Jakarta

Masih ada banyak murid di Swiss yang pergi ke sekolah mengenakan popok. Hal ini lantas banyak dikeluhkan oleh guru-guru setempat.

“Anak-anak pergi ke sekolah semenjak usia empat tahun sekarang. Anda mungkin akan menemukan beberapa murid masih menggunakan popok,” ucap pemimpin dari Federasi Guru Swiss Dagmar Rosler dikutip dari NY Publish, Selasa (20/6/2023).

“Ketika ada anak berusia 11 tahun pergi ke sekolah menggunakan popok. Hal tersebut sudah menjadi tren yang mengkhawatirkan,” sambungnya.

Hal ini menjadi keluhan bukan hanya karena tentang usia murid, namun juga masih banyak murid yang bergantungan pada popok. Padahal murid tidak memiliki masalah kesehatan apa pun.

“Orang tua harus memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak usia sekolah tidak menggunakan popok lagi. Guru tidak ada di sekolah untuk mengganti popok murid. Itu sudah melewati batas,” tambah Rosler.

Seorang pakar perkembangan anak Rita Messmer bahkan mengaku pernah memiliki pasien anak berusia 11 tahun yang tak pernah diajari untuk menggunakan rest room.

“Jumlah anak yang memakai popok di sekolah telah melonjak,” ucap Messmer.

Ilmuwan pendidikan di Swiss juga Margrit Stamm juga menyoroti hal tersebut. Menurutnya banyak orang tua di Swiss yang menganggap popok adalah ‘pakaian dalam biasa’.

“Popok telah berkembang pesat selama beberapa dekade. Saat ini popok dipakai seperti pakaian biasa. Jadi anak-anak dibiasakan dengan popok,” ucap Stamm.

“Beberapa orang tua membiarkannya karena popok dianggap sebagai bantuan yang nyaman. Ini tidak dianggap sebagai masalah akhir-akhir ini,” pungkasnya.

Simak Video “Indonesia Masih Jauh dari Goal Herd Immunity
[Gambas:Video 20detik]
(avk/vyp)