Tag: Warga

Pilu Derita Warga Gaza Sebulan Lebih Krisis Air-Pangan Imbas Digempur Israel

Jakarta

Tercatat lebih dari sebulan warga Gaza menghadapi krisis air, makanan, dan nihil akses ke layanan kesehatan. Sumber sanitasi dan yang lainnya mencapai titik puncak krisis.

Pengeboman intensif Israel di Jalur Gaza menewaskan 10.328 warga Palestina, termasuk di antaranya 4.237 anak-anak, sejak 7 Oktober. Kementerian Kesehatan di Gaza menyebutkan jumlah orang yang terluka bertambah menjadi 25.965 kasus.

Pada 9 Oktober, militer Israel mengumumkan blokade whole terhadap wilayah yang sudah terkepung, termasuk larangan air dan makanan. Dua hari kemudian, listrik padam dan masuknya bantuan serta bahan bakar dibatasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diperkirakan 1,5 juta orang terpaksa mengungsi dan kondisi mereka semakin genting karena kurangnya pasokan kebutuhan pokok.

Krisis Air Mengkhawatirkan

Kelompok hak asasi manusia telah memperingatkan selama bertahun-tahun tentang memburuknya situasi air di Jalur Gaza. Pada 2021, Institut World untuk Air, Lingkungan dan Kesehatan dan Monitor Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania menggambarkan air di Gaza tidak dapat diminum, sekitar 97 persen airnya tidak layak untuk dikonsumsi.

Saat ini, kurangnya listrik menyebabkan instalasi desalinasi dan pengolahan air limbah tidak dapat berjalan, sehingga semakin mengurangi akses terhadap air minum aman.

Pada 4 November, Israel menghancurkan reservoir air di Gaza utara serta tangki air umum yang memasok ke beberapa lingkungan di selatan.

Banyak orang meminum air tercemar, asin, dan mengantre berjam-jam dengan harapan mendapatkan air yang layak diminum.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut dibutuhkan antara 50 dan 100 liter air per orang dalam hari, tetapi mereka memperkirakan rata-rata alokasi air harian di Gaza hanya tiga liter untuk semua kebutuhan sehari-hari, termasuk minuman dan kebersihan.

Kekurangan air berdampak pada tubuh, pertama pada ginjal, hingga akhirnya jantung. Dehidrasi terjadi dengan cepat pada anak-anak dan seringkali berujung deadly. Seseorang dapat mengalami sakit kepala ringan dan denyut nadi berdebar kencang karena jantung harus memompa lebih cepat untuk mempertahankan oksigen.

Krisis Pangan

Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mengatakan 80 persen populasi di Jalur Gaza sudah mengalami kerawanan pangan sebelum dimulainya serangan pada tanggal 7 Oktober. Hampir separuh populasi dari 2,3 juta orang bergantung pada bantuan makana dari Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Sebelum tanggal 7 Oktober, rata-rata sekitar 500 truk diizinkan masuk ke Gaza setiap hari.

Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) PBB, sejak 21 Oktober, setidaknya 451 truk telah memasuki Gaza, 158 di antaranya membawa makanan, termasuk ikan kaleng, pasta, tepung terigu, pasta tomat kalengan, dan kacang kalengan. Sementara 102 truk di antaranya membawa perbekalan kesehatan.

Truk-truk yang tersisa membawa muatan campuran. Pasokan bahan bakar masih belum diperbolehkan masuk ke Gaza, yang berdampak serius pada rumah sakit yang masih beroperasi. Hal ini tentu membahayakan nyawa ribuan orang.

NEXT: Tak Ada Akses ke Layanan Kesehatan

4 Makanan yang Harus Dihindari Kalau Ingin Panjang Umur Bak Warga Blue Zone

Jakarta

Ada beberapa makanan yang dapat merusak kualitas hidup sehingga memperpendek umur. Makanan ini tak biasa dikonsumsi orang yang bermukim di wilayah Blue Zone atau Zona Biru.

Kita bisa mencontoh pola asupan makanan orang zona biru agar bisa memperpanjang umur. Mereka juga membatasi beberapa makanan yang bisa meningjatkan risiko penyakit kronis, seperti sakit jantung, kanker, dan penyakit kronis lainnya.

