Tag: Ternyata

Sakit Punggung Bawah Mengira Menopause, Ternyata Kena Kanker Rahim Stadium 3


Jakarta

Seorang wanita di London, Inggris bernama Reija Sillanpaa (37) mengungkapkan kisahnya didiagnosis mengidap kanker rahim setelah mengira ia mengalami gejala menopause. Semua berawal pada 2017 ketika ia merasakan perubahan siklus menstruasi.

Berlanjut pada 2018, ia mulai merasakan gejala-gejala lain. Misalnya seperti sakit punggung di bagian bawah, menstruasi yang berat dan berkepanjangan, serta kelelahan.

Setelah melakukan pemeriksaan ke tenaga medis, dokter menuturkan bahwa wanita yang bekerja sebagai penulis ini mengidap kanker rahim stadium tiga. Reija menambahkan, kanker tersebut ternyata sudah menyebar ke luar rahim.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Untungnya saya punya dokter yang mengirim saya untuk tes lebih lanjut. Sayangnya, saya mengetahui terlalu banyak orang yang diagnosisnya tertunda karena dokter tidak berpikir kemungkinan terjadinya kanker rahim. Biasanya karena usia mereka masih muda,” ujar Reija dikutip dari Every day Mail, Kamis (26/10/2023).

Wanita asal Finlandia ini mengaku awalnya sempat takut setelah mendapatkan analysis tersebut. Terlebih, saat itu dokter tidak bisa memastikan apakah ia bisa bertahan hidup atau tidak.

“Bagian tersulitnya adalah memberitahu orang tua, kakak, dan adikku yang semuanya masih di Finlandia. Saya pikir mereka ingin saya pulang ke Finlandia untuk menjalani perawatan,” ujarnya.

Reija membuat sebuah weblog untuk membagikan pengalamannya dan terhubung dengan penyintas kanker lain. Menurutnya menulis tentang hal tersebut membantunya dalam memproses pikiran dan perasaan.

Kondisi Reija kini sudah lebih baik dan memasuki tahap remisi usai menjalani 30 putaran perawatan yang panjang, termasuk radioterapi. Namun, beberapa bulan setelah diagnosisnya, ia juga diberitahu dokter bahwa ia mengidap sindrom Lynch, kondisi bawaan yang dapat meningkatkan risiko kanker tertentu seperti usus, ovarium, dan pankreas.

Rejia sekarang menjalani kolonoskopi rutin untuk melacak perubahan apapun yang ada di tubuhnya.

“Orang-orang harus berhenti menganggap kanker rahim sebagai kanker pada wanita yang lebih tua. Anda bisa terkena kanker rahim pada usia berapa pun dan dokter harus selalu merujuk orang-orang yang mengalami perubahan menstruasi untuk pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Simak Video “Tanda Benjolan Kanker Payudara yang Perlu Kamu Tahu
[Gambas:Video 20detik]
(avk/naf)

Singapura Dinobatkan Jadi Warga ‘Blue Zone’ 2.0, Ternyata Ini Alasannya

Jakarta

Singapura baru-baru ini dinobatkan sebagai wilayah blue zone atau zona biru 2.0. Masyarakat di sana disebut memiliki peluang hidup lebih lama imbas pola hidup lebih sehat.

Namun tidak seperti populasi blue zone atau zona biru lain, yang berumur panjang berkat cara hidup tradisional secara alami. Konon, siasat di Singapura menjadi populasi blue zone adalah rekayasa.

Pakar kesehatan terkait umur panjang mempertimbangkan apa yang sejauh ini berhasil memperpanjang angka harapan hidup dan bagaimana masyarakat Singapura bisa menjalani hidup lebih sehat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Okinawa, Sardinia, dan Singapura.

Jika dibandingkan, apa persamaan tempat-tempat di wilayah ini sehingga menjadi populasi blue zone? Selain tentu semuanya kepulauan, Okinawa ada di Jepang, Sardinia di Italia, dan Singapura di Asia Tenggara.

