Tag: Tanda

10 Tanda Ada Masalah di Ginjal yang Sering Diabaikan, Termasuk Mudah Lelah

Jakarta

Ginjal adalah salah satu organ terpenting untuk menjaga keseimbangan tubuh. Tugas utama ginjal adalah membuang limbah dari darah dan mengembalikan darah yang telah dibersihkan ke tubuh.

Jika ginjal tidak berfungsi dengan baik, hal ini akan berujung pada berbagai masalah kesehatan dan komplikasi. Alhasil, penyakit ginjal akan sulit untuk diobati jika kondisinya sudah parah.

Oleh sebab itu, penting untuk mencegah dan menangani penyakit ginjal sedini mungkin. Salah satu caranya adalah dengan mewaspadai beberapa tanda awal masalah pada ginjal yang sering diabaikan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari WebMD, berikut adalah 10 tanda masalah pada ginjal yang harus diwaspadai.

1. Selalu lelah

Ginjal menyaring limbah dari darah dan mengeluarkannya melalui air seni. Ketika ginjal tidak bekerja dengan baik, racun dapat menumpuk. Salah satu tanda yang umum adalah kelelahan.

Seseorang mungkin merasa lelah, lemah, atau sulit berkonsentrasi. Ginjal memproduksi hormon yang memerintahkan tubuh untuk membuat sel darah merah. Jika jumlah sel darah merah kurang, darah tidak dapat menyalurkan oksigen ke otot dan otak sebanyak yang dibutuhkan.

2. Kualitas tidur yang buruk

Penelitian menunjukkan kemungkinan hubungan antara sleep apnea dan penyakit ginjal kronis, yang lama kelamaan akan merusak organ-organ tubuh dan dapat menyebabkan gagal ginjal.

Apnea tidur dapat merusak ginjal seseorang dengan mencegah tubuh dari mendapatkan oksigen yang cukup. Penyakit ginjal kronis kemudian dapat menyebabkan sleep apnea dengan mempersempit tenggorokan, penumpukan toksin, dan cara-cara lainnya.

3. Gatal-gatal pada kulit

Kulit gatal dapat terjadi jika ginjal tidak dapat membuang racun sehingga menumpuk di dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan ruam atau membuat seseorang merasa gatal.

Seiring waktu, ginjal mungkin tidak dapat menyeimbangkan mineral dan nutrisi dalam tubuh. Alhasil, kondisi ini dapat menyebabkan penyakit mineral dan tulang, yang dapat membuat kulit Anda kering dan gatal.

4. Bengkak pada wajah dan kaki

Ketika ginjal tidak dapat membuang natrium dengan baik, cairan akan menumpuk di dalam tubuh. Hal ini dapat menyebabkan tangan, kaki, pergelangan kaki, tungkai, atau wajah bengkak.

Seseorang mungkin akan merasakan pembengkakan terutama pada kaki dan pergelangan kaki. Selain itu, protein yang keluar melalui urin dapat terlihat sebagai pembengkakan di sekitar mata.

5. Kram otot

Kram pada kaki dan bagian tubuh lainnya dapat merupakan tanda fungsi ginjal yang buruk. Pasalnya, ketidakseimbangan kadar natrium, kalsium, kalium, atau elektrolit lainnya dapat mengganggu kerja otot dan saraf.

6. Sesak napas

Bila seseorang menderita penyakit ginjal, organ-organ tubuhnya tidak menghasilkan cukup hormon eritropoietin. Hormon ini memberi sinyal kepada tubuh untuk membuat sel darah merah.

Tanpa hormon ini, seseorang bisa mengalami anemia dan merasa sesak napas. Penyebab lainnya adalah penumpukan cairan. Seseorang mungkin mengalami kesulitan mengatur napas. Dalam kasus yang serius, berbaring dapat membuat tubuh terasa seperti tenggelam.

7. Kepala Berkabut

Ketika ginjal tidak menyaring semua limbah dari tubuh, racun-racun tersebut dapat mempengaruhi otak. Anemia juga dapat menghalangi otak dari suplai oksigen yang dibutuhkannya.

Seseorang mungkin merasa pusing dan mengalami masalah dengan konsentrasi dan daya ingat. Dirinya mungkin menjadi sangat bingung sehingga mengalami kesulitan dalam melakukan tugas-tugas sederhana.