Dikutip dari Insider, berikut sederet makanan yang perlu dihindari kalau ingin panjang umur.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Makanan olahan

Makanan pokok seperti nasi, kacang-kacangan, dan sayuran lebih diutamakan daripada makanan olahan, yang penuh dengan lemak jahat, garam, gula, dan pengawet sebaiknya dibatasi jika ingin berumur panjang.

Makanan ultra-processed meals seperti pizza, keripik, dan makanan kemasan lainnya telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian dini akibat penyakit jantung atau kanker.

2. Makanan dengan gula tambahan

Salah satu penyebab umur pendek adalah terlalu banyak gula. Kurangi makanan, seperti kue, permen, dan es krim.

Terlalu banyak makanan manias dapat menyebabkan kenaikan berat badan, masalah temper, kulit, dan risiko diabetes, liver, serta risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Alih-alih nyemil yang manis, masyarakat zona biru cenderung makan kacang-kacangan dengan serat dan lemak sehat, atau buah-buahan untuk rasa manis alami.

3. Makanan biji-bijian olahan

Makanan seperti roti putih, pasta, dan kue kering harus dihindari karena lebih baik konsumsi biji-bijian utuh berserat tinggi.

Zona Biru terkenal dengan weight loss program karbohidrat, mereka lebih menyukai biji-bijian daripada makanan tepung-tepungan. Ketika biji-bijian diproses, nutrisi seperti serat, vitamin, dan mineral berkurang dan tekstur makanan menjadi lebih halus agar memiliki umur simpan yang lama. Seringkali, zat kimia juga dicampur untuk meningkatkan rasa.

Kurangnya serat dalam biji-bijian olahan dapat membuat tubuh merasa mudah lapar sehingga banyak makan dan memicu lonjakan gula darah.

4. Minuman manis

Hindari minuman manis seperti soda, jus kemasan, minuman berenergi, dan sejenisnya. Kebiasaan mengonsumsi ini dapat meningktkan risiko kanker dan penyakit kronis lainnya.

Perbanyak air putih untuk menghidrasi tubuh. Lalu, bisa konsumsi kopi dan teh dengan kandungan tinggi antioksidan, mikronutrien yang meminimalisir risiko penyakit kronis.

Simak Video “Kenalan Sama Keju Mazaraat, Keju Organik Produk Lokal
[Gambas:Video 20detik]
(kna/kna)

Singapura Dinobatkan Jadi Warga ‘Blue Zone’ 2.0, Ternyata Ini Alasannya

Jakarta

Singapura baru-baru ini dinobatkan sebagai wilayah blue zone atau zona biru 2.0. Masyarakat di sana disebut memiliki peluang hidup lebih lama imbas pola hidup lebih sehat.

Namun tidak seperti populasi blue zone atau zona biru lain, yang berumur panjang berkat cara hidup tradisional secara alami. Konon, siasat di Singapura menjadi populasi blue zone adalah rekayasa.

Pakar kesehatan terkait umur panjang mempertimbangkan apa yang sejauh ini berhasil memperpanjang angka harapan hidup dan bagaimana masyarakat Singapura bisa menjalani hidup lebih sehat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Okinawa, Sardinia, dan Singapura.

Jika dibandingkan, apa persamaan tempat-tempat di wilayah ini sehingga menjadi populasi blue zone? Selain tentu semuanya kepulauan, Okinawa ada di Jepang, Sardinia di Italia, dan Singapura di Asia Tenggara.

Dalam serial Netflix terbaru berjudul Reside to 100: Secrets and techniques of the Blue Zones, mereka termasuk di antara enam tempat yang diberi nama ‘Blue Zones’. Istilah ini dipopulerkan oleh penulis buku terlaris New York Occasions Dan Buettner, Blue Zones adalah wilayah dengan tingkat penduduk terbanyak, berusia seratus tahun atau bahkan lebih dari 100 tahun.

Artinya, menjadi tempat saat orang-orang dapat hidup lebih lama dan menikmati kesehatan lebih baik hingga usia lanjut. Dalam bukunya The Blue Zones, Buettner menyebutkan lima Blue Zones asli selain Okinawa dan Sardinia, ada di Ikaria di Yunani, Loma Linda di California, dan Semenanjung Nicoya di Kosta Rika.

