Tag: Warna

Kasus Langka Darah Berubah Warna Jadi Biru usai Tenggak Obat Sakit Gigi


Jakarta

Seorang wanita 25 tahun di Rhode Island, Amerika Serikat, mengidap kondisi langka yang membuat darahnya berubah menjadi biru tua. Kondisi itu disebut sebagai methemoglobinemia.

Dalam kasusnya yang dipublikasi di New England Journal of Medication, wanita yang tidak disebutkan identitasnya itu mengatakan sempat menggunakan obat pereda nyeri topikal untuk sakit gigi.

Namun, keesokan paginya, wanita itu mengeluhkan rasa sakit dan langsung dilarikan ke unit gawat darurat.

“Saya lemah dan saya membiru,” katanya kepada dokter ruang gawat darurat.

Seorang dokter UGD di Rumah Sakit Miriam di Rhode Island, Dr Otis Warren, mengatakan bahwa wanita itu datang dengan semburat kebiruan. Kondisi itu disebut oleh dokter sebagai sianotik, yakni kondisi medis saat kulit dan kuku berwarna kebiruan. Ini adalah tanda khas tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen.

Pada pemeriksaan awal menunjukkan kadar oksigen dalam darah wanita itu sekitar 88 persen, yang lebih rendah dari normalnya.

Darah wanita itu terlihat berwarna biru tua. Tetapi, darah yang diambil dari vena tidak membawa oksigen. Darah yang diambil dari pembuluh darah dan arterinya juga berwarna biru tua.

Dr Warren langsung mengetahui masalah kesehatan yang dialami wanita 25 tahun itu, yakni methemoglobinemia. Sebelumnya, dia pernah melihat satu kasus, selama masa residensinya, saat seseorang mengembangkan penyakit tersebut usai dirawat dengan antibiotik.

“Warna kulitnya terlihat persis sama. Kamu melihatnya sekali, dan itu tetap ada di pikiranmu,” kata Warren kepada NBC Information, yang dikutip Sabtu (12/8/2023).

Analysis tersebut mendorong Warren untuk melakukan pengukuran yang lebih tepat terhadap kadar oksigen dalam darah wanita tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa ternyata kadar oksigennya jauh lebih rendah, yaitu 67 persen. Pada tingkat ini, kerusakan jaringan dapat terjadi.

Dalam kasus wanita itu, dia tidak minum antibiotik. Sebagai gantinya, dia menggunakan obat mati rasa yang dijual bebas, yang mengandung benzocaine, untuk membantu mengatasi rasa sakit akibat sakit gigi.

Dia memberitahu Dr Warren bahwa dia tidak menggunakan menghabiskan semua isi botol itu, tetapi jelas baginya bahwa dia telah menggunakan banyak sekali.

Methemoglobinemia terjadi saat zat besi dalam darah seseorang berubah bentuk dan tidak bisa lagi mengikat oksigen untuk membawanya ke seluruh tubuh. Artinya, meski orang itu bernapas, bagian tubuh lainnya akan merasa seperti tercekik.

Kondisi methemoglobinemia ini masih bisa diobati, dengan obat yang disebut metilen biru. Dalam perawatannya, wanita itu diberikan obat secara intravena dan selanjutnya melaporkan kondisinya yang sudah semakin membaik.

Meski begitu, dia tetap diberi dosis kedua dan menghabiskan malam di rumah sakit untuk observasi. Hingga dipulangkan keesokan paginya dan mendapat rujukan ke dokter gigi.

Simak Video “Epidermolisis Bullosa, Kelainan Kulit Langka Pada Manusia
[Gambas:Video 20detik]
(sao/kna)

Waspadai Jika Mr P Berubah Warna, Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Jakarta

Pernah berpikir warna penis berubah? Pasti para pria panik ketika mengalaminya. Akan tetapi, hal ini nyatanya bisa terjadi.

Kondisi perubahan warna penis erat kaitannya dengan aliran darah. Sama seperti ketika darah mengalir ke tempat lain di tubuh, peningkatan aliran darah dapat membuat penis terlihat berwarna agak merah.

Perubahan warna ini regular dan mungkin lebih terlihat saat ereksi, yang memungkinkan terjadinya peningkatan aliran darah. Namun, penis akan kembali berwarna semula saat sesudah ereksi.

Pada kondisi lain, saat perubahan warna penis disertai dengan gatal, bengkak, nyeri, atau gejala tidak biasa lainnya, bisa jadi tanda dari penyakit.

Beberapa kondisi lain penyebab penis berubah warna.

1. Memar

Seperti bagian tubuh lainnya, space kejantanan bisa memar. Memar berkembang ketika pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit kita pecah dan mulai bocor.

