Jakarta

Empat bocah korban kecelakaan pesawat terjebak di hutan Amazon. Mereka berhasil bertahan dengan selamat sebelum akhirnya ditemukan anjing pelacak militer. Keempatnya menghabiskan waktu 40 hari untuk bertahan di wilayah yang penuh hewan buas.

Paman anak-anak itu, Fidencio Valencia, mengatakan mereka bertahan hidup dengan makan fariña atau sejenis tepung singkong.

“Ketika pesawat jatuh, mereka mengambil fariña (dari reruntuhan pesawat), dan dengan itu mereka selamat,” kata Valencia, dikutip dari The Guardian.

“Setelah fariña habis, mereka mulai memakan bijinya,” tambah Valencia.

Dikutip dari AS USA, fariña merupakan tanaman pokok di banyak daerah tropis lantaran mampu tumbuh dengan baik di kondisi tanah yang buruk dan tahan terhadap kekeringan.

Sayuran ini ditanam untuk akarnya yang bertepung, merupakan bagian utama tanaman yang dapat dimakan. Akar berbonggol ini kaya akan karbohidrat dan kalori, berfungsi sebagai sumber makanan penting. Karenanya, makanan ini mampu memberi mereka energi selama berhari-hari di hutan Amazon.

Di samping itu, pihak berwenang dan anggota keluarga menyebut bahwa keempat bocah itu memiliki keakraban dengan lingkungan yang tak bersahabat, juga memiliki pengetahuan buah-buahan di hutan yang membantu mereka untuk tetap hidup. Mereka juga memiliki botol yang digunakan untuk mengambil air di hutan.

Simak Video “Kondisi Kesehatan 4 Anak Kolombia yang Ditemukan Selamat di Hutan Amazon
[Gambas:Video 20detik]
(suc/kna)