Dalam serial Netflix terbaru berjudul Reside to 100: Secrets and techniques of the Blue Zones, mereka termasuk di antara enam tempat yang diberi nama ‘Blue Zones’. Istilah ini dipopulerkan oleh penulis buku terlaris New York Occasions Dan Buettner, Blue Zones adalah wilayah dengan tingkat penduduk terbanyak, berusia seratus tahun atau bahkan lebih dari 100 tahun.

Artinya, menjadi tempat saat orang-orang dapat hidup lebih lama dan menikmati kesehatan lebih baik hingga usia lanjut. Dalam bukunya The Blue Zones, Buettner menyebutkan lima Blue Zones asli selain Okinawa dan Sardinia, ada di Ikaria di Yunani, Loma Linda di California, dan Semenanjung Nicoya di Kosta Rika.

Masing-masing wilayah dengan catatan umur panjang ini telah menjalani cara hidup sederhana seperti mengonsumsi pola makan nabati, aktif setiap hari, juga selalu bersosialisasi.

Singapura dinobatkan sebagai blue zone 2.0 keenam tahun ini dalam empat bagian movie dokumenter di Netflix, tetapi Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menekankan bahwa fakta warga di Singapura saat ini menunjukkan yang sebaliknya.

“Singapura mencatat salah satu angka harapan hidup dan rentang kesehatan tertinggi di dunia tampaknya merupakan sebuah anomali,” katanya, dikutip dari Channel Information Asia, Selasa (17/10/2023).

“Kebiasaan sehat yang baik tidak melekat dalam budaya dan gaya hidup tradisional kita. Singapura tidak seperti Okinawa atau Sardinia. Sebaliknya, kami makan makanan yang kaya gula, garam, dan santan, seringkali digoreng. Kita tidak diberkahi dengan hamparan alam luas yang mendorong aktivitas luar ruangan, juga laju kehidupan yang cepat dan penuh tekanan termasuk di pekerjaan.”

“Banyak keluarga yang menyendiri dan bahkan tidak berbicara dengan tetangga dekat mereka.”

Sederet Fakta Menarik tentang Orgasme, Ternyata Nggak Selalu Bikin Menjerit

Jakarta

Orgasme seringkali dipahami sebagai adalah ‘puncak’ kenikmatan seksual. Orgasme biasanya terjadi karena rangsangan seksual dan melibatkan otot, pembuluh darah, dan pelepasan zat kimia endorfin ynag membuat perasaan senang.

Orgasme dapat menjadi hal yang membingungkan dan tak jarak disalahartikan oleh beberapa orang. Klimaks seksual ini pun sering menjadi topik perbincangan dan rasa ingin tahu. Dikutip dari On a regular basis Well being, berikut adalah fakta-fakta menarik tentang orgasme.

1. Nggak hanya pria, beberapa wanita juga mencapai klimaks sebelum waktunya

Ejakulasi dini mungkin sering terdengar sebagai masalah utama dalam kehidupan seks pria. Pasalnya, ejakulasi dini mempengaruhi sekitar 20 hingga 25 persen pria menurut sebuah studi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, bukan hanya pria lho yang mencapai puncak terlalu cepat. Sebuah survei terhadap wanita Portugis menemukan bahwa sekitar 40 persen partisipan sesekali mengalami orgasme sebelum mereka berniat melakukannya, dan sekitar 3 persen di antaranya melakukannya secara kronis.

Meskipun demikian, masalah yang lebih sering dikeluhkan wanita justru kondisi sebaliknya, yakni kesulitan untuk mencapai orgasme.

2. Nggak semua orgasme bikin menjerit

Jika merasa diri melakukan sesuatu yang salah akibat setiap orgasme yang dialami tidak membuat diri sendiri atau pasangan menjerit, coba pikirkan baik-baik kembali.

“Beberapa orgasme terasa manis dan lembut, beberapa lainnya terasa besar. Tetapi kenyataannya, semuanya menyenangkan,” kata Betty Dodson, PhD, seorang pelatih seks yang berpraktik secara pribadi di New York Metropolis dan penulis buku terlaris Intercourse for One and Orgasms for Two.