Ini terjadi ketika melukai diri sendiri dengan cara tertentu, seperti terjebak dalam ritsleting, atau seks kasar. Namun, sama seperti memar apa pun, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan akan memulih atau memudar sendiri.

Pada cedera yang lebih parah, mungkin akan mengalami hematoma, atau memar yang sangat dalam. Ini memerlukan perhatian medis segera karena dapat merusak jaringan halus di penis dan testis.

2. IMS

Infeksi menular seksual (IMS) dapat mengubah warna seluruh penis, berupa luka merah-ungu, atau bisa jadi itu adalah gejala herpes.

Herpes sangat menular dan disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV), yang memicu lepuh yang menyakitkan.

Luka pada penis juga bisa menjadi tanda awal sifilis, infeksi jahat yang menyebabkan sakit kepala, nyeri sendi, dan kelelahan.

3. Reaksi Alergi

Reaksi alergi dapat menyebabkan perubahan warna kulit dan ruam.

Dalam kasus yang lebih parah dapat memicu kondisi yang disebut sindrom Stevens-Johnson, biasanya disebabkan oleh reaksi obat, yang juga menyebabkan demam, sakit kepala, nyeri sendi, dan batuk.

Sindrom Stevens-Johnson adalah keadaan darurat medis sehingga harus mendapat penanganan.

Simak Video “Klinik Pengobatan Mak Erot Juga Bisa Tangani Keluhan Mr P Patah
[Gambas:Video 20detik]

Mengenal Apa Itu Buta Warna, Jenis, Gejala, dan Metode Pengobatannya

Jakarta

Buta warna adalah kondisi penglihatan yang menyebabkan penderitanya kesulitan untuk melihat warna tertentu. Umumnya, kondisi ini merupakan turunan dari keluarga. Bisa dibilang, buta warna adalah salah satu penyakit bawaan.

Meski buta warna seringkali dikaitkan dengan terganggunya aktivitas sehari-hari, faktanya ini tidak sepenuhnya benar. Sebab, saat ini sudah tersedia berbagai alternatif untuk memudahkan pengidap buta warna. Merangkum dari berbagai sumber, simak jenis, gejala, dan metode pengobatan buta warna di artikel berikut ini.

Jenis-jenis Buta Warna

Secara umum, Nationwide Eye Institute menyebutkan bahwa buta warna dapat dibagi menjadi tiga jenis. Ketiga jenis buta warna ini antara lain buta warna merah-hijau, buta warna biru-kuning, dan buta warna complete. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.

1. Buta Warna Merah-Hijau

Pertama, ada buta warna merah-hijau, yang artinya penderitanya kesulitan untuk membedakan antara warna merah dan hijau. Kemudian, buta warna jenis ini bisa dibagi lagi menjadi 4 jenis, antara lain:

  1. Deuteranomaly, yakni jenis kebutaan warna yang membuat warna hijau jadi terlihat lebih merah. Namun, deuteranomaly tergolong ringan tak tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
  2. Protanomaly, yaitu jenis kebutaan warna yang membuat warna merah tampak hijau dan tidak terlalu cerah. Sama halnya dengan deuteranomaly, protanomaly juga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
  3. Terakhir, yakni protanopia dan deuteranopia yang sama-sama membuat penderitanya tidak dapat membedakan warna merah dan hijau sama sekali.

2. Buta Warna Biru-Kuning

Buta warna biru-kuning membuat penderitanya sulit membedakan empat warna sekaligus, yakni biru dan hijau serta kuning dan merah. Ada dua jenis kebutaan warna biru-kuning, antara lain:

  1. Tritanomali yang menyulitkan penderitanya untuk membedakan warna biru dan hijau serta kuning dan merah.
  2. Tritanopia yang membuat penderitanya tidak dapat membedakan warna biru dan hijau, ungu dan merah, serta kuning dan pink. Selain itu, tritanopia juga menyebabkan warna yang dilihat mata cenderung kurang cerah.

3. Buta Warna Complete

Seperti namanya, buta warna complete artinya si penderita tidak dapat melihat warna sama sekali. Kondisi ini disebut juga sebagai monokromasi. Namun, kasus buta warna complete umumnya jarang terjadi. Dalam beberapa kasus buta warna complete, penderita mungkin juga kesulitan melihat dengan jelas serta lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan manusia pada umumnya.

