Tag: Tensi

7 Makanan Sehari-hari yang Tak Disadari Picu Tensi Tinggi

Jakarta

Makanan bisa menjadi salah satu faktor penyebab tensi atau tekanan darah tinggi. Tanpa disadari, berbagai jenis makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat memicu tensi tinggi, atau yang dikenal juga dengan sebutan hipertensi.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah seseorang berada di atas ambang regular, atau lebih dari 140/90 mmHg. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut dan tidak segera ditangani, dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang bisa mengancam nyawa, mulai dari stroke hingga serangan jantung.

Salah satu faktor penyebab tensi tinggi bisa berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Faktanya, tidak sedikit dari makanan yang kita konsumsi mengandung zat yang dapat meningkatkan risiko hipertensi, seperti lemak, gula, garam, dan lain sebagainya. Lantas, apa saja makanan penyebab tensi tinggi yang kerap dikonsumsi sehari-hari?


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanan Penyebab Tensi Tinggi

1. Daging Merah

Daging merah adalah salah satu sumber utama protein hewani. Daging merah seperti daging sapi, kambing, atau domba sebaiknya dibatasi.

Meskipun mengandung protein yang dibutuhkan tubuh, daging merah juga menjadi makanan penyebab tensi tinggi yang tidak disarankan dikonsumsi dalam jumlah berlebihan. Pasalnya, daging merah memiliki kandungan kolesterol dan lemak yang bisa meningkatkan tekanan darah. Selain itu, kolesterol dan lemak tersebut juga berpotensi memicu penumpukan plak dalam pembuluh darah, yang kemudian bisa mengganggu peredaran darah ke seluruh tubuh serta memicu tensi tinggi.

2. Makanan Manis

Bagi sebagian orang, makan tanpa diakhiri dengan dessert atau makanan penutup seperti kue kering, cake, dan lain sebagainya terasa tidak lengkap. Namun, dessert ternyata juga bisa menyebabkan tensi tinggi loh.

Rata-rata, dessert diolah menggunakan gula dan zat pemanis lainnya. Mengonsumsi terlalu banyak gula dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah dan menghambat produksi oksida nitrat (NO). Oksida nitrat merupakan senyawa yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan pembuluh darah dan mempertahankan fleksibilitas.

Selain itu, makanan manis seperti dessert juga bisa menyebabkan obesitas dan diabetes, yang menjadi faktor risiko hipertensi.

3. Gorengan

Camilan satu ini merupakan salah satu jenis makanan yang bisa menyebabkan beragam penyakit kardiovaskular, termasuk tensi tinggi. Ini karena gorengan umumnya memiliki kandungan lemak trans dan kolesterol tinggi yang berasal dari minyak yang digunakan dalam proses penggorengan.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, lemak jenuh dan kolesterol dapat meningkatkan tekanan darah, serta memicu penumpukan plak pada pembuluh darah. Jika pembuluh darah mengalami penyumbatan, jantung harus bekerja lebih keras untuk bisa memompa darah melalui pembuluh darah yang tersumbat. Kondisi inilah yang pada akhirnya meningkatkan risiko tensi tinggi.

4. Roti

Sama seperti dessert, roti mengandung karbohidrat, gula, dan kalori. Jika dikonsumsi secara berlebihan, roti dapat meningkatkan risiko tensi tinggi.

Roti juga termasuk makanan dengan indeks glikemik tinggi, sehingga bisa meningkatkan risiko diabetes. Diabetes sendiri merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko hipertensi. Pasalnya, diabetes lambat laun bisa memicu kerusakan pada pembuluh darah yang pada akhirnya menyebabkan peningkatan tekanan darah.

5. Susu Full Cream

Susu full cream merupakan sumber protein hewani yang juga bisa menyebabkan tensi tinggi. Pasalnya, susu full cream umumnya memiliki kandungan lemak jenuh yang cukup tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko hipertensi.

Selain susu full cream, produk olahan susu lainnya seperti mentega, margarine, keju, hingga mayonaise juga bisa memicu kenaikan kolesterol, yang kemudian meningkatkan risiko tensi tinggi.

6. Kopi

Selain susu, minuman lain yang bisa menyebabkan tensi tinggi adalah kopi. Ini dikarenakan kandungan kafein yang ada dalam minuman pahit tersebut.

Jika dikonsumsi secara regular, kopi memang dapat memberikan beragam manfaat positif bagi kesehatan. Bahkan, kopi termasuk salah satu yang disarankan untuk pengidap darah rendah atau hipotensi.

Memang, efek kafein dalam meningkatkan tekanan darah hanya bersifat sementara. Kendati demikian, hasil sejumlah penelitian menyarankan untuk membatasi asupan kopi setiap harinya.

7. Minuman Bersoda

Minuman bersoda atau berkarbonasi ternyata juga menjadi salah satu penyebab tensi tinggi. Hal ini disebabkan oleh kandungan kalori dan gula yang ada dalam minuman tersebut.

Dalam jangka panjang, kebiasaan mengonsumsi minuman bersoda dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Kedua faktor tersebut lah yang pada akhirnya bisa memicu tensi tinggi.

Simak Video “Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan
[Gambas:Video 20detik]
(ath/naf)

Viral Cuplikan Sinetron ‘Tensi 143/165’ Bikin Gaduh, Normalnya Berapa Sih?

Jakarta

Sebuah video cuplikan movie atau sinetron yang memperlihatkan tensi darah pasien 143/165 baru-baru ini disorot publik. Adapun tensi darah yang ada di cuplikan tersebut menunjukkan tekanan diastolik lebih tinggi daripada sistolik.

Tak sedikit netizen yang turut menyoroti cuplikan movie atau sinetron tersebut. Beberapa mungkin ada yang terhibur dengan cuplikannya, namun ada juga yang menghujat lantaran pembuat movie disebut tak melakukan analysis terlebih dahulu sebelum membuat movie atau sinetron tersebut.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah sekaligus Ketua InaHRS, dr Sunu Budhi Raharjo, SpJP(Okay), PhD, mengatakan cuplikan yang menyatakan tensi 143/165 tersebut mustahil terjadi.

Sebab tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung berkontraksi dan memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah. Hal inilah yang membuat tekanan sistolik lebih tinggi dibandingkan diastolik.

“Tidak mungkin. Karena sistol itu pada saat jantung mompa, pasti lebih tinggi daripada jantung relaksasi,” ucapnya saat ditemui Jakarta Barat, Selasa (29/8/2023).

Lantas, berapa sih nilai tekanan darah regular?

Perlu diketahui bahwa tekanan darah manusia ditentukan oleh elastisitas pembuluh darah, quantity darah, serta kemampuan jantung dalam melakukan kontraksi. Kondisi-kondisi tersebut berbeda pada setiap individu, tergantung dari usia dan kesehatan tubuh.

Dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), tekanan darah regular pada dewasa biasanya sekitar 90 hingga 120 mmHg untuk tekanan sistolik, dan tekanan diastolik sekitar 60 hingga 80 mmHg.

Apabila hasil tekanan sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik di atas 80 mmHg atau lebih tinggi lagi, seseorang dapat dinyatakan mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Adapun seseorang yang terkena tekanan darah tinggi dapat mengalami kerusakan organ jantung, otak, ginjal, hingga mata. Karenanya, kondisi ini tak bisa diabaikan dan harus mendapatkan pertolongan segera.

Simak Video “Indra Bekti Punya Riwayat Hipertensi Setahun Terakhir
[Gambas:Video 20detik]
(suc/up)