3. Pria juga punya G-Spot, lho!

Bagi wanita, G-spot adalah tempat yang sulit ditemukan di dalam vagina yang dapat memicu orgasme yang luar biasa. Tapi apakah pria juga memiliki potensi orgasme yang sama?

Menurut Dr Craig Niederberger, kepala departemen urologi di College of Illinois di Chicago, persamaan anatomis pada pria adalah frenulum, kumpulan saraf yang sangat peka tepat di bawah kepala penis.

Apakah G-spot benar-benar ada masih diperdebatkan, tetapi Dr Niederberger mengatakan bahwa penting untuk diingat bahwa pria dan wanita dapat memiliki kehidupan seks yang memuaskan tanpa menstimulasi space ini.

Bikin Penasaran, Ternyata Segini Durasi Regular Ereksi Bertahan Lama


Jakarta

Beberapa orang mungkin bertanya-tanya berapa lama rata-rata ereksi bisa terjadi. Sebab, waktu ereksi setiap orang berbeda-beda.

Ereksi adalah suatu fenomena fisiologis yang menandakan bahwa fungsi seksual pria dalam keadaan regular dan aktif. Ereksi dapat terjadi karena adanya rangsangan maupun tanpa rangsangan, misalnya ereksi saat bangun tidur di pagi hari.

Ereksi berperan penting dalam proses penetrasi selama berhubungan intim. Tanpa terjadinya ereksi, maka proses penetrasi pun akan terhambat atau tidak dapat dilakukan sama sekali.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lamanya durasi tergantung pada beberapa faktor termasuk durasi aktivitas seksual, obat apapun yang diminum dan juga tingkat energi yang dimiliki seorang pria. Dikutip dari HealthMatch, tanpa obat peningkat seksual rata-rata pria akan mengalami ereksi dengan durasi yang hampir sama dengan durasi hubungan seksual rata-rata.

Pada 2005, sebuah penelitian menganalisis Intravaginal Ejaculation Latency Time (IELT) pria dari berbagai negara dan menemukan bahwa IELT rata-rata adalah 5,4 menit. Namun, berapa lama rata-rata pria ereksi tetap tergantung pada durasi dan intensitas foreplay yang dilakukan.

Jadi tidak ada durasi yang ‘benar’ atau ‘salah’, sebagai aturan umum diperlukan persiapan untuk bercinta.

Namun apabila seorang pria mengalami ejakulasi dan kehilangan ereksi dalam waktu kurang dari beberapa menit secara konsisten, kemungkinan pria ini mengalami ejakulasi dini. Di sisi lain, apabila penis tidak mengalami ereksi bahkan dengan kontak seksual yang lama, kemungkinan seseorang ini mengalami disfungsi ereksi.

Sementara itu jika mengalami ereksi yang tidak nyaman atau menyakitkan dan berlangsung selama berjam-jam, kemungkinan mengalami priapisme.

Faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi kemampuan pria mempertahankan ereksi yakni diabetes, kebiasaan merokok, stres, merasa tidak nyaman, kelelahan, trauma, tingginya kadar alkohol, serta obat-obatan tertentu seperti antidepresan.

Simak Video “ Suggestions Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Diri
[Gambas:Video 20detik]
(suc/suc)

Perawat Meninggal Dikira Lengthy COVID, Salah Prognosis Ternyata Kanker Paru-paru

Jakarta

Seorang perawat di Inggris meninggal dunia setelah dokter salah mendiagnosa gejalanya dengan lengthy COVID. Sebelum meninggal, dia sempat mengeluh sakit dada yang ternyata tanda kankernya telah menyebar.

Brogan Williams (35) di tahun 2021 lalu mencari perawatan di unit gawat darurat karena nyeri dada yang dia rasakan. Namun saat itu petugas medis hanya menganggap gejala yang dialaminya adalah lengthy COVID.