8. Nafsu Makan Rendah

Penyakit ginjal dapat menyebabkan mual atau muntah dan membuat perut terasa sakit yang dapat membuat seseorang tidak nafsu makan. Hal itu terkadang dapat menyebabkan penurunan berat badan.

9. Nafas yang Bau

Ketika ginjal tidak dapat menyaring limbah, hal ini dapat menyebabkan kondisi yang disebut uremia. Kondisi ini dapat membuat mulut seseorang berbau. Selain itu, racun dalam aliran darah dapat membuat makanan terasa seperti logam atau tidak enak.

10. Air seni berbusa, kecoklatan, atau berdarah

Kencing berbusa bisa jadi merupakan tanda terlalu banyak protein yang disebut albumin. Hal ini dapat diakibatkan oleh masalah ginjal. Begitu juga dengan air seni yang berwarna kecoklatan atau sangat pucat.

Fungsi ginjal yang rusak juga dapat menyebabkan darah bocor ke dalam kandung kemih.

Adapun darah dalam air seni juga dapat disebabkan oleh batu ginjal, tumor, atau infeksi.

Simak Video “KuTips Cegah ‘Kena Psychological’ dan Kecanduan Imbas Foremost Medsos
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Nyeri Perut Sebelah Kanan, Tanda Sakit Apa? Waspadai 7 Penyakit Ini

Jakarta

Sakit perut adalah kondisi yang umum terjadi dan dialami banyak orang. Namun jika sakit atau nyeri perut secara spesifik terjadi di sebelah kanan, maka hal ini perlu diwaspadai. Sebab, ada sejumlah penyakit yang bisa jadi pemicu, dan beberapa bisa menyebabkan kondisi serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Dikutip dari Well being.com, ada sejumlah organ penting yang berada di rongga perut sebelah kanan, mulai dari lambung, usus, hati, hingga ginjal. Jika salah satu atau beberapa organ tersebut mengalami gangguan, maka dapat menyebabkan gejala berupa nyeri perut sebelah kanan. Karena itu, sakit perut sebelah kanan tidak boleh dianggap remeh.

Lantas, apa saja penyebab nyeri perut sebelah kanan? Simak pembahasan berikut.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kanan

1. Sembelit

Salah satu penyebab nyeri perut sebelah kanan adalah sembelit. Sembelit adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan untuk buang air besar.

Ketika sembelit, perut akan terasa kembung dan menyebabkan rasa sakit akibat tidak bisa buang angin atau tinja yang mengeras. Seseorang bisa mengalami sembelit jika sangat jarang buang air besar, misalnya hanya satu kali dalam seminggu.

Sembelit yang tak kunjung membaik dapat memunculkan gejala tambahan seperti mual, muntah, dan pembengkakan pada perut.

2. Batu Empedu

Penyebab nyeri perut sebelah kanan selanjutnya adalah batu empedu. Dikutip dari Mayo Clinic, batu empedu atau gallstones adalah kondisi yang disebabkan oleh pembentukan batu di dalam kantung atau saluran empedu.

Batu empedu terbentuk dari endapan kolesterol dan bilirubin di dalam kantung empedu. Endapan tersebut muncul ketika cairan empedu tidak mampu melarutkan kolesterol dan bilirubin berlebih yang diproduksi hati.

Batu empedu umumnya merupakan kondisi ringan yang tidak membutuhkan penanganan di rumah sakit. Namun jika sudah menyumbat saluran empedu, maka harus segera ditangani karena dapat mengancam nyawa.

3. Batu Ginjal

Sama seperti batu empedu, batu ginjal juga disebabkan oleh adanya endapan padat di dalam ginjal. Perbedaannya adalah endapan batu ginjal terbentuk dari zat kimia dalam urine seperti kalsium, asam oksalat, dan fosfor.

Batu ginjal dapat berpindah melalui saluran urine sehingga bisa menimbulkan rasa sakit. Jika kondisi ini tidak terdeteksi sejak dini maka dapat menyebabkan kerusakan pada fungsi ginjal.

4. Radang Usus Buntu

Radang usus buntu atau apendisitis bisa menjadi salah satu penyebab nyeri perut sebelah kanan. Apendisitis terjadi akibat adanya sumbatan pada usus buntu. Umumnya, sumbatan tersebut disebabkan oleh infeksi.

Rasa nyeri akibat apendisitis biasanya mulai terasa di sekitar pusar dan menjalar menuju perut sebelah bawah. Selain nyeri, apendisitis juga menimbulkan gejala seperti mual, muntah, kehilangan nafsu makan, sembelit, kembung, dan demam.

5. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Dikutip dari NHS, irritable bowel syndrome (IBS) atau sindrom iritasi usus besar adalah kondisi akibat gangguan pencernaan kronis yang memengaruhi sistem pencernaan. Pengidap IBS umumnya mengalami gejala seperti kram perut, kembung, diare, dan sembelit.

Hingga saat ini, masih belum diketahui secara pasti penyebab dari IBS. IBS adalah kondisi yang dapat menetap dalam waktu yang lama dan mengganggu rutinitas sehari-hari bila gejalanya tidak ditangani.

6. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit organ hati yang disebabkan oleh infeksi virus. Umumnya, penyakit ini dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, atau akibat penyakit autoimun.

Karena infeksi disebabkan oleh virus, hepatitis dapat menular antar orang. Selain nyeri perut sebelah kanan, pengidap hepatitis juga mengalami tanda lain seperti mual, kelelahan, hingga diare.

7. Limfadenitis Mesenterika

Penyebab nyeri perut sebelah kanan yang terakhir adalah limfadenitis mesenterika. Dikutip dari Mayo Clinic, limfadenitis mesenterika adalah kondisi yang disebabkan oleh pembengkakan dan peradangan pada kelenjar getah bening dalam perut.

Limfadenitis mesenterika menyerang kelenjar getah bening pada jaringan yang bernama mesenterika. Mesenterika sendiri adalah jaringan yang menghubungkan usus ke dinding perut. Limfadenitis mesenterika disebabkan oleh infeksi virus dan sering terjadi pada anak-anak serta remaja.

Simak Video “Menkes Ungkap 4 Jenis Kanker yang Paling Banyak Diidap Anak-anak
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)

Sering Sakit Kepala Bagian Belakang, Hati-hati Tanda Hipertensi


Jakarta

Sakit kepala belakang, khususnya di bagian belakang sering dikaitkan dengan penyakit darah tinggi. Namun ternyata, tidak semua sakit kepala bagian belakang yang Anda rasakan adalah gejala hipertensi.

Biar tidak keliru, kenali lebih dalam mengenai perbedaan antara sakit kepala belakang (regular) dan yang diakibatkan darah tinggi. Simak ulasan lengkapnya berikut.

Sakit Kepala Belakang Dikarenakan Darah Tinggi


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sakit kepala belakang biasa dengan sakit kepala yang disebabkan oleh darah tinggi sebenarnya jauh berbeda, meski beberapa gejala sama. Untuk memastikan apakah benar sakit kepala bagian belakang yang dirasakan merujuk pada hipertensi, Anda perlu perlu pengecekan tekanan darah.

Stress Sort Headache

Dalam dunia medis, belum ada analysis pasti untuk mengetahui penyebab penyebab sakit kepala pada bagian belakang. Namun, pada kasus yang ditemui, sakit kepala belakang kebanyakan disebabkan oleh ketegangan pada bagian otot di space leher. Kondisi ini juga dikenal sebagai rigidity sort headache.

Sakit kepala jenis ini disebabkan kesalahan posisi leher sewaktu bekerja, duduk, atau menggunakan smartphone dan tidur (membaca sambil tidur). Alhasil beberapa titik tertentu pada otot leher mengalami tekanan secara tidak proporsional dan mengirimkan rasa nyeri pada syaraf-syaraf di sekitar leher dan kepala bagian belakang.

Selain itu, sakit kepala di bagian belakang juga dapat dipicu faktor psikologis lainnya seperti stres, cemas hingga depresi yang menyebabkan otot menegang. Sakit yang Anda rasakan tersebut bersifat regular.

Akan tetapi Anda perlu waspada jika terjadi gejala-gejala seperti mual dan muntah yang bisa disebabkan migrain atau penyebab lainnya. Apabila ini terjadi, maka segera konsultasi ke dokter untuk mengetahui diagnosa lebih lanjut.

Terkait pengobatan, sebetulnya tidak ada penanganan khusus untuk sakit kepala belakang jenis rigidity sort headache ini. Anda hanya perlu memperhatikan posisi duduk dan tidur.

Di samping itu, pastikan Anda memiliki waktu istirahat yang cukup, serta mengonsumsi makanan bergizi agar tidak mudah stres atau lelah.

