Jakarta

Studi baru yang diterbitkan di jurnal The Lancet mengungkapkan analisis terkait penyebab gagalnya transplantasi jantung babi yang telah dimodifikasi secara genetik ke pasien manusia. Prosedur transplantasi jantung babi ke manusia tersebut dilakukan pada Januari 2022.

Pasien, David Bennett, Sr., 57 tahun, dirawat di College of Maryland Medical Heart. Dia mengalami kegagalan fungsi jantung tanpa tanda penolakan akut yang jelas selama hampir tujuh minggu setelah operasi. Serangan jantung yang tiba-tiba menyebabkan kematiannya dua bulan setelah transplantasi.

Sejak saat itu, tim transplantasi telah melakukan studi ekstensif ke dalam proses fisiologis yang menyebabkan gagal jantung untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat dicegah pada transplantasi di masa mendatang untuk meningkatkan kemungkinan keberhasilan jangka panjang.

“Tujuan kami adalah untuk terus memajukan bidang ini saat kami mempersiapkan uji klinis xenotransplantasi yang melibatkan organ babi,” kata penulis utama studi Muhammad M. Mohiuddin, MD, Profesor Bedah dan Direktur Ilmiah/Program Cardiac Xenotransplantation Program di UMSOM dikutip dari Science Day by day, Rabu (5/7/2023).

Untuk lebih memahami proses yang menyebabkan disfungsi transplantasi jantung babi, tim peneliti melakukan pengujian ekstensif pada jaringan terbatas yang tersedia pada pasien. Mereka dengan hati-hati memetakan urutan kejadian yang menyebabkan gagal jantung yang menunjukkan bahwa jantung berfungsi dengan baik pada tes pencitraan seperti ekokardiografi hingga hari ke-47 setelah operasi.

Studi baru menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda penolakan akut yang terjadi selama beberapa minggu pertama setelah transplantasi. Beberapa faktor yang tumpang tindih menyebabkan gagal jantung pada Bennett, termasuk kondisi kesehatannya yang buruk sebelum transplantasi yang membuat sistem kekebalannya kolaps.

Hal tersebut membatasi penggunaan rejimen anti-penolakan yang efektif yang digunakan dalam studi praklinis untuk xenotransplantasi. Akibatnya, para peneliti menemukan, pasien lebih rentan terhadap penolakan organ dari antibodi yang dibuat oleh sistem kekebalan tubuh.

Simak Video “Pasien Pertama Penerima Cangkok Jantung Babi Meninggal, Ini Kata Ahli
[Gambas:Video 20detik]