Diberitakan Every day Mail, Williams awalnya mengeluh sakit dada yang sensasinya seperti dipukul. Meski tidak pernah kena COVID-19, petugas medis di rumah sakit itu mengatakan gejalanya hanya tanda lengthy COVID.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena gejalanya tidak kunjung membaik, sepekan setelahnya dia kembali ke UGD untuk menjalani CT Scan.

Hasil CT Scan mengejutkan karena terlihat bahwa keluhannya adalah karena kankernya telah menyebar ke paru-parunya. Williams diberitahu bahwa dia akan membutuhkan perawatan paliatif dan diberi harapan hidup hanya dua minggu.

Setelah menjalani serangkaian perawatan selama setahun, dia akhirnya meninggal pada 9 Oktober 2023. Kabar meninggalnya ini dibagikan keluarganya di media sosialnya.

“Ini adalah berita yang tidak diinginkan dan belum siap disampaikan oleh siapa pun di antara kami. Pada hari Senin tanggal 9 Oktober, Brogan kami yang cantik tertidur dengan damai,” tulis keluarganya di akun Instagram.

Ternyata Bulu Kemaluan Sebaiknya Tak Dicukur Habis, Ini Alasannya Secara Medis

Jakarta

Rambut atau bulu di sekitar kemaluan memiliki fungsi tersendiri untuk melindungi organ intim dari paparan bakteri dan kotoran. Tapi, beberapa orang, terutama kebanyak perempuan, lebih nyaman jika bulu kemaluannya dicukur habis demi estetika.

Kebanyakan orang mencukur bulu kemaluan demi menjaga kebersihan. Meskipun tidak disukai, bulu kemaluan ada bukan tanpa alasan dan manfaat. Menurut para ahli, mencukur bulu kemaluan justru bisa memicu risiko infeksi.

Alasan Tidak Perlu Mencukur Bulu Kemaluan

Bulu kemaluan jadi bagian paling sensitif dari tubuh. Sangat rentan terhadap ruam dan gatal-gatal. Hindari mencukurnya, dan biarkan organ kemaluan berfungsi sebagaimana mestinya. Berikut beberapa alasannya dikutip dari Occasions of India:


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Dapat melindungi dari bakteri

Bulu kemaluan berfungsi sebagai penghalang bakteri asing. Selain itu, juga melindungi dari masuknya bakteri patogen dan debu. Bulu kemaluan memiliki bakteri baik yang menjaga keseimbangan fungsi vagina.

2. Tidak ada lagi rasa gatal

Setelah pencukuran memang meninggalkan rasa lembut dan bersih. Tapi, dalam beberapa hari, saat rambut mulai tumbuh, akan muncul rasa gatal yang mengganggu.

3. Tidak ada ingrown hair

Waxing atau mencukur seringkali menyisakan rambut yang tumbuh ke dalam kulit. Sulit untuk menghilangkannya, terutama di space yang paling sensitif. Kalau tidak dihilangkan, justru bisa berubah menjadi komedo dan masalah kulit lainnya. Jadi, biarkan rambut kemaluan tumbuh alami.

4. Mempertahankan suhu vagina

Seperti bagian tubuh lainnya, space kemaluan juga mengeluarkan keringat. Rambut kemaluan menyerap keringat dan mengatur suhu vagina serta mengontrol kelembapan yang tidak regular.

Meskipun ini bukan solusi yang menjamin, tapi rambut kemaluan itu memiliki kemampuan untuk memerangkap bakteri berbahaya. Walhasil, bulu kemaluan berfungsi menghindari kontak langsung kulit dengan bakteri.

Simak Video “Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Melakukan Seks Oral
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Duh, Ternyata BAB Sambil Important HP Bisa Picu Sederet Penyakit Ini

Jakarta

Tak bisa dipungkiri, beberapa orang seringkali membawa handphone (HP) ke bathroom saat Buang Air Besar (BAB). Alasannya tak lain untuk mengatasi rasa kebosanan. Padahal, kebiasaan buruk seperti ini bisa memicu penyakit serius lho.