Bodrex ExtraBodrex Further Foto: dok. Bodrex

Jika sakit kepala bagian belakang ini terasa mengganggu, Anda bisa mengkonsumsi obat pereda sakit kepala yang tidak menyebabkan kantuk sehingga kegiatan tidak terganggu. Salah satu yang obat yang pereda sakit kepala yang bisa dijadikan pilihan adalah bodrex Further yang mengandung parasetamol, ibuprofen, dan kafein. Jika sakit kepala masih terus berlanjut, segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Simak Video “Geramnya WHO akan Serangan Israel ke RS Al-Ahli di Gaza
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)

Suami Jangan Senang Dulu, Begini 4 Tanda Istri Lagi Pura-pura Orgasme

Jakarta

Sudah menjadi rahasia umum, kunci dari hubungan seks yang berkualitas adalah komunikasi yang terjalin dengan jujur dan terbuka di antara suami-istri. Namun pada banyak kasus, wanita memilih untuk berpura-pura orgasme. Meski ia tak benar-benar merasakan sensasi kenikmatan, ia memilih untuk berbohong demi menyenangkan hati sang suami sementara waktu.

Wajar jika beberapa pria sedikit ketar-ketir mendengar hal ini. Mungkin kini timbul pertanyaan, jangan-jangan selama ini desahan istri adalah desahan bohongan, yang dikeluarkannya hanya untuk membuat sang suami tak sakit hati?

Tenang dulu. Sebenarnya, ada beberapa tanda yang muncul jika wanita sedang berpura-pura orgasme. Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasannya:

1. Tidak merasa lemas setelah ‘orgasme’

Mengacu pada penelitian The Journal of American Medical Affiliation, pria membakar sekitar 101 kalori setiap sesi bercinta. Sedangkan wanita rata-rata membakar 69 kalori dalam satu kali momen bercinta.

Walhasil, wajar jika seorang wanita merasa lemas setelah bercinta, apalagi jika ia menunjukkan tanda-tanda habis mencapai puncak kenikmatan. Sebaliknya jika wanita langsung bangun dari ranjang dan segar seolah-olah tak habis membakar kalori, bisa jadi wanita tersebut tak benar-benar mencapai orgasme.

2. Tidak ada getaran

Orgasme yang sesungguhnya membuat sebagian besar wanita bergetar saat otot berkontraksi. Umumnya, getaran ini dibarengi jari kaki yang melengkung. Sebaliknya, jika tidak ada tanda-tanda ini, bisa jadi wanita tersebut cuma berpura-pura mencapai puncak kenikmatan kala bercinta.

3. Pernapasan tiba-tiba menjadi cepat

Dinamika pernapasan bisa menjadi tanda apakah seorang wanita benar-benar orgasme atau tidak. Normalnya, dibutuhkan waktu sekitar 1 menit untuk seorang wanita bisa mengalami percepatan pernapasan. Namun dalam kondisi tengah berpura-pura orgasme, wanita umumnya bernapas lebih cepat layaknya orang yang sedang kehabisan napas.

4. Wajah tidak memerah

Saat seorang wanita mengalami rangsangan seksual, otomatis wajahnya akan memerah. Kondisi ini terjadi karena ada banyak daerah yang dialirkan ke bagian tubuh tertentu saat orgasme berlangsung.

Walhasil jika tidak ada perubahan apa pun pada wajah wanita, misalnya terlihat pucat-pucat saja, bisa jadi wanita tersebut tidak benar-benar mengalami orgasme.

Simak Video “Situasi Sekolah di Jepang yang Terpaksa Tutup Imbas Resesi Seks
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

Terbukti Lewat Riset! Ternyata Ini 5 Tanda Fisik Orang dengan Umur Panjang

Jakarta

Banyak orang mendambakan hidup dengan umur yang panjang. Beragam cara dan kebiasaan pun mereka jalankan untuk menemukan formulation yang tepat, sebagai upaya memperpanjang usia hidupnya. Mulai dari pola makan sehat, menjaga pola pikir positif, hingga beraktivitas untuk kebugaran tubuh.

Menariknya, Penelitian menunjukkan setidaknya 6 tanda ini sebagai sinyal seseorang akan berumur panjang. Apa saja?

1. Berlari 40 Menit Sehari

Para ilmuwan di California menemukan bahwa orang paruh baya yang melakukan aktivitas lari dengan complete sekitar 5 jam per minggu, akan mempunyai hidup lebih lama dan lebih baik secara fisik dan kognitif seiring bertambahnya usia.

