Jakarta

Viral pria 21 tahun di Malaysia harus menjalani amputasi kaki karena kebiasaannya mengonsumsi minuman manis. Dia harus menjalani amputasi kaki karena diabetes yang diidapnya.

Pria yang bernama Mahathir, asal Malaysia melalui TikTok Kedidi_Kakipalsu menceritakan awal mula terkena diabetes karena hobi minum soda.

“Karena kencing manis.. Aku lebih banyak minum air (manis) daripada makan. Aku baru beli kalau pulang sekolah, baru beli kalau pulang sekolah,” ujarnya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meminum minuman manis terasa enak pada saat itu, tetapi tak bisa menyembunyikan fakta bahwa mengonsumsinya secara berlebihan bisa berbahaya. Bahkan minum soda dan minuman manis ternyata bisa bikin kecanduan.

“Semakin banyak soda yang Anda minum, semakin besar ‘hadiah’nya, dan seperti yang terjadi pada hal-hal yang paling menyenangkan, kita mengalami ketertarikan dan menginginkan lebih banyak lagi,” kata Cordialis Msora-Kasago, ahli gizi terdaftar dan juru bicara Akademi. Nutrisi dan Dietetika kepada CNN dikutip Rabu (13/9/2023).

Minuman bersoda mengandung gula dalam jumlah besar yang bila dikonsumsi akan sangat membuat ketagihan dan menyebabkan keinginan mengidam yang lebih besar lagi. Minum soda, terutama soda berkafein, dapat menyebabkan otak melepaskan dopamin, yang juga dikenal sebagai hormon bahagia.

Namun, semakin banyak soda yang diminum, semakin sedikit kenikmatan yang diperoleh dari respons dopamin, yang dapat membuat tubuh menginginkan lebih banyak. Terus menerus minum lebih banyak soda untuk merasakan respons dopamin dapat menyebabkan ketergantungan.

Karena respons kimiawi otak bersifat particular person, beberapa orang mungkin tidak mendapatkan respons dopamin yang besar dari minum soda dibandingkan orang lain, sehingga dapat memengaruhi kerentanan mereka terhadap ketergantungan soda.

Kecanduan soda dapat berdampak serius pada kesehatan. Minum soda yang berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan, kerusakan gigi, berpotensi menyebabkan penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Simak Video “Waspada Diabetes pada Anak
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)