Gejala Buta Warna

Gejala umum yang paling banyak ditemukan pada penderita buta warna adalah ketidakmampuan dalam membedakan warna seperti orang kebanyakan. Menurut Nationwide Eye Institute, pasien buta warna akan kesulitan untuk melihat:

  1. Perbedaan warna
  2. Tingkat kecerahan warna
  3. Nuansa warna berbeda

American Academy of Ophthalmology juga menyebutkan bahwa gejala buta warna dapat berkisar dari gejala ringan hingga berat. Karena itu terkadang ada pengidap buta warna yang tidak peka terhadap hal ini. Selain itu, dijelaskan bahwa sebenarnya buta warna tidak mempengaruhi ketajaman penglihatan seseorang. Namun, ada pula pengidap buta warna complete yang hanya melihat warna dalam nuansa abu-abu, seringkali disebut achromatopsia.

Kondisi achromatopsia berkaitan erat dengan:

  1. Amblyopia (mata malas)
  2. Nystagmus
  3. Sensitivitas cahaya
  4. Penglihatan yang buruk

Siapa yang Berisiko Mengidap Buta Warna?

Faktanya, pria punya risiko lebih tinggi untuk mengidap kelainan buta warna. Jumlah pria yang lahir dengan buta warna lebih tinggi dibandingkan wanita. Selain itu, ada kondisi tertentu yang menyebabkan seseorang lebih rentan untuk mengalami buta warna, yakni:

  1. Glaukoma
  2. Diabetes
  3. Degenerasi makula
  4. Penyakit Alzheimer
  5. Penyakit Parkinson
  6. Alkoholisme kronis
  7. Leukimia
  8. Anemia sel sabit
  9. Konsumsi obat-obatan tertentu seperti, obat hidroksiklorokuin (Plaquenil) yang digunakan untuk pengobatan rheumatoid arthritis.

Metode Pengobatan Buta Warna

Mengutip dari American Academy of Ophthalmology, tidak ada metode pengobatan yang disarankan untuk merawat buta warna bawaan. Meski begitu, saat ini para pengidap buta warna bisa menemukan lensa kontak dan kacamata khusus yang dibuat untuk jenis kelainan ini.

Simak Video “Suggestions Menjaga Kesehatan Mata Agar Tak Cepat Lelah
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)

Ternyata Ini Warna Mata Paling Langka di Dunia Menurut Studi

Jakarta

Warna mata seseorang ditentukan oleh berbagai faktor, mulai dari gen sampai mutasi seseorang. Berbeda dari kepercayaan, warna mata anak tidak bisa hanya ditentukan dari warna mata kedua orang tuanya.

Ada proses rumit di balik warna mata yang kita miliki dan hasilnya terkadang tidak biasa. Warna mata dipengaruhi oleh produksi melanin atau pigmen di bagian iris mata.

Dikutip dari laman BBC Science Focus, studi menemukan hijau sebagai warna mata paling langka di dunia. Menurut survei yang dipublikasikan American Academy of Ophthalmology, hanya sembilan persen orang di dunia yang memiliki mata berwarna hijau.

Sementara itu, 18 persen lainnya memiliki warna mata hazel atau kombinasi coklat terang dengan aksen hijau dan oranye, 27 persen berwarna biru, 45 persen berwarna cokelat, dan satu persen sisanya memiliki warna selain cokelat, biru, hazel, atau hijau.

“Warna mata unik untuk semua orang, dan tidak ada satu pun mata cokelat yang mirip dengan yang lain,” kata Purnima Patel, MD, juru bicara klinis AAO dan pendiri Ophthalmology and Retina Associates of Georgia.

Menurut laporan serupa, kondisi mata terlangka adalah albinisme yang hanya ditemukan di 1 dari 20 ribu orang. Dalam kasus ini, iris mata albinisme berwarna bening, tetapi pembuluh darah membuat mata tampak merah muda atau merah.

Apa yang menentukan warna mata?

Singkatnya, warna mata ditentukan oleh melanin, hal yang sama yang menghasilkan pigmentasi rambut, mata, dan kulit.

Bagian berwarna mata, yang dikenal sebagai iris, terdiri dari dua lapisan: epitel di belakang, dan stroma di depan. Epitel tipis mengandung pigmen coklat kehitaman, sedangkan stroma memiliki jumlah pigmen yang bervariasi yang disebut melanin. Warna mata berhubungan langsung dengan jumlah melanin yang ditemukan di stroma.

“Orang dengan mata cokelat memiliki banyak melanin di iris, sementara orang dengan mata biru memiliki lebih sedikit melanin,” kata Yuna Rapoport, MD, dokter spesialis mata yang berbasis di New York Metropolis kepada Riders Digest.

Simak Video “Hii.. Begini Bentuk Kutu Bulu Mata
[Gambas:Video 20detik]
(kna/suc)