Masing-masing wilayah dengan catatan umur panjang ini telah menjalani cara hidup sederhana seperti mengonsumsi pola makan nabati, aktif setiap hari, juga selalu bersosialisasi.

Singapura dinobatkan sebagai blue zone 2.0 keenam tahun ini dalam empat bagian movie dokumenter di Netflix, tetapi Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menekankan bahwa fakta warga di Singapura saat ini menunjukkan yang sebaliknya.

“Singapura mencatat salah satu angka harapan hidup dan rentang kesehatan tertinggi di dunia tampaknya merupakan sebuah anomali,” katanya, dikutip dari Channel Information Asia, Selasa (17/10/2023).

“Kebiasaan sehat yang baik tidak melekat dalam budaya dan gaya hidup tradisional kita. Singapura tidak seperti Okinawa atau Sardinia. Sebaliknya, kami makan makanan yang kaya gula, garam, dan santan, seringkali digoreng. Kita tidak diberkahi dengan hamparan alam luas yang mendorong aktivitas luar ruangan, juga laju kehidupan yang cepat dan penuh tekanan termasuk di pekerjaan.”

“Banyak keluarga yang menyendiri dan bahkan tidak berbicara dengan tetangga dekat mereka.”

RS Penuh, Krisis Air sampai Ancaman Kelaparan Warga Gaza Imbas Blokade Israel


Jakarta

Antrean di depan kamar mandi wilayah Jalur Gaza bagian selatan tampak mengular. Mereka bahkan belum mandi berhari-hari setelah Israel memutus aliran air, listrik, bahkan sampai pasokan makanan.

Ahmed Hamid (43) meninggalkan kota Gaza bersama istri dan tujuh anaknya, menuju ke Rafah setelah tentara Israel pada hari Jumat memperingatkan penduduk di utara wilayah kantong tersebut menuju ke selatan, demi keselamatan mereka sendiri.

“Sudah berhari-hari kami tidak mandi. Bahkan pergi ke rest room pun harus mengantre,” kata Hamid kepada AFP.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Tidak ada makanan. Semua barang tidak tersedia dan harga makanan yang tersedia melonjak. Satu-satunya makanan yang kami temukan hanyalah tuna kalengan dan keju.”

“Saya merasa seperti beban, tidak mampu berbuat apa-apa,” curhatnya.

PBB memperkirakan sekitar satu juta orang telah mengungsi sejak Israel memulai pemboman udara tanpa henti di Gaza. Di wilayah Gaza, setidaknya 2.670 orang tewas dalam pemboman tanpa henti tersebut, sebagian besar dari mereka adalah warga biasa Palestina.

Mona Abdel Hamid (55) meninggalkan rumahnya di Kota Gaza, menuju rumah kerabatnya di Rafah. Sebaliknya, dia mendapati dirinya berada di rumah orang yang tidak dia kenal.

“Saya merasa terhina dan malu. Saya mencari perlindungan. Kami tidak mempunyai banyak pakaian dan sebagian besar pakaian sekarang kotor, tidak ada air untuk mencucinya,” katanya.

“Tidak ada listrik, tidak ada air, tidak ada web. Saya merasa seperti kehilangan rasa kemanusiaan saya.”

Kisah pilu lain dialami Sabah Masbah (50) yang tinggal bersama suami, putrinya, dan 21 kerabat lain di rumah teman yang berlokasi di Rafah.

“Hal terburuk dan paling berbahaya adalah kami tidak dapat menemukan air. Saat ini tidak ada dari kami yang mandi karena air sangat langka,” katanya kepada AFP.

Di samping itu kondisi rumah sakit di Gaza juga di ambang kolaps. Imbas blokade Israel, pasokan obat-obatan cepat habis dan rumah sakit tak bisa merawat pasien karena listrik diputus.

Kondisi yang sangat memprihatinkan juga terjadi di Rumah Sakit Shifa, kompleks medis terbesar di Kota Gaza. Para dokter Palestina memperingatkan akan terjadinya wabah penyakit menular karena kepadatan penduduk yang mendatangi rumah sakit tersebut.

“Ada ribuan,bahkan puluhan ribu orang yang berbondong-bondong ke rumah sakit,” kata ahli bedah Ghassan Abu Sitta seperti kepada Al Jazeera.