“Yang mengejutkan kami adalah bahwa para pelari tidak hanya mendapatkan lebih sedikit penyakit jantung, mereka juga mengembangkan lebih sedikit kasus kanker, penyakit saraf, dan infeksi,” kata penulis Eliza Chakravarty, asisten profesor kedokteran di Stanford College.

“Latihan aerobik membuat sistem kekebalan tetap muda.” Jika tidak suka berlari, bahkan 20 menit sehari, melalui aktivitas apa pun yang membuat terengah-engah dapat meningkatkan kesehatan tubuh, lanjut Eliza.

2. Banyak Beraktivitas Keluar Rumah

Orang yang keluar rumah 50 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan demensia. Hal ini mengacu pada penelitian terbaru terhadap lebih dari 500 pria dan wanita berusia 78 tahun ke atas dari Karolinska Institutet di Swedia.

Para peneliti berspekulasi bahwa otak mereka yang lebih tangguh mungkin disebabkan oleh tingkat kortisol yang lebih rendah. Penelitian menunjukkan bahwa sekresi berlebihan “hormon stres” ini dapat menghambat komunikasi sel-sel otak. Cara yang didukung sains untuk mengurangi kadar kortisol seperti bermeditasi, meinum teh hitam, atau tidur siang.

3. Tetap Merasa 13 Tahun Lebih Muda

Itulah rahasia yang dikatakan orang lanjut usia dalam survei baru-baru ini terhadap lebih dari 500 pria dan wanita berusia 70 tahun ke atas.

“Merasa awet muda terkait dengan kesehatan yang lebih baik dan umur yang lebih panjang,” kata peneliti Jacqui Smith, PhD, profesor psikologi di College of Michigan.

“Ini dapat meningkatkan optimisme dan motivasi untuk mengatasi tantangan, yang membantu mengurangi stres dan meningkatkan sistem kekebalan dan pada akhirnya menurunkan risiko penyakit.” tegasnya.

Simak Video “Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth II Hingga 96 Tahun
[Gambas:Video 20detik]

Riset Ungkap 4 Tanda Fisik Orang Berumur Panjang, Punya Salah Satunya?


Jakarta

Resep umur panjang biasanya berkaitan erat dengan kebiasaan atau aktivitas sehari-hari yang memiliki pola pikir positif, makanan sehat, aktif bersosialisasi, hingga menjaga pikiran tetap ‘waras’ dan bahagia.

Namun, sebuah penelitian menunjukkan setidaknya ada empat tanda seseorang bakal berumur panjang seperti berikut:

1. Usia retina

Menurut riset Centre for Eye Analysis Australia yang dirilis British Journal of Ophthalmology, kesenjangan usia retina bisa menjadi indikator kunci atau pendeteksi awal yang menentukan seseorang berumur panjang.

Kesenjangan usia retina juga diartikan sebagai perbedaan antara usia biologis retina dengan umur kronologis seseorang. Mengapa bisa dilihat dari faktor tersebut?

Hal ini dikaitkan dengan mikrovaskulatur retina yang disebut menunjukkan seberapa sehat otak dan sistem peredaran darah seseorang.

Hasil riset mengungkap, jarak usia retina yang besar berkaitan dengan risiko kematian 49 persen hingga 76 persen.

2. Kebiasaan Jalan Kaki

Konon, berjalan kaki memiliki segudang manfaat untuk pikiran, tubuh, dan jiwa, sehingga otomatis meningkatkan peluang seseorang berumur panjang. Faktanya, riset yang dirilis JAMA Worldwide Drugs menunjukkan kaitan di antara keduanya.

Wanita yang setidaknya berjalan kaki 4.400 langkah setiap hari menurunkan angka kematian mereka selama masa tindak lanjut 4,3 tahun, jika dibandingkan dengan wanita yang tidak terlalu aktif dan hanya melakukan sekitar 2.700 langkah setiap hari.

Semakin banyak langkah yang dilakukan, angka kematian terus menurun sebelum mencapai stage dasar sekitar 7.500 langkah setiap hari.

Riset ini melibatkan lebih dari 16.700 peserta wanita dengan usia rata-rata 72 tahun dan langkah harian mereka diukur selama jangka waktu tujuh hari.

3. Tes Keseimbangan 10 Detik

Sebuah studi British Journal of Sports activities Drugs mengungkapkan individu paruh baya atau lebih tua yang tidak dapat menyeimbangkan tubuh saat mengangkat satu kaki selama 10 detik memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk meninggal dalam waktu 10 tahun, dibandingkan dengan mereka yang bisa melakukannya.

