Jakarta

Pengertian Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah kondisi ketika pembuluh darah arteri menyempit atau mengeras yang disebabkan oleh penumpukan plak. Kondisi ini menyebabkan aliran darah dan oksigen dari jantung ke organ tubuh menjadi terhambat.

Akibatnya, kondisi ini dapat memicu beragam penyakit kardiovaskular, salah satunya penyakit jantung koroner.

Aterosklerosis dapat berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Itulah sebabnya aterosklerosis tidak menimbulkan gejala apapun di awal. Umumnya, gejala baru muncul ketika alirah darah ke organ atau jaringan tubuh terhambat.

Penyebab Aterosklerosis

Hingga saat ini, penyebab pasti aterosklerosis masih belum diketahui. Umumnya, penyakit ini muncul ketika terjadi kerusakan pada lapisan dalam arteri.

Adapun faktor yang dapat menyebabkan kerusakan tersebut antara lain:

  • Kolesterol tinggi
  • Hipertensi
  • Obesitas
  • Diabetes
  • Kebiasaan merokok
  • Peradangan akibat penyakit tertentu

Selain faktor pemicu di atas, risiko aterosklerosis dapat meningkat jika:

  • Berusia di atas 40 tahun
  • Menjalani pola hidup yang tidak sehat, seperti sedentary life
  • Asupan makanan yang tidak seimbang
  • Sering mengalami stres
  • Memiliki riwayat aterosklerosis pada keluarga

Gejala Aterosklerosis

Gejala aterosklerosis berbeda-beda tergantung lokasi terjadinya penyempitan pembuluh darah. Adapun gejala-gejala yang bisa dialami pengidap aterosklerosis antara lain:

Aterosklerosis di jantung

  • Nyeri dada atau angina
  • Nyeri pada pundak, lengan, rahang, atau punggung
  • Aritmia
  • Sesak napas
  • Keringat berlebih
  • Gelisah

Aterosklerosis di tungkai

  • Nyeri
  • Kram
  • Tungkai terasa dingin
  • Luka di jari atau telapak kaki yang tak kunjung sembuh

Aterosklerosis di otak

  • Mati rasa
  • Lumpuh pada salah satu sisi tubuh
  • Kehilangan penglihatan pada salah satu atau kedua mata
  • Kesulitan berbicara
  • Gangguan koordinasi dan keseimbangan
  • Sakit kepala hebat
  • Kesulitan bernapas
  • Kehilangan kesadaran

Aterosklerosis di ginjal

  • Jarang buang air kecil
  • Mual
  • Kelelahan
  • Gangguan konsentrasi
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Bengkak di tungkai

Analysis Aterosklerosis

Analysis aterosklerosis dapat dilakukan lewat pemeriksaan fisik seperti pemeriksaan denyut nadi, detak jantung, dan tekanan darah. Selain itu, dokter juga bisa melakukan tes penunjang, seperti:

  • Tes darah
  • Ankle-brachial index (ABI), untuk mengecek perbandingan indeks tekanan darah di tangan dan kaki guna mengetahui ada atau tidaknya penyumbatan arteri pada tungkai
  • Elektrokardiogram (EKG)
  • USG Doppler, untuk mendeteksi penyumbatan arteri di tungkai
  • Tes treadmill, untuk memeriksa aktivitas listrik jantung dan tekanan darah
  • Angiografi, yakni pemeriksaan kondisi arteri dengan menyuntikkan zat pewarna pada arteri agar terlihat lewat foto rontgen
  • MRA dan CT scan

Pengobatan Aterosklerosis

Aterosklerosis dapat ditangani dengan obat-obatan dan prosedur medis. Jenis obat-obatan yang diresepkan untuk penyakit ini antara lain:

  • Obat untuk mencegah penggumpalan darah, seperti aspirin
  • Obat untuk menurunkan tekanan darah, seperti beta blockers dan antagonis kalsium
  • Obat penurun kolesterol, seperti statin
  • Obat untuk mencegah penyumbatan arteri, seperti ACE Inhibitor
  • Obat untuk mengendalikan penyakit yang memicu aterosklerosisi, misalnya obat penurun gula darah untuk diabetes dan lain sebagainya

Sementara, pada kasus aterosklerosis yang lebih parah dokter akan melakukan prosedur berupa:

Pemasangan Ring dan Angioplasty

Prosedur ini bertujuan untuk membuka penyumbatan arteri dan memasangkan tabung kecil untuk melancarkan aliran darah

Terapi Fibrinolitik

Terapi ini bertujuan untuk mengatasi penyumbatan dengan memberikan obat pemecah gumpalan darah

Operasi Bypass

Dilakukan dengan cara mengalihkan aliran darah dari pembuluh darah yang tersumbat ke pembuluh darah dari bagian tubuh lain atau dengan menggunakan selang sintetis

Endarterektomi

Prosedur ini bertujuan untuk membuang lemak yang menumpuk pada dinding arteri

Arterektomi

Prosedur ini bertujuan untuk membuang plak yang menumpuk di arteri

Aterosklerosis juga dapat ditangani secara alami dengan menerapkan gaya hidup sehat dan menghentikan kebiasaan yang menyebabkan kondisi pemicu aterosklerosis.

Komplikasi Aterosklerosis

Aterosklerosis yang sudah menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dapat menyebabkan sejumlah komplikasi, di antaranya:

  • Penyakit jantung koroner
  • Serangan jantung
  • Penyakit arteri perifer
  • Stroke
  • Gagal ginjal

Pencegahan Aterosklerosis

Aterosklerosis dapat dicegah dengan melakukan upaya-upaya berikut:

  • Mengadopsi pola hidup sehat dan mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang
  • Berhenti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Berolahraga secara rutin dan teratur
  • Menjaga berat badan preferrred
  • Mengelola stres dengan baik
  • Istirahat dan tidur yang cukup

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ketika mengalami gejala-gejala di atas. Pengidap diabetes dan hipertensi juga perlu melakukan pemeriksaan secara rutin untuk memantau perkembangan penyakit dan mencegah terjadinya aterosklerosis.

Orang yang mengalami serangan jantung dan stroke juga perlu mendapat penanganan dengan segera untuk mengetahui potensi adanya aterosklerosis dan mencegah kondisinya semakin parah.

Simak Video “Dokter Beberkan Faktor Pemicu Penyumbatan Pembuluh Darah hingga Risiko
[Gambas:Video 20detik]
(ath/suc)