Tag: HIV

Ada 27 Pasien Cacar Monyet ‘Mpox’ di RI, 18 di Antaranya Idap HIV


Jakarta

Kementerian Kesehatan RI melaporkan penambahan tiga kasus cacar monyet atau Mpox di DKI pada Senin (30/10/2023). Kini complete keseluruhan kasus cacar monyet di Indonesia ada 27 kasus.

“Tiga kasus baru, tiga-tiganya dari DKI Jakarta,” beber Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Maxi Rein Rondonuwu, Kemenkes RI saat dihubungi Selasa (31/10).

Dari complete tersebut, 18 pasien di antaranya diketahui mengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV). Selain HIV, ada lima pasien lainnya mengidap sifilis, dan dua orang mengidap hipertensi atau darah tinggi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 42 persen dari complete seluruh kasus didominasi usia 25 hingga 39 tahun. Sementara yang berusia 18 hingga 24 tahun tercatat lebih rendah, yakni sebanyak 12 persen.

“Seluruhnya menular melalui kontak seksual,” beber Maxi.

Sebelumnya, dr Maxi menyebut mengacu pada perhitungan ahli epidemiolog, kasus cacar monyet atau Mpox sebenarnya di lapangan lebih tinggi dibandingkan jumlah yang ditemukan dari hasil tracing dan kontak erat. Hal ini berkaitan dengan keterbukaan populasi kelompok berisiko.

Perhitungan ini menggunakan metode yang didasarkan dengan tren kasus Mpox sebelumnya di Inggris. Estimasi mereka dalam setahun kasus Mpox di Indonesia bisa melampaui 3 ribu kasus.

“Kami kemarin mengundang para epidemiolog, mereka mencoba menggunakan price yang terjadi di Inggris itu, mereka memperkirakan kasus kita itu, dengan jumlah populasi kunci itu bisa sampai 3.600 orang,” beber dr Maxi dalam konferensi pers Kamis (26/10).

Simak Video “17 Kasus Mpox di DKI, Tertular Lewat Kontak Seksual
[Gambas:Video 20detik]
(suc/vyp)

Pria Swiss Jadi Orang Ke-6 Dinyatakan ‘Sembuh’ HIV, Sempat Jalani Pengobatan Ini


Jakarta

Seorang pria yang dijuluki sebagai pasien Jenewa dinyatakan ‘sembuh secara efektif’ dari Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pria di Swiss itu mengalami remisi jangka panjang HIV pasca menerima terapi berisiko pada 2018.

Sebelumnya, ada lima kasus serupa lainnya yang telah dinyatakan ‘sembuh’ dari HIV. Namun, kasus pasien Jenewa ini terbilang paling unik.

Terapi yang Dilakukan

Diketahui, pasien tersebut ‘sembuh’ setelah menjalani terapi pengobatan sel punca di tahun 2018. Ia menerima transplantasi sel punca untuk melawan kanker leukemia yang sangat agresif dan ganas.

Uniknya, pasien Jenewa itu menerima sel punca dari donor yang tidak memiliki mutasi gen langka, CCR5. Gen tersebut berguna untuk menghalangi virus HIV memasuki sistem kekebalan seseorang, serta membuat sel secara alami kebal terhadap virus tersebut.

Setelah menjalani pengobatan tersebut, pasien Jenewa itu dinyatakan ‘sembuh’ dari HIV. Di dalam tubuhnya sudah tidak terdeteksi virus setelah menghentikan pengobatan antiretroviral atau obat yang berguna mengurangi jumlah virus di dalam darah.

Pria itu menggunakan terapi antiretroviral itu hingga November 2021, dan dokter menyuruh berhenti setelah menjalani transplantasi sumsum tulang atau sel punca.

“Apa yang terjadi pada saya luar biasa, ajaib,” ucapnya dikutip dari Euronews, dalam sebuah pernyataan.

Peneliti Belum Yakin Pasien Bisa ‘Sembuh Whole’

Meski sampai saat ini pasien Jenewa itu telah menghentikan pengobatan antiretroviral, para peneliti belum sepenuhnya yakin bahwa virus HIV tidak akan kembali pada pasien.

Sebab, pada dua kasus HIV di Boston yang menggunakan sel punca yang tidak mengandung gen CCR5. Efeknya, virus itu muncul lagi beberapa bulan setelah mereka berhenti menggunakan antiretroviral.

“jika masih belum ada tanda-tanda virus setelah 12 bulan kemungkinan virus itu tidak terdeteksi di masa mendatang akan meningkat secara signifikan,” ucap Asier Saez-Cirion, seorang ilmuwan di Institut Pasteur Prancis yang mempresentasikan kasus tersebut di Brisbane.

“Pasien Jenewa tetap ‘bebas’ HIV karena mungkin transplantasi menghilangkan semua sel yang terinfeksi tanpa memerlukan mutasi yang terkenal atau mungkin pengobatan imunosupresifnya, yang diperlukan setelah transplantasi, berperan,” pungkasnya.

Simak Video “HIV Meningkat Lagi, Mulai Lakukan Ini untuk Pencegahan
[Gambas:Video 20detik]
(sao/suc)