Studi tersebut mengamati 1.700 peserta antara usia 51 hingga 75 tahun. Individu yang diteliti diminta untuk berdiri dengan satu kaki selama 10 detik tanpa bantuan. Mereka berdiri dengan kaki yang terangkat dan memfokuskan pandangan mereka ke depan dengan kedua tangan di sisi tubuh mereka. Setiap peserta diberikan tiga kali percobaan. Satu dari lima peserta gagal tes. Kemungkinan gagal tes keseimbangan meningkat seiring bertambahnya usia.

4. Seberapa Cepat Berjalan

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Cachexia Sarcopenia and Muscle, mengklaim ada cara tremendous cepat untuk menentukan seberapa besar kemungkinan orang dewasa berumur panjang. Penelitian menyebut ‘kelambatan’ adalah pertanda kemunduran fungsional di antara orang dewasa yang lebih tua.

Memiliki gaya berjalan yang lambat atau kecepatan berjalan yang lambat dapat memprediksi hilangnya kapasitas fungsional di jalan.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa mengukur kecepatan berjalan saja sudah cukup untuk prediksi efisien hilangnya kapasitas fungsional pada orang dewasa yang lebih tua. Berdasarkan pada temuan kami, kami dapat mengatakan bahwa kelambatan gaya berjalan mendahului kehilangan ini selama beberapa tahun. Ini adalah hasil yang penting karena memfasilitasi pemantauan masalah. Hal ini juga memungkinkan tidak hanya terapis fisik, dokter, dan ahli geriatri, tetapi juga profesional kesehatan mana pun untuk mendeteksi risiko,” jelas Tiago da Silva Alexandre, seorang profesor di Departemen Gerontologi UFSCar dan peneliti utama untuk penelitian tersebut.

Simak Video “Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth II Hingga 96 Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)

3 Tanda Tak Biasa Wanita ‘Klimaks’ saat Bercinta, Salah Satunya Lutut Bergetar

Jakarta

Banyak orang percaya, wanita lebih susah mencapai orgasme di kala bercinta dibandingkan laki-laki. Tak sedikit pria pun harus menebak-nebak, apakah sang istri sudah mencapai puncak kenikmatan. Padahal tak perlu ditebak, sebenarnya ada sejumlah hal kasat mata yang menandakan wanita sedang orgasme. Apa saja?

Dikutip dari Huffpost, beberapa tanda wanita orgasme yang sudah diketahui banyak orang antara lain kontraksi melingkar di jari kaki, dibarengi perasaan rileks. Namun pada beberapa kasus, wanita menunjukkan tanda yang tak biasa ketika sedang orgasme. Misalnya, menangis.

Yap, menangis! Hingga kini belum ada penjelasan yang pasti perihal penyebab wanita menangis ketika sedang orgasme. Namun meski masih misteri, beberapa wanita betul-betul bisa menangis ketika sedang berada di puncak kenikmatan bercinta.

Tak hanya itu, beberapa tanda tak biasa lainnya yang mungkin ditunjukkan wanita yang tengah orgasme seperti:

1. Kepala nyut-nyutan

Mengacu pada Mayo Clinic, sebagian besar kepala yang timbul karena orgasme berlangsung hanya beberapa menit. Namun pada beberapa kasus, sakit kepala ini bisa berlangsung selama beberapa jam, bahkan hari.

Hingga kini, penyebab sakit kepala saat orgasme tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa ahli meyakini, kondisi ini berkaitan dengan lonjakan adrenalin yang mengalir ke seluruh tubuh saat berhubungan seks.

2. Bersin

Sekilas, terdengar aneh ya bagaimana pada beberapa kasus, wanita yang sedang orgasme mungkin bersin-bersin?

Namun rupanya, para peneliti berspekulasi, kondisi ini mungkin berhubungan dengan kabel silang dalam sistem saraf otonom, yang bertanggung jawab untuk refleks seperti bersin, serta gairah seksual.

3. Kaki bergetar

Beberapa wanita mengaku, mengalami kaki yang bergetar di tengah-tengah orgasme. Pasalnya selama klimaks, ketegangan terjadi di sekitar otot bukan hanya di space genital. Saat seks berakhir dan ketegangan dilepaskan, beberapa kram, gemetar, atau kontraksi dapat terjadi.

