Tag: Terungkap

Terungkap 2 Kebiasaan yang Tak Disangka Bisa Bikin Panjang Umur!


Jakarta

Panjang umur adalah salah satu harapan banyak orang. Dengan harapan, tubuh seseorang bisa awet muda, sehat secara fisik dan jauh dari penyakit sehingga umur menjadi lebih panjang. Apa sih rahasianya?

Ternyata, salah satu rahasia umur panjang ada pada dua kebiasaan yang sebenarnya sederhana. Dua hal tersebut adalah selalu berpikir positif dan optimistis.

Kekuatan berpikir positif disebut bermanfaat untuk kesehatan psychological secara keseluruhan. Pada penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa sikap positif bahkan bisa membantu seseorang hidup lebih lama.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Agustus 2019 menemukan sikap optimistis dikaitkan dengan seseorang yang hidup 11-15 persen lebih lama. Orang tersebut memiliki kemungkinan lebih besar untuk hidup hingga usia 85 tahun atau lebih.

“Memiliki pandangan yang positif dan optimis mengurangi risiko kita terkena penyakit kronis dan memberi kita peluang lebih besar untuk hidup melewati usia 85 tahun,” jelas neuropsikolog Dr Karen D Sullivan, dikutip dari Medical Information Right this moment.

“Mekanisme di balik manfaat ini diperkirakan terkait dengan optimisme perlindungan yang ditawarkan terhadap kerusakan akibat stres. Studi tentang emosi negatif menunjukkan efek melemahnya sistem kekebalan tubuh,” lanjut dia.

Seorang neuropsikolog lainnya yang juga merupakan geropsikolog, dan Direktur Senior Program Kesehatan Otak dan Gaya Hidup di Pacific Neuroscience Institute di Santa Monica, Dr Karen Miller juga mengungkapkan hal senada. Umumnya peradangan yang disebabkan oleh stres adalah salah satu penyebab penuaan yang cepat, kesulitan fisik, dan lebih banyak kesulitan kognitif.

Menurutnya, saat seseorang berpikir positif dan terlibat dalam perilaku positif bisa menurunkan stres dan tingkat peradangan tersebut.

“Jadi ketika kita berpikir positif dan terlibat dalam perilaku positif, seperti meditasi, yoga, keluar dan berjalan-jalan, berolahraga, [atau] menikmati udara segar, semua itu banyak hal yang menurunkan stres kita dan menurunkan tingkat peradangan kita,” bebernya.

“Jika kita mengalami banyak stres, kita akan mengalami peradangan yang lebih tinggi dan peradangan yang lebih tinggi sebenarnya dapat menyebabkan kerusakan sel pada tubuh kita, khususnya otak kita,” pungkas Dr Miller.

Simak Video “Rahasia Panjang Umur Ratu Elizabeth II Hingga 96 Tahun
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)

Terungkap! Ini yang Ada di Darah Orang Panjang Umur Berusia 100 Tahun


Jakarta

Sudah sering terdengar, gaya hidup yang baik berupa asupan makan sehat dibarengi aktivitas fisik adalah kunci untuk bisa hidup panjang umur. Hal itulah yang disebut-sebut bisa membuat beberapa orang di dunia hidup mencapai usia 100 tahun, bahkan lebih.

Sejumlah ahli medis meyakini, pasti ada faktor tertentu yang membuat beberapa orang bisa hidup panjang umur. Sejalan dengan temuan peneliti baru-baru ini, rupanya memang ada yang berbeda di darah orang-orang yang berumur 100 tahun atau lebih. Seperti apa?

“Mereka yang berhasil mencapai ulang tahun keseratus cenderung memiliki kadar glukosa, kreatinin, dan asam urat yang lebih rendah sejak usia 60-an dan seterusnya,” tulis rekan penulis Dr Karin Modig, profesor di Karolinska Institutet Swedia, dikutip dari New York Publish, Rabu (11/10/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sangat sedikit dari orang berusia seratus tahun yang memiliki kadar glukosa di atas 6,5 pada awal hidupnya, atau tingkat kreatinin di atas 125,” sambungnya.

Diketahui, kadar kreatinin yang tinggi mengindikasikan masalah ginjal, dan asam urat dikaitkan dengan peradangan. Kemudian kadar glukosa (atau gula darah) yang tinggi dapat menyebabkan diabetes.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal GeroScience ini mencakup knowledge dari 44.000 orang di Swedia, yang lahir antara tahun 1893 hingga 1920. Seluruh peserta penelitian tersebut menjalani pemeriksaan kesehatan pada usia 64 hingga 99 tahun.

Selain asam urat, glukosa, dan kreatinin, peneliti juga mengamati kadar kolesterol whole dan zat besi.

“Orang-orang yang memiliki tingkat kolesterol whole dan zat besi yang terendah dari lima kelompok memiliki peluang lebih rendah untuk mencapai usia 100 tahun dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat kolesterol whole dan zat besi yang lebih tinggi,” tulis Modig.