Dikutip dari World of Buzz, belum lama ini seorang pria 24 tahun di Chongqing, China, lumpuh akibat kelamaan duduk di bathroom. Kabarnya, ia berlama-lama buang air besar atau BAB sambil memainkan ponsel untuk mengatasi rasa bosan. Biasanya, ia memang butuh waktu yang tidak sebentar sebelum menuntaskan hajatnya.

Setelah 30 menit berlalu, pria tanpa disebutkan namanya itu tak kunjung selesai buang air besar. Keluarganya pun curiga lalu memeriksanya di bathroom. Saat dicek, pria tersebut sudah terbaring di lantai dan tak sadarkan diri.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walhasil keluarganya langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter mengatakan, sirkulasi darah di tubuhnya terhambat akibat duduk terlalu lama, ditambah lagi sirkulasi udara di toiletnya tidak bagus sehingga memicu defisiensi oksigen.

Pengalaman tersebut terjadi 3 tahun lalu. Sebelumnya, pria ini dilaporkan sehat dan tidak memiliki kondisi kesehatan.

Melihat pengalaman yang dialami pria tersebut, tentunya perlu berpikir panjang sebelum berlama-lama duduk di bathroom. Kebiasaan seperti ini memang sejak lama menjadi perhatian para pakar kesehatan. Dikutip dari Occasions of India, berikut informasinya.

1. Rentan tertular penyakit

Rest room atau kamar mandi adalah tempat yang dihuni banyak sekali kuman. Segala elemen di kamar mandi menampung kuman seperti keran, pintu dan gagang pintu, serta pengering tangan.

Tangan pasti bersentuhan dengan benda-benda tersebut sehingga kuman bisa berpindah ke ponsel.

Studi yang diterbitkan di Journal Annals of Scientific Microbiology and Antimicrobials menemukan, 95 persen ponsel petugas kesehatan dipenuhi bakteri penyebab infeksi seperti, salmonella, E Coli, dan C Difficile.

2. Membawa ‘Ribuan’ Kuman

Studi lain yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Arizona menemukan ponsel pintar membawa bakteri sepuluh kali lebih banyak daripada bathroom.

Hal ini dikarenakan saat seseorang mencuci tangan menggunakan bathroom, ia tak membersihkan ponsel atau HP-nya.

Akibatnya kuman dan bakteri penyebab penyakit tetap menempel dan mudah menyebabkan infeksi. Bakteri dan virus yang ada di ponsel bersentuhan dengan berbagai bagian tubuh dan permukaan saat seseorang menyimpannya di luar atau mengirim pesan setelahnya.

NEXT: Memicu Kecemasan

Simak Video “Ngeden Berlebihan, Bikin Stroke?
[Gambas:Video 20detik]

Ssst… Ternyata Begini Cara Paling Ampuh buat Tingkatkan ‘Temper’ Bercinta

Jakarta

Berhubungan intim terkadang membuat seseorang berapi-api hanya dengan memikirkannya. Namun, ada pula kalanya seseorang merasa hilang gairah. Misalnya, karena fisik yang sedang lelah atau memang suasana hati sedang tak menentu.

Mencari tahu apa penyebab tidak bergairah untuk bercinta adalah kunci untuk memperbaikinya. Sebab, mencoba berbagai cara untuk meningkatkan suasana hati tidak akan membuahkan hasil kalau tidak dilakukan sesuai dengan pemicu hilangnya gairah. Seseorang pun disarankan untuk menemui ahli jika merasa keluhannya disebabkan oleh kondisi medis.

Meskipun demikian, jika rasa tidak bergairah untuk seks disebabkan oleh hal-hal yang berada di bawah kendali seperti stres atau kelelahan, ada lho beberapa cara untuk mengatasinya. Dikutip dari Very Effectively Thoughts, berikut adalah cara meningkatkan suasana hati untuk bercinta.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Utamakan diri sendiri

Sulit untuk mendapatkan temper dan menikmati seks ketika seseorang tidak merasa dalam kondisi prima. Fase diri merasa lelah sepanjang waktu atau merasa tidak seksi dapat mempengaruhi gairah seseorang dalam berhubungan intim.

