Tag: Tenggara

Daftar Negara Asia Tenggara dengan Skor IQ Tertinggi, Indonesia Nomor Berapa?

Jakarta

Tes IQ atau intelligence quotient kerap menjadi sebuah indikator yang menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Karenanya, pintar atau tidaknya seseorang kerap diukur berdasarkan skor IQ-nya.

Lalu, bagaimana dengan rata-rata IQ orang Indonesia? Apakah Indonesia termasuk negara dengan penduduk tercerdas?

Menurut laman Worldwide IQ Check tahun 2022, Indonesia termasuk ke dalam negara dengan rata-rata IQ terendah di Asia Tenggara. Berdasarkan situs tersebut, Indonesia berada di peringkat 9 dengan rata-rata IQ 94,04.

Hasil tersebut diperoleh dari 170.297 orang partisipan. Sementara, posisi teratas ditempati Singapura (104,75), Vietnam (101,14), dan Malaysia (99,07). Sebagai catatan, situs tersebut tidak memaparkan knowledge dari negara Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Sebagai informasi, tes IQ di laman Worldwide IQ Check dapat diakses oleh siapa saja. Peserta nantinya diminta untuk menyelesaikan sejumlah soal, mulai dari tes gambar, deretan, hingga logika. Hasil tes nantinya dapat dilihat dan dibandingkan dengan peserta dari negara lain.

Apakah IQ Mempengaruhi Kecerdasan Otak?

Meski kerap dianggap sebagai indikator penentu kepintaran, orang dengan skor IQ rendah bukan berarti tidak cerdas. Kecerdasan otak seseorang tak hanya ditentukan oleh IQ saja, tapi juga dapat dipengaruhi berbagai faktor eksternal.

Dikutip dari Healthline dan Be Mind Match, berikut beberapa cara meningkatkan kecerdasan otak:

  • Makan makanan bernutrisi
  • Melakukan permainan edukatif, seperti puzzle, scrabble, teka-teki, dan lain sebagainya
  • Mendengarkan musik
  • Memperbanyak membaca
  • Mempelajari bahasa baru
  • Aktif berolahraga

Simak Video “Kemenperin Duga Ada Faktor Selain Transportasi yang Sebabkan Polusi Jakarta
[Gambas:Video 20detik]
(ath/kna)

Tiap Tahun, 2 Juta Orang di Asia Tenggara Meninggal terkait Polusi Udara


Jakarta

Belakangan, sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta dan Tangerang Selatan dihantam polusi udara yang ugal-ugalan. Hal ini menuai kekhawatiran banyak pihak, lantaran dikhawatirkan berisiko memicu beragam penyakit termasuk gangguan pernapasan dan penyakit kardiovaskular.

Dokter spesialis paru dr Nuryunita Nainggolan, SpP(Ok) dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjelaskan, sebagian besar polusi udara di Indonesia umumnya dipicu oleh kendaran bermotor. Di samping itu, polutan udara juga disumbang oleh aktivitas industri dan domestik.

“Berdasarkan information yang ada sebagian besar sumber polusi udara di Indonesia berasal dari sektor transportasi 80 persen, diikuti dengan dari industri, pembakaran hutan, dan aktivitas domestik,” ungkapnya dalam konferensi pers digital, Jumat (18/8/2023).

“Selain kontribusi kendaraan bermotor, industri konstruksi dan kondisi musim kemarau juga ditengarai memperburuk kualitas udara,” beber dr Nuryunita lebih lanjut.

Juga disinggungnya, polusi udara memiliki kaitan erat dengan risiko penyakit paru dan pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, bronkitis, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK) dan kanker paru, penyakit jantung, dan stroke.

“Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat saat ini 90 persen penduduk dunia menghirup udara dengan kualitas yang buruk. WHO mencatat setiap tahun ada 7 juta kematian, 2 juta di Asia Tenggara berhubungan dengan polusi udara luar ruangan dan dalam ruangan,” pungkas dr Nuryunita.

Simak Video “Pengaruh Polusi Udara pada Tahapan Kehidupan Manusia
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)