorang anak laki-laki berusia dua tahun tidak sengaja menelan delapan jarum di peternakan tempat ibunya bekerja. Bocah di provinsi Mariscal Caceres, Peru tersebut langsung dilarikan ke Rumah Sakit II-2 Tarapoto. Setelah rangkaian pemeriksaan, ahli bedah Efra Salazar Tito menemukan ada delapan jarum telah tersangkut di perutnya.

Dikutip dari New York Publish, pemeriksaan menujukkan ada dua jarum di peritoneum (yang melapisi rongga perut) di sisi kanan, tiga di sisi kiri, satu di dinding perut, dan dua lainnya terletak di antara kandung kemih dan rektum.

Ibu dari balita tersebut, Pisco mengaku tidak menyadari putranya menelan jarum suntik karena sibuk dengan pekerjaannya. Jarum tersebut diduga digunakan untuk menyuntik sapi di peternakan tempat ibunya, Narly Olortegui Pisco, bekerja.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Terkadang anak-anak memasukkan sesuatu ke dalam mulutnya saat merangkak atau mulai berjalan,” kata Pisco.

Dikutip dari Newsweek, benda bulat bisa menjadi bahaya tersedak yang besar bagi seorang anak, sementara menelan benda tajam seperti paku, sekrup, atau dalam hal lain jarum, bisa sangat berbahaya. Hal ini karena dapat memotong bagian dalam saluran pencernaan anak atau tersangkut di bagian dalam lainnya.

Sebuah penelitian di Journal of Cardiothoracic Surgical procedure menjelaskan bahwa, benda asing menyumbang 15 persen hingga 35 persen dari semua perforasi usus.

Beruntungnya kondisi bocah tersebut baik-baik saja setelah jarum tersebut berhasil dikeluarkan oleh petugas medis dalam waktu kurang dari dua jam. Selain itu para ahli bedah memeriksa dan memperbaiki lesi kecil di usus kecilnya.

Ibu dari balita tersebut, Pisco mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para dokter yang telah menyelamatkan nyawa putranya.

“Jika bukan karena intervensi bedah mereka yang tepat waktu, kesehatannya akan memburuk, dan hasilnya akan berbeda,” ujar Pisco kepada Jam Press.

Simak Video “KuTips: Mengatasi Drama Takut Jarum Suntik
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Please, Warga +62 Harus Jadi Good Eater! Waspada Jika Lingkar Perut Sebesar Ini


Jakarta

Wakil Menteri Kesehatan Ri dr Dante Harbuwono mengatakan kasus obesitas di Indonesia mengalami peningkatan. dr Dante mengatakan ada peningkatan kasus obesitas di Indonesia dapat dilihat dari knowledge Riskesdas 2013 dan 2018.

“Riskesdas 2013 itu angka obesitas di Indonesia sekitar 15,3 persen. Begitu dipotret lagi tahun 2018, obesitasnya menjadi 21,8 persen. Jadi ada peningkatan yang begitu drastis di masyarakat tentang obesitas,” katanya dalam konferensi pers, Senin (24/7/2023).

Diperlukan keterlibatan semua pihak untuk bisa menekan angka obesitas yang terus meningkat di Indonesia. Ia mengimbau masyarakat untuk bisa menjadi ‘konsumen cerdas’ ketika membeli berbagai produk makanan atau minuman kemasan.

“Yang perlu dilakukan adalah bagaimana mendidik masyarakat menjadi ‘sensible eater’ atau cerdas untuk makan,” ucap Wamenkes.

“Jadi sebelum membeli makan, dia harus baca dulu itu kalorinya berapa, sehingga nanti dia bisa memperhitungkan kalau dia makan makanan tersebut atau untuk anaknya bisa dilihat,” tambahnya.

Selain memperhatikan informasi nilai gizi makanan, Wamenkes juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan ukuran lingkar perut. Hal ini kerap diabaikan padahal bisa menjadi potensi berbagai penyakit berkaitan dengan obesitas.

“Obesitas itu berkaitan dengan berat badan dan tinggi badan. Untuk dewasa yang penting juga adalah lingkar perut. Walau tinggi dan berat badan seimbang, jangan sampai lingkar perutnya buncit seperti bapak-bapak,” katanya.

Wamenkes mengatakan ukuran lingkar perut maksimal untuk laki-laki adalah 90 cm, sedangkan untuk perempuan 80 cm.