Rawatlah diri dengan mengonsumsi makanan yang lebih sehat dan berolahraga secara teratur. Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga secara teratur dapat meningkatkan libido seseorang. Merokok dan minum alkohol juga dapat mempengaruhi fungsi seksual seseorang. Carilah cara untuk menguranginya atau bahkan berhenti sama sekali.

Meluangkan waktu untuk diri sendiri juga tak kalah penting. Sisihkan waktu untuk bersantai dan terhubung kembali dengan diri sendiri. Hal ini dapat mengurangi stres dan membuat tubuh menjadi rileks.

2. Mencoba hal baru

Terkadang, seseorang tidak berminat untuk bercinta karena bosan atau resah. Hal ini sangat umum terjadi pada orang-orang yang memiliki pasangan jangka panjang. Cobalah sesuatu yang belum pernah dijelajahi sebelumnya, seperti posisi seks atau roleplay.

Cobalah lingkungan baru. Staycation di lodge mewah untuk satu atau dua malam dapat mengembalikan gairah dalam kehidupan seks yang mungkin telah hilang tanpa disadari.

Namun, penting untuk selalu memupuk keintiman emosional dengan pasangan sebelum mencoba hal-hal baru. Pasalnya, hubungan emosional dapat meningkatkan hasrat seksual seseorang.

Buatlah daftar tentang apa yang ingin dilakukan saat berhubungan seks, baik secara fisik atau emosional. Ungkapkanlah keinginan tersebut dengan pasangan, serta dengarkanlah keinginan mereka. Hal ini merupakan cara yang dapat meningkatkan hubungan emosional dan rasa aman, yang sering kali membuka jalan menuju keintiman fisik.

Sederet Penyakit yang Muncul akibat Primary HP saat BAB, Ternyata Bisa Sefatal Ini


Jakarta

Sudah sering terdengar bermain handphone sambil buang air besar (BAB) bukanlah kebiasaan baik. Sebab menurut berbagai sumber, kebiasaan ini bisa mendatangkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya meningkatkan risiko wasir akibat kelamaan duduk di WC.

Rupanya, hal itu memang benar adanya dan bukan hanya mitos belaka. Seorang ahli gastroenterologi dr Saurabh Sethi menegaskan, kebiasaan bermain ponsel saat BAB bisa menimbulkan berbagai penyakit serius. Seperti apa?

“Meskipun tampaknya tidak berbahaya untuk bermain media sosial atau menjawab beberapa electronic mail saat berada di bathroom, hal ini sebenarnya dapat menimbulkan konsekuensi yang serius,” ungkapnya melalui salah satu video Tiktok yang kini viral, dikutip dari Each day Specific, Minggu (8/11/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Pertama, menggunakan ponsel saat melakukan hal kedua dapat menyebabkan seseorang duduk terlalu lama di bathroom, yang dapat menyebabkan ketegangan dan tekanan pada rektum dan anus,” imbuh dr Saurabh Sethi.

Ditegaskannya, kebiasaan bermain handphone saat BAb bisa meningkatkan risiko penyakit wasir, fisura anus, hingga prolaps rektum. Diketahui, wasir atau ambeien terjadi ketika pembuluh darah vena atau pembuluh darah di sekitar pantat membengkak.

Sedangkan fisura ani sedikit lebih serius. Kondisi ini diartikan sebagai robekan atau luka terbuka yang terjadi di lapisan usus besar, dekat anus.

Prolaps rektum dikhawatirkan menjadi risiko penyakit paling serius akibat kebanyakan bermain handphone saat BAB. Kondisi ini terjadi ketika rektum meregang dan terlepas dari anus. Seringkali, kondisi ini harus diatasi dengan pembedahan.

Di samping risiko penyakit tersebut, dr Saurabh Sethi juga menyoroti risiko penyebaran kuman akibat bermain handphone saat BAB.

“Penelitian menemukan bahwa rata-rata ponsel pintar lebih kotor dibandingkan dudukan bathroom umum, jadi cobalah untuk menghindari menggulir ponsel saat menggunakan bathroom,” ungkapnya.