“Mereka tidur di lantai, di koridor, di antara tempat tidur pasien. Mereka sangat ketakutan. Mereka mengira ini adalah tempat paling aman dan segala sesuatu di sekitar mereka menegaskan hal itu,” ujarnya.

Simak Video “WHO Kritik Israel soal Evakuasi 1 Juta Warga Gaza: Itu Akan Jadi Bencana!
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)

Fakta Seputar Wabah Kutu Busuk yang Menghantui Paris, Bikin Warga Ketar-ketir

Jakarta

Baru-baru ini, tepatnya pada September hingga saat ini, warga Paris diserang wabah kutu busuk. Serangan hama ini menyebar ke berbagai tempat di Paris, mulai dari transportasi umum, bioskop, hingga rumah sakit.

Gelombang kepanikan dan rasa jijik menyebar ke seluruh negeri gegara para pelancong mengunggah foto dan video yang menunjukkan serbuan serangga tersebut di sistem transportasi lokal Paris, kereta, dan di bandara Charles de Gaulle.

Dikutip dari France24, kutu busuk yang telah menghilang pada 1950-an lalu, telah kembali dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh adanya kepadatan penduduk yang tinggi serta keberadaan angkutan massal yang lebih banyak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tiga tahun yang lalu, pemerintah Prancis meluncurkan kampanye anti-kutu busuk, yang mencakup situs net khusus dan hotline informasi, ketika jumlah serangga tersebut melonjak. Namun, Wakil Wali Kota Paris, Emmanuel Grégoire mengatakan meskipun ada rencana tersebut, ada 3,6 juta orang yang datang ke Paris setiap hari, dan kutu busuk tidak berhenti di pinggiran kota.

Adapun kutu busuk adalah serangga kecil berwarna coklat seukuran biji apel yang mengigit manusia dan menghisap darah. Hama ini dapat bersembunyi di berbagai furnitur di rumah misalnya seperti kasur, couch, hingga karpet. Serangga tersebut bisa berada di celah-celah sempit dan umumnya mencari makan pada malam hari.

Upaya Pemerintah Paris dalam Menanggulangi Wabah Kutu Busuk

Gigitan kutu busuk bisa meninggalkan space merah, lecet, atau ruam besar pada kulit. Selain itu serangga penghisap darah ini juga bisa menyebabkan reaksi alergi atau rasa gatal yang hebat. Kutu busuk juga sering menyebabkan tekanan psikologis, gangguan tidur, kecemasan, dan depresi.

Masalah kutu busuk ini juga telah dinilai sebagai krisis kesehatan masyarakat. Pemerintah membuat rencana sanksi international yang diperpanjang hingga 2024 untuk melawan penyebaran besar kutu busuk di perumahan-perumahan Prancis.

Prancis juga terpaksa menutup tujuh sekolah di tengah meningkatnya populasi kutu busuk di sejumlah wilayah termasuk Paris. Pada awal Oktober ini, Kementerian Pendidikan mengatakan lima sekolah dengan whole 1.500 siswa ditutup sementara.

Melihat serangan kutu busuk yang sangat berbahaya, Grégoire meminta agar pengobatan kutu busuk harus dimasukkan dalam asuransi. Ini dilakukan sebagai tanda betapa buruknya penyakit ini.

Dikutip dari France, Badan kesehatan nasional Paris merekomendasikan orang-orang untuk memeriksa tempat tidur lodge saat bepergian dan berhati-hati ketika membawa furnishings bekas ataupun kasur bekas ke dalam rumah. Ketika seseorang terkena dampak dari kutu busuk perawatan terhadapnya harus segera dilakukan.

Grégoire berkata bahwa rencana penanggulangan harus segera dilakukan oleh pihak yang berkepentingan meskipun seluruh Prancis tengah mempersiapkan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade 2024.

“Negara harus segera mengumpulkan semua pihak yang berkepentingan untuk membuat rencana tindakan yang sesuai dengan momok ini, ketika seluruh Prancis bersiap menjadi tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade,” beber Grégoire.

NEXT: Seberbahaya apa sebenarnya kutu busuk?

Situasi Warga Inggris, Takut Diserang Kutu Busuk Sampai Banyak yang Alami Delusi


Jakarta

Warga Paris dibuat geger dengan menyebarnya kutu busuk di tempat umum seperti transportasi umum hingga bioskop. Menyusul Paris, kini warga di London pun ikut dihantui kutu busuk, yang ditakutkan berisiko memicu sejumlah penyakit selain gatal-gatal.