Mengatasinya, cobalah minum air putih dan makan sesuatu yang mengandung potasium, seperti pisang, alpukat, atau yogurt.

Simak Video “Situasi Sekolah di Jepang yang Terpaksa Tutup Imbas Resesi Seks
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Kenali Tanda Masokis, Salah Satu Bentuk Penyimpangan Seksual

Jakarta

Setiap orang, baik wanita maupun pria wajarnya memiliki cara tersendiri untuk mendapatkan kepuasan seksual. Misalnya dengan cara yang umum seperti dipeluk, dicium, atau hubungan seksual seperti biasanya.

Namun, siapa sangka ternyata ada orang yang baru bisa merasakan kepuasan seksual dengan cara-cara kasar yang tidak lazim. Kondisi ini didapati pada orang yang mengidap masokis.

Lantas, apa itu masokis? Yuk simak artikel berikut untuk memahami dan mengenali tanda masokis pada seseorang.

Apa Itu Masokis?

Para pengidap masokis mendapatkan kepuasan dari hal-hal ekstrem atau rasa sakit. Dikutip dari American Psychological Affiliation, masokisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kecenderungan seseorang merasakan kepuasan seksual saat menerima rasa sakit fisik ataupun emosional.

Istilah masokis berasal dari Marquis de Sade, nama dari seorang penulis Perancis abad ke-18 yang terkenal karena karyanya yang melibatkan kekerasan seksual dan fantasi sadomasokis. Masokis sendiri merupakan salah satu bentuk penyimpangan seksual yang dialami seseorang.

Kondisi ini dialami seseorang yang perlu mendapatkan perlakuan kasar, keras, atau hinaan dari pasangannya agar mencapai kepuasan seksual. Aktivitas ini dapat terjadi dalam bentuk pemukulan, diikat, dilecehkan, hingga dibuat menderita untuk mencapai klimaks seksual.

Salah satu bentuk perlakuan masokis yang sangat ekstrem adalah asfiksia seksual. Di mana kondisi ini membuat para pengidapnya merasa terangsang dan mendapat kepuasan seksual ketika dirinya dicekik, dijerat dengan tali, atau dibekap dengan kantong plastik.

Tidak jarang, perlakuan ini dapat berakibat deadly hingga menyebabkan kematian.

Tanda dan Penyebab Masokis

Para pengidap masokis dapat dikenali bila ia mengalami gejala seperti memiliki fantasi, keinginan, dan gairah seksual yang intens dengan cara dipukuli, disakiti, atau dilecehkan yang terjadi setidaknya selama 6 bulan.

Perilaku masokis seksual umumnya terlihat pada masa awal dewasa, bahkan terkadang dimulai dengan ‘permainan’ masokis atau sadis selama masa kanak-kanak. Ini dapat menyebabkan masalah atau kesulitan yang signifikan secara klinis dalam bidang sosial, pekerjaan, atau bidang penting lainnya dalam hidup.

Jika dirangkum, berikut tanda umum masokisme yang harus kamu kenali:

  1. Fantasi seksual yang melibatkan rasa sakit atau penderitaan.
  2. Ketertarikan seksual terhadap perilaku sadis atau dominan yang melibatkan pemberian rasa sakit kepada pasangan.
  3. Menikmati atau merasa terangsang oleh praktik-praktik Bondage, Self-discipline, Dominance, Submission, Sadism, Masochism (BDSM) yang melibatkan penggunaan alat atau tindakan yang menyebabkan ketidaknyamanan atau rasa sakit.
  4. Mencari stimulasi seksual melalui pengorbanan, penderitaan, atau pengendalian diri.

Kesenangan atau kepuasan yang diperoleh melalui berbagai bentuk aktivitas yang melibatkan rasa sakit, seperti pencekikan ringan, pemukulan, atau pengikatan.

Lalu, bagaimana dengan penyebab masokis? Hingga kini penyebab terjadinya perilaku masokis dalam hubungan seksual belum diketahui secara pasti.

Namun, ada beberapa teori yang menjelaskan bahwa kondisi ini berkaitan dengan penyimpangan seksual (parafilia) atau fantasi seks (fetish) yang tidak terelakkan.

Teori lain menyatakan ini terjadi atas refleksi di masa kecil. Beberapa peneliti mengaitkan minat masokis dengan pengalaman masa kecil yang melibatkan rasa sakit, penghukuman, atau penindasan. Hal inilah yang mempengaruhi perkembangan preferensi seksual.