“Kalau lebih dari itu, maka akan ada banyak sekali lemak visceral atau lemak yang terkandung di dalam lapisan jaringan usus yang akan berpotensi memberikan kontribusi pada penyakit-penyakit yang berkaitan dengan obesitas. Misalnya seperti jantung diabetes, hipertensi, dan sebagainya,” pungkasnya.

Simak Video “Kemenkes Ungkap Pemicu Obesitas pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(avk/naf)

7 Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi, Kenali Ciri, dan Penyebabnya

Jakarta

Ketika bayi kembung, tentunya mereka mungkin tampak merasa tidak nyaman atau kesakitan. Oleh karena itu, beberapa bayi perlu memerlukan bantuan karena kembung.

Bayi kembung tak kunjung sembuh? Jangan khawatir Bunda, simak informasi seputar cara mengatasi perut kembung pada bayi di bawah ini yuk.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Sejatinya regular jika bayi mengalami kembung dari waktu ke waktu. Ada sedikit kebutuhan untuk mengatasinya jika tidak mengakibatkan ketidaknyamanan atau kerewelan pada bayi jika ia kembung.

Berikut merupakan beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi.

1. Pijat

Dilansir WebMD, salah satu cara mengatasi perut kembung pada bayi yaitu dengan pijatan secara lembut di bagian perut.

2. Periksa Peralatan Menyusui

Apabila si kecil menyusui dengan botol, cobalah untuk beralih ke dot yang alirannya lebih lambat. Namun, terkadang ukuran dot yang terlalu besar/kait botol yang terlalu dangkal juga bisa membuat bayi menelan lebih banyak udara.

Dalam hal ini, dot aliran yang lebih lambat akan membantu bayi, dalam mengontrol asupan udaranya dengan lebih baik saat mereka menyusu.

3. Buat Bayi Bergerak

Dilansir laman Banner Well being, suatu gerakan bisa membantu saluran pencernaan bayi. Sehingga membantu membuang gasoline yang terperangkap lebih cepat. Berikut cara yang bisa dilakukan:

  1. Letakkan bayi secara telentang, pegang kedua kaki di masing-masing tangan dan putar kakinya dengan lembut dalam gerakan mengayuh (seperti mengendarai sepeda).
  2. Berikan waktu untuk perut mereka (perhatikan bayi saat mereka berbaring tengkurap). Waktu perut adalah waktu yang tepat untuk melatih kekuatan kepala dan leher mereka. Tempatkan bayi di perutnya, kemudian beri sedikit tekanan pada perut mereka untuk membuat benda bergerak dan membantu memecah gelembung gasoline tersebut.

4. Memberi Probiotik Bayi

Probiotik bayi bisa berperan dalam meningkatkan bakteri baik dan mengatasi masalah pencernaan dan kesehatan secara keseluruhan. Di mana, mikrobioma usus dan bakteri di usus pada bayi, mungkin tidak seimbang.

Beberapa penelitian menunjukkan probiotik bisa mengurangi gasoline dan waktu menangis bayi yang rewel. Carilah probiotik bayi yang mengandung Lactobacillus reuteri (L. reuteri).

5. Mandi Air Hangat

Mandi air hangat juga bisa untuk membantu bayi membuang gasoline berlebih.

6. Pantau Pola Makan dan Food regimen Ibu Menyusui

Jika ibu menyusui bayinya dengan ketat, pola makan ibu menyusui dapat membuat perbedaan dalam cara bayi mencerna susu. Jika kamu melihat mereka merasa tidak nyaman setelah disusui, mereka mungkin sensitif terhadap makanan yang ibu makan.

“Pantau weight loss program (ibu yang menyusui) untuk melihat apakah makanan tertentu cenderung menyebabkan bayi kamu lebih tidak nyaman dan kemudian hindari,” kata seorang praktisi perawat anak bersertifikat dalam perawatan primer dengan Banner Well being Clinic di Mesa, AS, Alyson Boone, dikutip dari laman bannerhealth (10/07/2023).

“Makanan umum yang dapat menyebabkan gasoline antara lain kacang-kacangan, brokoli, kol, dan kubis Brussel,” tambahnya.

Bayi juga mungkin baik-baik saja dengan susu method standar, tetapi ada juga yang mungkin memiliki alergi susu atau intoleransi laktosa.