Pakar kutu busuk mendesak agar masyarakat untuk tetap tenang setelah muncul laporan mengenai wabah di Paris. Sebab dalam gambar dan video yang beredar, terlihat kutu busuk ini merayap di kursi Metro, kereta api, dan bus kota. Warga Inggris pun ketar-ketir, takut akan mengalami wabah serupa.

Direktur pelaksana di Environ Pest Management, Ricky Clark, menyebut dirinya telah melihat lonjakan panggilan telepon hingga 20 persen beberapa waktu terakhir ini. Namun, hal itu disebabkan oleh meningkatnya ketakutan warga akan kutu busuk, bukan peningkatan kasus yang benar-benar terjadi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya telah melihat peningkatan dalam laporan terkait hama mengenai kutu busuk di London, namun banyak dari kasus ini sebenarnya bukan kutu busuk. Masyarakat sangat cemas akan hal tersebut,” ujarnya dikutip dari Day by day Categorical, Sabtu (14/10/2023).

“Ada video viral yang beredar (menunjukkan) kutu busuk pada seseorang di dalam tabung, dan saya langsung tahu bahwa itu bukan kutu busuk,” imbuh Clark.

Ia juga menyebut, dirinya menerima telepon dari orang-orang yang menderita parasitosis delusi, suatu kondisi kejiwaan yang menyebabkan perasaan diserang oleh parasit atau organisme seperti serangga, cacing atau kutu.

“Ketika Anda mendengar cerita-cerita ini keluar dari Paris, hal itu meningkatkan kecemasan masyarakat,” pungkas Clark.

Simak Video “Kutu Busuk Serang Paris, Ini Bahayanya Jika Digigit
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/vyp)

Warga Perkotaan Lebih Rentan Sakit Jantung, Ternyata Ini Penyebabnya

Jakarta

Penyakit jantung merupakan masalah kesehatan serius yang hingga saat ini menduduki peringkat nomor satu dalam mortalitas dan morbiditas di Indonesia. Meskipun tidak memandang usia dan tempat, penduduk perkotaan memiliki tantangan lebih dalam mencegah terkena penyakit jantung.

Dokter spesialis jantung dr Bambang Dwiputra, SpJP(Okay) menjelaskan, penyakit jantung adalah masalah kesehatan yang multifaktor. Artinya, penyebabnya tidak hanya satu faktor tunggal, tetapi sejumlah faktor yang dapat berkontribusi. Penyakit ini tidak memandang usia, bisa menyerang mulai dari bayi hingga dewasa.

“Penyakit jantung itu uniknya adalah dia multifaktor. Jadi ada beberapa faktor yang bisa memengaruhi seseorang terkena penyakit jantung atau tidak,” ungkap dr Bambang dalam konferensi pers Hari Jantung Sedunia, Selasa (26/09/2023).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor-faktor yang menjadi perhatian utama adalah perilaku dan kondisi kesehatan seseorang. Merokok, memiliki tekanan darah tinggi, menderita diabetes, kurang berolahraga, atau memiliki kelebihan berat badan, semuanya turut berkontribusi pada risiko penyakit jantung.

Namun, ada tantangan tersendiri ketika kita berbicara tentang penyakit jantung di perkotaan. “Nah apa yang menjadi tantangan di perkotaan. Kalau kita lihat memang penyakit jantung ini semakin ke sini semakin mudah,” kata dr Bambang.

Ia menjelaskan bahwa salah satu faktor utamanya adalah gaya hidup yang kurang aktif, yang dikenal sebagai sedentary life-style.

“Karena banyak studi-studi membuktikan bahwa ada pengaruh dari sedentary life-style. Kebiasaan malas bergerak, kita tahu sendiri kalau sekarang aplikasi atau teknologi semakin canggih, jadi kita dengan gampangnya juga bisa order makanan dengan genggaman jari kita. Kalau dulu kan harus jalan dulu ke warung, sekarang kita semakin dimanjakan,” imbuhnya.

Menyoal Ectrodactyly yang Bikin Warga Vadoma Afrika Punya ‘Kaki Burung Unta’

Jakarta

Warga suku Vadoma yang tinggal di wilayah Kanyemba di Zimbabwe memiliki kondisi genetik langka bernama sindrom ectrodactyl. Sindrom tersebut membuat kaki warga terlihat seperti kaki burung unta.