Lewat penelitiannya, para ahli medis tidak memberikan rekomendasi gaya hidup tertentu. Namun, mereka berfokus kepada faktor-faktor tertentu dalam darah yang diyakininya, mempengaruhi potensi seseorang untuk hidup panjang umur.

“Masuk akal untuk berpikir bahwa faktor-faktor seperti nutrisi dan asupan alkohol berpengaruh (terhadap potensi panjang umur). Memperhatikan kondisi ginjal dan hati Anda, serta glukosa dan asam urat seiring bertambahnya usia, mungkin bukan ide yang buruk,” beber Modig.

Namun seiring temuannya itu, peneliti juga tidak memungkiri bahwa ada kemungkinan, orang-orang yang hidup panjang umur tidak terlepas dari faktor keberuntungan.

“Tetapi fakta bahwa perbedaan biomarker dapat diamati jauh sebelum kematian menunjukkan bahwa gen dan gaya hidup juga mungkin berperan,” pungkas Modig.

Simak Video “Penyebab Golongan Darah A Lebih Rentan Kena Stroke di Usia Muda
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)

Terungkap Posisi Bercinta yang Bikin Tidur Makin Nyenyak


Jakarta

Dalam bercinta, ada banyak sekali posisi seks yang dapat dicoba, mulai dari missionary, girl on prime, doggy model, dan lain-lain. Namun, menurut studi terbaru di Inggris, terdapat posisi seks yang membantu tidur lebih nyenyak setelahnya.

Dalam riset dengan 1.652 sukarelawan ini, tidur nyenyak disepakati sebagai tidur dalam fase speedy eye motion (REM). Fase tidur ini adalah kondisi tidur saat bermimpi, dan saat mata secara fisik melakukan ‘ping-pong’ bolak-balik di bawah kelopak mata.

“Saya menganggap bermimpi sebagai terapi semalam,” Matthew Walker, PhD., profesor Psikologi di College of California, Berkeley.

Lalu, terkait posisi seks, peneliti mengungkap pasangan yang melakukan seks dengan posisi doggy model dinilai akan memiliki tidur lebih nyenyak. Dalam riset yang dilakukan, sebanyak 43 persen dari sukarelawan mengalami lebih banyak tidur REM, dan tentu memiliki kualitas tidur lebih baik.

Posisi lain yang sangat efektif dalam membuat tidur nyenyak termasuk ‘The Lotus’ , dengan teknik duduk bersila, dan pasangan saling bertatap wajah bersama. Lalu, posisi ‘Elang’ 35 persen seperti missionary, tetapi dengan kaki bawah terbentang.

Simak Video “ Upaya Kemenkes Atasi Penularan Hepatitis B dari Ibu ke Anak
[Gambas:Video 20detik]
(Faesal Mubarok/naf)

Terungkap 4 Wilayah RI dengan Kasus Obesitas Tinggi, DKI Nggak Termasuk

Jakarta

Beberapa waktu terakhir, kasus obesitas ekstrem dengan berat badan pasien mencapai ratusan kilogram bermunculan di Indonesia. Mulai dari kasus mendiang Muhammad Fajri dengan berat 300 kg, kemudian mendiang Cipto Raharjo (CR), yang meninggal dunia belum lama ini.

Wakil Menteri Kesehatan RI, dr Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan kasus obesitas memang meningkat di Indonesia. Ia memberikan gambaran, sepanjang 2013 hingga 2018 terdapat peningkatan angka obesitas di Indonesia mencapai lebih dari 5 persen.

“Riskesdas 2013 itu angka obesitas di Indonesia sekitar 15,3 persen. Begitu dipotret lagi tahun 2018, obesitasnya menjadi 21,8 persen. Jadi ada peningkatan yang begitu drastis di masyarakat tentang obesitas,” ungkapnya dalam siaran langsung, Senin (24/7/2023).

Apa Penyebabnya?

Lebih lanjut menurut Wamenkes, kenaikan kasus obesitas ini kemungkinan dipicu oleh besaran pemasukan yang meningkat pada masyarakat dari tahun ke tahun, dibarengi minimnya pengetahuan tentang pentingnya mengatur asupan makanan.

“Ini mungkin dipacu oleh revenue yang makin meningkat (atau) revenue yang semakin meningkat, dan terutama angka obesitas ini banyak sekali dari daerah-daerah penyanggah kota besar seperti di Tangerang, Depok, di Bekasi, Bogor, itu angka obesitasnya lebih tinggi daripada di Jakarta,” beber Wamenkes.

“Itu menunjukkan bahwa angka obesitas berkorelasi dengan pendapatan masyarakat yang semakin meningkat. Ini karena konsumsi dan pengetahuan yang tidak dipahami oleh masyarakat secara luas,” pungkasnya.

Simak Video “Simak Cara Pencegahan Obesitas pada Bayi, Balita dan Anak!
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)