“Beberapa bayi paling cocok dengan susu method rendah laktosa, seperti Similac Delicate atau Enfamil Gentlease dan bayi lainnya paling cocok dengan susu method yang mengandung probiotik (Gerber Good Begin Soothe atau Mild),” ujar Boone.

7. Bantu untuk Bayi Bersendawa

Bersendawa akan membantu menghilangkan udara ekstra yang tertelan saat bayi mengisap ASI dari payudara ibu atau botol susu.

Terkadang satu atau dua sesi bersendawa yang baik selama dan setelah menyusui akan berhasil dan dapat membantu memberi bayi rasa kelegaan.

Ciri-ciri Perut Kembung pada Bayi

Saat ada udara terperangkap di perut si kecil mereka akan rewel karena kembung. Berikut merupakan beberapa tanda-tanda atau ciri perut kembung pada bayi:

  • Sering gumoh
  • Menangis
  • Sendawa
  • Menarik kaki mereka ke arah perut
  • Menjadi cerewet
  • Kentut
  • Suara perut yang menggelegak
  • Perut yang keras

Penyebab Kembung pada Bayi

Ada beberapa kemungkinan penyebab kembung pada bayi, di antaranya:

  • Sensitivitas atau intoleransi makanan. Memperoleh efek dari makanan yang mengandung gasoline. Misalnya seperti sayuran dan kacang-kacangan tertentu dari ASI ibunya
  • Kelebihan produk susu dalam makanan
  • Jika bayi diberi susu botol, ia mungkin bereaksi terhadap susu method mereka
  • Menelan terlalu banyak udara saat makan

Dalam hal ini, intoleransi makanan sering muncul sebagai gasoline dan kembung. Baik disusui atau diberi susu botol.

Itu tadi penjelasan seputar cara mengatasi perut kembung pada bayi yang ibu-ibu atau orang tua perlu tahu. Semoga bermanfaat!

Simak Video “Lahir Bayi Pertama di Inggris yang Punya DNA dari 3 Orang
[Gambas:Video 20detik]
(inf/inf)

Kiky Saputri Sampai Dibully, Ini Kemungkinan Penyebab Perut Bergelambir

Jakarta

Kiky Saputri mendapat komentar negatif saat pamer perut. Sejumlah komentar negatif dari netizen warganet tentang perutnya itu diunggahnya di media sosial.

“Ya Allah, harus banget sempurna ya sekarang kalau hidup. Sedih tapi ngakak. Da aku mah apa atuh, banyak gelambir, nasib punya badan ager-ager. Maafin aku ya sista-sista perfecto,” tulis Kiky Saputri.

Perut yang bergelambir memang kerap membuat seseorang insecure. Padahal, itu hal yang normal-normal saja.

Meski begitu, kondisi ini bisa mempengaruhi penampilan dan mungkin berdampak buruk pada kesehatan. Gelambir yang ada di perut itu merupakan lemak visceral yang menumpuk di bagian perut.

Adapun beberapa faktor yang bisa menyebabkan munculnya gelambir pada perut. Dikutip dari Occasions of India, berikut kemungkinan faktor penyebabnya:

1. Konsumsi Lemak Trans

Lemak trans adalah salah satu lemak yang paling tidak sehat, yang bisa menyebabkan lemak perut dan kenaikan berat badan. Selain itu, lemak trans juga bisa membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit kronis, seperti kardiovaskular, diabetes, kanker, dan lainnya.

Lemak trans ini bisa ditemukan pada makanan yang dipanggang dan makanan kemasan.

2. Kurang Gerak

Kurangnya aktivitas atau kurang gerak bisa membuat lemak menumpuk di sekitar pinggang. Maka dari itu, disarankan untuk mulai olahraga teratur atau berjalan-jalan singkat untuk mencegah penumpukkan lemak.

3. Makanan dan Minuman Manis

Terlalu banyak mengkonsumsi gula, seperti dari makanan atau minuman manis bisa menyebabkan lemak perut berlebih. Mengingat makanan dan minuman manis, karbohidrat olahan sulit dibakar untuk energi, pada akhirnya akan disimpan sebagai lemak.

Simak Video “Kemenkes Komentari Sentilan Kiky Saputri Terkait Faskes Indonesia
[Gambas:Video 20detik]