Mutasi tersebut diyakini terjadi pada sekitar satu dari setiap empat anak yang lahir di suku Vadoma. Kebanyakan anggotanya tidak memiliki tiga jari tengah dan hanya memiliki dua jari terluar.

Karena praktik isolasi dan hukum yang berlaku di suku Vadoma, mereka mempertahankan mutasi genetik lebih sering apabila dibandingkan dengan populasi lainnya.

Masyarakat tidak menganggap mutasi tersebut sebagai kecacatan. Walaupun banyak anggota suku yang kesulitan berjalan maupun berlari.

Warga suku Vadoma menganggap bahwa mutasi tersebut merupakan kondisi yang seharusnya dirayakan dan hal tersebut memungkinkan mereka untuk memanjat pohon lebih cepat. Memanjat pohon merupakan keterampilan yang sangat berguna pada masyarakat suku tersebut yang memang masih sangat tradisional.

Menyoal Sindrom Ectrodactyly

Kondisi ini merupakan kelainan genetik yang sangat langka dan dapat mempengaruhi pertumbuhan kaki dan menyebabkan kaki mirip dengan kaki burung unta. Kondisi ini juga disebut sebagai cacat formasi atau kaki terbelah.

Dikutip dari Uncommon Illness, selain pada kaki kondisi ini umumnya juga bisa terjadi pada tangan.

Adapun lebih lanjut, kelainan disebabkan oleh kondisi dominan autosomal yang diakibatkan oleh mutasi tunggal pada kromosom 7. Para ilmuwan memperkirakan bahwa kondisi ini diturunkan dalam keluarga dari generasi ke generasi.

Tidak seperti kondisi regular di mana seseorang memiliki lima jari secara terpisah, pengidap ectrodactyly hanya memiliki dua sampai tiga jari pada tangan atau kakinya. Selain itu, pengidap ectrodactyly juga mengalami masalah pendengaran.

Simak Video “Wanti-Wanti Peneliti Soal Flu Babi Afrika yang Masuk ke Indonesia
[Gambas:Video 20detik]
(avk/vyp)

Ada Risetnya! Polusi Udara Ternyata Bisa Perpendek Umur Warga Indonesia

Jakarta

Seiring kualitas udara yang memburuk di Jabodetabek, sejumlah praktisi kesehatan menyoroti risiko penyakit pada masyarakat, khususnya yang sehari-harinya masih harus beraktivitas di luar rumah. Bahkan salah satu yang juga dikhawatirkan, tak lain risiko polusi udara yang parah dapat memperpendek usia warga.

Hal itu disinggung oleh Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Prof Tjandra Yoga Aditama, mengacu pada penelitian Air High quality Life Index (AQLI) examine di India dan sekitarnya pada 2021 yang menganalisa dampak polusi pada usia harapan hidup (life expectancy).

Analisa tersebut berdasar knowledge 2021, dengan kadar rata-rata tahunan PM2.5 di New Delhi adalah 126.5 µg/m³ , atau setara 25 kali lebih tinggi dari batas rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 5 µg/m³.

“Tingginya kadar polusi udara 2021 itu ternyata memberi dampak penurunan rentang usia (lifespan) penduduk New Delhi menjadi lebih pendek 11,9 tahun, kalau digunakan batas aman menurut WHO,” terangnya melalui keterangan tertulis diterima detikcom, Kamis (31/8/2023).

“Analisa lain, kalau menggunakan knowledge standar polusi nasional India maka penduduk New Delhi dapat kehilangan usia harapan hidup selama 8,5 tahun,” imbuh Prof Tjandra.

Lebih lanjut ia menjelaskan, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa polusi bahan partikulat merupakan risiko terbesar yang mengancam kesehatan di India, bahkan melebihi dampak penyakit kardiovaskuler dan malnutrisi maternal berkenaan dengan penurunan angka usia harapan hidup.

Artinya secara rata-rata, penduduk India kehilangan 5,3 tahun usia harapan hidupnya akibat polusi partikel. Padahal dibandingkan penyakit lainnya, angka kehilangan usia harapan hidup akibat penyakit kardiovaskuler adalah 4,5 tahun dan akibat malnutrisi maternal dan bayi sebesar 1,8 tahun.