“Jika Anda tidak bisa menahannya, setidaknya sediakan lap desinfektan untuk membersihkan ponsel setelah Anda selesai berbisnis,” pungkas dr Saurabh Sethi.

Simak Video “Ngeden Berlebihan, Bikin Stroke?
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Ternyata Ini ‘Biang’ Kutu Busuk Meledak di Paris

Jakarta

Pasca hidup berdampingan dengan tikus, Paris kini dibayangi wabah kutu busuk. Pemerintah di sana dibuat ketar-ketir lantaran sebentar lagi tegah menggelar Olimpiade di musim panas mendatang.

Dikutip dari Reuters, pejabat setempat melakukan rapat darurat pada Jumat terkait krisis yang diakibatkan kutu busuk, termasuk dengan ahli pengendalian hama. Kutu busuk sebenarnya merupakan serangga kecil, pipih, tidak bersayap, berukuran sekitar seperempat 2,5 cm.

Kutu busuk ini biasanya bersembunyi di kasur dan tempat tidur, suka memakan darah dan menggigit di malam hari. Kutu busuk dianggap sebagai salah satu hama pengganggu utama di dunia, inang utama kutu busuk adalah manusia,


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun parasit dapat terinfeksi patogen manusia, belum ada penelitian ilmiah yang menemukan parasit tersebut menularkan penyakit.

Kutu busuk betina dapat bertelur satu hingga lima telur sehari dan bisa bertelur 200 sampai 500 telur seumur hidupnya. “Mereka bertahan hidup berbulan-bulan sambil menunggu makanan berikutnya,” kata para ahli pengendalian hama.

Mirisnya, wisatawan kereta api, penonton bioskop, dan influencer AS di Paris yang menghadiri Paris Vogue Week ikut terkena gigitan serangga tersebut.

Apa Kata Pemerintah Prancis?

Anggota parlemen Mathilde Panot membawa botol yang menurutnya berisi kutu busuk ke parlemen. Dia mengatakan kepada Perdana Menteri Elisabeth Borne bahwa kutu busuk ada di mana-mana dan dia mengecam pemerintah karena tidak ada tindakan.

“Nyonya Perdana Menteri, serangga-serangga kecil ini menyebarkan keputusasaan di negara kita. Apakah kita perlu menunggu Matignon (kantor PM) dipenuhi kutu busuk sebelum Anda bertindak?” kata Panot.

Anjing pelacak sedang memeriksa kereta api Prancis untuk mencari kutu busuk meskipun sejauh ini tidak ada satu pun yang ditemukan di angkutan umum, klaim menteri transportasi.

Wabah Kutu di Paris

“Antara tahun 2017 hingga 2022, satu dari sepuluh rumah tangga di Prancis diserang kutu busuk,” kata otoritas kesehatan.

Badan Nasional Keamanan Pangan, Lingkungan dan Tempat Kerja (ANSES) mengatakan kehadiran kutu busuk bukan berarti kebersihan yang buruk.

Sebuah organisasi perusahaan pengendalian hama mengatakan laporan kutu busuk pada periode Juni-Agustus meningkat 65 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pengendalian hama mahal dan seringkali di luar jangkauan keluarga berpenghasilan rendah.

Paris tidak sendirian. Kelompok pengendalian hama Orkin tahun ini merilis daftar kota kutu busuk terkemuka di AS. Chicago, New York dan Philadelphia menempati posisi teratas.

“Tentu saja kita mempunyai lebih banyak kutu busuk dibandingkan sebelumnya, sama seperti kota-kota besar lainnya di dunia,” kata Nicolas Roux de Bezieux, salah satu pendiri konsultan pengendalian hama Badbugs. “Tetapi ini bukanlah ledakan yang Anda bayangkan saat menonton televisi.”

NEXT: Mengapa Kutu Busuk Mewabah di Paris?

Simak Video “Kutu Busuk Serang Paris, Ini Bahayanya Jika Digigit
[Gambas:Video 20detik]