Tag: Warganya

6 Wilayah Blue Zone yang Warganya Berumur Panjang, Ada Negara Tetangga RI

Jakarta

Blue Zone atau Zona Biru adalah istilah yang digunakan untuk menyebut wilayah yang memiliki penduduk lanjut usia berkembang dengan vitalitas luar biasa. Istilah ini mengacu pada wilayah geografis yang masyarakatnya memiliki tingkat penyakit kronis yang rendah dan berumur lebih panjang dibandingkan wilayah lain.

Istilah Blue Zone pertama kali digunakan oleh seorang penulis bernama Dan Buettner. Nama Blue Zone sendiri berasal dari lingkaran biru yang mengelilingi wilayah tersebut pada peta.

Mana saja wilayah yang termasuk dalam Blue Zone? Berikut ulasannya.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Okinawa (Jepang)

Okinawa memiliki populasi penduduk dengan harapan hidup yang tinggi. Hal tersebut bisa dicapai karena masyarakatnya menerapkan pola makan yang sehat, rajin melakukan aktivitas fisik, dan memiliki hubungan sosial yang kuat dengan keluarga serta sahabat.

Masyarakat Okinawa menganut prinsip ‘hara hachi bu’, yakni makan hingga 80 persen kenyang. Sehari-harinya mereka mengonsumsi makanan yang rendah kalori seperti ubi jalar ungu, tahu, ikan laut, sayuran hijau, dan makanan lokal lain. Penduduk Okinawa juga memiliki tingkat stres yang rendah.

2. Ikaria (Yunani)

Penduduk Ikaria hidup di wilayah yang penuh dengan bukit dan pegunungan. Kondisi itulah yang membuat mereka memiliki gaya hidup yang aktif.

Tak hanya itu, masyarakat Ikaria secara alami mengadopsi pola makan ala weight-reduction plan Mediterranean, yakni dengan mengonsumsi banyak sayuran dan buah. Selain itu, mereka juga kerap berpuasa sebagaimana yang dianjurkan oleh kepercayaan yang dianut di wilayah tersebut.

Menariknya, warga Ikaria juga rutin tidur siang. Hal ini membantu mereka terhindar dari stres hingga risiko kematian mendadak akibat serangan jantung.

3. Sardinia (Italia)

Warga Sardinia memiliki umur harapan hidup yang tinggi salah satunya berkat pola makan sehari-hari yang rendah lemak. Sama seperti Okinawa, penduduk Sardinia juga mengadopsi kebiasaan beraktivitas fisik yang tinggi, serta memelihara hubungan sosial dengan sahabat dan keluarga.

Masyarakat Sardinia juga cenderung memiliki kehidupan yang sederhana, misalnya terbiasa berjalan kaki saat bepergian.

4. Nicoya (Kosta Rika)

Penduduk Nicoya menganut kehidupan yang sederhana seperti berkebun, berjalan kaki, dan lain sebagainya. Hal ini senantiasa membuat tubuh mereka terus aktif dan bergerak.

Warga Nicoya juga memiliki pola makan yang rendah lemak jenuh dan garam. Sehari-harinya, mereka mengonsumsi makanan seperti beras coklat, kacang, pisang, sayuran akar, dan ikan.

5. Loma Linda (California)

Warga Loma Linda memiliki umur harapan hidup 10 tahun lebih lama dibanding populasi Amerika Serikat lainnya. Uniknya, hal tersebut lantaran masyarakat di Loma Linda memegang teguh ajaran agama mereka.

Mayoritas penduduk Loma Linda beragama Kristen Creation. Agama tersebut mengajarkan mereka untuk hanya mengonsumsi makanan yang bersumber dari tumbuh-tumbuhan. Selain itu, penganut Kristen Creation juga menghidari rokok, ataupun mengonsumsi hidangan tertentu seperti daging merah, kerang, makanan olahan, kafein, dan minuman beralkohol.

6. Singapura (Singapura)

Singapura adalah wilayah terbaru yang dinobatkan menjadi Blue Zone. Tapi berbeda dengan warga Blue Zone lain yang berumur panjang berkat cara hidup tradisional, umur harapan tinggi di Singapura konon berkat rekayasa. Hal ini yang membuat Singapura mendapat julukan Blue Zone 2.0.

Singapura masuk ke dalam enam tempat yang didokumentasikan lewat serial Netflix ‘Reside to 100: Secrets and techniques of the Blue Zones’.

Simak Video “Kesaksian Dokter saat RS Al-Ahli Gaza Diserang Israel
[Gambas:Video 20detik]
(ath/kna)

Alasan China Bakal Tindak Tegas Warganya yang Jual Beli Sel Telur Ilegal


Jakarta

China bakal menindak warganya yang jual beli sel telur ilegal dan menggunakan ibu pengganti (surogasi). Selama enam bulan ini, China tengah menggalakkan kampanye memerangi penggunaan teknologi reproduksi bantuan secara ilegal, termasuk jual beli sel telur dan ibu pengganti.

Dikutip dari Reuters, sebanyak 14 Kementerian termasuk nationwide Well being Fee (NHC) menyebut teknologi reproduksi bantuan hanya dapat digunakan di 543 institusi medis yang disetujui negara.

“Dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi penerapan teknologi kesuburan ilegal dari waktu ke waktu yang menimbulkan kekhawatiran luas di masyarakat,” kata NHC dalam sebuah pernyataan resmi.

Untuk menstandarkan penerapan teknologi reproduksi manusia berbantuan, pemerintah mengatakan akan fokus pada pemberantasan kegiatan ilegal dan kriminal termasuk pemalsuan dan jual beli akte kelahiran dari Juni hingga Desember tahun ini.

Penerbitan sertifikat medis kelahiran palsu telah menyebabkan penahanan ilegal dan perdagangan perempuan dan kejahatan lain yang secara serius melanggar hak dan kepentingan perempuan dan anak-anak.

“Penggunaan ilegal teknologi reproduksi yang dibantu manusia seperti ibu pengganti dan pengumpulan sel telur ilegal sangat merusak kesehatan dan hak perempuan,” kata NHC.

NHC juga mengatakan, langkah-langkah lain akan diluncurkan termasuk mengelola identifikasi pasien secara ketat, memperkuat persetujuan dan verifikasi teknologi reproduksi yang dibantu manusia, serta meningkatkan hukuman bagi institusi medis dan personel yang melanggar peraturan.

Di sisi lain, baru-baru ini penasihat politik pemerintah China mengusulkan agar perempuan lajang dan belum menikah harus punya akses ke pembekuan sel telur dan prosedur in vitro fertilization (IVF). Hal ini merupakan cara untuk tetap mempertahankan kesuburan meski usia sudah tidak lagi muda.

China saat ini hanya mengizinkan perempuan yang sudah menikah untuk mengakses pembekuan sel telur dan IVF. Langkah ini diharapkan bisa memberantas warga China yang jual beli sel telur ilegal.

Simak Video “Seorang Miliarder China Bakal Lelang Sperma dan Sel Telur
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)