“Mengingat kita sekarang masih harus terus bergelut dengan polusi udara maka akan baik kalau juga dilakukan penelitian ‘Air High quality Life Index’ di negara kita, sehingga kita tahu pasti ada tidaknya dampak polusi udara pada usia harapan hidup kita bersama, dan kalau ada maka seberapa besar kehilangan tahun kehidupannya,” pungkas Prof Tjandra.

NEXT: Kondisi di Indonesia sudah segawat di India?

Simak Video “Ideas Kurangi Potensi Gangguan Kulit Akibat Polusi Udara Ekstrem
[Gambas:Video 20detik]

Pernapasan Warga Jabodetabek ‘Ambyar’ Dihajar Polusi, Ini Datanya


Jakarta

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) melaporkan peningkatan kasus penyakit pernapasan terkait polusi, termasuk infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) di ibu kota konsisten melampaui 100 ribu per bulan setelah periode Oktober 2022.

Tren kenaikan pasien asma juga tak jauh berbeda. Misalnya di RSUP Persahabatan, kasus penyakit diduga imbas polusi tersebut bahkan merangkak naik melampaui 30 persen.

Laporan peningkatan ini juga disorot Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Menurutnya, kasus ISPA di DKI Jakarta yang semula hanya berkisar 50 ribu, kini kenaikannya tercatat sebanyak dua kali lipat.

Imbasnya, disebut Menkes memicu pembiayaan kesehatan meningkat. Diperkirakan biaya perawatan akibat penyakit pernapasan bisa melampaui Rp 10 triliun.

“Respiratory illnesses yang saya sampaikan itu tahun lalu complete klaimnya di BPJS Rp 10 triliun. Jadi pasti tahun ini kalau lebih banyak yang kena itu akan naik,” ucapnya.

Catatan penambahan kasus ISPA di DKI sebenarnya sempat dirinci Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta dr Ngabila Salama. Berikut laporannya sepanjang 2023 terkait kasus ISPA:

  • Januari: 102.609 kasus
  • Februari: 104.638 kasus
  • Maret: 119.734 kasus
  • April: 109.705 kasus
  • Mei: 99.130 kasus
  • Juni: 102.475 kasus

Aplikasi pemantau kualitas udara Nafas Indonesia dan Halodoc kemudian melakukan kerja sama riset soal pelaporan ISPA Jabodetabek periode Juni hingga Agustus 2023. Mereka melaporkan ada kenaikan 33 persen melalui knowledge yang dihimpun dari jumlah konsultasi on-line di Halodoc.

Dari complete tersebut, 15 kecamatan dengan kenaikan kasus ISPA tertinggi di Jabodetabek meliputi:

  1. Penjaringan
  2. Cengkareng
  3. Grogol Pertamburan
  4. Kelapa Dua
  5. Pulo Gadung
  6. Menteng
  7. Tanah Abang
  8. Kebayoran Baru
  9. Cikarang Selatan
  10. Pamulang
  11. Cilandak
  12. Pasar Minggu
  13. Jagakarsa
  14. Cimanggis
  15. Tapos

Kenaikan ini disebut sejalan dengan tren peningkatan konsentrasi polusi PM 2.5. Dalam gambaran grafik yang ditampilkan, jumlah konsultasi kasus ISPA merangkak naik paling tinggi di periode 24 hingga 30 Juli 2023 saat konsentrasi PM 2.5 di angka 58, kategori merah alias tidak sehat.

Begitu juga dengan catatan 7 hingga 13 Agustus, saat polusi tinggi berada di konsentrasi PM 2.5 angka 56, complete pasien konsultasi ISPA trennya meningkat, bahkan lebih tinggi dari periode Juli 2023.

“Kaitan tingkat polusi dengan kasus ISPA cukup mengkhawatirkan. Setiap peningkatan 10 µg/m³ dari baseline PM 2.5, ada kenaikan konsultasi ISPA 33 persen,” beber studi Nafas dan Halodoc, dalam keterangan yang diterima detikcom Kamis (24/8/2023).

Simak Video “Polusi Jakarta Memprihatinkan, Paparannya Bikin Iritasi Saluran Napas
[Gambas:Video 20detik]
(naf/suc)