Beberapa Cara Penanganan Masokis

Berikut beberapa cara umum yang dapat digunakan untuk mengatasi masokisme:

1. Psikoterapi

Mengikuti terapi individu atau terapi seksual dengan seorang profesional dapat membantu penderita yang mengalami masokisme untuk memahami dan menjelajahi faktor-faktor yang mendasari kecenderungan ini.

Terapi ini dapat membantu kamu dalam mengidentifikasi aspek-aspek psikologis, pengalaman masa kecil, dan emosi yang menjadi indikasi penyebab masokisme.

2. Konsumsi Obat-obatan

Selain terapi, dokter atau profesional menyarankan pengidapnya mengonsumsi obat-obatan tertentu. Misalnya obat penurun kadar testosteron yang berfungsi meredakan libido.

Pada beberapa kasus yang menyebabkan pengidapnya merasa cemas atau depresi, dokter akan memberikan obat-obatan penenang dan antidepresan. Obat ini juga dapat diberikan untuk meredam hasrat seksual yang mengidap gangguan masokis.

Itu tadi pengertian dari masokis, serta tanda dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya Detikers.

Simak Video “Peluncuran I-Care JKN, Permudah Layanan Kesehatan di BPJS Kesehatan
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Viral Wanita Idap Penyakit Langka Berawal dari Tanda Lahir, Ini Gejala Awalnya

Jakarta

Viral seorang wanita di Dallas, Amerika Serikat mengidap kelainan genetik langka. Awalnya, ia mengira bercak di wajahnya merupakan tanda lahir dan tidak berbahaya. Namun seiring waktu, bercak itu melebar dan menimbul seperti bongkahan.

Wanita tersebut adalah Jordan Lopez (24). Dirinya mengaku memang menyadari adanya tanda lahir tersebut, tetapi hanya dianggap sebagai iritasi.

“Saya menghabiskan waktu bertahun-tahun menyembunyikan tanda lahir saya dengan rambut karena merasa itulah satu-satunya cara saya dapat mengalami kehidupan regular,” ujar Lopez kepada Caters Information, dikutip dari New York Submit, Jumat (2/6/2023).

“Saya memikirkan hal-hal yang tidak terpikirkan oleh kebanyakan anak, seperti ‘Jika orang tua saya tidak menginginkan saya, mengapa saya diciptakan seperti ini?’ dan ‘Apakah saya akan memiliki keluarga sendiri?” lanjutnya.

Kondisi Bertambah Parah Setelah Melahirkan

Dalam kondisi masih bertanya-tanya perihal bercak di wajahnya, Lopez kemudian bertemu pria yang menjadi pasangannya saat ini. Pasangannya menerima fisik Lopez apa adanya. Mereka pun akhirnya menikah.

“Saya bertemu dengan cinta dalam hidup saya dan dia berusaha keras untuk meyakinkan bahwa saya layak dicintai sebagai wanita cantik dan luar biasa,” cerita Lopez.

Lopez hamil anak pertama pasangan itu pada usia 18 tahun. selama kehamilannya, tanda itu semakin bertumbuh, menyebar, hingga keluar cairan.

“Setelah saya melahirkan, saya melihat tanda lahir saya bengkak, pecah-pecah dan mengeluarkan cairan,” katanya. Ia tidak bisa lagi tidur miring karena bau busuk bongkahan tersebut.

Suatu hari, Lopez tidak sengaja melukai bagian besar dari tanda tersebut. Kondisinya berubah semakin serius. Ia memeriksakan diri ke ruang gawat darurat. Ibu Lopez mengatakan para dokter tidak tahu apa yang mereka lihat dan takut menyentuh, menguji, dan melakukan apa saja untuk itu.

Saat tanda lahir itu terus bertambah besar, Lopez mengatakan dia kehilangan semua harapan untuk hidup regular. Ia pun mulai merobek tanda tersebut untuk menghilangkannya.

“Saya akhirnya menciptakan kebiasaan merobek. Itu tidak akan berhenti tumbuh, jadi saya terus mengambilnya, tidak peduli seberapa buruk sakitnya atau seberapa banyak darahnya,” tutur Lopez.

NEXT: Bercaknya sudah mempengaruhi ujung saraf

Simak Video “Perilaku Selingkuh dari Faktor Genetika, Apa Iya?
[Gambas:Video 20detik]